NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: BADAI DI KOTA TULANG DAN PERJANJIAN BAYANGAN

​Suasana di dalam Kedai "Darah Naga" mendadak berubah menjadi sunyi yang mencekam setelah kepergian anak buah Klan Bai. Para pengunjung lainnya segera membayar dan pergi, tahu bahwa aroma darah akan segera mengundang pemangsa yang lebih besar.

​Ye Xuan menatap Xiao Xiao yang masih gemetar. "Simpan kristal itu. Di sini, benda itu adalah hukuman mati yang kau gantungkan di lehermu sendiri."

​[Ding! Peringatan Keamanan!]

[Radius 300 Meter: Mendeteksi 20 Tanda Kehidupan dengan aura 'Annihilation'.]

[Analisis: Pasukan Pemusnah Klan Su. Mereka tidak akan bicara; mereka akan meledakkan seluruh kedai ini bersama Inang di dalamnya.]

​"Ayah, Mo Ran, bawa gadis ini lewat pintu belakang!" perintah Ye Xuan dengan nada yang tidak menerima bantahan.

​"Tapi Xuan'er, kau sendirian—" Ye Tian mencoba memprotes.

​"Pergi!" Ye Xuan menghantamkan kakinya ke lantai, menciptakan getaran pelindung yang mendorong mereka bertiga menuju pintu rahasia di dapur kedai. "Aku perlu membersihkan jalan."

​Tepat saat mereka menghilang ke kegelapan lorong, atap kedai hancur berantakan. Lima tombak hitam bermata ganda menancap di meja tempat Ye Xuan duduk tadi. Ledakan energi gelap mengikuti, meratakan bangunan kayu dan tulang itu menjadi debu dalam sekejap.

​Ye Xuan melayang di tengah reruntuhan, dikelilingi oleh asap hitam. Di sekelilingnya, dua puluh pria berpakaian zirah sisik hitam legam berdiri di atas atap-atap bangunan sekitar. Mereka tidak memiliki wajah, hanya topeng besi polos dengan celah mata yang bersinar merah.

​"Pasukan Pemusnah Bayangan..." Ye Xuan menggenggam gagang Pedang Penghancur Surga yang masih terbungkus kain. "Klan Su benar-benar tidak sabar untuk bertemu denganku."

​Tanpa suara, kedua puluh pembunuh itu melesat serentak. Mereka tidak menyerang dengan teknik pedang biasa, melainkan berubah menjadi bayangan cair yang merayap di tanah dan udara, mencoba mengunci titik-titik meridian Ye Xuan.

​"Domain Kekacauan: Pemutus Bayangan!"

​Ye Xuan melepaskan hentakan energi dari tubuhnya. Cahaya ungu meluas seperti riak air, memaksa bayangan-bayangan itu kembali ke bentuk fisik mereka. Saat mereka terkejut, Ye Xuan bergerak.

​Srak! Srak! Srak!

​Ia tidak mencabut pedangnya, hanya menggunakan sarungnya untuk menghantam titik-titik vital musuh. Setiap hantaman menghasilkan suara tulang yang remuk. Dalam lima detik, tujuh pembunuh tewas dengan dada hancur.

​Namun, pemimpin mereka—seorang pria dengan tiga garis emas di topengnya—mengangkat tangannya. "Formasi Pemakan Roh: Gerhana Abadi!"

​Tiba-tiba, cahaya dari tiga matahari di langit Kota Tulang Dewa seolah tersedot habis. Kegelapan total menyelimuti area pertempuran. Di dalam kegelapan ini, indera perasa Ye Xuan mulai mati satu per satu. Ia tidak bisa mendengar, mencium, atau merasakan Qi di sekitarnya.

​[Ding! Inang terjebak dalam 'Ilusi Sensorik' tingkat tinggi!]

[Sistem memulai sinkronisasi dengan 'Mata Ilahi Kekacauan'...]

[Peringatan: Energi Kekacauan Inang dikonsumsi 2% per detik untuk mempertahankan kesadaran!]

​"Kalian pikir kegelapan bisa menakuti pemilik Kekacauan?" Ye Xuan memejamkan matanya.

​Ia tidak lagi melihat dengan mata, melainkan dengan detak jantung dunia. Ia merasakan getaran partikel udara yang bergerak saat pedang musuh mendekati lehernya.

​"Di sana."

​Ye Xuan berputar, tangan kirinya menangkap mata tombak pemimpin musuh, sementara tangan kanannya menghantamkan Pedang Penghancur Surga (yang masih terbungkus) ke arah kepala lawan.

​BOOM!

​Topeng besi itu hancur, memperlihatkan wajah yang penuh dengan rune hitam yang terbakar. Pemimpin itu terlempar menabrak menara lonceng kota, menghancurkannya hingga runtuh. Dengan hancurnya sang pemimpin, ilusi kegelapan pun pecah.

​Ye Xuan berdiri di tengah jalanan yang kini dipenuhi mayat pasukan elit. Penduduk kota yang mengintip dari balik jendela bergidik ngeri; belum pernah ada yang membantai Pasukan Pemusnah Klan Su secepat ini di wilayah mereka.

​Ye Xuan segera menyusul Ye Tian ke titik pertemuan di sebuah kuil tua di pinggiran kota. Di sana, Xiao Xiao sudah menunggu dengan cemas.

​"Senior, kita harus segera pergi ke Klan Bayangan Perak," kata Xiao Xiao cepat. "Pemimpin mereka, Grandmaster Yin, adalah satu-satunya orang yang punya dendam lebih besar pada Klan Su daripada siapa pun. Dia kehilangan seluruh keluarganya saat Penjara Sembilan Kesengsaraan dibangun."

​"Bawa aku ke sana," kata Ye Xuan.

​Mereka menempuh perjalanan melalui lorong-lorong bawah tanah yang sempit hingga tiba di sebuah gerbang perak yang tersembunyi di balik tumpukan tulang naga purba. Setelah Xiao Xiao memberikan tanda khusus dengan kristal birunya, gerbang itu terbuka.

​Di dalam, mereka disambut oleh ratusan pasang mata yang bersinar di kegelapan. Di sebuah singgasana yang terbuat dari logam cair, duduk seorang pria kurus dengan rambut putih panjang yang menjuntai hingga ke lantai. Auranya sangat tipis, seolah-olah ia hampir tidak ada di dunia ini.

​"Seorang pembawa Pedang Kekacauan dan keturunan Dewa Perang masuk ke sarangku..." suara Grandmaster Yin terdengar seperti gesekan logam. "Apa yang membuatmu berpikir aku tidak akan menyerahkan kepala kalian ke Klan Su untuk mendapatkan ampunan?"

​Ye Xuan melangkah maju, membiarkan niat pedangnya meledak sedikit, membuat seluruh ruangan bergetar.

​"Karena kau sudah terlalu lama merangkak di kegelapan, Yin," ujar Ye Xuan tajam. "Aku tidak datang untuk meminta ampunan. Aku datang untuk menawarkan kesempatan padamu untuk melihat Klan Su terbakar. Aku akan menghancurkan gerbang penjara itu, dan kau... kau akan mendapatkan kembali harga dirimu."

​Grandmaster Yin terdiam lama. Matanya yang pucat menatap dalam ke mata ungu Ye Xuan. Tiba-tiba, ia tertawa—tawa yang kering dan menyakitkan.

​"Bocah yang menarik. Baiklah! Jika kau bisa mengambil 'Jantung Naga Bumi' dari kedalaman labirin kota ini untuk memulihkan kekuatanku yang lumpuh, aku akan memimpin seluruh klan bayanganku untuk membantumu membobol Penjara Sembilan Kesengsaraan."

​[Ding! Misi Baru Diterima: Perburuan Jantung Naga Bumi!]

[Tingkat Kesulitan: Spirit Severing Tahap Menengah.]

[Catatan Sistem: Lupakan tentang istirahat, Inang. Jadwal Anda sangat padat!]

​Ye Xuan menggenggam pedangnya erat. "Satu minggu. Aku akan membawakan jantung itu padamu."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!