Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.
Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.
Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.
Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.
Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.
Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:
Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Pria Misterius dan Rahasia Masa Lalu Naya
Sore hari di kediaman utama keluarga Adrian berjalan dengan tenang.
Angin sejuk berembus lembut di taman belakang, menggerakkan dedaunan dan bunga-bunga yang sedang mekar. Setelah memastikan ibunya beristirahat dengan nyaman, Naya menghabiskan waktu menyiram tanaman sambil menikmati suasana yang damai.
Sudah lama ia tidak merasakan ketenangan seperti ini.
Beberapa minggu terakhir hidupnya berubah begitu cepat.
Dari seorang gadis yang selalu dipandang rendah, kini ia tinggal di rumah mewah dan mendapatkan perlindungan dari seseorang yang dulu justru paling menyakitinya.
"Naya."
Suara berat yang sudah sangat dikenalnya membuat Naya menoleh.
Adrian berjalan menghampirinya dengan langkah perlahan. Pria itu baru saja selesai menghadiri rapat daring perusahaan.
"Mas Adrian."
Senyum hangat langsung menghiasi wajah Naya.
Adrian memperhatikan selang air yang masih berada di tangan istrinya.
"Kamu tidak lelah?"
Naya menggeleng.
"Saya justru senang bisa melakukan sesuatu."
Adrian menghela napas kecil.
"Aku mempekerjakan puluhan tukang kebun."
Naya tertawa pelan.
"Tapi menyiram bunga sendiri rasanya berbeda."
Tatapan Adrian melembut.
Setiap kali melihat senyum Naya, beban di pikirannya seakan berkurang.
Tanpa sadar, pria itu mengulurkan tangan dan menyingkirkan helaian rambut yang keluar dari balik hijab Naya.
Gerakan sederhana itu membuat wajah Naya memanas.
Jantungnya berdebar lebih cepat.
Namun sebelum salah satu dari mereka sempat berbicara lagi, ponsel Adrian berdering.
Ekspresi Adrian langsung berubah serius saat melihat nama yang muncul di layar.
Dimas.
"Ada apa?"
Suara Dimas terdengar tegang dari seberang.
"Tuan Adrian, kami menemukan sesuatu."
Tatapan Adrian langsung menajam.
"Sesuatu apa?"
"Kami sedang menyelidiki jaringan orang-orang yang terlibat dalam kasus Kesya."
"Lalu?"
"Ada nama baru yang muncul."
Adrian terdiam sejenak.
"Siapa?"
Dimas menarik napas.
"Seorang pria bernama Arga Pratama."
Nama itu membuat Adrian membeku.
Arga.
Nama yang tidak asing baginya.
Pria itu pernah menjadi salah satu sahabat terdekatnya sebelum kecelakaan tiga tahun lalu.
"Apa hubungan Arga dengan semua ini?"
"Itulah yang sedang kami dalami."
Suara Dimas terdengar semakin serius.
"Tapi ada hal lain yang lebih mengejutkan."
"Katakan."
"Arga ternyata sudah lama menyelidiki Nyonya Naya."
Jantung Adrian berdetak lebih keras.
Sorot matanya berubah dingin.
"Maksudmu?"
"Kami menemukan beberapa laporan investigasi pribadi tentang Nyonya."
"Dokumen itu dibuat jauh sebelum Nyonya menikah dengan Anda."
Adrian menoleh ke arah Naya yang sedang berdiri beberapa langkah darinya.
Perasaan tidak nyaman mulai muncul di dadanya.
Kenapa seseorang menyelidiki Naya secara diam-diam?
Dan sejak kapan?
"Aku akan bicara denganmu nanti."
Panggilan ditutup.
Naya yang melihat perubahan ekspresi Adrian langsung merasa khawatir.
"Ada masalah, Mas?"
Adrian menatapnya beberapa detik.
Kemudian menggeleng pelan.
"Belum."
Namun dalam hatinya, ia tahu ada sesuatu yang sedang bergerak di balik bayang-bayang.
Dan sesuatu itu berkaitan dengan Naya.
---
Di tempat lain.
Lantai paling atas sebuah gedung perkantoran mewah.
Seorang pria tampan berdiri di depan jendela besar yang menghadap pemandangan kota Jakarta.
Di tangannya terdapat sebuah foto.
Foto Naya.
Pria itu memperhatikan wajah wanita tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan.
Lama.
Sangat lama.
Kemudian sebuah senyum tipis muncul di bibirnya.
"Akhirnya aku menemukanmu."
Di atas meja kerjanya tergeletak sebuah berkas tua yang sudah menguning dimakan usia.
Perlahan pria itu membukanya.
Di halaman pertama terlihat foto seorang pria paruh baya.
Di bawah foto itu tertulis sebuah nama.
Fahri Kirana.
Pria misterius itu menyentuh tulisan tersebut dengan ujung jarinya.
"Lima belas tahun aku mencari jejak keluarga ini."
Matanya kembali beralih pada foto Naya.
"Dan sekarang putrinya akhirnya muncul."
Tak lama kemudian, seorang asisten masuk ke ruangan.
"Tuan Arga, apakah rencana berikutnya tetap dijalankan?"
Arga tersenyum tipis.
"Ya."
"Bagaimana dengan Adrian Amarta?"
Tatapan Arga berubah tajam.
"Dia tidak akan menyerahkan Naya dengan mudah."
"Lalu apa yang akan kita lakukan?"
Arga menutup berkas itu perlahan.
"Kebenaran."
Senyumnya semakin dalam.
"Kadang-kadang, kebenaran jauh lebih berbahaya daripada kebohongan."
Di luar jendela, langit mulai menggelap.
Sementara itu, baik Naya maupun Adrian sama sekali belum menyadari bahwa rahasia besar tentang masa lalu keluarga Naya perlahan mulai terungkap.
Dan ketika rahasia itu terbuka...
Hubungan mereka akan menghadapi ujian terbesar yang belum pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Bersambung...