Laura, seorang gadis kota yang mandiri, menemukan belahan jiwanya pada Arka ketika mereka bekerja di tempat yang sama. Cinta mereka yang kuat membawa keduanya ke jenjang pernikahan. Namun, kebahagiaan itu mulai terkikis saat Laura setuju untuk ikut Arka pindah dan tinggal di kampung halamannya.Sejak hari pertama, kehidupan Laura berubah menjadi penuh air mata. Ibu mertuanya, Rohaya, tidak pernah menyukainya. Rohaya selalu mencari-cari kesalahan Laura, mulai dari cara memasak, mengurus rumah, hingga hal-hal kecil lainnya. Laura tidak pernah tahu alasan di balik kebencian mendalam ibu mertuanya tersebut. Di sisi lain, Arka adalah suami yang setia. Arka selalu pasang badan dan mati-matian membela Laura setiap kali Rohaya menyudutkan istrinya.Di balik sifat ketat dan kejamnya, Rohaya menyimpan trauma dan dendam masa lalu yang kelam terhadap "orang kota". Saat Rohaya sedang hamil dulu, suaminya yang bernama Arman berselingkuh dengan seorang wanita kota bernama Sinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellin Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
apa yang harus disesali? sudah kejadian
......................
Sore hari telah tiba dan arka pun terburu buru pulang untuk memastikan keadaan istrinya, setelah sampai dirumah ia melihat istrinya terbaring ketiduran di lantai
"Laura?" ucap Arel sambil membangunkan Laura karna ia takut Laura kenapa² lalu Laura pun bangun dari tidurnya
"arka, kamu udah pulang" ucap Laura sambil mengucek matanya dan merapikan rambutnya
"kamu gapapa kan?" tanya Arka memastikan bahwa Laura baik-baik saja
Setelah itu arka Kun menggendong istrinya menuju kasur supaya istri nya bisa tidur nyenyak dikasur bukan dilantai yang dingin itu
Laura menceritakan hal yang terjadi dan arka tak bisa menahan amarahnya ia pun langsung ingin mendatangi ibu dan kakaknya tapi sebelum pergi ia dihalangi oleh Laura untuk tidak memarahi mereka karena menurut Laura itu bisa menimbulkan masalah baru
Arka tidak peduli dengan omongan Laura karna Arka hanya ingin Laura tenang dirumah ini dan arka pun bergegas mencari ibu dan kakaknya
"Bu, ibu ngapain lagi berbuat buruk ke Laura!" sementara rohaya yang tidak tau apa-apa saat itu bingung mau jawab apa karena pagi saat kejadian tadi rohaya keluar untuk arisan
"maksud kamu apa sih arka! Dateng² marah²!" jawab rohaya
"ibu kan yang ngunciin Laura dikamar!?"
Ucapan arka bikin rohaya terkejut karena rohaya tidak melakukan itu
"ngunciin gimana ibu aja baru pulang dari arisan sejak pagi tadi kamu jangan asal nuduh!"
"oh kalo bukan ibu berati ini perbuatan kak bela" ucap arka yang bergegas mencari bela
Setelah menemui bela yang sedang berada di atas, arka langsung melabraknya
"kak bela ya yang mengunci Laura dikamar! Ibu ga ngaku jadi pasti kak bela pelakunya, aku tu udah muak banget kak ada aja drama dirumah ini kenapa sih ga biarin Laura tenang! Ucap arka dengan panjang lebar
"oh jadi istri kamu lapor ya" jawab bela dengan penuh kelicikan sambil tersenyum kecil
"mau kak bela apa sih? kenapa selalu ngusik kehidupan aku dan Laura? Mending kakak urusin suami kakak yang ga pernah pulang kerumah"
Sontak ucapan arka membuat bela hanya bisa mengepalkan tangannya memendam kemarahan dan tak menyangka arka bisa mengungkit hal itu
Arka bergegas pergi ke kamarnya dan sebelum itu ia mengancam bela bahwa sekali lagi bela melakukan hal itu ke Laura, arka akan pergi dari rumah itu
Arka pun menenangkan Laura karna Laura tak diterima kerja di cov entertainment
Dihari yang sama saat itu cia sedang berada di sekitar rumah arka tanpa disadari ternyata diikuti oleh mamanya dari belakang dan Cia kaget saat mamanya mengetuk pintu mobilnya
Sinta pun masuk kedalam mobil cia
"ma kenapa ngikutin aku si" tanya cia yang kesal diikuti oleh mamanya
"kamu ngapain jadi penguntit gini?"
Sinta yang terkejut ternyata cia diam-diam mengikuti arka
Cia pun menceritakan semuanya bahwa ia menyukai arka tapi tiba-tiba Sinta melihat Arman yang sedang berjalan menuju rumahnya
"Arman!" gumam Sinta sambil membuka pintu mobil dan keluar mengikuti Arman
Arman pun tau bahwa ia sedang diikuti saat Arman melihat kearah belakang ia pun kaget ternyata yang mengikutinya adalah Sinta
"heh ngapain kamu disini" bisik Arman ke Sinta agar tak ada yang mendengarnya
"aku butuh ngomong sama kamu!" ucap Sinta lalu menarik Arman masuk kedalam mobil cia
setelah Arman memasuki mobil ia terkejut ternyata ada anak mereka juga disitu
"ini anak kamu, cia namanya jadi kapan kamu pulang kerumah lagi" ucap Sinta dengan mata berkaca-kaca
"aku kan udah bilang kita ga bisa berhubungan lagi dan kamu tau aku udah baikan sama istri aku" jawab Arman dengan tegas
"lalu gimana dengan anak kita" tanya Sinta
"iya kalo aku bisa pasti aku Dateng ke kota untuk melihat anak kita tapi keadaan aku sekarang masih rumit Sinta tolong ngertiin aku!"
"lagian kamu tau alamat rumahku darimana" lanjut Arman
"jadi rumah itu rumah anda?" sahut cia
Arman gugup menjawab pertanyaan itu karna takut suatu saat Sinta bakal nekat untuk menemui istri arman kerumahnya
"JAWAB!" sontak cia yang membuat kaget Arman
"iya betul itu rumah ayah dan ayah minta tolong jangan..."
Cia pun langsung memotong percakapan Arman
"JANGAN SEBUT DIRI ANDA AYAH! Mana ada ayah yang ngelupain anaknya gitu aja! tidak pernah ngasih kabar!" sontak cia dengan mengeluarkan semua emosinya
"m..maaf ayah salah" ucap Arman dengan penuh penyesalan
"jadi anda siapanya arka?"
ucapan cia itu seketika membuat Arman terkejut karna ternyata cia mengenali arka
"kamu kenal arka?" tanya arka
"UDAH JAWAB AJA PERTANYAAN SAYA!"
"arka anak saya, kakak tiri kamu" jawab Arman dengan gugup
Cia tak menyangka bahwa orang yang disukai nya adalah kakak tirinya, cia pun syok tidak tau harus bilang apa sementara Arman memohon pada Sinta dan cia untuk merahasiakan ini semua
tapi cia tidak mau untuk merahasiakan hal sebesar itu dari siapapun karna arka berhak tau apa yang terjadi
"anda terlalu memikirkan mereka! Lalu kita bagaimana hah! Nggak, mereka harus tau!" ucap cia
Arman terus memohon pada cia agar cia tak membongkar ini lebih dulu
"jangan sekarang, saya janji akan bilang yang sebenarnya tapi bukan sekarang waktunya" ucap Arman
"kita akan nunggu sampai kamu siap, tapi kalo kelamaan kita yang akan membongkar itu!" sahut Sinta
Arman pun keluar dari mobilnya tanpa disadari ada tetangga yang melihat itu lalu ia bergegas untuk masuk kedalam rumahnya
Suasana rumah terasa sepi tak ada yang bicara karna seisi rumah sedang memikirkan masalahnya sendiri² dan disisi lain Laura merasa tak enak badan
Malam hari itu tiba, cuaca dingin, saat itu arka mengecek kepala Laura ternyata Laura demam dan ia pun panik segera mengompres kepala Laura dan memberi obat
"sayang, cepet sembuh ya tolong jangan pikirin apapun dulu" ucap arka
Langkah kaki pun terdengar dari luar ternyata Arman yang ingin melihat keadaan Laura
"ayah boleh masuk?" ucap Arman yang sedang berada disamping pintu kamar arka
"masuk aja ayah" jawab arka
Arman merasa kasihan dengan Laura yang jadi korban dendam rohaya sampai Laura sakit, Arman tak bisa berbuat apa-apa selain membela Laura
"besok kamu libur aja temani Laura dirumah" pinta Arman ke arka
"iya" jawab arka
"yasudah ayah ke kamar dulu" ucap Arman sambil melangkahkan kaki menuju kamarnya untuk beristirahat
Malam hari begitu cepat tak terasa sudah pagi, arka pergi kedapur untuk membuat bubur tapi hal itu masih saja salah Dimata ibunya
"kok kamu yang bikin sarapan? Istri kamu kemana?" tanya rohaya dengan jutek
"Laura sakit Bu jadi aku bikinin bubur" jawab arka
"ibu dulu sakit masih bisa tuh masak, istri kamu aja yang manja" jawab rohaya
"Bu tolong ya tolong banget bedain perempuan selingkuhan ayah dengan Laura, yang salah perempuan itu Bu bukan Laura!" jawab arka lalu pergi menuju kamarnya
Arka membawa kan bubur untuk Laura agar Laura cepat pulih
"kamu gapapa libur lagi gegara aku?" tanya Laura
Bersambung....
...****************...