ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Candu
Victor dan kinan tiba di mansion, keduanya masih hening di dalam mobil.
“Kemari", titah victor sambil menepuk pahanya.
“Haah", beo kinan.
Victor sedikit memundurkan joknya lalu melepas seatbelt yang dikenakan istrinya dan dengan sekali angkat menarik tubuh kinan duduk di pangkuannya.
“Kaak", gugup kinan sambil meremas bahu suaminya, posisi keduanya membuat jantung kinan tidak aman.
Victor memeluk pinggang ramping kinan lalu menelusupkan wajahnya ke leher si manis dan menghirup aroma manis yang menguar dari sana.
"Sangat manis”, kata victor lirih dengan tangan yang bergerak masuk ke dalam atasan kinan untuk mencari benda favoritnya.
"Eeuughhhh kaakhh”, desah kinan saat tangan suaminya bergerak nakal di kedua bukit kembarnya.
Tanpa banyak kata victor mengangkat sedikit tubuh istrinya dan dengan sekali hentak memasukkan miliknya membuat kinan mendongakkan kepalanya merasakan sensasi yang membuat kepalanya pening seketika.
Entah kenapa saat ini pria itu ingin miliknya berada di dalam milik istrinya.
Sudah setengah jam mereka di dalam mobil dan tidak keluar sama sekali bahkan victor belum ada niatan untuk menghentikan aktivitas mereka.
“Kaaak sudaah..aahhh", racau kinan, sungguh dirinya sangat lemas saat ini.
Tanpa banyak bicara victor membungkus tubuh mungil istrinya yang berada di gendongannya dengan mantel panjang yang ada di dalam mobilnya dan beranjak keluar dari mobil dan memasuki mansion dengan aura dingin tidak memperdulikan semua pengawal yang memberi hormat kepadanya.
Dengan langkah terburu victor melangkahkan kaki jenjangnya memasuki kamar utama dan merebahkan sang istri di atas tempat tidur.
"Ini belum selesai”, ucap victor seduktif lalu kembali menggerakkan miliknya di bawah sana dengan pelan, tapi saat tiba-tiba bayangan perempuan yang dirinya kenal bercumbu dengan lelaki lain di tempat umum seketika emosi victor meluap dan mulai bergerak brutal membuat kinan menjerit antara rasa nikmat dan sakit yang menjadi satu.
Setelah 3 jam victor menyudahi kegiatan mereka dan dapat victor lihat tubuh polos kinan yang memiliki banyak bercak merah hampir di sekujur tubuhnya, dengan pelan victor menarik tubuh polos istrinya dan memeluknya erat.
Satu hal yang belum kim victor sadari adalah dirinya sudah mulai candu dengan sosok kinan.
Malam hari kinan terbangun dan berusaha menggerakkan badannya tapi yang dirinya rasakan pertama kali adalah badannya terasa remuk.
Seketika ingatan bercinta mereka tadi sore terlintas di pikirannya, sore tadi victor terlihat berbeda entah kenapa tatapan victor terlihat menyimpan emosi tapi juga posesif yang terlihat jelas dari sorot mata dan setiap sentuhannya.
Saat kinan ingin bangun untuk membersihkan diri tiba-tiba dirinya kembali ditarik yang membuat kinan kembali jatuh telentang dan dengan secepat kilat victor berada di atasnya.
“Kkaak", gugup kinan karena posisi mereka yang ambigu meski sudah sering berhubungan badan tapi kinan tetap malu dan gugup saat didekat suaminya.
“Mau kemana hmm", tanya victor dengan netra yang fokus menatap makhluk manis di bawahnya saat ini.
“Aku mau mandi kak, badanku lengket", kata kinan lirih.
“Oke kita mandi bersama", kata victor spontan lalu langsung menggendong sang istri ala bridal lalu masuk ke kamar mandi mengabaikan tubuh mereka yang polos tanpa busana.
Sedangkan kinan hanya bengong dan mencoba memproses apa yang terjadi, disaat dirinya ingin menolak dirinya sudah diangkat ala bridal memasuki kamar mandi.
Selesai mandi terlihat victor yang sedang fokus mengeringkan rambut panjang istrinya, victor terlihat telaten menyisir rambut kinan satu hal sederhana yang selama ini tidak pernah victor lakukan.
Setelah selesai victor mengendus leher putih istrinya yang terlihat banyak bercak merah di sana.
“Ingin makan malam apa hmm", tanya victor sambil menarik pelan tubuh istrinya untuk mendekat padanya.
“Apa saja aku tidak menolak kak", kata kinan lirih.
Victor menatap istrinya dengan pandangan yang sulit diartikan, selama mengenal kinan dirinya tidak pernah mendapati kinan rewel atau banyak permintaan, gadis itu sangat penurut bahkan disaat dirinya tidak pulang hampir satu bulan juga kinan tidak marah atau merajuk.
“Besok dijemput jam berapa?" Tanya victor.
“Kinan juga belum tau kak, tapi sebenarnya kinan malas keluar", kata kinan sambil fokus dengan makan malamnya.
“Besok bersenang senanglah, manjakan dirimu", kata victor sambil mengusap rambut istrinya.
“Besok sepertinya aku akan pulang terlambat karena ada beberapa meeting yang harus aku lakukan", kata victor dan diangguki oleh kinan.
“Jangan telat makan kak", pesan kinan dan diangguki oleh victor.
Disaat mereka sedang menikmati makan malamnya tiba-tiba ponsel victor berdering, dirinya melirik sekilas lalu mengabaikan panggilan itu, bahkan berkali kali panggilan itu masuk tapi victor mengabaikannya.
Kinan hanya melihat dari ekor matanya dan dia sama sekali tidak ingin campur urusan pribadi suaminya karena bagaimanapun juga meski mereka sepasang suami istri tetap saja mereka mempunyai privasi masing-masing.
Selesai makan malam pasangan suami istri itu tengah bersantai di atas tempat tidur dengan victor yang memeluk istrinya posesif dari belakang.
“Aku berharap dia segera hadir disini", kata victor pelan sambil mengusap perut rata kinan.
Kinan yang mendengar hal itu tersenyum malu dengan pipi yang merona, bukan hanya victor dirinya pun juga mengharapkan hal yang sama, pasti akan sangat lengkap kehidupan rumah tangga mereka jika ada buah hati di tengah-tengah mereka saat ini.
"Kita hanya bisa berdoa dan berharap kak”, kata kinan lirih dengan tangan yang mengusap lembut lengan suaminya yang melingkar apik di perutnya.
“Dan bekerja keras tentunya", kata victor seduktif sambil menggigit kecil telinga kinan yang membuat istrinya melenguh.
“Mmmhhh kaak" desah kinan saat tangan besar suaminya mulai masuk ke area privasinya.
Dengan cepat victor membalik tubuh kinan menjadi di bawahnya dan menatap wajah manis istrinya.
"Aku menginginkanmu lagi sayang”, kata victor seduktif lalu langsung menyambar bibir manis istrinya sebelum kinan sempat menolak ataupun memprotes.
Dan lagi-lagi malam ini kinan dibuat kembali mendesah oleh suaminya, victor selalu tahu setiap titik sensitif yang ada di tubuh istrinya yang membuat kinan tak berkutik karena sentuhan suaminya.
Tengah malam tampak victor yang masih terjaga setelah aktivitas panas mereka yang baru berhenti beberapa waktu yang lalu.
Victor menatap wajah lelah kinan yang terlelap di sebelahnya yang tanpa sehelai benangpun dan hanya ditutupi selimut tebal.
Victor hari ini benar-benar tidak habis pikir dengan dirinya, entah kenapa hari ini dirinya ingin terus menyentuh istrinya itu bahkan rasanya tidak ingin berhenti.
Apalagi saat membayangkan sang istri yang tidak berdaya di bawah kungkungannya membuat libido victor naik seketika.
Setiap jengkal tubuh kinan membangkitkan suatu gairah yang tidak bisa victor telaah dengan kata-kata dan logika, tapi satu kata yang bisa mendeskripsikan semuanya ‘CANDU’, ya victor mulai candu dengan tubuh dan aroma kinan entah sejak kapan itu terjadi tapi faktanya adalah dirinya selalu menginginkan kinan, tubuhnya hanya merespon saat bersama kinan.
Bahkan hanya melihat kinan yang memakai pakaian saja dirinya langsung ingin membuat sang istri tak berdaya di bawahnya.
“Ini gila", gumam victor lirih saat menyadari jika sekarang dirinya sudah candu dengan istrinya tanpa dia sadari. Fakta yang diluar perhitungannya.