"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai penasaran.
Kaisar duduk seorang diri menghadap meja bar di sebuah club malam yang tampak begitu ramai. Namun seolah berada di dalam dunianya sendiri, Kaisar tak terpengaruh dengan hingar bingar itu. Dia sedang menikmati kesendiriannya di tengah keramaian bar.
Kaisar menyesap wiskynya, lalu menatap gelas kaca yang telah kosong itu sambil tersenyum miring.
“Cewek unik…” gumamnya sambil terkekeh saat mengingat kejadian sore tadi di rooftop. “Berani benar dia memintaku menikahinya? Tanpa tau apa-apa tentangku? Atau mungkin dia cuma mengincar hartaku?” Kaisar berdecak kesal, “semua perempuan memang sama saja, yang kaya saja matrealistis apalagi yang miskin!" geramnya sambil menoleh ke arah bartender dan mengacungkan gelas nya yang sudah kosong, meminta diisi ulang.
“Sendirian aja?” tiba-tiba seorang wanita dengan baju super minim –mendekati Kaisar. Dengan gerakan yang sangat lihai, dia mengusap dada Kaisar yang tampak keras berotot, bahkan kemeja warna biru mudanya tak bisa menutupi betapa kekarnya tubuh itu di baliknya.
“Aku temani, ya?” ucap si wanita seksi dengan manja.
Kaisar menarik napas dan menghembuskannya dengan kasar, “Sorry, gue lagi pengen sendiri. Jangan ganggu, oke?!” ketusnya.
Si seksi yang mendapat penolakan dengan nada ketus itu, tentu saja kesal dan segera pergi meninggalkan Kaisar.
Kaisar menyesap wiskinya kembali sambil memikirkan Kiara –gadis yang mengajukan permohonan pernikahan padanya.
“Dia lumayan juga… nggak terlalu jelek…” gumam Kaisar sambil kembali mengingat bentuk tubuh Kiara. Semua lekuk-lekuk di tubuhnya sempurna, tak terlalu kecil tapi juga tak terlalu lebay. Semuanya dalam porsi yang sesuai, dadanya, bok*ngnya, pinggulnya dan bibirnya…” Kaisar kembali mengingat bibir lembut nan penuh berisi yang dia kecup. Jujur, Kaisar menyukainya. Bibir itu begitu lembut dan terasa manis. Hampir saja Kaisar lupa diri dan melahapnya dengan rakus, namun untungnya dia bisa menahan diri dengan menghentikan ciumannya dan berjalan menjauh demi kewarasannya sendiri.
Drrttt. Drrrttt.
Dengan malas Kaisar mengangkat telpon genggamnya, “halo?”
“Om Kai? Om di mana?”
Kaisar mendesah, “Ada apa? Kau butuh sesuatu?” Tanya Kaisar to the point. Dia sedang tak ingin di ganggu makanya dia harus cepat menyelesaikan percakapan tak penting dengan keponakannya itu.
“hehehe, Om tau saja. Tapi aku nggak enak kalau bicara di telpon. Om ada di mana? Aku susul ya?” ucap Fero dengan nada riang.
“Aku lagi di club yang biasa,” jawab Kaisar lalu menutup panggilan telpon dari Fero.
Tak lama kemudian, Fero muncul dengan wajah yang berbinar bahagia. Dia mencari-cari keberadaan Pamannya, dan saat menemukan di mana Pamannya berada – Fero segera mendekat dan duduk di sebelah sang paman.
“Om, kalau mau minum ajakin aku lah, dari pada sendirian,” ucapnya.
Kaisar tersenyum tipis, “ada perlu apa?”
Fero menjilati bibirnya sebelum akhirnya mulai bicara, “begini Om, mobil yang kemarin Om Kai belikan –terlalu kecil. Aku ada niat ingin ajak pacarku dan ibunya jalan-jalan jadi aku ingin punya mobil yang lebih besar dan lebih nyaman, seperti paje*o sport atau Alphar*,” ucap Fero sambil nyengir.
Kaisar mendengus sambil terkekeh, “Fero… kamu sekarang sudah bekerja, jadi jika menginginkan sesuatu kau harus meberusaha untuk memiliknya dengan tanganmu sendiri. Menabunglah atau apapun yang bisa kau lakukan! Dewasalah Fer!”
Fero tampak mencibir. “Gajiku berapa di kantor, Om? Kalau mau beli mobil yang aku inginkan aku harus menunggu berapa tahun? Buat hidup sehari-hari aja pas-pasan! Mana mungkin bisa menabung untuk membeli Pajer*!”
Kaisar kembali terkekeh sambil menunduk dan memijat pelipisnya, “Ya kalau tahu kemampuanmu hanya segitu, jangan memaksakan diri beli mobil mahal.”
“Om, please! Aku ingin membuat pacarku senang,” pinta Fero sambil menarik lengan baju Kaisar.
“Memangnya pacarmu nggak senang kalau mobilmu ag*ya?” ketus Kaisar. Dalam hati dia kesal juga. Kata perempuan itu, mereka sudah putus, tapi kenapa keponakannya ini malah ingin cari muka untuk mendapatkan hatinya?
Fero meringis sambil memamerkan deretan giginya yang sedikit menguning.
“Pacarmu itu... si siapa itu? karyawan bagian pemasaran?” pancing Kaisar. Jika benar mereka masih berpacaran, Kaisar nggak akan mengampuni perempuan itu karena berani membohonginya!
“Ck! Kiara? Bukan, Om. Aku sudah putus dengannya!” ucap Fero sambil dengan santai mencomot kacang yang ada di depan kaisar. "Pacarku ini juga bekerja di perusahaan kita, baru seminggu yang lalu jadi karyawan kontrak," lanjut Fero menjelaskan.
Perempuan itu tidak berbohong, batin Kaisar -senang. Tunggu, kenapa dia merasa senang?
“Kenapa kalian bisa putus?” Tanya Kaisar –ingin tahu.
“Ah! Aku bosan dengannya! Sebulan lebih pacaran tapi dia tak mau di cium sama sekali! bikin kesal saja!” ketus Fero.
Kaisar menoleh, “memangnya kau ingin melakukan apa dengan pacar yang baru sebulan jadian?”
Fero nyengir, “banyak lah, sama pacar yang sekarang saja, baru beberapa hari aku sudah bisa cetak gol!” ucap Fero dengan penuh kebanggaan.
Kaisar menaikkan sebelah alisnya, “hati-hati, Fero!”
Fero terkekeh, “tenang saja Om, pacarku yang sekarang penurut banget, sikapnya manja dan menggemaskan. Dan yang paling penting dia pintar membuatku melayang, nggak kayak si Kiara yang kaku kaya kanebo kering!”
Kaisar kembali terdiam mendengar celotehan keponakannya.
“Padahal mereka tinggal satu rumah, tapi punya sifat yang benar-benar bertolak belakang. Aneh banget!’ gumam Fero.
“Siapa yang tinggal satu rumah?”
“Ya si Kia sama Mona –pacarku yang sekarang,”
“Kamu pacaran dengan saudara Kiara?” kejut Kaisar.
“Saudara tiri lebih tepatnya. Ya mau bagaimana lagi, Mona lebih hot dan lebih seksi dari pada si Kiara. Lihat penampilan Kiara saja aku muak, dia nggak bisa berpenampilan menarik, benar-benar membosankan!"
Kaisar menggelengkan kepalanya. Tingkah keponakannya benar-benar menjijikkan. Sepertinya dia jadi bertingkah seenaknya karena selalu mendapatkan apa yang dia mau. Kaisar sudah terlalu memanjakannya selama ini, dan kini dia menyesalinya.
“Jadi, gimana Om? Kapan Om Kai mau belikan aku mobil baru?”
Kaisar meletakkan gelas kosongnya lalu beranjak dari duduknya, “Maaf Fer, umur kamu sekarang sudah 25 tahun, sudah cukup dewasa. Dan kamu sudah punya pekerjaan tetap, jadi Om rasa, Om sudah tak perlu lagi menyokong kamu! Kamu harus belajar mandiri mulai sekarang!” selesai bicara, Kaisar pun berlalu meninggalkan Fero yang tampak bengong dan kecewa.
Kaisar terus berjalan keluar dari club yang semakin malam justru semain ramai.
“Sudah mau pulang, Tuan?” Tanya sopir pribadi Kaisar yang langsung datang mendekat saat melihat majikannya keluar dari club.
“Ya, antarkan aku pulang!” ucapnya singkat sambil masuk ke dalam mobil dan merebahkan kepalanya yang tiba-tiba terasa berat. “Sepertinya aku sudah mabuk…” gumam Kaisar sambil memijat pelipisnya.
Setelah sampai di rumah megahnya, Kaisar langsung masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua. Terus berjalan masuk ke dalam kamar mandi dan mulai mengguyur kepalanya di bawah kucuran shower dan berharap rasa pusingnya segera menghilang.
Tiba-tiba Kaisar tersenyum karena mengingat Kiara, “kamu mau memanfaatkan aku ya? untuk membalas dendam pada Fero? Hem.. pintar!” gumamnya.
Namun sepertinya Kaisar memang harus berterima kasih pada Kiara, karena tingkah uniknya, Kaisar bisa sejenak melupakan Vanesa –wanita yang sempat bertahta di hati Kaisar sepuluh tahun yang lalu. Wanita yang memilih karier dan meninggalkan Kaisar demi menjadi simpanan bosnya!
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣