NovelToon NovelToon
Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Idola sekolah
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Cinta pertama, semua orang pasti pernah merasakan, itulah yang di rasakan Briana gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas atau SMA.
Briana dia mengagumi kakak kelasnya yang merupakan ketua team basket, hanya saja sampai si pria lulus sekolah Briana tidak pernah mengungkapkan perasannya dia hanya menyimpan rasa suka itu di hatinya.
Hari-hari di sekolah Briana lewati dengan santai walau permasalahan mulai muncul namun dia tidak pernah ambil pusing.
Tiga tahun sudah dia sekolah disana dan saat masuk universitas Briana di pertemukan lagi dengan sang pujaan hati.
Apakah Briana mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pujaan hati?....
Yu baca kisahnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tinggal di rumah kak Kanaya.

Libur panjang pun tiba dan setelah berapa hari libur aku hanya diam di rumah, bukan karena gak di ajak liburan atau apa tapi aku males aja jadi aku hanya berdiam diri saja di rumah. Aku yang baru masuk ke kamar setelah makan siang dan langsung melihat ponselku ternyata ada pesan masuk dari Zahara.

"Hari sabtu jalan yu!, "isi pesan dari Zahara.

" Jalan kemana? "tanya ku.

" Nonton lah, kebetulan Rio ngajak nonton nih, "balasnya.

" Dih ogah, tar gue jadi nyamuk, "ucap ku.

" Enggak bakalan, lagian kita jalan rame-rame kok, "balasnya.

" Rame, emang siapa aja? "tanya ku.

" Aku ajak April sama Dwi, April nya bisa Dwi nya kagak, "jawab Zahara.

" Boleh deh kalau begitu, "balas ku setuju.

Setelah selesai mengirim pesan pada Zahara aku pun menyimpan ponselku dan bermaksud untuk tidur siang namun tiba-tiba aku mendengar teriakan papa yang memanggil bang Brian, aku pun langsung keluar dan aku langsung kaget saat melihat papa memukul bang Brian.

"Pa, " teriak mama mencoba menghentikan papa namun papa tidak peduli.

Bang Brian dia diam saja namun aku bisa melihat dia sepetinya kesakitan.

"Papa udah, " teriak kak Kanaya sambil menarik papa dan baru lah papa berhenti dan pergi turun.

Kak Kanaya dia membantu bang Brian bangun dan aku pun mendekatinya dengan membawa kotak obat. Mama dia mengejar papa, aku pun duduk di samping bang Brian yang sedang di obati kak Kanya. Aku gak berani bertanya karena keadaannya masih tegang.

"Kamu jelasin ini semua, " ucap kak Kanaya sambil menunjukan sebuah vidio. Saat aku lihat aku di buat kaget dengan vidio itu.

"Kenapa diam? " tanya kak Kanaya dengan nada tegas dan aku tau kak Kanaya sedang marah.

"Selama ini kakak percaya sama kamu tidak akan bermain cewek, tapi ini apa?, kakak berusaha bela kamu sembunyikan semuanya dari papa dari mulai kamu gabung geng, jadi ketua geng bahkan saat kamu hampir menghilangkan nyawa orang kakak tutupi, tapi ini apa? " nada suara kak Kanya dari lembut dan naik jadi tinggi bang Brian hanya diam saja.

"Siapa cewek itu? " tanya kak Kanaya dengan nada lembut lagi.

"Namanya Zara, " jawab bang Brian.

"Itu kejadian sudah setahun lalu dan setelah kejadian itu aku gak tau dia dimana, " lanjut bang Brian membuat kak Kanaya kaget dan menarik nafas panjang.

"Kamu kenal sama dia dimana? " tanya kak Kanaya.

"Dia mahasiswa tidak mampu yang dapat bea siswa dari kampus, aku dan teman-teman hanya memilih acak untuk di jadikan taruhan, " jawab bang Brian membuat aku dan kak Kanaya menggelengkan kepala.

Aku yang selama ini tidak tahu apa-apa sekarang tahu jika bang Brian nakal bahkan pergaulannya terlalu bebas. Kak Kanaya langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang untuk mencari informasi tentang cewek itu.

"Kakak minta maaf, bukan kakak egois tapi sekarang. g keluarga kita sudah berkaitan dengan keluarga bang Indra yang merupakan orang terpandang di kota kita jadi setiap kesalahan kita pasti kan di sangkut pautkan dengan mereka. Kakak mohon buat kalian ngertiin keadaan kakak, "ucap kakak Kanaya membuat aku sedih karena menjadi kak Kanaya itu tidak mudah.

" Aku tau, "balas bang Brian yang sepertinya tidak suka.

Papa dan mama kembali naik dan dia menatap Brian lalu berkata " jangan mentang-mentang kamu sekarang bisa menghasilkan uang kamu bisa seenaknya melakukan sesuatu, ".

Kak Kanaya bangun lalu mendekati papa dan mengajaknya turun ke bawah dan sekarang tinggal aku dan bang Brian.

" Abang kenapa lakukan ini? "tanya ku.

" Apa abang gak pernah mikirin aku, adik abang cewek bagaimana jika karma itu ada? "ucap ku dengan sedih.

Bang Brian mengangkat kepalanya lalu melirik ku.

" Selama ini aku gak pernah cerita sama orang rumah apa ya g telah aku alami di sekolah bang, "ucap ku.

" Maksud kamu? "tanya bang Brian.

" Di sekolah banyak murid cewek yang gak suka aku dan bahkan berapa kali aku dirundung namun aku selalu berusaha baik-baik saja, "jawab ku.

" Maafin abang dek, abang gak ada niatan buat menyakiti tuh cewek hanya saja saat itu abang kalah dan mau gak mau abang harus siap dengan hukuman dan abang juga di jebak karena mereka memberi abang obat, "ucap bang Brian menceritakan kejadian itu.

" Rian, "panggil kak Kanaya dan bang Brian bangkit lalu turun ke bawah sedangkan aku kembali ke kamar.

Malamnya saat makan malam tiba-tiba mama memberitahu ku jika mereka harus keluar kota bersama bang Brian dan aku tidak tahu mereka mau kemana karena mereka tidak memberitahu ku.

"Riana, untuk sementara kamu tinggal di rumah kak Kanaya karena mama, papa dan bang Rian harus pergi ke luar kota, " ucap mama memberitahu ku.

"Aku gak apa-apa kok tinggal disini, " balas ku menolak tinggal di rumah kak Kanya.

"Enggak bisa, mama gak bisa membiarkan kamu tinggal di rumah sendirian. Jadi kamu tinggal di kak Kanaya selama kami pergi, " tegas mama membuat aku mengangguk menurut saja.

selesai makan aku langsung berkemas karena saat besok mama pergi aku langsung ikut sama kak Kanaya ke rumahnya. Mungkin bagi orang lain mereka akan senang tinggal di rumah mewah serba di layani tapi tidak bagi ku karena aku lebih suka kebebasan. Paginya mama, papa dan bang Brian pergi dan aku langsung ikut ke rumah kak Kanaya dan saat tiba di rumah kak Kanaya aku langsung di sambut oleh asisten rumah tangga kak Kanaya dan tas ku langsung di ambil.

Aku masuk ke sebuah kamar yang sangat luas dan tempat tidur yang empuk dan nyaman.

"Neng, mau di buatin apa? " tanya seorang asisten rua! h yang mengantarkan aku ke kamar.

"Gak usah mbak, nanti kalau pergi apa-apa aku langsung bilang kok, " jawab ku dan asisten rumah itu langsung pergi.

Tiba-tiba ponselku berdering dan saat aku buka ternyata pesan masuk dari Zahara yang komen status ku. Aku hanya tersenyum membacanya, aku pun mengirim pesan untuk besok kita ketemu di mall saja gak usah di jemput karena aku yakin pasti akan di antar sopir. Jam makan siang pun tiba dan aku langsung turun. Saat di meja makan aku di buat kaget dengan menu makan siang nya.

"Kak banyak banget, " ucap ku lalu duduk.

"Kakak sengaja buat ini semua buat kamu, " ujarnya membuat aku kaget.

"Nanti mubazir lo kak kalau gak kemakan, " ucap ku.

"Gak akan, nanti kalau gak habis ada orang dapur yang makan, " jawab nya.

Aku pun tidak bicara lagi dan langsung mengambil makanan dan memakannya.

1
Astrireynadiaz
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!