NovelToon NovelToon
Our Love

Our Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:201
Nilai: 5
Nama Author: Uil

silahkan baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Hari ini Agustus 26,2019.No handphone semuanya ku blockir.Aku berjalan menembus hujan di bulan agustus tepat dihari kelahiranku aku memutuskan pergi untuk menetap di Australia.Tepat 2 bulan setelah kejadian tidak mengenakan antara aku dan kekasihku Nita.

Mama Cinta:Hallo dit..(Menelepon dari Australia)

Ditya:Hallo ma..

Mama Cinta:Kamu udah dibandara?.Kamu berangkat sama Nita?

Ditya:Gak ma.

Mama Cinta:Kamu gak ada masalah sama Nita kan?.

Ditya:Gak kok ma

Mama Cinta:Ya sudah kalau begitu.Mama tunggu di New South Wales

Ditya:Ok ma..Sudah dulu ya ma..Mau take off..

Mama Cinta:Kabarin mama kalau sudah sampai sini

Ditya:Iya ma

Ditya berfikir ingin menghubungi Nita namun dia tidak bisa mengingat kejadia yang menyakitkan hati Nita.Dia mulai menulis kata kata melalui WA ke Nita.

Sayangku(Nita):Sayang aku harus take off ke australi..(Menghapus pesan ulang)

Sayangku(Nita):Sayang maaf aku harus ke Australia..Maafin aku soal kejadian itu..(Menghapus pesan)

Ditya tidak jadi mengirim pesan kepada Nita karena dia tidak sanggup untuk mengirim pesan itu.

Sementara itu,di rumah sakit Nita masih harus terapi untuk pemulihan kesembuhannya.

Hari demi hari berlalu.Nita yang selalu bersama Drian mulai merasa nyaman dengan keadaan sekarang tanpa hadirnya Ditya disampingnya.Nita yang masih dirawat dirumah sakit mulai nyaman dengan keadaannya.

"Pagi Nita,Bagaimana keadaan kamu?"

"Masih seperti biasa dok."

"Saya, periksa ya.Tarik nafas panjang dan keluarkan lewat mulut pelan."Dokter micky terus mendengarkan nafas nita dari stetoskop.

"Udah dok."

"Sudah, sudah mulai normal nafasnya hanya saja suara ikannya masih belum hilang."

"Kapan saya pulang dok?"

"Setelah nafas kamu mulai normal tidak seperti sekarang."

"Baik dok."

"Lekas sembuh ya."

"Nitaaa...Aku bawain bunga kesukaan kamu nih."Drian membawa bucket berisi mawar merah.

"Makasih ya."Senyum Nita.

"Saya, pamit dulu ya Nita."Dokter Micky berdiri dan berjalan keluar kamar rawat Nita.

"Makasih ya dok."Jawab Drian.

"Sama sama,dijaga terus ya keadaan cewek koko."

"Pasti dok."Tersenyum dengan dokter micky.

Dokter Micky meningalkan ruangan.Dokter Niki dan suster Tania masuk.Suster Tania melihat Drian masih berdiri dengan seikat besar bucket bunga ditangannya.

"Cie, teteh.Si koko sayang banget atuh sama teteh."Ledek Suster Tania.

"Udah deh, sus kita cuma temenan."Tersenyum malu.

"Sus tolong ganti infusnya.Nacl Mg(milli gram)nya ditambahin ya sus."Tegas Dokter Niki ahli jantung.

"Baik dok."

Sore hari setelah visit ke ruang pasien lain.Dokter Micky kembali visit ke ruangan Nita membawa kertas laporan ditangannya.

"Nita,kamu masih harus tinggal dirumah sakit 3minggu lagi sebab kita masih harus konservasi keadaan kamu.Dikarenakan asmamu sedang dalam konteks bahaya."

"Bahaya dok?"Mendekat ke dokter Micky.

"Bahaya karena sempat anfal, hilang kesadaran yang menyebabkan kritis dan masih bersuara suara seperti ikan mas koki nafasnya.Jaga baik baik Nitanya ya koko Adrian."Dokter micky menepuk pundak Drian lalu keluar dari pintu kamar rawat bersama suster tania.

"Teteh, kalau butuh apa apa calling lewat tombol yang ada dikamar teteh ya.Kateter sama infusnya sudah saya ganti.Besok siang teteh sudah mulai terapi tangan dan kaki.Untuk mengurangi shock habis masa kritis.Saya pamit dulu."Suster tania membalikan badannya dan mengejar dokter Micky.

"Makasih sus."

"Makasih sus."Senyum Drian.

"Sama sama koko dan teteh."

Suster dan dokter meninggalkan ruang rawat.Hari ini awan tak seindah kemarin.Cuaca gelap segelap hatiku.Sudah 2bulan Ditya tidak mengabariku.Hatiku hancur dan serasa kosong.

"Ta...ta...ta.."

"Iya.."

"Kenapa?..Kok ngelamun aja.."Memandang wajah sayu Nita.

"Gak kenapa kenapa kok."

"Jujur sama aku Ta..Gak usah sembunyiin perasaan kamu..Cerita sama aku."Memandang wajah Nita sambil mengusap pipinya..

Nita memeluk Drian dan menangis terseduh dipelukannya.Drian merasakan hal tersakit yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

"Aku gak kuat ian."Mengeratkan pelukannya.

"Sudahlah jangan banyak fikiran.Fokus saja sama kesembuhan kamu.Aku gak bisa lihat kamu nangis gini.Aku nanti ikut sedih."Menenagkan Nita.

"Kamu janji ya disamping aku terus.Temanin aku terus.Aku gak bisa sendirian ian."

"Iya aku janji."

"Makasih ya."Menatap wajah Drian.

"Iya.Kamu tenang ya."Sepontan namun pasti Drian yang tak bisa menahan diri untuk mencium lembut bibir Nita.

Jantung Nita berdegup kencang.Belum pernah, dia merasakan panas didalam hatinya.Panas yang membara seakan tak bisa bernafas.

"Huft.."Tertegung malu dan menatap kosong Drian.

"Sorry,Aku kebawa suasana..Maaf ya."

"Gak,gak apa apa drian.Aku cuma ngerasa beda aja."

"Beda gimana?"

"Gak tahu drian."

"Lucu banget sih kamu.."Mencubit pipi Nita.

"Sakit ian."Memanyunkan bibirnya.

"Kalau ada apa apa kamu kasih tau aku ya."Mengengam tangan Nita.

"Iya..makasih ya."

"Sama sama, kamu tidur dulu gih udah malam..

Seharian kamu natap jendela kamar terus."Membelai rambut Nita.

"Iya.."Naik ke ranjang kamar rawat.

Drian membalikan badannya sembari meninggalkan Nita.Drian mengecup kening Nita yang mulai memejamkan mata dan merapikan selimut tempat nita tertidur.

"J..J..jangan pergi.."Memegang tangan Drian.

"Gak pergi, kok ta.Aku cuma mau ambil baju ganti di mobil."

"Ya udah jangan lama lama ya."Melepaskan tangannya.

"Iya..Oke.."

Drian turun melalui lift mengambil baju gantinya sambil berusaha menelepon Ditya lagi.Namun hasilnya masih sama.Tidak ada jawaban maupun kabar darinya.

Selesai mengambil pakaian Drian bergegas kembali ke kamar inap Nita.Drian membuka pintu perlahan.Namun dia melihat Nita sudah terlelap di tempat tidurnya.Drianpun mengecup kening Nita lagi.

"Good Night, my princess."Membelai rambut Nita sambil berbisik.

Drian kembali memandang foto masa kecil dia dan Nita.Tak terasa dia meneteskan air mata teringat saat berpisah dengan Nita diwaktu kecil.Drian yang tertidur disebelah ranjang tempat Nita tertidur berteriak memanggil manggil tunangan waktu kecilnya.

"Kamu udah balik.Makasih ya udah nemenin aku".Terbangun dan berbisik pelan ke telinga Drian sambil membelai rambutnya.

"Jangan pergiiii...jangan pergiiiiii..Jangan pergiiiii."Menitihkan air mata.

"Drian, kenapa?.Bangun,Bangun."Mengoyangkan pundak Drian.

"Aku, aku mimpi tunangan kecilku."Menangis sambil memandang wajah Nita.

"Hey..ada aku..kamu jangan nangis lagi ya.Aku ada disamping kamu."Menenangkan Drian.

"Makasih ya."

"Udah yuk tidur lagi."Menyelimuti ian yang tidur disebelah ranjangnya.

"Iya.."

Drian dan Nita tertidur lelap sampai akhirnya malam berganti pagi.Waktunya dokter visit di pagi hari untuk mengecek keadaan Nita.

"Selamat pagi.."Dokter Micky membuka pintu kamar inap Nita.

"Hoam..Pagi dok."Drian sambil menguap.

"Sus, tolong ambilkan fingertrip pulse oximeter."

"Baik dok."Suster Demeter mengambilkan alat yang dibutuhkan dokter micky.

"Detak jantung mulai membaik cuma masih sedikit lebih cepat dibanding manusia sehat.Paru paru masih ada suara ngik ngiknya.Sepertinya latihan pelemasan otot kaki sementara harus ditunda.Karena Nita masih belum stabil keadaanya."

"Jadi, dok gimana langkah selanjutnya."Tanya Drian.

"Saya, akan berusaha normalkan nafas dan denyut jantungnya ya koko."

"Baik dok, lakukan yang terbaik."

"Saya kasih alat bantu nafas lagi ya ko.Dan saya kasih antibiotik dan obat pereda sesak nafas.Tolong selalu di cek dan jangan lupa obatnya diminum."

"Baik dok."

"Dok, Ini sudah saya pasang selang oksigennya dan infus sudah saya ganti sesuai yang dokter katakan."Suster Demeter beranjak dari tempat dia menganti infus.

"Baik sus,Saya keluar dulu visit ke ruangan lain suster tolong urusin pergantian kateter pasien dan lain lain."Dokter micky pergi dari ruangan Nita.

"Baik dok, misi ya teh Nita saya ganti kateternya dulu dan perlaknya dulu.Nanti kalau saya bilang angkat tubuhnya ke kanan atau kiri tolong diikuti ya instruksinya."Instruksi suster demeter.

"Baik sus."

"Sudah selesai ya teh pemasangan kateternya.:

"Makasih ya sus."

"Kalau butuh apa apa bisa pencet tombol hijau didekat ranjang ya teh.Hari ini shift saya dan suster Gaby.Kami siap melayani jika membutuhkan sesuatu."Saya pamit dahulu ya teh

"Iya sus,Makasih ya sus."Nita menjawab lirih.

Nita yang termenung mulai berdoa untuk kesembuhannya.Begitupun Drian yang selalu berada disamping Nita untuk menguatkannya.

Sedikit demi sedikit Nita mulai merasakan getaran yang berbeda dengan Drian.Walaupun dia masih bingung apakah getaran itu rasa cinta atau hanya rasa kesepian dan ingin mencari pelarian dari Ditya

"Aku benar benar sayang kamu ta.."Menatap mata Nita.

"Makasih ya, udah sayang aku."Membalas tatapan mata Drian.

Mereka hanya dapat menatap mata satu sama lain seakan akan mereka berbicara dengan mata masing masing.

Dalam hati Drian berkata:

"Seandainya waktu dapat ku ulang aku gak akan pernah biarin kamu pergi dariku saat dulu masa kecil kita yang dipertemukan oleh takdir."

Yuk dukung terus author carany like❣

vote dan selalu fav karyanya

maksih kakak*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!