NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

03

Saat fajar menyingsing, Lin Yao perlahan terbangun. Kepalanya masih sedikit pusing, luka itu berdenyut.

Berbaring ditempat tidur, Lin Yao mendongak kearah gubuk jerami kecil yang tampak seperti bisa diterbangkan oleh hembusan angin.

Dinding lumpur kuning yang mengeras disekitarnya menggelembung, menciptakan bintik-bintik kecil yang tidak rata.

Satu-satunya meja yang dipunya pun kehilangan satu kaki, bergoyang jika disentuh meski telah ditopang oleh bambu. Tinggal menunggu waktu, maka benda itu akan rubuh tak berguna lagi.

Empat bangku yang rusak miring ke satu sisi, yang satu bahkan telah terbelah patah menjadi dua.

Melihat tubuhnya sendiri yang kurus seperti kerangka, berbalut pakaian tambal sulam berbahan katun rami kasar menggantung longgar, seperti tiang bambu yang ditutupi karung.

Surainya kering, kusut, dan kusam, digelung asal-asalan dengan ikat rambut. Pipinya cekung, membuat matanya tampak sangat besar seperti mau melompat keluar.

Lin Yao seketika kehilangan keinginan untuk tetap berbaring ditempat tidur.

Gadis itu memilih keluar kamar.

Dimeja ruang tamu. Lin Shun sudah menyiapkan bubur encer sayuran liar dengan daging burung pegar sisa semalam yang sudah dipanaskan.

Lin Yao pun memakannya, karena perutnya sudah keroncongan.

Setelahnya ia menuju kedepan, berdiri diambang pintu. Dihalaman kakak dan adiknya sedang mengumpulkan kayu bakar untuk perapian.

Lin Yao menatap raga Shun dan Song yang tak jauh beda darinya, kulit putih pucat kusam.

Sangat miris, sungguh amat melukai nurani Lin Yao.

Lin Shun menoleh, kala menyadari kehadiran sang adik "Yao'er, lukamu belum sembuh sepenuhnya, kenapa malah keluar..?"

Lin Yao tersadar dari lamunannya. "Tidak apa-apa, lukanya sudah jauh lebih baik. Berbaring terlalu lama membuat badanku kaku."

Lin Yao lalu berbalik pergi kedapur, pandangannya tertuju pada kendi disudut ruangan.

Kosong, tak ada gandum apa lagi beras atau pun jagung.

Meskipun Lin Yao sudah mengetahui kemiskinan keluarganya dari ingatan yang ditinggalkan, baru setelah berdiri didapur, menghadapi gentong kering kerontang. Lin Yao benar-benar memahami rasa malu dan ketidak berdayaan yang disebabkan oleh kemiskinan.

Lin Yao kembali menuju kehalaman depan, angin pagi membawa aroma rumput dan pepohonan. Udara diabad ini belum tercemar polusi, sangat menyegarkan.

Lin Yao tak kuasa menahan diri untuk menarik napas dalam-dalam, menikmati oksigen murni itu dengan rakus.

"Kakak, aku mau kesungai untuk mencuci baju ya...?"

"Kau yakin sudah baik-baik saja..?"

Lin Yao mengangguk dengan menyelipkan senyuman manis.

"Baiklah, hati-hati...!"

Kicauan burung dan aroma bunga liar, menemani Lin Yao menapaki jalan menuju kesungai yang berjarak sekitar kurang dari satu kilo meter.

Deretan pohon polar, wilow, berbaris rapi bak prajurit penjaga dikanan-kiri jalan.

Sesampainya disungai, Lin Yao merendam beberapa pakaian compang-camping yang ia bawa dengan menambahkan abu kayu, lalu menggosok noda-noda yang menempel dengan kuat.

Setelah urusan cuci mencuci selesai, Lin Yao tidak langsung pulang. Ia pergi menyusuri hutan pegunungan.

Dikehidupan yang sebelumnya, Lin Yao pernah membuat serangkaian video tentang makanan khas pegunungan. Selama waktu itu, ia mengumpulkan informasi setiap hari, mempelajari kebiasaan pertumbuhan bahan-bahan umum.

Lin Yao tidak pernah menyangka jika keterampilan itu akan berguna sekarang.

Lin Yao perlahan menyusuri jalan setapak yang biasanya digunakan penduduk desa untuk mengumpulkan kayu bakar.

Pohon-pohon disekitarnya tidak terlalu rimbun, sebagian besar berupa tumbuhan lebat dan beragam.

Kemungkinan besar, cabang-cabang pohon itu sudah lama ditebang oleh penduduk desa untuk kayu bakar, karena hanya menyisakan batang-batang tinggi berdaun tipis yang berdiri dikedua sisinya.

Lin Yao belum berjalan jauh ketika ia menemukan segerombolan daun bawang liar.

Otak Lin Yao seketika saja menerawang jauh, mengingat beragam hidangan lezat dengan bahan utama bawang daun.

Hanya memikirkan itu saja sudah membuat air liur Lin Yao menetes.

Namun saat mengingat sumber daya yang terbatas dengan ketiadaan stok bahan pangan dirumah, hidangan paling sederhana yang bisa dibuat hanya panekuk dan telur.

Tetapi begitu pikiran itu terlintas di benaknya, ia menjadi khawatir.

Di zaman ini, telur bukanlah bahan yang mudah didapatkan. Dirumahnya hanya memiliki sepasang ayam hutan yang pernah ditangkap Lin Shun saat mendaki gunung.

Lin Shun biasanya mengumpulkan telur-telur itu dan membawanya ke pasar untuk ditukar dengan uang. Sekarang ia ingin menggunakannya untuk membuat panekuk, apakah sang kakak akan mengizinkannya.

1 tael / tahil \= 1000 wen atau sen.

1 kati \= 600 gram.

1 jin \= 500 gram.

Srak

Suara gemerisik dari semak-semak menyadarkan Lin Yao dari lamunannya.

Lin Yao si gadis lemah, yang tidak memiliki keahlian apa pun selain memasak dan bekerja keras. Tentu takut, dan kontan saja langsung menggigil ngeri.

Ia tak berani berlama-lama, tidak berminat melanjutkan penjelajahannya. Lin Yao bergegas pulang dengan beberapa daun bawang disakunya.

Begitu Lin Yao memasuki halaman, ia melihat Lin Shun sedang memperbaiki meja yang ada dikamarnya.

Kalau Lin Song berjongkok didekat pemuda itu sembari bermain-main dengan kerikil ditanah.

"Kakak, aku ingin makan telur hari ini," Lin Yao berucap sembari menjemur pakaian.

Aktifitas Lin Cheng terhenti, ia menatap Lin Yao.

Adik perempuannya itu selalu bijaksana, jarang meminta sesuatu kepada keluarga. Meski ada banyak telur, ia akan lebih memilih untuk menjualnya.

Netra Lin Shun menangkap luka didahi Lin Yao, mungkin karena sakit itu sang adik ingin makan enak. Walau semalam dan tadi sudah makan bubur sayuran liar burung pegar.

"Oke, kakak akan memasakan untukmu nanti."

"Tidak, biar aku saja yang memasaknya. Tadi aku memetik beberapa daun bawang segar dan akan membuat sesuatu yang lezat untukmu serta Song'er."

"Kau mendaki gunung?" tanya Lin Shun.

"Ya, tapi tidak sampai kedalam."

"Hutan pegunungan disini berbahaya, jangan pernah mendaki sendirian apa lagi melewati batas aman. Beberapa hari yang lalu paman Zhang dari ujung timur desa melewati batas pendakian, sampai sekarang dia tidak kembali. Istri dan anak-anaknya dibantu penduduk desa sudah mencari berhari-hari tapi cuma menemukan sandal jerami yang rusak berlumuran darah." kata Lin Shun tegas.

Lin Yao mengangguk patuh "Kakak, aku hanya sampai dilerengnya saja, tidak berani pergi lebih jauh."

Setelah mengatakan itu Lin Yao segera pergi ke dapur untuk memasak untuk makan siang.

1
Zabarra
yo bisa yo tiga saudars 👏👏👏
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!