NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:400.9k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Puisi cinta karya anak SMA

Afif menghentikan ocehannya saat menemukan Lova dengan mata terpejamnya. Tidak marah hanya sedikit gemas saja ingin mengetuk kembali tempurung kepalanya.

Kemudian ia dengan segala perangai dewasanya membisikan untaian do'a lalu meniupkannya tepat ke wajah Lova, membuat bulu mata lentik istri kecilnya berkedut dan bergerak kecil meski tak cukup mengganggu lelapnya.

Sejenak ia terdiam menatap guncangan kecil benda-benda bersama dengan kondisi jalanan diluar kaca. Langit bergerak, dengan sekelebat-sekelebat tiang lampu jalan.

Awalnya Afif sempat berniat mengambil ponsel dari saku celana, tapi kemudian ia meraba secarik kertas yang ada disana. Sempat mengira itu kertas struk belanja yang terselip tapi keyakinan itu terpatahkan ketika warna merah mudanya langsung ternotice, alis tebal itu mengernyit menandakan kebingungannya.

Lalu ia ingat sesuatu, ia sempat menyelipkan itu semalam. Mengumpulkan niat dan keberanian, rasa penasaran mengalahkan kekhawatirannya. Namun kali ini, ia siap dengan segala sikap Lova yang terpantau mulai berpihak padanya, dan kenyataan jika status dirinya lebih tinggi ketimbang nama Afnan. Namanya bahkan sudah ada di akta nikah.

Oke, hufft!

Afif melirik Lova sebentar, memastikan jika Lova...ia terkekeh mendapati bibir yang sedikit terbuka dengan hembusan nafas damai.

To : Afnan ❤️

Assalamualaikum wahai akhi. Cieee udah bener belum sih?

Afif sempat mendengus sumbang membacanya, ciri khas Lova yang tak pernah hilang. Terlebih saat di bawah kalimat itu ada sederet kalimat bertanya kabar, macam menanyakan kabar anak TK.

Gimana kabarnya hari ini? Udah Alhamdulillah luar biasa, Allahuakbar belum? Hehe.

Tapi kemudian ada rasa berdebar yang berubah jadi cenat cenut mencubit saat ia temukan kalimat puitis ala Lova selanjutnya.

Nan, tidak pernah bosan aku bilang untuk kesekian kali. Meskipun aku ngga tau udah kali ke berapanya kamu nolak aku, nolak kehadiranku...

Mata Afif bergerak seiring dengan bacaannya, ahh ia paham...dari sini ia tau jika Lova mengejar Afnan dan sudah kesekian kalinya adiknya itu menolak meski Lova pejuang cinta sejati sepertinya karena tak menyerah. Pantas, semuanya menjadi begitu masuk akal saat ayah Agas menceritakan Lova patah hati, saat ia temukan Lova dengan segala rasa sedih dan frustasinya.

Give me a change, hanya menyentuh purnama meski kutau aku tak seindah malam. Aku ingin menemani kamu mengitari setiap sudut langit malam yang ada di orbitmu. Mungkin sehari, dua hari, atau seribu malam lamanya.

Ia melirik Lova lagi ke sekian kalinya, sosok istri kecilnya yang pecicilan dan kadang sedikit polos itu bisa menciptakan kalimat puitis begini? Menarik.

Mengobrol sesuatu tentang hal mengasyikan, memberi kesempatan hati untuk menilai. Give me a change, menyelami dalamnya hati yang lebih dalam dari lautan, karena sejatinya aku sudah tenggelam dalam dan sulit meraih daratan.

Dealova Almaheera ❤️

Afif menutup kertas merah muda itu. Bukan bentuk penawaran hubungan melainkan seperti Lova sedang mengungkapkan isi hatinya dalam bentuk frasa sejuta makna. Namun intinya, Afif menarik kesimpulan jika Lova sedang meminta kesempatan untuk mengenal lebih dekat. Sopan, terlampau sopan....Lova memang pribadi yang santun dan lembut yang ia kenal.Terang saja, ia dibesarkan dari kasih sayang yang penuh oleh ayah bundanya.

"Apa perasaan itu masih ada, Va? Apa kamu justru menjadikan mas pelarian karena Afnan sulit kamu raih?" kini ia memasukan kembali kertas itu ke dalam saku celananya lagi.

Ia tersenyum miring meratapi nasibnya sendiri, terlalu percaya diri jika Lova sudah sesuka itu padanya. Harusnya ia sadar diri bagaimana perlakuannya pada Lova sebelumnya. Benar, bahkan Lova sudah sangat excited untuk berpamitan padanya, kan?

Ia memijit pangkal hidungnya. Perasaannya memang rumit, di masa yang sudah bukan lagi tunas muda memang terlampau sensitif dan cukup rumit.

Kembali ia melirik Lova, "mas harap kamu cukup dewasa untuk berpikir, kalau sekarang kamu adalah istri seorang Afif bukan Afnan, Va...."

Namun rupanya Lova menggeliat dari tidurnya, terusik dengan guncangan dan posisi tidur. Matanya sedikit memerah ia menatap mendongak pada Afif, "baru sampe mana mas?"

"Baru tol Cipali." Afif bergerak sebentar setelah Lova melepas tangannya yang sejak tadi melingkar menghasilkan hangat dan lepek di kemeja berbahan flanel Afif.

Sebotol air mineral yang telah terbuka seal dan tutupnya itu terbuka tepat di depan mata Lova, "minum dulu."

"Makasih." jawabnya menerima itu, disusul oleh Afif yang minum bekas Lova, always....begitu sekarang kebiasaannya.

"Mau buka cemilan? Jadwal makan siang masih lama."

Lova menggeleng sejenak, "mas ngga tidur?"

Afif menggeleng, "abis baca puisi cinta karya anak SMA."

Alis Lova keriting, berusaha paham tapi nihil...ia tak mengerti apa yang diucapkan sang suami, "karya siapa?"

"Dealova Almaheera...." jawabnya tenang kini ia memejamkan matanya nyaman, "kapan ya, mas bisa digombali juga kaya gitu?"

Semakin saja Lova mengerutkan dahinya, "puisi? Aku? Kapan aku bikin puisi? Mas lihat dimana?"

Tanpa perasaan yang diiringi emosi, Afif mengeluarkan lembaran merah muda yang tadi sempat ia baca lalu menyerahkannya pada Lova.

Wajahnya tampak clueless, entah ia yang memang tak ingat atau memang masih mengumpulkan nyawa, Lova meraihnya penuh rasa penasaran, ingat-ingat lupa ia menatap wajah tenang Afif.

Dan daggg! Nyawanya bagai ditarik paksa untuk langsung masuk ke dalam raga, ketika kata teratas langsung menyapa pandangan. Ia ingat itu, secarik surat yang gagal ia berikan untuk Afnan sebab menurutnya membutuhkan revisi dan terakhir, Afnan justru menolaknya dengan cara yang paling sadis.

Lova mendadak membeku, seketika membran otaknya menarik semua ingatan pada kejadian lalu, dimana Afif bertanya padanya baik-baik tapi jawabannya-----berbohong.

"Mas," lirihnya.

"Kamu ngga mengenal Uqi, saya percaya."

Alisnya membentuk lengkungan menatap gamang ke arah wajah yang diam-diam menghanyutkan.

Kertas di tangannya bergetar, mungkin ini bukan kali pertamanya Lova berbohong, tapi itu adalah kebohongan pertama di hubungan pernikahan mereka, dan Lova yang menciptakannya.

"Kejujuran Va. Saya belum berhasil membuat kamu paham tentang kejujuran...." kembali ucapan Afif itu membuat Lova merasakan kembali sayatan sayatan kecil di hatinya, "maafin Lova, mas. Lova ngga ada maksud---"

Afif membuka matanya, menatap Lova dengan mata kelamnya, yang berhasil membuat Lova bungkam menunduk, "punya maksud atau tidak, tapi kamu memilih untuk berbohong sama saya, Va." Ucapannya tidak mendikte, membentak apalagi jutek seperti saat ia mengajari Lova mengaji, tapi justru itu yang membuat Lova dilanda perasaan bersalah.

Matanya berkaca-kaca, membayangkan betapa kecewanya Afif, bayangan bagaimana nasib liburan 4 hari mereka ke depan di Jogja yang sudah dirangkai indah apakah akan hancur? Apakah Afif akan marah-marah dan menyetop bus sekarang juga? Menurunkannya di tengah jalan?

"Maafin Lova. Iya dulu Lova suka sama Afnan..." akhirnya Lova mengakui, sambil mere mas kertas di tangannya, "tapi itu dulu. Sebelum nikah sama mas Afif. Toh Afnan berkali-kali nolak Lova, bilang kalau Lova bahkan ngga pernah dia lirik, dia nolak karena ngga mau pacaran, dia bilang Lova juga ngga pernah ada di kriteria dia, untuk sekedar berteman pun Afnan ngga mau. Lova nyerah...Lova ikhlas, memang mungkin belum jodoh....cuma cinta monyet."

Dan Lova kembali angkat bicara, "sempat ada harapan kalau niatan ta'aruf ini mungkin bisa menjadi obat hati yang tepat. Tapi Lova ngga tau kalau ternyata orang itu mas, yang juga tanpa Lova tau mas itu kakaknya Afnan. Jadi mas jangan mikir kalau mas Afif itu, pelarian. Sama sekali engga ada maksud itu. Mas jangan marah..."

.

.

.

.

1
Ney Maniez
aduhhh lovaa sbnrnya GK ditolak 😂
tapiii itu dah terlambat 😂😂
Elshanum
Selalu suka 🥰
Rusmirus
baru baca, awal cerita yang menarik, dari penulisan dan bahasa yang digunakan juga jadi kaya langsung masuk kedalam cerita.. okelahh kita lanjutkan baca nyaa, semoga seru yahhh kak baru lagi baca noveltoon cerita baru, biasanya selalu ngulang ngulang novel yang udah lama...
Astrid Kucrit
tapi lova kan sekarang cinta ayang afif kan ya va yaa
Aca
up lagi plisss tehh🤣😭
MPit Mpit MPit
hahahaha hahaha pakaian udah ukhti kalo ngomong masihhh bahlul..😂😂😂😂 akuh suka akuh suka
Christine
serius vy....ada hidayah...🤭🤭🤭🤭
Bunda Idza
akhirnya kebenaran muncul juga kepermu6ya Va..... ternyata perasaanmu bukan tidak terbalas, tapi tidak terbaik menurut pemilik hatimu, kini Allah SWT telah tetapkan yang terbaik untukmu Va.... genggam yang kuat meniti jalan ridho-Nya agar kelak tetap bersama hingga di kehidupan abadi/Jannah -Nya
Rosyani Rini
helehhhhh.... ketahuan 🤣🤣🤣
Diaz Nayla Az Zahra
nah....lho.....ngaruh gak va denger pengakuan Afnan....gak lah ya....secara mas Afif jauh lebih2 dari Afnan...Afnan mah masalalu,masa sekarang dan masa depan hanya mas Afif seorang 🥰
Bulan-⁶
tapi cara kamu buat nolak lova terlalu sadis nan tapi sukses sih buat lova jadi sakit hati
Ernaaaaa
awassss Kade ipar adalah maut xixixii
Tiffany_Afnan
besti gesrek 🤣
dyah EkaPratiwi
cobaan apalagi ini
ieda1195
pertama begitu va, entar lama lama kmu juga terbiasa, klo kmu udah terbiasa, ntar kki gk pake berasa malu, berasa ada yg kurang, dan gk pede,
ieda1195
wkwkwkwk, jawaban yg baik,
masih mending dibilang kunti, gk dibilang wewe gombel
ieda1195
berpenampilan muslimah bukan berarti katro sih va, sekarang banyak contoh outfit muslimah yg keren keren kok
Iccha Risa
aelaah teuing bulet, emang tahu... gpp juga gendut namanya juga kelebihan cinta mas Afif yee🤭
Daisy❤️HilVi
ngucur itu bukan netes lg🤭
Trituwani
nggak denger...
nggak denger....
anggep angin kentutt va....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!