Warning 21+ guys ... harap cek umur dulu sebelum baca.
***
Arya seorang Presdir di sebuah perusahaan terjebak pesona sekretaris pribadinya sendiri yang setiap hari sering berinteraksi dengannya.
Suatu hari mereka terpaksa tinggal satu kamar dan tidur satu ranjang. Bisakah Arya bertahan dengan godaan ranjang dari sekretaris mudanya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Office Boy Yang Mencurigakan
Nisa yang memang sudah tidak peduli lagi dengan aktivitas suami dan sekretaris cantiknya itu mulai duduk di sebuah sofa di ruang tunggu yang masih satu ruangan dengan meja Anna sekretaris Arya suaminya.
"Eh, ayam, ayam, ayam, ayam," latah seorang office boy yang tiba-tiba nyelonong masuk ke ruangan ini tapi langsung terperanjat kaget saat melihat ada Nisa sedang duduk di ruangan ini.
"Eh, ada Ibu Nisa," ucap OB itu malu-malu dan merasa tidak enak hati. Selain itu office boy itu terlihat gelagapan seperti habis ketangkap basah.
"Kamu kenapa kaget kayak gitu?" tanya Nisa dengan kening yang mengerut.
"Oh nggak, Bu. Saya kira kantor lagi sepi," jawab sang OB dengan senyum yang canggung.
"Memangnya kenapa kalau lagi sepi?" Nisa mulai curiga kepada OB itu.
"Niatnya mau saya bersihkan, Bu, ruangannya. Biar pas Pak Arya dan Sekretarisnya balik ke kantor sudah bersih lagi ruangan ini."
Nisa merasa ada sesuatu yang aneh dengan OB di depannya ini, pasti ada sesuatu yang sedang disembunyikannya, entah itu niat jahat atau apa pun itu dan Nisa sudah tidak peduli lagi.
Kalau memang OB itu ingin melakukan tindak kecurangan seperti mencuri dan lain-lain, Nisa sungguh tidak peduli karena Arya dan Anna sekretarisnya pantas dicurangi oleh orang lain.
Sama hal seperti dirinya yang dicurangi oleh kedua orang yang sangat dia percayai itu.
Nisa tidak pernah menaruh rasa curiga pada keduanya, sehingga saat mereka akan keluar bersama saat malam-malam pun dengan dalih urusan kerja, Nisa tidak pernah mempermasalahkannya.
"Bu," panggil OB lirih ke arah Nisa.
"Eh, iya," sahut wanita itu yang sejenak terlarut dalam lamunannya dan kini sudah tersadar kembali berkat panggilan OB itu.
"Saya permisi dulu ya, Bu," pamit OB itu karena tidak ada yang bisa dia lakukan di ruangan ini karena ada Nisa istri dari Bosnya.
"Iya, silakan." angguk wanita itu yang meloloskan OB itu begitu saja.
Jika saja Arya suaminya tidak bertindak curang padanya, sudah pasti OB itu tidak akan lepas dengan mudah dari introgasinya Nisa.
Office Boy itu terlihat kesal saat sudah keluar dari ruangan itu.
"Hadeh, si*l. Pake ada acara istri si Bos di ruangan itu segala lagi," kesalnya.
Sementara Nisa saat ini mulai menenangkan dirinya kembali dan mengatur raut wajahnya agar tidak mencurigakan saat Arya keluar dari ruang kantornya.
Sedangkan di dalam ruang kantor Arya, keduanya sudah selesai mengenakan kembali pakaian mereka.
"Aku ngumpet di mana ya, Mas?" tanya Anna yang tidak mungkin menampakkan dirinya di hadapan Nisa.
"Kamu ngumpet di dalam lemari itu saja!" tunjuk Arya pada lemari bagian bawah rak yang berisi pajangan dan juga beberapa map yang ada keterangan tahunnya di bagian samping.
Anna pun mulai masuk ke dalam lemari kecil itu meski akan cukup menyesakan bagi dirinya. Bahkan paha mulusnya pun terlihat jelas saat Anna jongkok karena rok span pendeknya tertarik saat dia berada dalam posisi seperti itu.
Pintu lemari kecil itu pun Arya tutup dari luar dan lelaki itu merapikan dasi dan juga kemejanya sebelum membukakan pintu masuk ruangan kantornya.
Pintu pun di buka oleh Arya dan Nisa yang sudah sejak tadi menunggu langsung bangkit dari duduknya.
"Mas, ini berkas penting kamu yang ketinggalan." ulur Nisa pada suaminya.
Raut wajah Arya hanya datar saja seperti biasanya dan dia menerima berkas yang dibawa oleh Nisa.