NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Masalah Pertumbuhan / Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. SkakMat

.

Nyonya Ratna tertawa sinis. Ia melipat kedua tangannya di depan dada, mengangkat dagunya tinggi-tinggi, seolah dirinya adalah ratu di tempat itu.

"Bagus! Bagus sekali!" serunya, suaranya menggema di seluruh toko. "Karena kau begitu percaya diri, Riko, mari kita buat ini semakin menarik. Aku minta semua orang yang ada di sini untuk merekam, supaya kalian semua tahu bagaimana seorang pemuda miskin mencoba berlagak kaya. Ini akan menjadi tontonan yang sangat menghibur!"

Riko sama sekali tidak terpengaruh, hanya mengangkat kedua bahunya. Ia membiarkan Nyonya Ratna dan drama yang dibuatnya. Justru itu akan semakin memperlancar rencananya.

Di belakang mereka, bisik-bisik mulai terdengar.

"Itu Laras dan Aldo, kan? Pasangan aktor dan artis terkenal itu?" bisik seorang wanita pada temannya.

"Iya, benar! Tapi siapa pria itu? Aku tidak mengenalnya," jawab temannya, matanya tak lepas dari sosok Riko yang tenang dan berkarisma.

"Entahlah, tapi penampilannya keren gitu. Mana mungkin dia tidak bisa membayar? Lihat saja jam tangannya, pasti harganya selangit!" sahut yang lain.

"Sudahlah, kita rekam saja. Lumayan kan buat update story," sahut wanita itu, lalu mereka semua tertawa cekikikan sambil mengeluarkan ponsel mereka.

Suasana di toko perhiasan mewah itu semakin panas. Nyonya Ratna masih mendengus marah, sementara Ibu Maryam hanya bisa menatap cemas dari samping.

Laras, berusaha menutupi gejolak batinnya, melancarkan serangan verbal. "Riko, lebih baik kamu mundur sebelum dipermalukan" ejeknya dengan nada sinis, mengamati Riko dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Kalau dilihat dari penampilanmu sih, semua memang terlihat berkelas. Tapi, jangan-jangan itu semua barang KW? Kau sengaja memakai itu agar terlihat keren, padahal kantongmu kosong melompong."

Riko tersenyum miring, menanggapi ocehan Laras dengan santai. "Memangnya kenapa kalau aku memakai barang KW?" jawab Riko dengan nada meremehkan. "Apa itu mengganggumu? Yang penting, pakaian ini nyaman dan membuatku percaya diri. Lagipula, kualitas hidup seseorang tidak ditentukan oleh merek pakaian yang dikenakannya."

Riko kemudian membalas tatapan Laras dengan senyum sinis yang lebih lebar. "Lalu kamu sendiri?" lanjut Riko dengan suaranya yang terdengar mengejek, menarik perhatian beberapa pengunjung toko. "Berhubungan bertahun-tahun dengan orang yang katanya aktor terkenal dan kaya raya. Apa yang sudah kamu dapat dari dia? Apa sudah setidaknya dinikahi? Atau masih seperti sebelumnya, dijadikan tempat ganti oli gratisan?"

Kata-kata Riko, spontan memantik tanda tanya besar di benak seluruh pengunjung yang ada di toko itu. Mereka mempertanyakan hubungan antara Laras dan Aldo.

Laras terhenyak mendengar kata-kata Riko, hingga suara-suara sumbang di belakangnya seolah tak terdengar. Sesuatu menyentil hatinya yang paling dalam. Kata-kata Riko adalah kebenaran yang selama ini ia coba tepis. Ia memang sudah lama berhubungan dengan Aldo, tetapi pria itu selalu menunda jika diajak menikah. Mereka berdua menjalani hubungan tanpa komitmen.

Darah Aldo mendidih mendengar provokasi Riko. Ia mengepalkan tangannya, menahan diri untuk tidak memukul wajah Riko. Ia takut Laras termakan kata-kata Riko, takut wanita itu menyadari bahwa dirinya selama ini hanya dimanfaatkan.

"Jaga bicaramu, Riko!" bentak Aldo keras, mengancam.

Riko tertawa sinis mendengar ancaman Aldo. "Oh, yang aku katakan tadi salah ya?" tantang Riko, menaikkan sebelah alisnya.

Suasana semakin tegang. Beberapa pengunjung toko kembali berbisik-bisik, penasaran dengan drama yang sedang berlangsung.

Ibu Maryam menarik lengan Riko, memohon agar putranya berhenti. Ia takut keributan ini akan semakin memburuk.

Namun, Riko tidak menghiraukan ibunya. Ia sudah terlalu muak dengan Laras dan keluarganya. Memberikan sedikit pelajaran kepada mereka sepertinya asik juga.

Riko memanggil pramuniaga dan meminta satu set berlian yang tadi telah ditunjukkan pada ibunya.

“Apa ada barang bagus selain ini?” tanya Riko.

Pramuniaga pun dengan senang hati menunjukkan barang baru di toko mereka. Satu set perhiasan mewah, senilai ratusan juta rupiah.

“Baiklah, saya ambil dua-duanya," ucap Riko.

Bukan ingin menyombongkan diri, bukan pula berniat pamer, tapi terkadang orang sombong memang harus diberi shock therapy, pikir Riko dalam hati, tersenyum sinis.

Nyonya Ratna, melihat pilihan Riko, menyeringai sinis. Ia memanggil pramuniaga yang lain dan berkata dengan nada tinggi, "Saya ingin Anda membeli barang yang sama persis seperti yang dipilih oleh pria itu. Calon menantu saya pasti bisa membuktikan bahwa dia bisa membayar berlian itu!"

Pramuniaga itu mengangguk dan segera membawa satu set berlian yang sama persis dengan pilihan Riko. Nyonya Ratna menatap Aldo dengan tatapan menuntut.

Aldo, yang melihat apa yang dipilih oleh Nyonya Ratna, membulatkan matanya. Ia menelan ludahnya kasar. Harga satu set berlian itu pasti sangat mahal, dan ia tidak yakin kartu kreditnya cukup untuk membayar semuanya.

“Sial! Kenapa mamanya Laras harus ikut-ikutan segala?” gerutu Aldo dalam hati. "Aku bisa bangkrut kalau begini caranya!”

Namun, ia tidak bisa menolak permintaan Nyonya Ratna. Ia harus menjaga citranya sebagai pria kaya dan sukses di depan Laras dan keluarganya.

Aldo menarik napas dalam-dalam dan memasang senyum percaya diri di wajahnya. Ia berharap, sangat berharap, bahwa ia tidak akan dipermalukan di depan semua orang.

Di sisi lain, Riko hanya tersenyum tipis melihat kepanikan yang terpancar di wajah Aldo. Rencananya berjalan sesuai harapan. Nyonya Ratna dan Aldo akan terjebak dalam permainannya sendiri.

Nyonya yang Ratna terlalu fokus pada rencana mempermalukan Riko, tidak menyadari perubahan ekspresi di wajah Aldo yang semakin pucat. Dengan semangat, ia menarik tangan Laras.

"Ayo, sayang, coba pakai perhiasan ini," ujarnya dengan nada gembira. "Ini sangat cocok untukmu. Lihat, kamu terlihat semakin cantik dengan berlian ini."

Laras, sejenak melupakan Riko, tersenyum senang saat Nyonya Ratna memakaikan kalung berlian di lehernya. Kilauan berlian itu memantulkan cahaya, membuat wajah Laras semakin bersinar.

"Ini benar-benar bagus, sayang," ujar Laras sambil memandang dirinya di cermin. "Kamu akan membelinya untukku, kan?" Laras memang terbiasa mendapatkan hadiah berlian dari Aldo. Baginya, itu adalah simbol cinta dan kemewahan.

Setelah pramuniaga selesai membungkus barang pilihan Riko dan memasukkannya ke dalam paper bag mewah, ia menyerahkan paper bag itu pada Riko dengan senyum hormat.

"Silakan, Tuan. Totalnya adalah..." Pramuniaga menyebutkan angka yang fantastis, membuat beberapa pengunjung toko terkesiap.

Saat Riko hendak melakukan pembayaran, Nyonya Ratna meminta semua yang sedang merekam untuk mendekat.

"Ayo! Jangan sampai ada yang terlewat! Ini akan menjadi momen yang sangat bersejarah!" serunya dengan nada puas.

Namun, mereka semua, termasuk Nyonya Ratna, Laras, dan Aldo, langsung terbelalak ketika melihat Riko mengeluarkan kartu hitam dari dompetnya. Kartu hitam yang memancarkan aura kekayaan dan eksklusivitas.

Dengan tenang, Riko menyerahkan kartu itu pada kasir. Mesin EDC berbunyi "beep", dan kemudian muncul tulisan "APPROVED" di layarnya.

Riko berhasil melakukan pembayaran.

Nyonya Ratna, Laras, dan Aldo ternganga, tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka saksikan.

"Apa? Mana mungkin?" ucap Nyonya Ratna, wajahnya memerah karena malu dan marah. "Tidak mungkin dia bisa membayar! Pasti ada kesalahan!”

1
Patrick Khan
dan perhiasannya palsu🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
gak tahunya perhiasannya KW🤭
Aidil Kenzie Zie
Aldo mana Aldo
Yana Phung
sepertinya berlian pemberian aldo juga palsu
aduh.. kalo sampai terjadi apes berkali-kali si laras
ditambah emaknya model itu lagi
mungkin emaknya aja yg dijual 😅😅😅
ora
Yakin bisa di jual kan, Ras😁😁
ora
Kamu juga usaha dong, jangan nyuruh aja bisanya...
Tini Uje
jangan2 palsu lagi kan prhiasan nya 😅😅
Masha 235: ho oh...kalo palsu, kasian.....rugi berkalikali🤭
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎
Masha 235
andaikan hukum di negeri ini sperti cerita ini,,,,alangkah senangnya hati ini....
Cindy
lanjut
Piet Mayong
daripada hotel mending cari kontrakan donk Bu Ratna yg terhormat
🤭😁😁😁😄
Patrick Khan
guna nya aldo apa sih😅😅😅
Tini Uje
yg kata nya horang kaya pacar nya larass kmnaa atuhh..bantuin tuh ayang mbeb kamu aldo 😅😅
Ayudya
lanjut kak
juwita
si aldo kmn laras bknya pacar km🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
anda
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sorry, gak nerima barang bekas
Gadis misterius
Lnjutkan riko memang harus begitu .....jngn smpai lengah dan tertipu dngn laras lg cukup 1 x
Ayudya
seperti bom waktu yg kapan aja meledak itu lah amarah riko🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!