NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sore Pindahan dan Rencana Masa Depan: Antara Kesibukan, Restu, dan Aturan Baru

Dan waktu menunjukkan sore hari, benar saja setelah kepulangan santri alumni yg berkunjung datang ke pondok. mereka pindahan di bantu Abi, Gus Rama juga Gus Wildan. awalnya Ning Hana tetep kekeuh ingin membantu tetapi tidak diperbolehkan Gus Rama dan juga Gus Wildan melihat Ning Hana ketawa karena di kepala Ning Hana tertempel bye bye vier penurun panas, Gus Wildan menertawakan Ning Hana dan sampai di ndalem yg baru mereka masih ngobrol untuk rencana meresmikan pernikahan Rasel juga Hana yg akan dilaksanakan di pondok juga meresmikan ndalem baru dan di ndalem ini timur ini Ning Hana lebih berhak atas aturan untuk santri putra dan mulai pindah dari ndalem tengah ke ndalem timur Ning Hana tidak bisa ikut mengatur aturan di asrama santri putri kembali.

- (Sore harinya, setelah para alumni pulang, Gus Rasel dan Ning Hana mulai pindahan ke ndalem timur. Mereka dibantu oleh Abi Haikal, Gus Rama, dan Gus Wildan.)

- (Awalnya, Ning Hana ingin membantu, tetapi dilarang oleh Gus Rama dan Gus Wildan.)

- Gus Rama: "Hana, kamu nggak usah ikut bantuin. Kamu kan lagi nggak enak badan."

- Gus Wildan: "Iya, Dek. Kamu istirahat aja. Biar kami yang urus semuanya."

- (Gus Rama dan Gus Wildan tertawa melihat Ning Hana yang masih mengenakan bye bye fever di kepalanya.)

- Gus Wildan: "Ya Allah, Hana. Kamu masih pake bye bye fever itu? Dikira anak kecil apa?"

- Ning Hana (cemberut): "Biarin aja. Biar cepet sembuh."

(Sesampainya di ndalem timur, mereka masih ngobrol untuk merencanakan resepsi pernikahan Gus Rasel dan Ning Hana yang akan dilaksanakan di pondok, juga peresmian ndalem baru. Ning Hana memiliki hak lebih atas aturan untuk santri putra, dan tidak bisa ikut mengatur aturan di asrama santri putri lagi.)

Malam ini ada malam pertama Gus Rasel dan Ning Hana menempati rumah ndalem timur, dan banyak sekali para santri putra stelah Diniyah yg masih ngobrol di luar asrama juga area sekitar ndalem timur, dan karena Ning Hana sakit, Gus Rasel menitipkan Ning Hana ke 2 mbak ndalem yg berjaga, dan n Gus Rasel mengontrol keliling area santri putra, dan Gus Rasel menemui banyak santri putra yg belum istirahat padahal sudah jam 22.30 dan batas jam luar santri putra juga putri berbeda karena adanya aturan baru, santri putra boleh tidur di atas jam 23.00 dg aturan selesai Diniyah mereka tidak ada yg izin keluar daerah pondok tp jika ada yg izin keluar area pondok, maka konsekuensinya para santri putra semuanya tanpa terkecuali akan terkena hukuman semua baik senior maupun junior, pengurus maupun santri lama atupun baru akan terkena hukuman semua tanpa terkecuali.

- (Malam itu adalah malam pertama bagi Gus Rasel dan Ning Hana menempati ndalem timur. Banyak sekali para santri putra yang masih ngobrol di luar asrama.)

- (Karena Ning Hana sedang sakit, Gus Rasel menitipkan Ning Hana kepada 2 Mbak Ndalem yang berjaga.)

- Gus Rasel (kepada Mbak Ndalem): "Mbak, tolong jagain Ning Hana ya. Kalau ada apa-apa, segera kabari saya."

- Mbak Ndalem 1: "Baik, Gus. Kami akan menjaga Ning Hana dengan baik."

(Gus Rasel berkeliling area santri putra untuk mengontrol keamanan. Ia menemukan banyak santri putra yang belum tidur padahal sudah jam 22.30.)

- Gus Rasel (kepada para santri): "Kenapa kalian belum tidur? Kan sudah jam 22.30."

(Gus Rasel menjelaskan tentang aturan baru yang berlaku untuk para santri putra.)

- Gus Rasel: "Ingat, mulai sekarang, santri putra boleh tidur di atas jam 23.00 dengan syarat setelah Diniyah tidak ada yang izin keluar area pondok. Tapi kalau ada yang izin keluar area pondok, maka konsekuensinya, semua santri putra tanpa terkecuali akan terkena hukuman."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!