NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Reinkarnasi Ke Tubuh Wanita Bersuami Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:24.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sandri Ratuloly

Kecelakaan pesawat mengakhiri hidup Aruna Maheswari— perempuan independent yang menolak akan adanya cinta dan pernikahan di hidupnya. Namun, saat membuka mata, ia justru terbangun di tubuh Sekar Calista Pranawijaya, seorang istri yang dibenci… dan memiliki dua suami.

Sekar dikenal sebagai perempuan temperamental yang membuat rumah tangganya berubah menjadi neraka. Dua pria yang seharusnya menjadi pelindungnya justru menunggu saat ia pergi dari hidup mereka.

Namun kini, wanita yang sama memilih diam.

Tidak marah. Tidak menuntut. Tidak meminta cinta.
Perubahan itu membuat segalanya terasa salah.

Karena di rumah penuh kebencian itu, bukan cinta yang paling berbahaya— melainkan rahasia di balik kematian Sekar, dan fakta bahwa istri yang mereka benci… telah berganti jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandri Ratuloly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

******

Setibanya di mansion dan keluar dari mobil, kepulangan Calista langsung disambut oleh kepala pelayan yang sudah berdiri tegak di teras utama, seolah tak sabar menunggu kehadiran sang Nona Muda.

“Selamat datang kembali ke mansion, Nona Muda,” ucap kepala pelayan itu dengan suara penuh hormat seraya membungkukkan badan pada Calista dan kedua suaminya.

Calista membalas dengan anggukan lembut. “Ayah di mana, Kepala Pelayan?” tanyanya pelan.

“Tuan Hendra sudah menunggu Anda di kamarnya, Nona.”

“Baik.”

Tanpa banyak bicara, Calista melangkah masuk ke dalam mansion yang megah itu. Langkahnya terdengar pelan menyusuri lantai marmer yang berkilau. Damar dan Arkana berjalan di belakangnya.

“Kalian duluan saja ke kamar,” ujar Calista tanpa menoleh. “Aku ingin menemui Ayah terlebih dahulu.”

Tanpa menunggu jawaban, ia langsung menaiki tangga menuju lantai tiga, tempat kamar sang ayah berada. Jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Ia merindukan pria yang telah membesarkannya seorang diri itu.

Ceklek!

Pintu kamar terbuka perlahan.

“Ayah…”

Tuan Hendra tampak duduk di kursi sofa dekat jendela, menikmati secangkir kopi hangat. Sinar cahaya matahari yang masuk dari sela jendala membuat garis-garis halus di wajahnya terlihat jelas—kerutan yang muncul seiring bertambahnya usia.

“Kamu sudah pulang?” tanyanya sambil melirik sekilas, lalu tersenyum tipis. “Bagaimana liburan honeymoon-mu dengan kedua suamimu? Apakah begitu menyenangkan sampai tidak mengabari Ayah sedikit pun?”

Nada cemberutnya jelas terdengar, meski matanya memancarkan rasa rindu.

Calista tersenyum lembut. Ia berjalan mendekat lalu tiba-tiba memeluk tubuh ayahnya dari samping. “Maafkan aku, Ayah. Aku terlalu menikmati waktu di sana.”

Tuan Hendra terdiam sejenak, lalu menepuk punggung putrinya pelan. “Wajahmu terlihat pucat, putriku. Apa kamu sakit?”

Kedua tangan pria paruh baya itu menangkup wajah Calista dengan penuh kekhawatiran.

“Aku baik-baik saja, Ayah,” jawab Calista cepat. “Mungkin karena udara di Pulau Moonveil Shore yang lebih sejuk, jadi wajahku terlihat pucat.”

Ia tersenyum untuk meyakinkan. Dalam hati, ia bertekad tidak akan membuat ayahnya khawatir—terlebih sampai menyalahkan Damar dan Arkana.

“Aahh… Ayah mengerti,” gumam Tuan Hendra, meski raut wajahnya masih menyiratkan kecemasan. “Kalau begitu, sekarang kamu ke kamarmu dan beristirahat. Kedua suamimu pasti sudah menunggu.”

Calista menyipitkan mata. Ia bisa menangkap ekspresi aneh di wajah ayahnya—campuran antara penasaran dan penuh harap. “Ayah jangan berpikir yang aneh-aneh,” katanya cepat. “Kami tidak berbuat apa-apa.”

Tuan Hendra mendadak membelalakkan mata. “Tidak berbuat apa-apa? Berarti kalian belum membuat cucu untukku?!”

Nada suaranya langsung berubah dramatis.

“Calista, putri kesayanganku… Ayahmu ini sudah tua, Nak. Rambut Ayah sudah mulai memutih. Ayah juga ingin menggendong cucu, mengajaknya bermain di taman, mengajarinya memancing…” ia pura-pura menghela napas panjang, lalu terbatuk-batuk. “Uhuk… uhuk…”

Calista menatap ayahnya tanpa ekspresi. “Ayah pura-pura batuk, kan?”

“Ayah benar-benar batuk!” sanggah Tuan Hendra, tapi sudut bibirnya nyaris tak bisa menyembunyikan senyum jahil.

Calista menghela napas panjang. “Ayah tinggal tunggu saja kabar baik nanti. Tidak perlu terlalu khawatir.”

Mata Tuan Hendra langsung berbinar. “Eh, eh… itu berarti kalian sudah memulai proses pembuatan cucu untukku? Iyakah? Hahaha! Akhirnya aku akan menjadi kakek!”

Kali ini ia benar-benar tertawa terlalu keras hingga tersedak kopinya sendiri.

“Uhuk! Uhuk!”

“Ayah!” Calista buru-buru mengambilkan air putih dan menyerahkannya. “Jangan terlalu bersemangat.”

Setelah batuknya reda, Tuan Hendra tersenyum puas. “Ayah percaya padamu. Tapi jangan terlalu lama membuat Ayah menunggu.”

Calista bangkit dari duduknya sambil menggeleng pelan. “Istirahatlah yang cukup, Ayah. Jangan terlalu keseringan meminum kopi.”

Ia melangkah menuju pintu, namun sebelum keluar, langkahnya terhenti.

“Ayah…”

“Hm?”

“Terima kasih sudah selalu menungguku pulang.”

Tuan Hendra terdiam sesaat. Senyumnya kali ini berbeda—lebih hangat, lebih tulus. “Rumah ini akan selalu menunggumu, Putriku.”

Calista tersenyum tipis, lalu keluar dari kamar itu menuju kamarnya di lantai empat.

Saat mendekat pada kamarnya. Calista menajamkan matanya saat melihat kehadiran Elina di luar kamarnya beserta dengan kedua suaminya yang berdiri di depan pintu dengan raut wajah kesal.

"Ada perlu apa kamu ke sini, Elina? "

Elina yang tak menyadari kedatangan Calista langsung tersentak kaget, dia sontak menatap tak suka pada Calista lalu langsung mengubah raut wajahnya.

"Nona Calista, saya datang kemari karena ingin melihat kedatangan anda, anda pergi berlibur cukup lama sekali. " ujar Elina dengan suara yang di lembut lembutkan.

Damar dan Arkana bahkan sampai merinding mendengarnya.

"Sudah melihatku, kan? Sana kamu balik ke bawah, aku ingin beristirahat dengan kedua suamiku. " usir Calista.

Masih teringat jelas di mimpinya saat Elina mengatakan akan merebut kedua suaminya. Bahkan pelayan rendahan ini dengan terang terangan mengancam Sekar dulu.

Akan Calista balas perbuatan pelayan ini karena ialah akar dari semua sifat Sekar yang begitu jelek.

Elina menatap tajam Calista saat wanita itu mengusirnya, sifat Calista kini semakin berani padanya setelah kepulangan wanita itu dari rumah sakit tempo lalu, awas saja— ia akan meminta Lili untuk mengadu pada  Atharva.

"Kalau begitu saya pamit, Nona. Maaf telah mengganggu waktu istirahat anda. "

Melihat kepergian Elina, Arkana langsung saja menarik tangan Calista untuk masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.

"Kamu mendapatkan pelayan aneh itu di mana? Tidak ada sopan sekali pada tuan rumah, dia sedari tadi terus mengoceh tentang dirinya bisa ini itu. Dasar menjijikkan. " dumel Arkana, ia sedari tadi ingin sekali memukul pelayan aneh itu karena terus mengoceh hal tidak penting.

"Tapi dia cantik, kan? Ayo pilih cantikan aku atau pelayan tadi?" tanya Calista.

"Kamu serius bertanya seperti itu? Bahkan wajah pelayan tadi saja tidak ada apa apa nya dengan kuku kaki mu, suaranya saja tadi begitu memuakkan. " kali ini Damar yang bersuara, tidak terima dia bila Calista harus dibandingkan dengan pelayan aneh tadi.

"Damar, jahat sekali perkataan mu dengan membandingkan kuku kaki ku dengan wajah pelayan tadi. " kekeh Calista namun tidak menepis bahwa ada rasa senang dan menang saat ia mendengar jawaban Damar.

"Apa yang dikatakan Damar tadi memang benar adanya, lihat wajahnya penuh make-up tabel tadi, memangnya pelayan boleh mengenakan riasan seperti badut begitu? " kali ini Arkana yang berbicara, menyetujui perkataan Damar barusan.

"Calista kenapa kamu tidak memecat pelayan kurang ajar tadi? Selama ini ku perhatikan, ia tidak pernah begitu baik melayani mu. " ujar Damar, sebenarnya dari dulu ingin sekali ia memecat pelayan tadi, hanya saja ia melihat Calista begitu dekat sekali dengan pelayan tadi.

"Dari pada memecatnya, sebaiknya kita melakukan hal lain yang lebih menyenangkan agar dia tidak kembali bekerja di mansion ini. " Calista berbicara dengan misterius, di otaknya kini terputar skenario apa saja yang akan ia lakukan pada Elina nanti.

Damar dan Arkana sontak saling melirik mendengar ucapan ambigu Calista, apalagi wajah Calista terlihat begitu mencurigakan.

"Melakukan apa? " tanya kedua pria itu bersamaan dengan penasaran.

"Tapi kalian dua akan membantuku apa tidak? "

"Membantu apa? "

"Menyingkirkan pelayan rendahan tadi dari mansion bahkan dari dunia ini, orang jahat memang seharusnya disingkirkan, kan? Agar dunia lebih indah di pandang? "

Damar dan Arkana menelan ludah dengan susah payah mendengar ucapan Calista yang mirip sekali seperti psikopat gila.

Apa istri mereka berubah menjadi kepribadian psikopat setelah koma beberapa hari ini?

******

1
CaH KangKung,
hukum Arkan ma damar....jgn biarkan mereka cepet ktemu ma Calista,biar mereka yg ngerasain ngidam...pokoknya jgn lngsung ketemu dan d maafin....
Muft Smoker
kelimpungan kn anda berdua ,, biarin aj dlu mereka gx bertemu calista ,, biar tau rasa ,,
😒😒😒😒


lanjuut kak ,,
Nurhayati Nurhayati
pas tau hamil Aruna nya, keguguran biar pada nyesel
Muft Smoker
sad ending gpp kak ,, buat suami calista merasa bersalah ,,
sad tu bukan berarti calista meninggal ,, buat dy menghilang aj ,,
Aruna di tubuh calista
kucing kawai
buat arkan dan damar menyesal thor 🤧
kucing kawai: thorrr apdet yang banyak donggg thorrr
total 1 replies
Susilowati Jais
nasibnya Aruna, g pernah buka hati sekalinya buka hati lngsung hncur. Up lg thor...
Muft Smoker
waaaah ad apa niih sama damar???
apa kah arkana juga terlibat???

krn waktu damar kerjaa di kmr mereka arkana pun melihat apa yg di kerjakan damar ,,
ad sesuatu niih ,,
aaaaa kak author jgn di gantung dooonk ,, 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
E H Mukti
Lanjut thorrr🥰👌
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny kak,,
makin seruuu niiih ,,
ad rahasia yg Blum terungkap niii ,, ap yg lgi di kerjakan damar😁😁😁🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dasar bayiii gedeee ,,
Muft Smoker
lanjuuuut kak
Muft Smoker
waah apa niiih yg lgi di lakuin damar ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
next kak ,,

terkadang kesalahan org tua justru ank yg jd pelampiasan ,,
semangat trus arkana ,,
bukti ny skrang km sukses ,,
Muft Smoker
duuh damar lgi ngerencanain ap niich🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,,
jgn yg aneh2 yx damar ,, 👍👍👍
Titah Ibrahim
semangat thor 💪
Muft Smoker
mantap arkana ,, biar tau rasa tu mokondo Atharva 😒😒😒😒😒 ,,

next kak
Muft Smoker
waaaah Elina hany tinggal nama ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx kak bnr ,, cerita ny seruuu ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
total 2 replies
Muft Smoker
dtggu kelanjutan ny yx kak ,,
waaaah Atharva km slah org ,,
dy buukan. sekar yg cengeng dn manjaaa ,,
dy arunaaa si ratu bisnis ,,
jgn maen maen ,, jgn maen maen ,, 🤭🤭🤭
Muft Smoker
kak ni revisi yx???
Muft Smoker
kak knp bab baru ny jdi 1 lgi ?
gx lanjuut 21 ,, 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!