NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 3

Suasana di meja makan yang awalnya sedikit mencair karena Jenia yang selalu membuka obrolan mendadak hening begitu kedua bibir Cwen terbuka dan berkata dengan lantangnya.

“Ma, apakah mama sudah memikirkan jawabannya? Besok pagi, Cwen juga akan bertanya kepada pak guru, Cwen yakin jika mama akan membuat pak guru jatuh cinta,”

Hening.

Anwar yang masih mengunyah makanan di dalam mulutnya langsung berhenti dan menatap Jenia dengan tatapan tajamnya.

“Jelasin!" pinta Anwar dengan nada dinginnya.

Jenia sedikit melirik anaknya sebelum menghela napas dan kembali menatap suaminya, “Cwen hanya sedang bercanda, lagi pula umur 7 tahun belum benar-benar paham makna jatuh cinta,”

Tentu saja Jenia berusaha melindungi putrinya yang memang suka asal berbicara, tidak peduli sekalipun itu di depan ayahnya.

“Siapa yang bercanda mama, Cwen serius, Cwen tidak suka dengan ayah, Cwen ingin punya papa baru, dan itu pak guru,” balas Cwen dengan polosnya, sama sekali tidak paham dengan kode yang diberikan Jenia sebelumnya.

Brak

Cwen terlonjak dari kursinya karena terkejut dengan ayahnya yang menggebrak meja makan.

Jenia memejamkan matanya pasrah, karena pasti sebentar lagi suaminya akan mengamuk dan tentu saja dirinya yang akan kena amukan itu.

“Apa? Ayah mau marah? Ayah tidak berhak marah sama Cwen dan juga mama,” entah dapat keberanian darimana, Cwen berdiri dan menantang ayahnya dengan tatapan tajam, raut tidak suka itu benar-benar Cwen perlihatkan kepada ayahnya.

“Lihat! Gara-gara didikan kamu, gara-gara didikan kamu, anak sekecil ini bahkan sudah berani menantang ayahnya sendiri,”teriak Anwar sembari menatap marah Jenia dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah Cwen.

“Dan apa yang tadi kamu katakan? Mau papa baru? Papa seperti apa yang kamu mau, hah? Tidak ada yang bisa menjadi lebih baik daripada ayahmu ini,”kali ini Anwar melampiaskan kemarahannya juga kepada Cwen, membentak bahkan berkali-kali menggebrak meja jika Cwen tidak mau membuka mulutnya saat ia bertanya.

“JAWAB, CWEN!”

“Anwar, kamu apa-apaan sih, kenapa kamu harus bentak-bentak Cwen, dia masih kecil, dia tidak mengerti permasalahan ini,”

“Tidak mengerti? Tidak mengerti apa maksudmu? Dia bahkan sampai menjodoh-jodohkanmu dengan guru di sekolahnya, jika sekolah itu memang membawa pengaruh buruk untuk anakmu, pindahkan saja,”

“Tidak ada yang salah dengan sekolahanku, tapi ayah yang salah," teriak Cwen sebelum mendapatkan tamparan yang cukup keras di pipinya.

Jenia membelalakan matanya melihat pemandangan seorang ayah yang tega menampar anaknya, dengan tangan gemetar, ia melangkah mendekati suaminya dan mengangkat tangannya untuk melayangkan sebuah tamparan yang tidak kalah keras dari Anwar menampar Cwen.

“Berani kamu sekarang, hah?”

“Kamu keterlaluan, kamu bahkan lebih berani dari aku Anwar,”balas Jenia membawa Cwen ke dalam pelukannya.

“Ayah jahat, ayah jahat sudah menampar Cwen, ayah bukan ayah yang baik untuk Cwen,”teriak Cwen sembari memegang pipinya yang terasa mulai perih.

Anwar tidak menghiraukan teriakan dan hinaan putrinya yang semakin nyaring di telinganya, dengan langkah lebar, ia keluar dari dalam rumah, entah mau kemana, Jenia sama sekali tidak peduli.

***

“loh pipi Cwen kenapa merah?”tanya Ansel yang sedang mengecek satu-satu tulisan muridnya.

Cwen mendongak, wajahnya tiba-tiba menjadi merah, dengan tatapan yang sangat tajam, kedua bibirnya bahkan sedikit mengerut menahan rasa kesal, “Ini semua gara-gara ayah pak guru, semalam ayah menampar kencang pipi Cwen hanya gara-gara cwen berbicara jika aku ingin papa seperti pak guru,”

Ansel langsung terdiam kaku mendengar itu. Apa tadi? Hanya gara-gara Cwen mengatakan ingin memiliki papa seperti dirinya? Ia tidak salah dengar, kan? Sepertinya akhir-akhir ini ia juga jadi lupa mengorek kupingnya, itulah sebabnya ia sering salah dengar karena kotoran di dalam telinganya sudah menumpuk dan mengurangi fungsi dalam mendengarnya.

“Apa tadi? Cwen bilang apa sama ayah Cwen?” tanya Ansel memastikan sekali lagi jika ia memang salah dengar.

“Cwen bilang sama ayah kalau ingin memiliki papa seperti pak guru, Cwen ingin mama dan pak guru menikah agar bisa menjadi papa untuk Cwen, tapi ayah malah marah dan menampar pipi Cwen, padahal kan Cwen tidak salah, ayah yang salah karena selalu marah-marah sama mama, jadinya Cwen tidak suka dengan ayah,”gadis kecil itu malah melipat kedua tangannya di depan dada, membuat Ansel mengelus lembut punggung kecilnya, walaupun ia masih sangat terkejut dengan apa yang di katakana oleh muridnya itu.

“Tapi walaupun Cwen tidak suka dengan ayah, ayah Cwen itu kan tetap ayah untuk Cwen, tidak ada yang bisa menggantikannya,”ucap Ansel lembut, berusaha memberikan pengertian kepada gadis bermbut pirang itu.

Cwen langsung menatap tajam gurunya itu, tidak terima ketika sang guru mengatakan tidak ada yang bisa menggantikan posisi ayahnya,“Kata siapa tidak ada yang bisa menggantikan ayah? Ada kok yang bisa, Pak guru kan bisa menggantikan ayah dan menjadi papa untuk Cwen,”dengan lancarnya Cwen mengatakan hal seperti itu, membuat Ansel hanya mampu diam, tidak mampu membalas ucapan Cwen lagi yang sepertinya akan merambat kemana-mana dan semakin panjang.

“Ya sudah Cwen lanjutkan lagi ya menulisnya,” Ansel tersenyum lembut dan mengusap kepala muridnya itu dengan penuh kasih sayang.

Itulah Ansel. Menyayangi semua murid-muridnya tanpa pandang bulu, membuat semua anak didikannya sangat menyukai sosok Ansel yang sangat lembut dan penuh dengan kasih sayang.

***

Jenia sedikit mempercepat langkahnya begitu ia sudah telat hamper 30 menit dalam menjemput Cwen, salahkan kepalanya yang tiba-tiba merasa sangat pusing saat ia akan pergi ke luar rumah untuk menjemput putrinya.

Jenia celingak celinguk mencari keberadaan putrinya yang biasanya duduk di kursi penjemputan. Tapi kali ini Jenia sama sekali tidak melihat keberadaan putrinya, bahkan tidak ada lagi murid-murid yang menunggu di tempat penjemputan tersebut. Sepertinya semua anak sudah di jemput oleh orang tuanya masing-masing, kalau begitu, dimana putrinya?

Perasaan khawatir mulai menggerogoti hatinya, ia sangat menyesal karena telat menjemput Cwen. Bagaimana kalau Cwen di culik lalu seluruh organnya di jual? Jenia tidak bisa membayangkan hal mengerikan itu.

Dengan langkah sedikit terhuyung, Jenia menghampiri satpam yang masih terlihat duduk-duduk santai di dalam pos kecil dekat tempat penjemputan.

“Permisi pak,”

“Oh, iya bu, ada yang bisa saya bantu?”

“Emm, Bapak melihat seorang gadis kecil yang di kepang dua, warna rambutnya pirang seperti saya pak?”

Pak satpam itu tampak sedang berfikir. Jenia menunggu jawaban dari pak satpam dengan sejuta harapan jika pak satpam itu melihat putrinya.

“Astagfirullah, saya lupa, ini ibunya Cwen ya?” tanya pak satpam itu dengan suara sedikit hebohnya.

Jenia menganggu,“ Benar pak, saya mama Cwen. Bapak ada lihat putri saya?”

“Tadi tuh pa-,”

“Pak, masih belum datang?”

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!