NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Apartemen

Pagi telah tiba sinar matahari mulai naik lebih tinggi dan sinarnya mulai masuk ke dalam kamar bernuasa hitam putih di sebuah apartemen elite.

Di atas ranjang big size terlihat seorang gadis muda yang tertidur lelap. pakaian basah dan lusuhnya semalam kini telah berganti dengan gaun tidur ala putri dongeng yang begitu indah.

Heummm..... Terdengar suara lengkuhan dari bibir Bella.

perlahan ia mulai membuka kedua matanya dan mulai menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina nya saat ini. namun seketika kedua mata Bella membulat sempurna karena terkejut dan ia segera terbangun dari posisi tidurnya. Langsung menatap sekeliling kamar yang terlihat begitu asing baginya.

"Di mana ini?" Guman Bella bingung.

Refleks Bella langsung memeriksa tubuhnya sendiri karena takut telah terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan. namun detik berikutnya terlihat Bella yang menghela nafasnya lega karena ia masih berpakaian saat ini.

namun tiba-tiba saja ia merasa kaget saat melihat apa yang sedang ia kenakan saat ini. karena kini di tubuhnya telah menempel gaun tidur panjang yang begitu cantik bak seorang putri di negeri dongeng.

"Wow.... pakaian ini indah sekali." takjub Bella.

Namun tiba-tiba saja ia merasakan kepalanya agak pusing dan mulai memegangi kepalanya sendiri, namun ia kembali di buat heran dan tercengang saat melihat sebelah tangan nya yang tertempel handsaplash kecil seperti orang yang baru saja di selesai di infus.

Di saat Bella masih bingung tiba-tiba saja ia teringat kejadian semalam saat dia bertemu dengan seorang pria dewasa yang berjanji akan membantunya memulai hidup baru. terakhir yang ia ingat tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing saat berjalan bersama pria tersebut dan setelahnya ia tidak ingat lagi karena seluruh pandangan nya langsung mengelap saat itu juga.

Kini Bella mulai mengingat kembali siapa nama pria dewasa tersebut karena ia agak lupa, perlu beberapa detik untuk ia mengingat nama pria tersebut dan akhirnya ia mengingatnya juga.

"Andrew....sepertinya aku ada di rumah paman Andrew." Guman Bella pelan, sambil kembali menatap ke seluruh ruangan yang ada di kamar itu.

Bella terlihat tercengang dan mengagumi kamar yang begitu luas dengan berbagai barang-barang yang terlihat mahal. karena seumur hidupnya ia baru pertama kali melihat kamar seluas dan semewah ini.

Sekilas Bella melirik ke arah jendela kamar, kini ia bisa melihat pemandangan begitu cerah di luar sana. seluruh hordeng yang ada di dalam itu telah tersibak semuanya, yang artinya seseorang telah masuk ke kamar ini sebelum ia terbangun.

KLEK!

Terdengar suara pintu terbuka, sontak saja Bella yang sedang termenung di atas tempat tidur langsung menatap ke arah pintu kamar yang terbuka lebar.

Ia terus menatap ke arah wanita paruh baya yang baru saja membuka pintu kamar sembari membawa sebuah nampan di tangannya.

Setelah membuka pintu kamar tuan mudanya itu bi Ina terlihat tersenyum karena pacar tuan mudanya itu sudah bangun. namun tiba-tiba saja bi Ina terlihat sangat terkejut dan terdiam sejenak ketika wanita yang berada di atas tempat tidur menoleh ke arah dirinya. hampir saja ia menjatuhkan nampan yang sedang ia pegang saat ini, karena begitu terkejut setelah melihat wanita yang di bawa menginap semalam oleh tuan mudanya itu terlihat begitu sangat muda dan mungkin umurnya baru belasan tahun.

kini pikiran bi Ina mulai berpikir yang tidak-tidak tentang tuan mudanya itu yang berpacaran sedang gadis di bawah umur. namun dengan cepat bi Ina segera tersadar dari lamunannya itu dan mulai berjalan memasuki kamar.

"Selamat pagi nona, saya bawakan bubur untuk sarapan anda ini permintaan dari tuan muda sendiri." Ucap bi Ina mulai berjalan dan menghampiri Bella yang hanya diam namun terus menatap ke arah Bi Ina.

Trak!

Terdengar suara gerakan tangan bi Ina yang menyimpan nampan yang sedang ia pegang di atas meja samping tempat tidur. kemudian bi Ina menatap ke arah gadis muda tersebut yang sepertinya terus menatap ke arah dirinya dan hanya diam.

Namun tiba-tiba saja bi Sri terteguh setelah melihat beberapa luka lebam di wajah dan tubuh gadis tersebut yang terlihat sangat jelas. Karena saat pertama kali memasuki kamar ia tidak terlalu menatap jelas ke arah pacar tuan mudanya itu.

"Kenapa di wajah dan tubuh gadis ini banyak sekali luka?, apakah mungkin tuan mudanya yang telah melakukan itu semua?" Batin bi Ina penuh tanda tanya besar.

Karena saat keluar kamar tuan mudanya itu tidak berbicara apapun kepada nya tentang gadis muda ini, tuan mudanya itu hanya menyuruhnya untuk membuat bubur dan segera membawakan nya ke dalam kamar. tanpa berbicara ataupun menceritakan tentang gadis yang ada di hadapanya saat ini.

Bi Ina sebenarnya ingin sekali mengajukan beberapa pertanyaan kepada gadis muda yang ada di hadapanya saat ini, namun ia takut jika tindakanya itu akan di cap tidak sopan. yang ada nanti tuan mudanya akan marah dan mungkin saja langsung  memecatkan karena sangat lancang ingin mengetahui hal pribadi tentang sang tuan dengan gadis muda yang ada di hadapan saat ini. jadi bi Ina memilih untuk segera keluar dari kamar dan mengurungkan niatnya untuk bertanya.

Flash back pagi hari

Pagi ini seperti biasa bi Ina baru saja datang untuk bekerja di sebuah apartemen milik tuan Andrew. saat sudah memasuki apartemen bi Ina langsung menyimpan tas miliknya di atas meja dapur dan bergegas masuk ke dalam kamar tuan mudanya untuk mengambil pakaian kotor dan akan segara mencucinya.

Klek!

Bi Ina langsung membuka pintu kamar milik tuan Andrew dan ia terlihat tercengang setelah melihat ada sosok wanita yang sedang tertidur di atas ranjang milik tuan mudanya itu dengan posisi membelakangi dirinya, sehingga bi Ina tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita itu.

Kini bi Ina terlihat tersenyum senang dan girang karena tuan Andrew telah membawa pacarnya menginap semalam.

"Ini berita besar, dasar anak muda zaman sekarang belum menikah sudah menginap berdua hehehe." Kekeh bi Ina pelan mulai memasuki kamar untuk mengambil pakaian kotor.

mumpung tuan mudanya itu sedang mandi dan pacarnya terlihat masih tertidur pulas, batin bi ina.

Setelah bi ina keluar dari kamar, tidak lama kemudian Andrew keluar dari kamar mandi dengan hanya mengunakan jubah mandi saja di tubuhnya dan melirik sekilas ke arah ranjang di mana Bella masih tertidur pulas.

"Sepertinya dia akan bangun siang." Guman Andrew pelan mulai berjalan ke ruang ganti karena semua pakaian santainya berada di ruangan itu.

Kini Andrew sudah sangat rapih dengan pakaian santainya, ia berniat untuk segera keluar dari kamar karena sepertinya bi Ina telah datang untuk bekerja. namun sebelum keluar dari kamar pria itu terlebih dahulu membuka seluruh hordeng yang ada di dalam kamarnya membiarkan cahaya matahari perlahan masuk ke dalam. untung saja tindakanya itu tidak mengusik gadis yang sedang tertidur lelap di atas ranjang.

******

Andrew baru saja keluar dari kamarnya, kini ia mulai berjalan ke arah meja makan yang berhadapan langsung sedang dapur minimalisnya di dalam apartemen.

Setelah sampai di meja makan pria itu langsung menarik satu buah kursi dan langsung duduk di atasnya.

Bi Ina yang melihat tuan mudanya itu sudah datang dan duduk di atas meja makan segera menghampirinya dengan membawa secangkir kopi hitam tanpa gula dan roti lapis panggang kesukaan pria tersebut.

"Ini tuan muda kopi dan rotinya." Ucap bi Ina mulai meletakan cangkir yang berisikan kopi dan sebuah piring berisikan roti lapis di hadapan Andrew.

"Terimakasih, bi tolong nanti buatkan bubur dan setelah matang segera bawa ke dalam kamar saya." Ucap Andrew tiba-tiba memberi perintah.

"Baik tuan akan saya buatan." Jawab bi Ina patuh dan segera berjalan ke arah dapur.

Bi Ina tidak bertanya sama sekali kepada tuan mudanya itu tentang bubur yang akan ia buat untuk siapa, karena bi Ina sudah tahu jika bubur tersebut pasti untuk wanita yang masih tertidur pulas di kamar tuan mudanya itu.

"Tumben gak banyak tanya, apa jangan-jangan bi Ina sudah melihat Bella di dalam kamar ku?. kalau pun sudah lihat tidak masalah lagi pula bi Ina pasti tidak akan berpikir yang tidak-tidak" Batin Andrew dalam hati.

Sebenarnya Andrew bisa saja memberitahu bi Ina jika pembantunya itu bertanya soal Bella kepadanya. Ia akan senang hati menjelaskannya, namun karena bi Ina tidak bertanya apapun maka Andrew akan diam saja. karena pria itu bukan tipe orang yang suka bercerita atau curhat ke sana kesini seperti sahabatnya Fatir.

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!