NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15 : Bara Sangat Menakutkan

Kini tatapan Bara benar-benar terangkat menatap Rosline lurus. “Aku bertanya.” suaranya rendah dan datar. “Hubunganmu dengan Edwin sebenarnya apa?”

Rosline langsung panik. “Ti-tidak ada hubungan apa-apa Tuan!”

Tatapan Bara tetap tajam. “Kalian baru kenal beberapa hari.” lanjutnya pelan. “Tapi Edwin terlihat terlalu melindungimu.”

Rosline makin bingung harus menjawab apa. “Tu-Tuan Edwin hanya baik…”

Bara mendecak kecil sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. “Justru itu yang membuatku curiga.”

Rosline langsung melotot bingung. “Curiga?”

Bara lalu meletakkan tabletnya di atas meja pelan. “Sejak kau pergi bekerja tadi sore…” tatapannya menyipit sedikit. “Edwin mengirim pesan padaku.”

Rosline berkedip pelan. “Apa katanya?”

Bara menatap Rosline beberapa detik sebelum akhirnya menjawab datar. “Dia memintaku menjaga kau dengan baik.”

Wajah Rosline langsung berubah kaku.

“Dan jangan sampai perawat itu kabur lagi karena sikapmu yang keras.” lanjut Bara menirukan isi pesan Edwin dengan nada dingin.

Rosline langsung terdiam tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Entah kenapa, mendengar Edwin sampai mengatakan hal seperti itu justru membuat dadanya terasa aneh.

Sedangkan Bara masih memperhatikan setiap perubahan ekspresi Rosline tanpa berkedip.

“Edwin tidak pernah peduli sejauh itu pada orang lain.” ucapnya pelan. “Apalagi pada wanita.”

Rosline langsung salah tingkah. “Mungkin… mungkin karena saya menjaga Tuan Besar…”

“Mungkin saja.”

Namun jelas sekali Bara belum sepenuhnya percaya. Pria itu lalu melipat kedua tangannya sambil tetap menatap Rosline tajam.

“Atau sebenarnya…” nada suaranya berubah sedikit lebih rendah. “Kau memang punya hubungan khusus dengan adikku?”

“Ti-tidak ada!” jawab Rosline spontan terlalu cepat sampai hampir tersedak makanannya sendiri.

Bara langsung diam memperhatikan reaksi panik itu. Sedangkan Rosline buru-buru minum air karena malu sendiri.

“Sungguh saya baru mengenal Tuan Edwin…” ucapnya cepat.

Kini Bara terlihat sedikit lebih tenang mendengar jawaban itu. “Hm.”

Rosline langsung mengerucutkan bibir kecil kesal dalam hati. Kenapa aku malah seperti sedang diinterogasi pacar sendiri sih. Namun tentu saja ia tidak berani mengucapkannya keras-keras.

Sementara itu Bara kembali membuka tabletnya santai. “Tetap jaga jarak dengan Edwin.”

Rosline langsung melotot. “Kenapa?”

“Dia terlalu sibuk.” jawab Bara datar. “Dan terlalu dingin untuk wanita sepertimu.”

Rosline langsung bengong beberapa detik. Lalu perlahan pipinya mulai memanas sendiri tanpa alasan jelas.

Beberapa menit berlalu...

Kini Rosline sudah berada di dalam kamarnya. Langkahnya terhenti tepat di ambang pintu. Matanya langsung membulat.

“Ini… kamar siapa?”

Ia masuk perlahan, masih setengah tidak percaya. Ruangan itu jauh lebih luas dari yang ia bayangkan. Bukan seperti kamar perawat biasa yang sederhana dan sempit, tapi seperti kamar tamu... yang besar, rapi, elegan, dan hangat.

Rosline menatap sekeliling dengan bingung. Rak buku kecil di sudut, meja kerja yang tertata, tirai yang sudah dibuka rapi, bahkan aroma ruangan pun terasa berbeda lebih bersih dan nyaman.

Namun yang membuatnya benar-benar terdiam adalah satu hal. Barang-barangnya... tas lusuhnya, pakaian sederhana yang dulu ia simpan di lemari kos, hingga beberapa barang kecil miliknya semuanya sudah ada di sini. Tertata rapi di lemari dan meja.

Rosline menelan ludah. “Aku ini hanya perawat…” gumamnya pelan, suaranya hampir hilang di udara kamar. “Tapi kenapa Tuan Bara dan Tuan Edwin sebaik ini?”

Ia berjalan mendekati lemari, menyentuh salah satu lipatan bajunya, seperti ingin memastikan ini nyata.

“Apa karena mereka takut aku seperti perawat lain yang tiba-tiba mengundurkan diri karena sifat mereka yang dingin?”

Ia terdiam sesaat, lalu menggeleng kecil. “Aku tidak akan seperti mereka.”

Tapi kalimat itu tidak benar-benar membuatnya tenang. Rosline duduk di tepi ranjang, tangannya meremas ujung selimut halus itu.

“Karena aku masih memiliki tanggung jawab…” bisiknya pelan, suara mulai melemah. “Untuk ayah, ibu, dan juga Alda…”

Beban itu kembali menekan dadanya. Rosline menarik napas panjang, lalu perlahan membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk itu. Matanya menatap langit-langit kamar yang asing namun nyaman.

“Huft…” desahnya pelan. “Lelah sekali…”

Kelopak matanya mulai terasa berat, meski pikirannya masih penuh pertanyaan yang belum menemukan jawaban. Kini Rosline sudah tertidur pulas.

Tanpa terasa jam terus berputar. Seketika Rosline terbangun sekitar pukul tiga pagi. Tenggorokannya terasa kering.

“Aduh... aku haus lagi…” gumamnya pelan sambil bangkit dari tempat tidur.

Ia menatap sekeliling kamar yang masih asing namun nyaman itu. Lampu tidur redup masih menyala, membuat suasana ruangan terasa tenang. Rosline duduk sebentar, lalu mengingat sesuatu.

“Tadi… Tuan Bara bilang ada air di kamar.”

Namun setelah ia mencari di sekitar meja kecil dan nakas, tidak ada botol air yang ia temukan.

Rosline menghela napas kecil. “Mungkin harus ambil sendiri…”

Dengan ragu, ia bangkit dari tempat tidur. Kakinya menyentuh lantai dingin, membuatnya sedikit merinding. Ia merapikan rambutnya seadanya lalu keluar dari kamar dengan langkah pelan.

Koridor mansion terasa sunyi dan panjang. Hanya lampu dinding yang menyala redup, memantulkan bayangan-bayangan panjang di lantai marmer.

Rosline berjalan hati-hati, matanya sesekali menoleh ke kiri dan kanan. “Rumah ini terlalu besar…” gumamnya pelan. “Aku bisa tersesat kalau tidak hati-hati…”

Ia terus melangkah, mencoba mengingat arah dapur. Namun tanpa sadar, langkahnya berhenti di depan sebuah pintu besar yang sedikit terbuka...

Rosline mengerutkan kening. “Ini sepertinya… ruang kerja Tuan Bara?”

Ia ragu sejenak, ingin berbalik. Tapi saat hendak melangkah pergi, suara dari dalam ruangan membuatnya terpaku.

“Kalau mereka tidak ingin memberikan wilayah itu pada kita… habisi saja.”

Rosline membeku di tempat. Suara itu terdengar lagi, kali ini lebih mengancam.

“Kalau perlu… penggal saja kepala mereka.”

Jantung Rosline seperti berdarah dan terasa sesak. Tangannya yang memegang gagang pintu tidak sengaja bergeser, dan...

“Prank!"

Sebuah benda kecil jatuh dari tangannya dan mengenai lantai marmer, menghasilkan suara yang sangat jelas di tengah kesunyian malam.

Rosline tersentak.

Di dalam ruangan, suara Bara langsung berhenti. Beberapa detik kemudian, langkah kaki mendekat ke arah pintu. Pintu terbuka sedikit, tatapan tajam Bara langsung menangkap Rosline yang berdiri kaku di depan pintu.

Pria itu menatapnya dalam diam selama beberapa detik. Lalu suaranya terdengar dingin, tanpa emosi.

“Hei…” ia menyipitkan mata. “Sedang apa kau di sana?”

Rosline langsung tersentak, tubuhnya kaku seperti membeku di tempat.

“S-saya…” suaranya nyaris tidak keluar.

Matanya tidak bisa lepas dari tatapan Bara yang dingin. Di bawah cahaya lampu koridor, wajah pria itu terlihat lebih tegas dari biasanya, tidak ada sisa kelembutan seperti di ruang makan tadi.

Bara melangkah keluar sedikit dari ruang kerja, menutup pintu di belakangnya dengan perlahan.

“Jawab.” suaranya rendah, tapi jelas menekan.

Rosline menelan ludah. Tangannya gemetar kecil di samping tubuhnya.

“Saya… saya haus, Tuan…” ucapnya akhirnya terbata. “Saya ingin ke dapur, tapi saya tersesat.”

Bara menatapnya lama, seolah sedang menilai apakah itu jujur atau tidak. Lalu pandangannya turun ke lantai, ke arah benda kecil yang tadi terjatuh dari tangan Rosline.

Rosline juga ikut menunduk. Sebuah gelas kecil kaca yang sekarang sudah retak sedikit di ujungnya.

Wajahnya langsung pucat. “Saya… saya tidak sengaja menjatuhkannya.”

Bara menghela napas pelan, lalu mendekat satu langkah. Rosline refleks mundur sedikit, tapi ia tidak berani lari.

Tatapan Bara kembali naik ke wajahnya. “Kau mendengar sesuatu?” tanyanya datar.

Pertanyaan itu membuat jantung Rosline semakin kacau. “Ti-tidak…” jawabnya terlalu cepat.

Bara tidak langsung bereaksi. Justru diam, lama sekali. Suasana koridor terasa semakin menekan, hanya suara jam dinding jauh di dalam rumah yang terdengar samar.

Lalu akhirnya Bara berkata pelan. “Kalau kau mendengar sesuatu di rumah ini…” suaranya turun sedikit lebih rendah, “lupakan.”

Rosline berkedip bingung. “Tu-Tuan…”

Bara melangkah ke samping, mengambil gelas kecil yang jatuh itu, lalu menatapnya sekilas sebelum kembali berbicara. “Di rumah ini, ada hal yang tidak perlu kau pahami.”

Rosline menunduk, merasa dadanya sesak tanpa alasan yang jelas.

1
Arditya
wiihh, jadi ini yang namanya victor. tangkap bara jangan kasih ampun😄
It's me Sky: terimakasih ka🙏
total 1 replies
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!