NovelToon NovelToon
DOKTER ITU AYAH ANAKKU

DOKTER ITU AYAH ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Anak Genius
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Aline gadis cantik yang berusia 23 tahun, tidak pernah menyangka saat ia menghadiri pesta adik tirinya menjadi sebuah bencana yang membuatnya harus kehilangan keperawanannya.

Puncak dunia Aline hancur saat ayahnya yang seharusnya mendukung dan melindunginya, dengan teganya mengusirnya dari rumah setelah mengetahui bahwa dia sedang hamil dan lebih memilih percaya pada istri dan adik tirinya.

Tidak berselang lama Aline akhirnya bertemu dengan pria yang tidur dengannya, akankah hidup Aline bahagia setelah memilih ikut dengan pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 3 RUMAH SAKIT

Erlangga menatap sahabatnya sejenak, sebelum ia mengatakan kalimat yang akan membuat sahabatnya itu meledeknya.

"Aku belum sempat bertanya namanya, dia sudah menghilang."

Pengakuan Erlangga yang tiba-tiba, membuat Reno tidak bisa menahan tawanya. Awalnya pria itu hanya menggoda sahabatnya, namun siapa sangka ternyata semua dugaannya benar.

"Sumpah, Erlangga! Kamu yang biasanya tahan dengan godaan wanita. Kenapa bisa sampai melakukan hal itu?" Reno bertanya dengan wajah menyelidik.

Erlangga terdiam sejenak sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya, pandangannya mulai menerawang jauh, akankah ia menemukan wanita itu untuk menebus kekhilafannya. "Entah! Semuanya terjadi begitu saja."

Reno yang melihat kegelisahan sahabatnya menghentikan tawanya. Ia mulai memandang sahabatnya itu dengan serius.

"Ok, sekarang kamu jelaskan dari awal! Agar aku tahu dan mudah-mudahan bisa membantumu menemukan wanita itu."

Erlangga mulai menjelaskan, bagaimana ia bisa bermalam di hotel itu dan menemukan wanita itu yang sudah terpengaruh obat tersebut.

"Jadi seseorang sudah menjebaknya, lalu kau datang dan wanita itu langsung menerjangmu!" Reno tampak terkejut bukan main hingga ia bangkit dari tempat duduknya.

Erlangga mengangguk mantap. Tatapannya memancarkan tekad bahwa ia akan berusaha mencari wanita itu.

"Sekarang aku mengerti, apa ada ciri-ciri lain dari wanita itu? Siapa tahu aku menemukannya." sambung Reno. Wajahnya terlihat antusias saat tahu sahabatnya sudah menemukan wanita yang menarik perhatiannya, terlebih dia akan bertanggung jawab padanya.

Erlangga menggeleng pelan tampak mendesah frustasi. Itulah kebodohannya ia sama sekali tidak tahu ciri-ciri lain selain wajah Aline yang sangat ia kenali. "Aku tidak tahu, Reno! Aku hanya tahu persis seperti apa wajahnya."

"Periksa CCTV yang ada di hotel saja? Kenapa kau harus pusing?"

"Sudah, orangku mengatakan jika CCTV itu ada yang menyabotase."

"Kalau begitu biar aku panggilankan seorang pelukis profesional, agar dia membuat sketsa wanita itu. Kamu cukup jelaskan semua yang kamu tahu." usul Reno yang terdengar sangat menjanjikan di tengah kebingungan Erlangga.

Seulas senyum tipis terbit dari bibir Erlangga. Ia mengangguk mantap dengan ide dari Reno. "Kau memang sahabatku yang baik."

"Tentu saja." balas Reno dengan wajah sombong.

Erlangga hanya mendengus melihat wajah so-angkuh Reno. Namun ia tetap berterima kasih atas usulan yang sudah sahabatnya itu berikan.

*

*

*

Di sisi lain, sore itu Aline memutuskan untuk pergi ke rumah sakit karena area pribadinya terasa sangat nyeri dan kerap masih mengeluarkan darah.

Aline mulai keluar kamar, namun ia melihat rumah dalam keadaan sepi. Biasanya ibu dan adik tirinya selalu terlihat berkumpul di sore hari, semenjak kepergian ayahnya keluar kota ia tidak pernah melihat kedua orang itu berdiam di rumah.

Sinta seorang sosialita dan Nana bekerja di perusahaan kecil milik ayahnya hanya sebatas membantu pekerjaan ayahnya. Gadis itu sangat malas, yang dia tau hanya menghamburkan uang.

Tidak ingin memikirkan hal yang tidak penting, Aline memilih untuk melanjutkan tujuannya. Ia melangkah ke luar rumah dengan langkah kaki yang sedikit di seret.

Begitu sampai di luar gerbang rumah, Aline langsung menghentikan sebuah taksi.

Dua puluh menit kemudian. Aline tiba di rumah sakit, ia menyusuri koridor dengan langkah yang sebisa mungkin agar terlihat normal.

Saat tiba di depan pintu Dokter Spesial Obstetri dan Ginekologi (obgyn). Jantung Aline tiba-tiba berdetak sangat cepat antara takut dan juga cemas.

Perlahan ia membuka pintu tersebut, ruangan itu terasa dingin. Namun telapak tangan Aline berkeringat deras.

Bersyukur dokter itu seorang wanita paruh baya. Aline mulai berkonsultasi tentang keluhan yang ia rasakan.

"Permisi, Dok!" sapa Aline dengan sopan sambil menarik kursi dan duduk di depan dokter itu.

Dokter itu membalas dengan anggukan kepala sambil tersenyum ramah. "Silakan duduk, ada yang bisa saya bantu?"

Aline terdiam sejenak nampak ragu untuk mengatakannya, ia menghela napas panjang. Jemarinya yang dingin saling bertautan di bawah meja. "Begini Dok!"

Dokter itu seakan paham dengan apa yang Aline rasakan, ia menatap Aline dengan lembut. "Tidak perlu takut, kita sama-sama wanita."

"Sebenarnya area pribadi saya terasa sakit dan mengeluarkan darah."

"Apa sedang menstruasi?"

Aline menggeleng pelan. "Nggak Dok!" Suaranya nyaris seperti bisikkan.

Dokter itu mengangguk, lalu beranjak dari tempatnya. "Mari, saya periksa dulu." Dokter itu mengajak Aline untuk berbaring di atas kasur rumah sakit.

Dengan sedikit tertatih, Aline mengikuti langkah dokter itu lalu naik ke atas brankar tersebut.

Dokter itu langsung memeriksa Aline dengan seksama dan teliti, namun bibirnya tampak berkedut ingin tersenyum. Saat melihat bahwa pasiennya ini baru saja melakukan hubungan suami istri.

"Anak muda memang sering malu-malu, tapi kalau sudah berhubungan sering lupa diri." bisik dokter itu dalam hati.

Setelah selesai pemeriksaan, dokter itu menuliskan beberapa catatan tentang kesehatan Aline dan memberikan sedikit nasehat.

"Kamu tidak apa-apa, tidak ada yang perlu dikhawatirkan hanya saja..." Dokter itu menjeda kalimatnya sejenak. Ia menatap Aline dengan senyum menggoda.

"Terkadang saat pertama kali itu memang sangat agresif, tapi lain kali harus diperhatikan lagi agar lebih lembut jika ingin melakukannya."

Nasihat itu terdengar sangat ambigu bagi Aline wajahnya seketika memerah, ia tahu kemana arah pembicaraan itu. Dengan gerakan kaku Aline mengangguk sambil tersenyum canggung.

"Ini obatnya, kamu cukup oleskan saja pada area yang luka dan untuk beberapa hari kedepan jangan berhubungan dulu." ucap Dokter itu sambil menyerahkan sebuah salep ke arah Aline.

Setelah Aline menerima obat itu, ia langsung beranjak dari tempat duduknya. "Terima kasih, Dok! Kalau gitu saya permisi."

Dokter itu mengangguk sambil menggoda Aline. "Ingat sampaikan pesan saya sama suami kamu, untuk menahannya seminggu kedepan." Dokter itu terkekeh kecil saat melihat Aline tergesa-gesa keluar dari ruangannya.

Aline menghela napas lega setelah keluar dari sana. Ia melanjutkan langkahnya ingin segera kembali ke rumah, namun di pertengahan koridor rumah sakit saat Aline terburu-buru dan bertepatan Reno yang keluar dari ruangan Erlangga tanpa sengaja mereka bertabrakan.

"Ma-af, Dok! Saya nggak sengaja." ucap Aline merasa bersalah sambil menunduk sopan.

Reno yang sama terkejutnya mengangguk sambil tersenyum ramah. "Tidak apa-apa, lagian ini salah saya."

Reno yang melihat Aline, sepertinya sedang mengalami keluhan mencoba berinisiatif menawarkan diri. "Kamu pasien di sini? Ada yang bisa saya bantu?"

Aline menggeleng cepat. Ia mendongak guna melihat dokter muda yang terlihat ramah itu. "Saya baru saja selesai konsultasi, terima kasih atas tawarannya, Dok!"

"Baiklah kalau gitu, semoga cepat sembuh, ya."

Tidak ingin berlama-lama di sana, Aline langsung mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan Reno yang masih berdiri di tempatnya.

Tepat setelah Aline berlalu dari sana, Erlangga tiba-tiba keluar dari ruangannya. Ia melihat sahabatanya yang masih di depan ruangannya. "Kenapa masih di sini?"

"Nggak sengaja nabrak wanita cantik." jawab Reno sambil menunjuk Aline yang belum sepenuhnya meghilang dengan dagunya.

Erlangga menatap punggung Aline dan perasaannya tiba-tiba mulai merasakan sesuatu yang sulit ia jelaskan. Jika saja Erlangga melihat wajah Aline pasti pria itu akan mengenalinya.

1
mawar merah
Jangan digoda terus itu anak orang Erlangga
mawar merah
Minta diam-diam ya maling do Aline🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahahaha Dimas Dimas kamu bodohnya kebangetan, perempuan dan anak sambung yang kamu bela, sampai mengusir anak kandung kamu sendiri, ga lebih daripada pelacur murahan 🤣🤣😂😂 begitu kamu bangkrut, mereka tertawa puas dan pergi mencari mangsa baru 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
jangan sampai Dina ini jadi pelacur murahan yang mencoba menghancurkan rumah tangga Erlangga sama Aline
Black Swan
Inget ya Genks cowok ijo neon kaya erlangga sama Bram cuma ada di dalam novel🤭🤭🤭kalau aja ada di dunia nyata
Black Swan
Ngapain datang tuh orang, usir aja
mawar merah
Benar, Ra. Yang penting suami kamu ra. jangan berbuat kejahatan kamu sendiri yang rugi
mawar merah
Dih si profokator datang, serakah lagi serakah lagi. Kamu jangan menuruti ide konyol mama kamu , Ra
Key
Bram suami idaman banget, saat istri dilanda gundah gulana dia bisa menentramkan sekaligus memberi pengarahan yang baik. Sekaligus memberi rasa tentram untuk Rara.
Semoga si Iblis bernama Anita itu, binasa aja🤣
Key
o ow, muncullah iblis berwujud manusia bernama Anita😬 Weh provokasinya bukan lagi😬😬😬
Black Swan
Kayanya kalau cowok udah di dapur kaya gini semua deh🤭
Black Swan
Katanya banyak yang bilang bawaan anak🤭
Key
Ngebayangin betapa randomnya dapur ketika Daddy masak🤭 Pasti setelah itu dapur berubah jadi kapal pecah.
Key
Ibu hamil dilanda badai hormon ya. Siap² Erlangga, bentar lagi Aline bakal minta macem². Mulai dari mangga muda sampe Balenciaga 🤣
mawar merah
Ya Allah pingin ngakak yang keras dech🤣🤣🤣🤣
mawar merah
Duh menggemaskan sekali kamu, Aline
Black Swan
🫠🫠Erlangga coba belajar sabar
Black Swan
Waduh kok ga bilang-bilang sih mau nikah, masa aku ga diundang🤭
mawar merah
Sabar Erlangga, kasian bumil nanti kelamaan berdiri di kamar mandi🤭🤭🤭
mawar merah
Kasian Reno ya..tapi mau bagaimana lagi Aline sudah di Unboxing sama Erlangga duluan🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!