Lintang Arum gadis berusia 20 tahun putri dari Dio Fandi Prdika dan Hanifah Azzahra.
Lintang Arum bukan gadis remaja biasa, ia lahir dengan kemampuan khusus, kemampuan yang tidak di miliki oleh manusia pada umumnya.
Lintang bisa melihat dan berinteraksi dengan makhluk astral, bahkan bisa memusnahkan Meraka menjadi abu.
Bersama Arin sahabatnya putri dari Reyhan, keduanya menjelajahi dunia lain, dan membasmi hantu - hantu yang jahat yang ingin mencelekai manusia yang tak bersalah.
Rayyandra Manggala seorang Casanova yang memiliki banyak kekasih, yang tak pernah percaya dengan dunia mistis atau dunia perhantuan dan selalu berfikir realistis.
Setelah pertemuannya dengan Lintang dunianya langsung jungkir balik, apalagi setelah nyawanya hampir melayang akibat dari makhluk yang tak kasat mata.
Selanjutnya saksi kan kisah keduanya ya.....dukung selalu karya author ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENEMUI LINTANG
Rain termenung si kursi kerjanya, ia duduk menghadap kaca yang menampakkan gedung gedung yang sama tinggi nya dengan gedungnya, tangannya memijat bahunya yang kembali terasa berat.
" Kenapa ini terasa lagi, apa makhluk itu kembali lagi, kemarin saat aku bersama Lintang, ini tak pernah terasa, apa aku harus nempel terus pada gadis itu..." gumam Rain.
" Apa perkataan mereka benar?, tapi siapa yang melakukan itu padaku, dan iya kenapa mimpiku dan mimpi Lintang sama persis, dan kenapa juga Monica selalu ada di sana dan dia selalu berubah menjadi makhluk yang mengerikan jika ia marah, jangan-jangan ...." Rain menghentikan ucapannya dan ia langsung membalikkan kursinya.
Rain terkejut saat kursinya sudah menghadap ke arah meja.
" Siapa wanita yang mau kamu tempelin terus " ucap suara Bariton yang sedari tadi berdiri di depan meja Rain.
" Siapa Lintang, siapa Monica ..." ucap kembali Pria itu.
Rain masih melongo dan menatap Pria yang ada si depannya.
" Papa..." ucap Rain sambil berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati papanya.
" Kenapa papa seperti ini, apa papa habis ngerjain mama sampai pagi " ucap Rain yang melihat papanya yang terlihat seperti tak tidur dua hari dua malam.
Lingkaran hitam mengelilingi matanya dan wajah yang terlihat kusut.
" ngerjain kepalamu, boro-boro papa ngerjain mamamu, kita yang di kerjain Sama adikmu itu, setiap malam dia ketakutan karena kata dia melihat hantu, Sedangkan kamu saat di bangunin, tidurmu seperti orang mati, setiap aku bangunin kamu tak pernah bangun " ucap Kendaru.
" Hantu ...??" gumam Rain.
" Hemm...ini kebiasaan Bimo yang selalu mengajak nonton film horor pada adikmu " gerutu Kendaru.
" Katakan siapa Lintang dan Monica, jangan suka mempermainkan wanita Rain, kalau mamamu tau, bisa bisa si boamu di buat rica-rica pedas "
" Bukan siapa-siapa pa, oh iya pa bagaimana ceritanya Darren bisa melihat hantu ?" tanya Rain.
" Entahlah, dua malam ini dia selalu terbangun di tengah malam dan berteriak dan menangis ketakutan, katanya ada hantu merah yang muncul di jendelanya " ucap Ken dan berjalan ke arah sofa dan mendudukan dirinya kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
" hantu merah "
" hemm...sekarang Darren badannya panas, dan terus mengigau ketakutan " ucap Ken.
Rain terdiam dan tatapannya menerawang jauh.
" Lintang...aku harus bertemu gadis itu " ucap Rain dalam hati.
" Pa...aku tinggal dulu ya, papa istirahat di sini "
" Kamu mau kemana, sebentar lagi ada rapat" ucap Ken.
" Aku ada sesuatu yang penting yang harus aku urus, setelah itu aku akan langsung melihat Darren "
" Bagaimana dengan rapatnya?"
" Ada Om bimo dan Fajar "
" Tapi ini...." belum sempat Ken meneruskan ucapannya, ia sudah melihat putranya yang sudah berlari keluar.
" Dasar anak geblek, orang tua belum selesai ngomong sudah di tinggal pergi " gumam Ken sambil menguap.
" Ahh... bodoh, aku ngantuk sekali" ucap Ken dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa panjang.
******
Rain pergi ke kampusnya dulu di mana ia menempuh pendidikan, kampus di mana dulu ia kuliah, bukan universitas Manggala.
Ia berjalan tergesa-gesa ke arah gedung kedokteran, saat ia masuk ke salah satu ruangan ia melihat Lintang yang sedang berkumpul dengan teman-temannya, Rain mendekat pada Lintang.
" Lintang "
Semua orang yang di situ langsung menoleh ke arah suara, semua yang ada di situ langsung terkejut saat melihat pria tampan berdiri di situ.
" lho bukannya ini Dokter Rayyandra, alumni terbaik dari universitas ini " ucap seorang wanita yang ikut nimbrung di situ.
Lintang, Arin dan Syifa terkejut saat melihat tutornya di rumah sakit ada di ruangan ini.
" Dokter Rain " ucap Lintang.
" Ikutlah denganku" ucap Rain dan langsung menarik tangan Lintang.
Lintang yang sedang duduk santai terkejut.
" Dokter, ada apa ?" tanya Lintang sambil mengikuti langkah dokter Rain.
" ikut saja, nanti aku jelasin di jalan " ucap Rain.
Arin dan Syifa saling berpandangan.
" Apa mereka ada hubungan Rin "
Arin hanya mengangkat bahunya dan kemudian menatap ke arah Lintang yang pergi bersama Dokter Rain.
Ada senyum tipis di bibir Anin.
Di parkiran Rain berhenti dan menatap kearah mobilnya.
" Rain..."
" Monica " gumam Rain.
Monica berjalan mendekati Rain yang masih terpaku di tempatnya, Rain menatap Monica tak berkedip, perlahan tautan tangan Rain terlepas dari tangan Lintang.
" Rain, aku menunggumu dari tadi " kata Monica sambil tersenyum lebar.
Monica merasa senang karena usahanya untuk bertemu dengan Rain akhirnya terwujud, tak sia-sia dari kemarin ia terus mengintai Rain di depan perusahaannya.
" Kenapa Monica semakin cantik "gumam Rain pelan tapi masih terdengar oleh telinga Lintang.
Lintang menatap kearah Monica yang berjalan mendekati Rain, Lintang tersenyum tipis.
" ternyata wanita ini " ucap Lintang dalam hati, Lintang menoleh ke arah Rain yang masih terpaku menatap Monica.
Lintang langsung menepuk bahu Rain dan kemudian memegang tangan Rain, seketika tubuh Rain langsung melonjak terkejut dan langsung mengedipkan matanya lantas menoleh ke arah Lintang.
" tetep fokus dan jangan sampai terpedaya, semua yang ada di depanmu itu semu, tetap pegang tanganku " gumam Lintang pelan dan matanya masih tertuju pada Monica yang kini sudah berdiri di depan Rain.
" Rain siapa wanita ini ?" tanya Monica sambil menatap tajam ke arah Lintang dan kemudian pandangannya turun ke tangan Lintang dan Rain yang masih bertautan.
Rain Berusaha mengendalikan dirinya, kepalanya terasa pusing, kenapa jantungnya berdegup kencang saat menatap ke arah Monica, di pandangan Rain Monica terlihat begitu cantik dan menarik.
Lintang meremas tangan Rain kuat-kuat mencoba menyadarkan Pikiran Rain.
" Monica, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rain.
" Aku ingin berbicara denganmu Rain, ada yang ingin aku sampaikan, bisa kan kita bicara berdua ?"
Lintang semakin menggenggam erat tangan Rain.
" Maaf aku harus pergi ada sesuatu yang harus aku lakukan " ucap Rain.
" Rain, aku hanya ingin tahu kenapa kamu memutuskan aku begitu saja, bukankah kita tidak ada masalah apapun, kalaupun aku ada salah tolong kasih tahu apa salahku, aku bisa memperbaiki diri " ucap Rain
Tiba-tiba kepala Rain semakin sakit, satu tangan Rain langsung memijat kepalanya.
" Maaf kami harus pergi, ayo Dokter kita pulang " ucap Lintang dan langsung menarik tangan Rain,
" Tunggu, lepaskan kekasihku " Seru Monica.
" Maaf, bukankah kamu tadi bilang kalau kamu sudah putus, jadi sekarang dia bukan kekasihmu " ucap Lintang yang terus menggenggam erat tangan Rain yang masih terlihat kebingungan.
" Come on Rain, sadarlah " ucap Lintang dalam hati.
" Rain " panggil Monica.
" Maaf Mon aku harus pergi " ucap Rain.
" Ayo sayang kita pulang " ucap Rain kembali dan menarik tangan Lintang.
Lintang tersenyum tipis sambil menatap ke arah Monica yang terlihat murka.
" Berikan kunci mobilmu biar aku yang menyetir, kamu sepertinya tak enak badan "
Rain langsung menyerahkan kunci mobilnya pada Lintang.
Monica menatap kepergian mobil Rain, dengan mengepalkan tangannya.
" Jadi dia Sudah memiliki wanita lain, tak akan ku biarkan itu terjadi " gumam Monica.
#######
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu, jangan lupa jika suka dengan karya Author tingglkan jejak ya,
sukses kak Mia
cuma update nya jgn lama" dong biar ngga penasaran