NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 Uang Untuk Supir Taksi

"Ngomong apa, sih kamu? Jelas-jelaa dia belum mati," kata Alneo mengacak rambut Riani.

"Kakak! Rambut ku jadi berantakan tau!" omel Riani membetulkan rambutnya.

Alneo melirik supir taksi yang kini tampak jauh lebih baik; warna kulitnya kembali normal, dan napasnya mulai teratur meski ia terlihat syok.

"Dek, ambilkan air minum di mobil," perintah Alneo lembut pada Riani.

Riani berkedip kaku, lalu dengan cepat menyambar sebotol air mineral yang tergeletak di kantung pintu belakang taksi dan menyerahkannya kepada Alneo.

 Alneo membantu supir taksi itu untuk minum perlahan.

"Saya... saya kenapa, Mas? Tadi dada saya rasanya seperti dihantam godam. Sakit sekali... lalu semuanya gelap?" bisik supir taksi itu, suaranya parau.

"Bapak terkena serangan jantung akut," jawab Alneo

 "Beruntung saya sempat melihat mobil Bapak berhenti mendadak dari balik gerbang. Obat yang saya suntikkan tadi adalah obat darurat untuk menghancurkan sumbatan di pembuluh darah Bapak. Sekarang, bagaimana rasanya? Masih sesak?" tanya Alneo memastikan.

Supir taksi itu meraba dadanya, lalu menggeleng pelan. "Sudah longgar, Mas. Jauh lebih mendingan. Ya Allah... terima kasih, Mas. Terima kasih banyak. Kalau tidak ada Mas, saya mungkin sudah lewat..."

"Sama-sama, Pak. Tapi setelah ini, Bapak harus berjanji untuk langsung ke rumah sakit besar. Obat saya hanya tindakan darurat, Bapak tetap butuh check-up total dan istirahat," kata Alneo tegas.

Ia merogoh dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang, lalu menyelipkannya ke kantung kemeja sang supir.

"Ini untuk ongkos berobat dan pengganti karena hari ini Bapak tidak bisa menarik taksi. Jangan menolak, Pak," kata Alneo lembut.

Supir taksi itu menangis haru, berkali-kali mengucapkan doa dan terima kasih kepada Alneo.

Ting!

[Saldo Anda di kurang 500.000]

[Sisa saldo Anda 96.300.000]

Setelah mobil taksi itu menghilang dari pandangan, Alneo dan berjalan kembali ke dalam rumah diikuti oleh Riani yang berjalan dengan cepat di belakangnya.

Begitu pintu tertutup rapat, Riani langsung menyalip dan berdiri di depan Alneo, menghalangi jalan kakaknya.

Kedua tangannya bertumpu di pinggang. Matanya yang bulat menatap Alneo tanpa berkedip.

"Konsorsium medis rahasia dari Swiss, kakak pasti bohong!" sembur Riani.

"Kak Alneo, aku memang masih SMP, tapi aku tidak bodoh! Alat suntik tanpa jarum yang keluar dari tas otomatis itu? Kemampuan Kakak mendiagnosis serangan jantung dalam hitungan detik? Lalu cara Kakak menekan dadanya tadi... itu bukan kemampuan orang yang cuma main saham!" kata Riani tak percaya begitu saja.

Alneo menghela napas panjang. Ia tahu kebohongannya yang tadi pagi sudah hancur.

[Sistem Notification: Disarankan untuk menjaga kerahasiaan identitas Sistem. Namun, anggota keluarga inti dengan tingkat loyalitas 100% (Riani) diizinkan menerima informasi terbatas demi kelancaran operasional Fasilitas sistem Canggih]

Melihat notifikasi tersebut, Alneo memutuskan untuk sedikit jujur, namun mengemasnya dengan cara yang bisa diterima akal sehat adiknya.

"Oke, oke. Kakak minta maaf. Cerita tentang Swiss itu cuma kedok," kata Alneo sambil mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah.

"Sini, duduk dulu," ajaknya.

Mereka berdua duduk di meja makan. Robot mendekat, menyuguhkan dua gelas teh hangat yang aromanya sangat menenangkan.

"Sebenarnya... kemarin Kakak tidak sengaja menemukan sebuah teknologi kecerdasan buatan (AI) yang sangat rahasia. AI ini... tertanam langsung di perangkat personal Kakak, dan memberikan Kakak akses ke semua fasilitas canggih di rumah ini, termasuk pengetahuan medis instan yang baru saja Kakak pakai," kata Alneo menjeda menatap lurus ke mata adiknya.

Riani mengerutkan kening. "Teknologi AI? Seperti di film-film fiksi ilmiah?"

"Kurang lebih begitu. Rumah ini Dan uang yang Kakak dapatkan kemarin adalah imbalan dari 'sistem' AI ini karena Kakak berhasil mengaktifkan fasilitasnya," jawab Alneo, bersyukur adiknya tumbuh di era digital sehingga istilah AI tidak terdengar seperti ilmu sihir baginya.

Riani terdiam cukup lama, memandangi teh hangatnya, lalu memandangi robot kapsul yang berkedip ramah di samping mereka.

Rasa syoknya perlahan mereda, digantikan oleh rasa kagum yang luar biasa.

"Jadi... Kakak sekarang semacam... pemilik teknologi masa depan?" tanya Riani dengan nada polos namun serius.

Alneo terkekeh."Bisa dibilang begitu. Tapi ini rahasia kita berdua, Ri. Kalau sampai dunia luar tahu apa yang ada di dalam rumah ini, kita tidak akan pernah bisa hidup tenang."

Riani mengangguk mantap, kilat tekad muncul di matanya. "Tenang saja, mulutku terkunci rapat. Lagipula, kalau Kakak jadi orang terhebat, berarti aku adalah adik dari orang terhebat, kan? Keren juga."

Alneo tersenyum lega.

1
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
irena
si alneo harus dikasih pintar bisnis thor sama kuat.. supaya ga gampang ditindas dan dibegoin
less22: iya iya, namanya orang miskin baru pertama kali punya properti 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!