Mita tidak pernah menyangka, satu ajakan sederhana dari suaminya akan mengubah segalanya.
Reuni sekolah yang seharusnya menjadi malam biasa justru membuka luka yang tak pernah ia sadari sebelumnya. Di tengah keramaian, Mita berdiri di samping Rio--namun terasa seperti tidak pernah ada. Terlebih saat Rio kembali bertemu dengan cinta pertamanya... dan memilih tenggelam dalam masa lalu.
Ditinggalkan tanpa penjelasan, Mita justru dipertemukan dengan Adrian-teman lama sekaligus rekan kerja Rio. Sosok yang dulu hanya sekadar kenangan, kini hadir sebagai satu-satunya orang yang benar-benar melihatnya.
Dan Reuni itu mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rachmaraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
“Ayo ikut aku ke reuni.”
Kalimat itu terdengar sederhana. Terlalu sederhana bahkan, untuk sesuatu yang akhirnya mengubah banyak hal dalam hidup Mita.
Perempuan itu mengangkat wajahnya dari layar ponsel, menatap Rio yang berdiri di depan lemari sambil merapikan kemeja.
"Reuni?” ulangnya pelan. “Reuni sekolah kamu?”
Rio mengangguk tanpa menoleh. “Iya. Sekalian refreshing. Kamu juga butuh keluar rumah.”
Mita diam sejenak. Ia sebenarnya bukan tipe yang suka datang ke acara seperti itu--bertemu orang-orang yang bahkan tidak ia kenal. Tapi melihat nada santai Rio, seolah kehadirannya tidak terlalu penting, justru membuatnya ingin ikut.
“Iya deh,” jawabnya akhirnya. “Aku ikut.”
Rio hanya menjawab dengan gumaman singkat. Tidak ada senyum. Tidak ada antusias.
Dan sejak saat itu, entah kenapa, hati Mita mulai terasa sedikit tidak nyaman.
◉‿◉
Gedung itu ramai. Tawa, musik, dan suara orang-orang yang saling menyapa memenuhi ruangan. Semua terlihat begitu hangat, kecuali bagi Mita.
Ia berdiri di samping Rio, mencoba tersenyum setiap kali dikenalkan, meski nama-nama itu langsung hilang dari ingatannya beberapa detik kemudian.
“Rio!”
Sebuah suara perempuan tiba-tiba terdengar lebih nyaring dari yang lain.
Mita menoleh.
Seorang wanita berdiri tidak jauh dari mereka. Cantik. Percaya diri. Senyumnya lebar, matanya langsung tertuju pada Rio--seolah tidak ada orang lain di ruangan itu. Dan yang membuat dada Mita terasa aneh adalah… cara Rio membalas tatapan itu.
“Lama banget nggak ketemu,” kata wanita itu, mendekat.
Rio tersenyum. Senyum yang jarang Mita lihat akhir-akhir ini.
“Iya… kamu nggak berubah.”
Percakapan mereka mengalir begitu saja. Mudah. Hangat. Seolah mereka tidak pernah terpisah waktu.
Mita masih berdiri di sana.
Di samping Rio.
Namun anehnya, ia merasa seperti tidak ada.
Rio bahkan tidak mengenalkannya.
Tidak memperkenalkannya sebagai istrinya.
Tidak menggenggam tangannya seperti biasanya.
Tidak… melakukan apa pun.
Untuk pertama kalinya, Mita merasa menjadi orang asing di sisi suaminya sendiri.
◉‿◉
“Aku ke sana dulu ya,” ujar Rio tiba-tiba, tanpa benar-benar menatap Mita.
Dan begitu saja, ia pergi.
Bersama wanita itu.
Mita hanya bisa menatap punggungnya menjauh, langkahnya terasa ringan, berbeda dengan yang ia kenal selama ini.
Hatinya mencelos.
Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri. “Nggak apa-apa,” gumamnya pelan, lebih seperti meyakinkan diri sendiri. “Cuma reuni…”
“Ternyata kamu di sini.”
Suara lain membuatnya menoleh.
Seorang pria berdiri di belakangnya, mengenakan setelan rapi, dengan ekspresi sedikit terkejut namun hangat.
“Mita… kan?”
Mita mengernyit, mencoba mengingat. Wajah itu terasa familiar.
“Iya… maaf, kamu—”
“Adrian.”
Nama itu seperti membuka sesuatu di ingatannya.
"Adrian Azzam, dulu aku pernah dekat sama teman kamu Titi. Inget kan?" lanjut pria itu sambil tersenyum kecil. “Sekaligus… rekan kerja suami kamu sekarang.”
Mata Mita sedikit melebar. Ia akhirnya ingat pria yang ada di depannya dulu adalah pria yang pernah dekat dengan teman sekolahnya semasa SMA. Waktu itu Adrian sudah kuliah. Ternyata Adrian juga satu kampus dengan suaminya.
“Oh… Adrian…”
Ia akhirnya tersenyum, kali ini lebih tulus dibanding sebelumnya.
Di tengah keramaian yang membuatnya merasa sendirian, kehadiran Adrian justru terasa… menenangkan.
Berbeda dengan Rio yang menjauh tanpa menoleh, Adrian berdiri di depannya benar-benar melihatnya.
Dan tanpa mereka sadari, malam itu bukan hanya tentang reuni.
Tapi tentang pertemuan.
Tentang jarak yang mulai tercipta.
Dan tentang seseorang yang datang… tepat di saat yang paling tidak terduga.
Setelah Reuni, sesampainya di rumah, semuanya berubah. Dunia Mita hancur lebur bersamaan dengan datangnya cinta pertama sang suami yang kembali hadir.