NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Nadia, wanita yang dulu duduk di kursi HRD dan menghina Azalea habis-habisan adalah seorang ibu tunggal. Punya anak tanpa pernah menikah. Bukan fakta itu yang membuat dada Azalea sesak, melainkan ironi.

Reza dulu menceraikannya dengan dalih hubungan sudah tidak harmonis, demi kehormatannya, dan juga masa depan. Menuduhnya mandul, menyebutnya beban. Namun kini, pria itu berdiri di hadapannya bersama seorang wanita yang jelas-jelas melahirkan anak di luar pernikahan.

“Kamu sekarang belanja sendiri?” tanya Reza sambil menyeringai. “Enggak kerja hari ini? Atau memang sudah enggak dibutuhkan lagi?”

Nada itu. Nada merendahkan yang dulu sering ia dengar. Azalea tersenyum tipis. Tangannya tetap sibuk memilih barang.

“Aku belanja karena mau masak,” jawab Azalea tenang.

Nadia terkekeh. “Masak buat siapa? Anak yang kamu asuh itu?”

Wanita berambut panjang itu melirik sinis. “Masih betah jadi pengasuh, ya? Padahal kelihatannya kamu mulai lupa diri. Dandan kayak nyonya.”

Azalea akhirnya menoleh penuh. Tatapannya lurus, tenang, tanpa emosi berlebihan. “Aku memang bukan nyonya,” katanya pelan. “Tapi aku tahu caranya menghormati diri sendiri.”

Reza mendengus. “Hormat diri? Kamu dulu aja hidup numpang sama aku.”

Azalea mengangguk kecil, seolah menerima. “Iya,” sahutnya lembut. “Dan justru di situ aku belajar.”

Reza mengerutkan dahi. “Belajar apa?”

“Belajar,” Azalea mengangkat satu bungkus agar-agar dan memasukkannya ke keranjang, “bahwa perempuan tidak boleh menggantungkan hidupnya pada laki-laki yang menghitung cinta dengan uang.”

Hening. Nadia membuka mulut, tapi Azalea melanjutkan tanpa menaikkan suara.

“Dan belajar,” sambungnya sambil menatap Nadia sekilas, “bahwa status tidak ditentukan oleh jabatan, tapi oleh pilihan hidup.”

Wajah Nadia menegang. “Jangan sok suci,” semburnya. “Kamu pikir hidupmu lebih baik dari kami?”

Azalea tersenyum. Senyum yang tenang, menyayat. “Aku tidak pernah membandingkan hidupku dengan siapa pun,” jawabnya. “Aku hanya memastikan kalau aku tidak mengulang kesalahan yang sama.”

Reza terdiam. Ada sesuatu dalam sorot mata Azalea yang membuatnya tidak nyaman. Bukan kemarahan. Bukan dendam, melainkan ketenangan seseorang yang sudah selesai dengan lukanya.

Azalea mendorong keranjang trolinya pelan, melangkah menuju kasir. Sebelum pergi, ia menoleh sekali lagi, bukan untuk menyindir, tetapi untuk menutup percakapan dengan bermartabat.

“Terima kasih sudah mengingatkanku,” ucapnya lembut. “Bahwa keputusan terberat dalam hidupku dulu, ternyata itu adalah keputusan terbaik.”

Lalu Azalea pergi meninggalkan Reza yang berdiri kaku, dan Nadia yang menggenggam tangan anaknya lebih erat.

Di luar minimarket, panas masih menyengat. Namun, langkah Azalea terasa ringan. Karena hari ini, ia tidak hanya membeli agar-agar untuk es kuwut. Ia juga melihat betapa jauh ia telah melangkah meninggalkan hidup lama yang dulu hampir menghancurkannya.

***

Malam Minggu itu berjalan tenang. Lampu ruang keluarga menyala temaram. Erza sudah tertidur di kamarnya setelah seharian bermain, sementara Elora masih terjaga, duduk bersila di atas karpet sambil memeluk boneka kesayangannya. Azalea sedang membuat susu pesanan putri sambungnya itu.

Tablet hitam tergeletak di atas meja. Elora memandanginya lama. Layarnya menyala pelan, menampilkan beranda yang penuh ikon asing. Elora mengerutkan kening kecilnya. Dalam pikirannya yang polos, tablet itu pasti milik Erza, karena kakaknya sering bermain game di gawai.

“Aku juga mau main game,” gumam gadis itu pelan.

Elora berjalan mendekati meja, lalu meraih tablet itu dengan kedua tangan kecilnya. Duduk kembali di atas karpet. Elora mulai menekan layar sembarang. Ikon terbuka, jendela tertutup, notifikasi muncul lalu menghilang.

“Mana gamenya?” Elora bergumam, bibirnya mengerucut.

Tanpa sengaja jarinya menekan sebuah folder. Lalu tombol hapus. Lalu konfirmasi yang muncul dengan huruf-huruf kecil yang tak ia pahami. Deleted successfully.

Elora tersenyum kecil. “Hehehe.”

Gadis kecil itu tak tahu dan tak mengerti. Bahwa di balik layar itu tersimpan dokumen kerja sama bernilai ratusan miliaran, kontrak penting, dan data yang belum sempat dicadangkan.

Saat itu, Enzo baru saja keluar dari kamar mandi. Ia melangkah ke ruang keluarga dengan berniat mengambil tablet untuk mengecek email terakhir sebelum tidur. Langkahnya terhenti. Matanya membulat.

“Elora?!” Suara Enzo membuat Elora tersentak. Tablet terjatuh dari tangannya.

“Daddy.” Suara Elora kecil, gemetar. Dia pun berdiri dengan ekspresi wajah ketakutan.

Enzo bergegas menghampiri. Tablet direbutnya dengan gerakan cepat. Jemarinya menari panik di layar, membuka satu folder, lalu folder lain kosong. Ternyata semuanya kosong.

Wajah Enzo memucat, lalu berubah merah padam.

“ELORA NGAPAIN KAMU PEGANG-PEGANG TABLET PUNYA DADDY?!” bentaknya.

Elora menutup telinga, tubuh kecilnya gemetar hebat. Air mata langsung jatuh. “A-aku cuma mau main,” isaknya ketakutan.

Azalea yang baru datang dari dapur sambil membawa segelas susu pun terkejut.

“Ada apa, Mas?” panggilnya cepat, melangkah mendekat.

Namun, Enzo sudah berdiri dengan napas memburu. Tangannya mengepal. “Semua file penting Papa hilang!” Suaranya meninggi, tak terkendali. “Kamu tahu ini apa?!”

Elora mundur, tersandung karpet, lalu jatuh terduduk. Ia menangis keras, tubuhnya meringkuk.

“Daddy jahat ...! Daddy jahat ...!” isak Elora.

Amarah Enzo seperti kehilangan kendali. Tangannya terangkat.

Azalea refleks bergerak. Ia berdiri tepat di depan Elora, membentangkan kedua tangannya, tubuhnya melindungi gadis kecil itu sepenuhnya.

“BERHENTI, MAS!” Suara Azalea tegas, tidak berteriak, tapi menghentak.

1
Koni Dwi N
semoga hidup Azalea dikota dipermudah ya Allah
Koni Dwi N
sabar Azalea, Allah SWT selalu bersama orang yg sabar
Siti Saodah
kasian si Nadia,,harus nya Reza mikirin perasaan nya,,mending nikahin Nadia karna Azalea sudah bahagia dengan suami Nya yang sekarang
Siti Saodah
lagian si Nadia mau aja hidup sama laki kaya gitu,,udah mah gak di kawin cuma kumpul kebo dia yang ngebiayain hidup nya si Reza ,,mending cari laki lain yang mau nikahin kamu
Tia Iia
luar biasa ceritanya
ga bisa berkata-kata pokonnya keren Thor 😍🥰
Tia Iia
makin seru
Siti Saodah
waah hati hati Enzo takut nya ada pebinor
Siti Saodah
kaya nya itu kode buat azalea🤣🤣pala nya juga mau di mandiin
Tia Iia
makasih mami 😍
Siti Saodah
kasian mami Elsa ternyata dia punya masa lalu yang pahit,,tapi Azalea kan tidak merebut dari siapapun,,semoga mami Elsa cepat sadar dari kekeliruan nya
Tia Iia
ikut bahagia liat nya😍😍😍
Siti Saodah
selamat hari raya idul Fitri,,tapi itu mami Elsa udah lebaran juga gak bisa baik sama menantu nya
Siti Saodah
semoga mereka menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah,,tapi itu momi elsa gak tobat tobat
Tia Iia
semangat Thor 😍😍😍
Dessy Lisberita
hadeh da hampir setaun menikah cuma dapet ciuman 🤣
Siti Saodah
aku mampir thor tapi belum apa apa udah bikin nangis aja,,lanjut thor tetap semangat
Anis Widayanti
sebenarnya ibu hamil disarankan tidak minum teh, karena menghambat penyerapan zat besi, bumil bisa anemia jika keseringan minum teh
Arie
bagus
Dessy Lisberita
sudah lama menikah istri di anggirin ap ga dosa tu laki
Arie
kapan Reza tahu itu cm fitnah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!