NovelToon NovelToon
Jiwa Ditubuh Maya

Jiwa Ditubuh Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Teen Angst
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Suatu hari sikap Maya mendadak berubah seratus delapan puluh derajat. Dia yang tadinya gadis pendiam dan lemah, kini memiliki tatapan tajam mematikan. Semua itu terjadi setelah pingsan yang dia alami. Semua orang terkejut dengan perubahan Maya. Julukan psiko mulai tersemat pada dirinya.

Abang tirinya yang mesum dan geng yang sering membully Maya di sekolah sekarang hanya bisa tercengang. Jika dahulu Maya hanya pasrah hingga bahkan tak berani menatap, maka kini dia malah berkata, "Aku akan sobek mulutmu jika berani menyentuhku!"

Apa yang terjadi pada Maya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 - Diminta Kembali

Suasana rumah Sambudi langsung menegang setelah Bobby berteriak panik. Bahkan lampu neon tua di atas kepala seperti ikut terasa makin redup.

Sambudi berdiri cepat sambil menggenggam pistol rakitannya. Tatapannya tajam mengarah ke luar jendela kecil rumah.

“MAYA ADA BANYAK MOBIL!” ulang Bobby dengan napas ngos-ngosan.

Maya sendiri masih tenang. Dia bahkan terlihat malas. “Terus kenapa?”

“TERUS KENAPA KATANYA?!” Bobby hampir jambak rambut sendiri. “Tempat beginian didatengin mobil hitam rame-rame tuh nggak pernah bawa kabar baik!”

Sambudi mengintip keluar lewat celah tirai sebentar. Lalu wajah tegangnya perlahan mengendur. “Oh…”

"Gimana nih?” Bobby masih panik.

Sambudi malah memasukkan kembali pistolnya ke bawah meja. “Tenang...”

“TENANG GIMANA?!”

“Itu orang gue.”

Hening menyelimuti suasana. Bobby langsung bengong. “Hah?”

Maya menyandarkan tubuh santai ke meja sambil melirik Bobby datar. “Makanya jangan teriak kayak ayam disembelih.”

“LAH GUE KIRA KITA MAU DIBUNUH!” balas Bobby.

“Kalau mau dibunuh,” sahut Maya santai, “dari tadi kita udah ditembak.”

“Itu nggak bikin gue tenang!”

Sambudi terkekeh kecil sambil kembali duduk. “Mereka biasa ambil barang malam-malam.”

Bobby memegangi dada sendiri dramatis. “Jantung gue mau copot…”

Maya malah nyengir kecil. “Lemah lu!"

“Lu tuh nggak manusiawi tau nggak?!” sungut Bobby

Namun tepat saat Maya hendak membalas, gerakannya tiba-tiba terhenti. Tatapannya mengarah ke luar jendela. Salah satu pintu mobil hitam baru saja terbuka.

Seorang wanita keluar perlahan dari dalam mobil. Rambut hitam panjang. Tubuh tinggi ramping. Jas hitam elegan membungkus tubuhnya dengan rapi. Langkahnya tenang namun penuh tekanan tak terlihat. Wajah itu tak asing.

Deg.

Untuk pertama kalinya malam itu, ekspresi Maya benar-benar berubah.

“Yasmin..."

Sambudi langsung menoleh. “Hm?”

Namun Maya cepat-cepat memasang wajah datar lagi. Di luar rumah, wanita itu berjalan santai sambil menyalakan rokok. Tatapannya sangat dingin.

Yasmin, salah satu petinggi muda kelompok mafia Queendom. Dialah juga orang yang membunuh Priska.

Ingatan terakhir sebelum kematian langsung menyerang kepala Maya brutal. Darah dan tusukan sadis. Lalu senyum puas Yasmin saat Priska kehilangan nyawanya.

Jari Maya perlahan mengepal di dalam saku jaket. Amarah langsung naik begitu cepat sampai dadanya terasa panas. Naluri lamanya berteriak untuk keluar dan menghajar wanita itu sekarang juga.

Namun Maya menahannya. Tubuh ini masih lemah. Situasinya belum aman. Queendom bukan organisasi kecil yang bisa disentuh gegabah. Priska dulu mati karena tidak waspada dan terlalu mempercayai orang lain. Maya menarik napas pelan lalu memalingkan wajah dari jendela.

Bobby melirik bingung. “Siapa tuh?”

“Masalah lama.”

Nada suara Maya terlalu datar. Tapi justru itu membuat Sambudi sadar sesuatu. Mata Maya tadi penuh niat membunuh.

Sambudi akhirnya berdeham kecil. “Sebaiknya lo pergi sekarang!”

Maya mengangguk pelan. Dia memasukkan tangan ke saku memastikan botol kecil pemberian Sambudi masih ada.

“Gue balik lagi kalau perlu sesuatu.”

Sambudi tertawa kecil. “Biasanya kalau lo bilang gitu, kota langsung rusuh.”

“Berarti kota ini kurang hiburan.”

“Setan!"

Maya menyeringai tipis lalu berjalan keluar rumah. Begitu melewati halaman depan, dia sempat melirik sekilas ke arah Yasmin yang sedang berdiri dekat mobil. Wanita itu tampak sedang berbicara dengan anak buahnya. Tatapannya tajam dan penuh wibawa.

Namun entah kenapa Yasmin tiba-tiba menoleh. Mata mereka nyaris bertemu dari kejauhan.

Deg.

Untuk sepersekian detik, Maya merasa Yasmin seperti mengenali sesuatu. Tapi Maya langsung memalingkan wajah santai lalu berjalan menuju motor Bobby.

“Cepetan!" desak Maya.

Bobby masih tampak trauma. “Gue nggak mau lagi ke tempat beginian.”

“Besok juga paling ikut lagi.”

“NAH ITU DIA MASALAHNYA!”

Perjalanan pulang terasa lebih sunyi. Bobby sesekali melirik Maya lewat kaca spion motor bututnya.

“Lu kenapa diem aja?”

“Nggak kenapa-kenapa.”

“Boong!"

Maya mendecakkan lidah kecil. Jujur saja, pikirannya kacau sekarang. Yasmin muncul terlalu cepat. Itu artinya Queendom masih aktif bergerak di kota ini. Kalau Yasmin ada di sini, besar kemungkinan orang-orang lama Priska juga ada.

Permainan lama mulai terbuka lagi. Namun sekarang Maya punya kehidupan baru. Tubuh baru dan mimpi seseorang yang belum selesai. "Merepotkan,” gumamnya pelan.

“Hah?” Bobby tak dengar.

“Motor lu jelek.”

“ANJIR KOK MOTOR GUE YANG DISERANG?!”

Maya akhirnya terkekeh kecil. Sekitar empat puluh menit kemudian, mereka tiba kembali di Rusun Melati.

Tapi begitu naik ke lantai kamar Bobby, langkah Maya langsung melambat. Di depan pintu kamar ada dua orang berdiri menunggu. Jamie dan Norma.

Mata Maya langsung menyipit dingin. Jamie tampak tidak nyaman berdiri sambil memasukkan tangan ke saku hoodie-nya. Sementara Norma terlihat jauh lebih rapi dibanding biasanya. Wanita itu menggenggam tas kecil sambil menatap Maya hati-hati.

Bobby langsung berbisik pelan, “Waduh…”

Dia cukup pintar untuk tahu suasana bakal buruk.

“Gue ke bawah dulu ya…” katanya cepat sambil mundur perlahan.

“Dasar!” komentar Maya datar.

Bobby langsung kabur turun tangga. Suasana lorong rusun mendadak sunyi.

Maya menyilangkan tangan sambil menatap Jamie dan Norma bergantian. “Mau apa?”

Nada suaranya jelas tidak ramah. Norma tampak menarik napas pelan sebelum bicara. “Maya…”

“Cepetan!” desak Maya ketus.

Jamie langsung tampak kesal sedikit. “Cara ngomong lo sekarang kenapa sih?”

Maya melirik dingin. “Mau gue tampar?”

Jamie langsung diam.

Norma buru-buru menyela. “Kami ke sini baik-baik.”

Maya tertawa kecil hambar. “Lucu banget.”

Wanita itu tampak makin canggung. “Kami cuma mau ngobrol.”

“Nggak minat!”

Maya baru mau membuka pintu kamar saat suara Norma kembali terdengar pelan.

"Kami mau minta maaf..." ungkap Norma.

Tangan Maya berhenti di gagang pintu. Hening beberapa detik. Lalu Maya menoleh perlahan.

“Udah langsung aja. Apa mau kalian?”

Norma menunduk sedikit. Untuk pertama kalinya sejak Maya mengenalnya, wanita itu terlihat gugup. “Minta maaf,” ulangnya lirih. “Atas semua yang terjadi.”

Jamie tampak tidak nyaman mendengar itu. Namun dia tetap diam. Maya memperhatikan mereka cukup lama. Lalu dia tertawa kecil. Tawa pendek yang justru terdengar dingin.

“Wah…” ujarnya santai. “Matahari terbit dari barat ya?”

“Maya…” Jamie mulai kesal.

“Kalian habis mabuk atau apa?”

Norma menggenggam tasnya makin erat. “Kami serius!”

Maya menatap lurus ke mata wanita itu. Ingatan Maya asli langsung bermunculan lagi. Bentakan, hinaan, kelaparan, dan tangisan di malam hari. Jamie memukul. Norma pura-pura tidak lihat.

Sekarang mereka datang minta maaf? Lucu sekali.

Norma melanjutkan pelan, “Kami sadar selama ini terlalu keras sama kamu.”

“Telat!”

“Maya…”

“Dan sekarang kalian mau apa? Udah deh, nggak usah banyak bacot!” potong Maya dingin.

Hening seketika. Norma akhirnya berkata pelan, "Kami mau kau kembali pulang ke rumah.”

Deg.

Lorong rusun langsung terasa lebih sunyi.

Jamie ikut bicara pelan meski jelas berat baginya. “Rumah sepi sejak lo pergi.”

Maya menatap mereka tanpa ekspresi. Namun di dalam dirinya, Priska justru makin waspada. Karena di dunianya dulu, orang jahat yang tiba-tiba baik biasanya punya alasan.

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq benci dan trauma dengan nama norma. blh dng aq maki2 si norma ini.
Ass Yfa
woo yg dikasih obat pak Darto kiraib kasih ke Jamie
Rommy Wasini Khumaidi
pasti obatnya dikasih pak Darto,kirain mau dikasih ke Jamie tuh obat
Ass Yfa
Weh ..Rangga muncul gaesss....Polisi ganteng
W I 2 K
cicak masuk perangkap.. 🤣🤣🤣, g usah kasih ampun pedofil Darto
Auraliv
lanjutttt
Rommy Wasini Khumaidi
bukanya barang² Maya sudah dibakar habis thor,waktu Maya mau laporin Jamie ke polisi?
Desau: itu barang yg tersisa kak
total 1 replies
istianah istianah
selesaikan dulu masalah maya kak, author,. baru masalah friska di atur sebaik mungkin, 😍😍 semngattt kak
Rommy Wasini Khumaidi
waduh siapa lagi ini,main kroyokan
mery harwati
Priska bikin ramuan obat bwt siapa itu? Jomie kah? Angel kah? Atw Darto? 🤔
Atw ramuan bwt orang lain?
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq salfoo. disini pria muda, dibawah pria tua
Desau: maaf kak, harusnya pria muda. awalnya aku terlanjur nulis pria tua, tapi ngeditnya tergesa gesa jd gk ke edit semua. karna tiba2 dapat ide terkait tokoh sambudi ini 😅
total 1 replies
mery harwati
Rangga aq kasih kopi ya sebelum kau bantu selidiki kasus Maya 💪
mery harwati
Rangga The Hot Police Man muncul euy 🤣💪 Dita mana Rangga? Udah punya anak belum kau sama Dita?
Tiara Bella
wah Rangga polisi yg itu bukan ya...🤭
mery harwati
Lemah Priska !! Sudah disiram air pel, sudah ditampar, sudah dikunci di toilet sekolah & Priska sudah tau bahwa Maya asli tersiksa & diperkosa, tapi lembek aja penyelesaian akhirnya 😃
Mau nunggu diperkosa sama Jomie lagikah baru bertindak Priska?
Atw nunggu dibully rame² baru dibales Priska?
Enak banget tuh yang nge bully & merkosa dikasih waktu pengampunan terus sama Priska
🤨
Nadira ST
kebanyakan bacot,langsung hajar lah bikin darting saja
Tiara Bella
pd jahat bngt ya geng violet ini....
Rommy Wasini Khumaidi
ayok Maya segera beraksi...semangat May💪💪
Tiara Bella
oh no....ada guru yg begono ...
mery harwati
Sekolah favorit atw sekolah anak² pengusaha atw sekolah internasional atw sekolah biasa² yang untuk kalangan pada umumnya ya ini sekolah Maya?
Karena gak disinggung sama sekali keamanan sekolah baik penjaga sekolah, CCTV atw harus divideokan oleh orang lain baru viral semua kelakuan minus anggota sekolah disitu? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!