Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
Kriet! Kriet!
Suara derit roda kereta kayu yang berputar memecah keheningan jalur perbatasan. Kereta kuda mereka melaju dengan cukup lambat; sebuah permintaan kecil Krystal karena ia ingin menikmati setiap detik kebebasan di perjalanan, jauh dari belenggu penderitaan.
Dari kursi kusir di depan, Sorento sedikit mencondongkan badannya ke belakang melalui jendela kecil. "Sebentar lagi kita akan melewati perbatasan Provinsi Aquamarine dan Provinsi Ruby," serunya memberi tahu.
Mira yang duduk di dekat jendela langsung menatap jauh ke arah hamparan tanah wilayah Provinsi Ruby. Alih-alih bersemangat, raut wajahnya mendadak berubah tegang. "Entah mengapa... perasaanku tiba-tiba tidak enak," ucap Mira lirih, bulu kuduknya meremang saat melihat atmosfer ganjil yang menyelimuti wilayah di depan mereka.
Eros yang duduk dengan santai di kursi belakang, perlahan membuka matanya. "Kau sudah membeli banyak permata Aquamarine sebelum kita berangkat tadi kan, Mira?" tanya Eros datar, nadanya tenang namun sarat akan maksud tersembunyi.
Tak! —Mira segera menarik sebuah kotak kayu besar dari bawah kursi dan membuka kuncinya. "Tentu saja. Aku merasa benda ini akan sangat berguna ketika kita di sana nanti. Entahlah, di Provinsi Ruby... rasanya ada sesuatu yang sangat janggal," ujar Mira sembari menunjukkan isi kotak tersebut. Di dalamnya, tumpukan batu permata Aquamarine berwarna biru jernih berkilauan memantulkan cahaya, kontras dengan rona merah yang mulai mendominasi pemandangan di luar.
Krystal menghela nafas panjang setelah memasuki wilayah Provinsi Ruby. "Haaaah, batu permata merah. Itu adalah batu yang disukai oleh penyihir, karena ditangan penyihir tingkat tinggi, batu itu menjadi perantara sihir yang kuat. Sedangkan permata Aquamarine memiliki sifat yang bertolak belakang, warna biru jernihnya adalah pemurnian. Itulah mengapa wilayah Aquamarine tidak akan terpengaruh sihir Ratu, dan itu juga alasan mengapa aku diasingkan di sana," ujar Krystal bersandar dipundak Mira. "Sebenarnya aku malas datang ke sini, tapi karena orang yang aku cari ternyata ada di sini jadi apa boleh buat."
"Darimana kau tau kalau orang yang kau cari ada di sini?" tanya Mira merasa heran.
"Tentu saja dari informan terpercaya," jawab Krystal melirik ke arah Eros.
*Ckiiiiiit*!
Suara ringkikan kuda berpadu dengan derit rem yang dipaksa berhenti mendadak oleh Sorento. Di tengah jalanan kota di Provinsi Ruby, seorang anak perempuan yang sedang berlari panik tanpa sengaja hampir tertabrak oleh kereta kuda mereka. Anak itu terduduk lemas di tanah, gemetar ketakutan sambil memeluk sebuah koper kayu kecil dengan teramat erat.
Mira segera membuka pintu gerbong untuk menolongnya, namun anak itu justru mendongak dengan mata sembap dan memohon bantuan. "To-tolong! Tolong kakakku! Dia... dia sedang disiksa oleh paman dan bibi di sana!"
Krystal seketika melompat turun dari kereta. Saat Eros hendak menyusul, Krystal mengangkat tangannya, memberikan isyarat tegas agar tidak ada yang mengikutinya. "Tetap di sini. Jika kau yang turun, aura ksatria atau apa pun yang melekat padamu akan memicu kecurigaan penjaga kota ini," bisik Krystal. "Di mana kakakmu?"
Anak kecil itu menunjuk ke arah sebuah gudang kecil yang tampak kumuh di ujung jalan setapak sunyi. Krystal bergegas ke sana, mendobrak pintu kayu yang rapuh, dan betapa terkejutnya ia saat melihat seorang gadis yang usianya tidak jauh berbeda dari Mira sudah dalam kondisi babak belur bersimbah darah. Tanpa pikir panjang, Krystal memapahnya dengan susah payah kembali menuju kereta kuda.
Setelah gadis yang terluka itu berhasil dinaikkan ke dalam gerbong untuk dirawat oleh Mira, Krystal menyadari tas kulit kecil miliknya yang berisi dokumen penting tertinggal di dalam gudang. "Tunggu di sini, ada yang tertinggal," ucap Krystal sebelum berbalik dan kembali berjalan seorang diri ke arah jalan setapak tadi.
Namun di tengah jalan, sebuah bayangan bergerak dengan cepat. Seorang pria dengan jubah hitam berlambang Kerajaan Obsidian berkilau tiba-tiba mencengkeram pergelangan tangan Krystal dengan cengkeraman sekuat besi.
"Ah, ketemu juga," bisik suara yang dingin di balik tudung jubahnya.
*Wuuuush*!
Pusaran sihir hitam langsung menelan tubuh mereka berdua, melenyapkan eksistensi Krystal dari wilayah tersebut dalam sekejap mata.
Di dalam gerbong kereta, Eros yang sedang menyalurkan energi sucinya untuk mengobati luka-luka gadis yang baru diselamatkan itu mendadak tersentak. Matanya membelalak sempurna saat merasakan sihir pelacak dewa yang ia tanamkan pada jiwa Krystal terputus begitu saja secara paksa. Rasa panik yang belum pernah ia rasakan selama ribuan tahun kini menghantam dadanya.
"Sorento! Masuklah ke dalam gerbong sekarang!" teriak Eros dengan suara bergemuruh, rahangnya mengeras kuat.
Sorento yang menyadari situasi darurat langsung melompat masuk ke dalam. Eros beralih menatap Mira yang pucat pasi. "Mira! Aku akan pergi mencari Krystal. Kalian jangan ada yang keluar dari kereta ini, apa pun yang terjadi! Aku akan memindahkan kalian kembali ke tempat berkemah kemarin di dekat pertambangan Aquamarine yang aman dari sihir Ratu!"
*Gruduuuuk*!
Dengan satu sentakan tangan Eros, gelombang energi yang dahsyat memindahkan seluruh kereta kuda beserta isinya kembali ke bukit Aquamarine dalam sekejap mata.
Begitu gerbong itu aman, Eros berdiri sendirian di tengah jalan setapak Provinsi Ruby yang kini kosong. Ia memejamkan mata, menghirup udara yang pekat, mencoba mencari sisa partikel energi sihir yang baru saja menculik Krystal. Sesaat kemudian, matanya terbuka, memancarkan kilat merah kemarahan murni saat ia mengenali sisa aroma esensi suci yang sangat ia benci.
"Alucas...!" desis Eros, mengepalkan tangannya hingga udara di sekitarnya retak. Sang Naga Cahaya rupanya telah bergerak lebih cepat dari yang ia duga.