NovelToon NovelToon
Ketika Dukun Bertindak

Ketika Dukun Bertindak

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gledekzz

🍂🍂🍂🍂🍂

Napas gadis itu hangat menyentuh lehernya. Bulu mata Yura tampak basah, alisnya berkerut seolah tengah menahan sesuatu bahkan dalam keadaan tidak sadar.

"Tolong…" suara Yura terdengar lirih, matanya tetap terpejam. "Siapa pun… tolong aku…"

Langkah Alexa terhenti.

"Aku sudah membuat masalah besar… aku malu… seharusnya aku tidak melakukan itu…" gumam Yura terputus-putus. "Sampai Pak Bos mengira dia menyukaiku… padahal itu akibat ajimat… aku salah meletakkannya."

Tubuh Alexa menegang.

🍃🍃🍃🍃🍃

Next.... 👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gledekzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Ujung malam

...🍂🍂🍂🍂🍂🍂...

Di dalam mobil yang melaju tenang, hanya suara mesin dan gesekan ban dengan aspal yang terdengar.

Alexa menyandarkan punggungnya, menatap lurus ke depan tanpa benar-benar melihat apa pun. Bayangan tentang Yura melekat di benaknya, berulang-ulang, seperti potongan adegan yang menolak hilang.

Tiba-tiba—

Ting.

Suara dentingan halus terdengar dari sisi kursinya.

Alexa menoleh.

Sebuah ponsel bergetar pelan di jok kulit hitam, tepat di sampingnya. Layarnya menyala, menampilkan notifikasi pesan masuk.

Alis Alexa berkerut tipis.

Tanpa ragu, tangannya meraih benda tersebut. Baru saja layarnya ia angkat, pesan itu kembali muncul, kali ini terbaca jelas.

"Ku harap kau mendengarkan penjelasan kami dulu, baru—"

Kalimat itu terputus. Namun satu kalimat singkat itu sudah cukup untuk membuat rahangnya mengeras.

Sorot matanya berubah dingin. Tanpa menoleh ke arah sopir, Alexa bersuara rendah namun tegas, "Putar balik."

Sopir langsung menangkap perubahan nada itu. "Baik, Tuan."

Mobil segera melambat, lalu berbelok haluan di persimpangan terdekat. Lampu kota kembali bergerak mundur di balik kaca jendela.

"Ponselnya tertinggal," lanjut Alexa singkat. "Kita kembali ke tempat Yura."

"Baik, Tuan."

Alexa menurunkan pandangannya kembali ke ponsel itu. Layarnya masih menyala, menunggu respons yang tak kunjung datang.

Ia mengunci layar tanpa membukanya. Tangannya menggenggam ponsel itu lebih erat dari yang ia sadari.

Mobil melaju kembali menuju tempat yang baru saja mereka tinggalkan.

......................

Berjalan menyusuri sisi jalan dengan langkah yang tak lagi teratur. Lampu-lampu jalan berdiri jarang, menyisakan bayangan panjang yang memanjang di aspal. Malam terasa lebih sunyi dari biasanya, seolah kota ikut menahan napas bersamanya.

Angin malam menyentuh wajahnya, dingin, namun tidak cukup untuk menenangkan dadanya yang terasa sesak.

Ia berhenti.

Di seberang jalan, sebuah minimarket kecil masih menyala. Lampunya putih terang, kontras dengan gelap di sekitarnya. Tanpa banyak pikir, Yura menyeberang.

Pintu otomatis terbuka dengan bunyi pelan.

Di dalam, aroma pendingin ruangan menyambutnya. Seorang kasir mengangguk singkat, tak bertanya apa pun. Yura melangkah ke rak minuman, tangannya bergerak hampir tanpa sadar. Satu kaleng. Lalu satu lagi. Dan satu lagi.

Tiga kaleng minuman dingin berpindah ke tangannya.

Ia membayar cepat, mengucap terima kasih seadanya, lalu keluar lagi.

Di depan minimarket, ada dua kursi plastik dan sebuah meja kecil. Yura duduk di sana, punggungnya sedikit membungkuk. Kantong plastik berdesis pelan saat ia mengeluarkan satu kaleng.

Tangannya gemetar ketika membuka tutupnya.

Pssst...

Suara itu terdengar terlalu nyaring di telinganya.

Yura mengangkat kaleng itu, menatap cairan di dalamnya sejenak. Bayangan wajah Rose melintas. Senyum Rose yang selama ini menenangkannya. Kata-kata Rose yang selalu memberi harapan.

Dan perut Rose. Ternyata telah berisi anak Rendra.

Dadanya kembali mengencang. "Bodoh…" gumamnya lirih, entah pada dirinya sendiri atau pada semua yang ia percayai.

Yura menenggak minuman itu dalam satu tarikan panjang. Dingin menyentuh tenggorokannya, membuatnya sedikit terbatuk.

Namun ia tidak berhenti. Ia meneguk lagi, seolah berharap cairan itu bisa meluruhkan rasa sakit yang mengikat dadanya.

Semoga setelah ini perasaanku membaik, pikirannya berbisik lemah.

Namun kenyataannya, rasa pahit justru semakin terasa. Matanya memanas. Pandangannya kabur. Yura menunduk, siku bertumpu di lutut, kaleng dingin masih tergenggam di tangannya.

Yura mengangkat kaleng kedua, kemudian yang ketiga, tanpa benar-benar memperhitungkan jeda di antaranya. Setiap tegukan terasa semakin besar dan tergesa, seolah ia sedang berpacu dengan pikirannya sendiri.

Rasa dingin itu tidak lagi memberi kesegaran. Ia berubah menjadi beban yang mengendap di perut, merambat naik ke kepala, membuat pandangannya berputar perlahan. Kursi plastik di bawah tubuhnya pun terasa semakin tidak stabil.

Ketika kaleng terakhir terlepas dari genggamannya dan jatuh ke lantai dengan bunyi dentingan pelan, Yura sudah tidak memperdulikannya.

Kepalanya tertunduk, lalu perlahan ia menyandarkan dahi dan pipinya di atas meja kecil di hadapannya.

Napasnya berat, tubuhnya limbung.

Kesadarannya memudar, terseret oleh kelelahan yang menumpuk dan perasaan yang terlalu penuh untuk ia tanggung seorang diri. Tidak lama kemudian, ia benar-benar terlelap.

Lampu minimarket mulai diredupkan sebagian. Jarum jam dinding telah menunjukkan waktu tutup. Seorang kasir keluar melalui pintu samping sambil membawa kantong sampah hitam, hendak membuangnya ke tempat penampungan di luar.

Langkahnya terhenti. Pandangan kasir itu tertuju pada kursi di bagian depan minimarket.

Seorang gadis tampak tertidur di sana, kepalanya bersandar di atas meja kecil, rambutnya menutupi sebagian wajah. Di lantai, tiga kaleng kosong tergeletak tanpa susunan.

Alis sang kasir mengernyit. "Nona?" panggilnya pelan sambil mendekat. "Nona, bangun."

Tidak ada jawaban.

Ia menyentuh bahu Yura dengan hati-hati. "Nona, minimarket ini akan tutup. Tidak aman bila Anda tidur di sini sendirian."

Yura tetap tidak bereaksi. Napasnya terdengar teratur, tetapi tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan terjaga.

Kasir itu menepuk bahu Yura sedikit lebih kuat. "Nona, silakan bangun. Sebaiknya Anda segera pulang."

Yura akhirnya bergerak. Kepalanya terangkat sedikit, lalu kembali jatuh ke meja. Matanya terbuka setengah, kosong, tanpa fokus.

"Iya…" gumamnya lirih dengan suara serak. "Sebentar lagi… saya pulang…"

Ia berusaha mengangkat kepalanya, namun tubuhnya kembali menyerah. Kepalanya miring dan kembali tertumpu di atas meja. Matanya tertutup, napasnya kembali melembut.

Kasir itu terdiam, raut wajahnya berubah semakin khawatir. "Nona… Nona?" panggilnya lagi, kali ini dengan nada yang lebih waspada. "Nona… Nona?" panggil kasir itu sekali lagi, nadanya kini lebih tegang.

Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah mobil hitam melambat di sisi jalan seberang minimarket.

"Tuan," ucap sang sopir sambil mengurangi kecepatan, matanya menatap ke depan dengan saksama. “Bukankah itu Nona Yura?"

Alexa yang sejak tadi bersandar kaku langsung menegakkan tubuhnya. Pandangannya mengikuti arah pandangan sang sopir, menembus kaca jendela.

Dan detik berikutnya, dadanya mengeras.

Di bawah cahaya putih minimarket, seorang gadis duduk tertidur di kursi plastik, kepalanya bersandar di atas meja kecil. Seorang pria berdiri di hadapannya, tampak membangunkan dengan raut khawatir.

Itu Yura.

"Berhenti," ucap Alexa cepat, nadanya dingin namun tajam.

Sopir segera menginjak rem dan menghentikan mobil di pinggir jalan.

Belum sepenuhnya mobil berhenti, Alexa sudah membuka pintu. Tatapannya tidak lepas dari sosok Yura yang tampak rapuh, nyaris tak berdaya.

Ada sesuatu yang menekan dadanya.

Cemas.

Ia sangat ingat betul telah mengantar Yura ke kosannya. Gadis itu seharusnya sudah berada di dalam kamar, aman, bukan tertidur sendirian di depan minimarket, dengan kaleng-kaleng kosong berserakan di lantai.

Langkah Alexa panjang dan cepat saat menyeberang. Sorot matanya mengeras ketika ia semakin dekat dan mencium bau minuman yang menyengat samar.

1
Eva Karmita
ya Tuhan Alexa mulutmu ngk ada romantis"nya selalu saja nyelekit bikin sakit hati.... hayoo tanggung jawab tu di Yura sampai berdarah mulai luka tak kasat mata sampai luka yg benar nyata 💔💔🥺😏
IG : Gledekzz97
Like dan komentarnya jangan lupa ya manteman. Soalnya saya butuh semangat🥰🙏
ari sachio
ASTOGE NAGEEEE....SARAP EMANG NI MAKLUK ATU.KELAINAN PARAHBEMANG.....tp seru juga nich klo rose berubh haluan mengejar alexsa d membuang rendra si b**** .
ak g sabar rose kebuka topengy d dipermalukan alexsa....dan....rendra ahhhh....mgkn akn lbh dr menyesal mgkn..
untung dr awal alexsa sdh pernah melihat rose dg rendra
Eva Karmita
dasar teman setan ngk punya otak kamu Rose 👊 ku tunggu penyesalan mu Rendra yg udah berpikir tentang Yura yg tidak"
Eva Karmita
kasih vote untuk Yura 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Makasih, Mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
astaga Yura tu babang Alexa merasa kan apa yg kamu umpat kan untuk nya 🤣🤣🤣🤣
IG : Gledekzz97: uummhh🤣
total 1 replies
Eva Karmita
bela terus Ren ibu dari calon anak" mu itu hingga suatu hari nanti kamu tau seperti apa sikap wanita yang kamu cintai itu keluar busuknya dan saat itu baru penyesalan mu sia" ...
ari sachio
ohhh ternyata rani dah tau klo rose asliny kek bunga bangkai....tp tenang aj...alexsa g sebodoh it di manipulasi oleh bunga bangkai berwujud mawar indah berseri sepanjah hari. y g thor....🤭
ari sachio: klo g tau y dikasih taulah thorrr 😁😁😁😁
total 2 replies
Eva Karmita
otww menuju halal ini 🥰😅
IG : Gledekzz97: Maaf mak, kehabisan🙏😁
total 3 replies
ari sachio
kannn....kannnn....benerrrr .....kannnn....yura kesamber doble gledeks beneran...othor sihhh....ayo yur....saber balik othory....pagi2 bangun tidur dikasih durian runtuh tp jatuhny ke kepala....peningy g ilang2 ke bauny y yur😅😅😅😅
ari sachio: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 2 replies
IG : Gledekzz97
bantu like² ya kakak-kakak, terimakasih🙏
ari sachio
sepertinya akan ada pernikahan alexsa d yura deket2 ini.kira2 yura gmn y klo bosy nekad😁😁😁
IG : Gledekzz97: 🤣🤣🤣ampun dah..
total 3 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: 💪💪 semangat
total 1 replies
Eva Karmita
luka tapi tak berdarah ....💔💔
tega ya kamu Rose kamu dukung kamu kasih support Yuna dgn ide" gilamu se-olah" kamu sahabat yg terbaik yg mendukung Yuna dan tidak tahunya kamu lah musuh dalam selimut merendahkan diri Yuna dgn macam" cara dgn kedok kasihan dan tidak tega 😤😏 Rose kamu tu manusia paling munafik untuk apa berbohong demi apa Rose kalau kamu sendiri sering main kuda"an dgn Rendra 🤮😩 kamu jahat orang seperti mu tidak pantas disebut sahabat di depan so mendukung tapi di belakang menusuk hati sampai ke tulang" kejam 👊🥺
ari sachio
astogò....astogooooooo....ternyatahhhhh....lbh dr sakit y thor....g kebayang aku punya temen macam rose....mending ak lgsng tutup buku kubakar bukuny lari ke kamar beresin barangku minggat deh....jauh2 dr org2 it beserta tempa it.antara malu,bersalah d benci krn dibohongi.ku yakin tuklo di dunia nyata sakity g bkl ilang2 .krn merasa terhina tmn sndiri malah dgn santaiy menjerumuskan yura tuk jd pecalakor( perebut calon laki org d it tmn sdri)d it lg tmny mpe udh hamil trs yuray g taukrn g diksh tau ?......g nyangka y yur...ad temen yg bgtu....sungguh TERLALU.langsung RESIGN aj km jd tmn mereka g ush minta paklaring ke mereka🤭🤭🤭
IG : Gledekzz97: cusss, angkut💃💃
total 1 replies
ari sachio
yura mending km dpt bos km yg g pya pasangn drpd ama asisteny .dia it dah pya pasangn (temen km sdri) .km akn lbh sakit hati lg krn merasa bersalah ma tmn km klo km terus perjuangin cintamu yg bertepuk seblh tgn itu.jelas2 laki2 yg km suka itu g ada rasa ama km yur
ari sachio
pada dasarny emang alexsa udah ada rasa ama km cm .mksdy rasa tertarik d penasaran krna sikap km yg menurut dia hya km yg sprti it pdnya.jd menurutku pelet it sih g mempan ama alexsa.cm y dia biasany pake bau2an yg mehong tiba2 dpt wangi2an orang mnengh kebawah yg emang biasanya hanya dipake org tertentu aj jd ...menurut dia mgkn wangiy unik d bikin tenang😁😁😁😁.jd klo nanti isi botol it habis mgkn dia akn tetap seperti itu sikapny pdmu cantik...
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
ceritanya bagus semangat otor 💪🥰
IG : Gledekzz97: makasih mak🙏🥰
total 1 replies
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
IG : Gledekzz97: Iya mak🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!