NovelToon NovelToon
Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Cegil Rusuh Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Horor / Teen
Popularitas:38k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

​"Ayo mengaku, Mas Sholeh! Kamu bisa lihat aku, kan?! Jangan bohong, bohong itu dosa, nanti masuk neraka loh!"
​Bagi Arash, menjadi cowok indigo itu melelahkan. Makanya, dia pakai trik keramat: Pura-pura buta huruf soal hal gaib. Mau ada pocong kayang pun, Arash bakal tetap lempeng.
​Strategi itu sukses bertahun-tahun, sampai dia ketempelan sesosok roh cewek misterius yang punya jiwa "cegil" (cewek gila) akut. Bukannya nakutin, roh genit ini malah rusuh mengintil kemana-mana, bahkan nekat narik kerah jaket Arash demi minta perhatian.
​Arash mati-matian bertahan demi menjaga iman dan aktingnya. Tapi saat teror mistis yang mengancam nyawanya datang, si hantu cegil justru pasang badan paling depan dengan cara yang paling bar-bar.
​Gimana jadinya kalau cowok sholeh berkharisma harus menghadapi musuh gaib bersama hantu cegil yang ternyata... belum sepenuhnya mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

"Tan—eh, Kak. Begini, tadi saya dengar ada suara aneh dari lantai dua," kata Arash, buru-buru meralat panggilannya sebelum tensi wanita di depannya ini kembali naik ke ubun-ubun.

"Lantai dua?" Wanita itu mendongak, menatap kaca jendela di lantai atas yang tertutup gorden abu-abu gelap. "Kamar itu?"

"Iya Kak, kamar Fira," jawab Arash mantap.

Mendengar jawaban Arash, wanita itu tidak langsung percaya. Alih-alih cemas, dia justru melangkah maju satu tapak, memicingkan matanya penuh selidik.

"Kok kamu tahu itu kamar Fira? Kamu murid sini, kan? Jangan-jangan kamu cowok mesum yang sering ngintipin keponakan saya ya?"

"Allahuakbar, enggak! Jangan suudzon dong, Kak!" seru Arash, spontan mundur sembari mengangkat kedua tangannya di depan dada.

Demi apa pun, dituduh sebagai pengintip di hari pemakaman adalah hal terakhir yang dia inginkan di dunia ini.

"Ya terus, kamu tahu dari mana kalau itu kamar Fira? Orang luar gak ada yang tahu tata letak rumah ini!" desak wanita itu lagi, masih menuntut jawaban logis.

Arash menghela napas berat, mengusap wajahnya yang mulai dibasahi keringat dingin. Dia melirik ke sampingnya, di mana roh Fira masih berdiri dengan wajah pasrah. Mau tidak mau, kartu truf ini harus dikeluarkan.

"Dari orangnya langsung, Kak."

"Orangnya langsung?" Wanita itu tertegun sejenak, namun sejurus kemudian, ekspresi wajahnya berubah menjadi sangat dramatis. Dia menunjuk dada Arash dengan setangkai mawar merah di tangannya.

"Apakah... Fira selingkuh sama kamu? Oh, jangan-jangan Fira mutusin Devano karena kamu, ya?! Kamu cinta segitiganya Fira?!"

"Astaghfirullahaladzim... Ya Allah, kenapa hamba selalu dapat fitnah!" Arash mengelus dadanya lambat-lambat, benar-benar frustrasi.

Kepalanya yang tadi pening sekarang terasa mau pecah. Di sebelah kanan, Lala bahkan sudah sukses berguling-guling di udara sambil memegangi perutnya, tertawa cekikikan tanpa suara melihat Arash yang tak berdaya dituduh jadi pebinor dunia remaja.

‘’Aku suka salah paham ini hahahaha! Mas ganteng emang ganteng kok, jadi wajar banyak yang fitnah,’’ tawa Lala semakin pecah, membuat Arash langsung melirik nya tajam.

"Ya terus apa dong? Jangan bikin aku bingung!" tuntut wanita itu ketus.

"Fira ada di sini, Kak. Berdiri tepat di depan kita!" ucap Arash dengan nada yang mendadak berubah dingin, dalam, dan sangat serius.

Deg!

Seketika itu juga, atmosfer di halaman samping rumah yang dinaungi pohon mangga itu terasa membeku.

Wanita itu langsung terdiam. Mulutnya yang tadi cerewet mendadak terkunci rapat. Dia menatap sekeliling dengan pandangan waspada, namun sejauh mata memandang, tidak ada siapa pun di sana kecuali dirinya dan Arash.

Angin sore yang berembus pelan mendadak terasa jauh lebih dingin dari biasanya.

"Kamu... kamu jangan macem-macem sama aku ya! Jangan nakut-nakutin pakai cerita mistis!" ancam wanita itu, meskipun kini nada suaranya terdengar bergetar menahan ngeri.

"Tante Dewi... hiks... hiks... hiks..." Fira kembali terisak, melangkah satu tapak mendekati wanita yang ternyata bernama Dewi tersebut.

Tepat saat roh Fira mendekat, Tante Dewi langsung mengusap tengkuknya lambat-lambat.

Bulu kuduknya berdiri serempak. Hawa sedingin es mendadak merayap di kulit lehernya, sebuah reaksi biologis manusia normal ketika bersentuhan dengan energi mahluk astral.

'Kok aku merinding ya?' gumam nya lirih.

"Kak Dewi, kata Fira, di kamar itu ada papanya. Dia minta tolong Kakak buat lihat papanya di atas. Suara benturan keras tadi itu bersumber dari papanya," kata Arash, menyampaikan pesan dari dimensi sebelah.

"Papa?" Dahi Dewi semakin berkerut bingung, rasa ngerinya sesaat terkalahkan oleh logika.

"Kak Bagus? Kamu ini ngomong apa sih? Kak Bagus, papanya Fira, itu kan sudah lama meninggal!"

Mata Arash langsung membola sempurna. Jantungnya berdegup kencang karena syok.

Dia langsung menoleh ke arah kanan, menatap lurus ke arah roh Fira dengan pandangan tidak percaya.

"Bapak kamu udah meninggal juga, Fir?" tanya Arash kaget setengah mati, melupakan keberadaan Tante Dewi sejenak.

"Kapan?"

"Hiks... hiks... Iya, Kak. Papa sudah meninggal hampir satu tahun yang lalu karena kecelakaan," jawab Fira sesenggukan, menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Tapi... tapi Papa selalu ada di kamar aku sejak hari pemakamannya."

"Wait... maksudmu gimana?" Arash melongo jengah, otaknya mendadak stuck mencoba mencerna kerumitan logika hantu di depannya ini.

"Tadi kamu nangis-nangis minta tolong aku selamatin papa kamu. Lah, kalau kondisinya kayak gini namanya, kamu minta tolong manusia hidup buat nyelamatin setan?! Astaghfirullah, Fir, kamu gak gila kan? Manusia nolongin setan, itu konsep dari mana coba?!"

Sementara Arash mengomel pasrah, Fira justru semakin terisak pilu.

Di samping Arash, Lala ikut menepuk jidatnya sendiri, merasa plot misteri ini sudah bergeser menjadi terlalu ekstrem bahkan untuk ukuran dunia gaib.

"Papa dikurung di sana, Kak... hiks..." ratap Fira.

"Kok bisa? Maksudnya dikurung gimana? Roh kalau udah meninggal ya transit di alam barzah, Fir! Gak bisa dikurung pakai gembok pintu kayu!" cecar Arash, mencoba menggunakan pemahaman agamanya yang kuat untuk mendebat situasi aneh ini.

"Bukan dikurung pakai gembok manusia, Kak," perjelas Fira, mengangkat wajah pucatnya yang dipenuhi lebam spiritual.

"Jiwa Papa... ditarik dan diikat paksa di dalam kamar itu oleh Om Bakti. Om Bakti pakai dukun hitam buat nahan roh Papa biar gak bisa pergi ke alam sana. Roh Papa dijadikan... dijadikan baterai penggerak ghaib untuk menjaga kelancaran bisnis dan jabatan Om Bakti sebagai Kepala Sekolah!"

Arash menarik napas dalam-dalam, rahangnya mengeras seketika. Potongan teka-teki yang tadinya berantakan kini mendadak menyatu dengan sempurna dan mengerikan.

Pihak keluarga ini khususnya Pak Bakti ternyata sudah lama bermain dengan kegelapan.

Satu tahun lalu, mereka mengikat roh ayahnya Fira untuk pesugihan jabatan.

Wajah Tante Dewi sudah pucat pasi, setangkai mawar di tangannya kini benar-benar jatuh ke atas tanah.

"Kamu... kamu beneran bisa lihat Fira?" tanya Tante Dewi dengan suara mencicit ketakutan, air mata mulai menggenang di sudut matanya yang tegas.

1
Sri Supariyah
nyi blorong tu Rash hehehe,,,, smoga lulus dlm ujian kebatinan y Rash,,,, kamu bisa dan kuat,,,, sehat slalu momm, Tengkiu,,,, 🥰🥰
Tri Hastuti
bertahanlah rash, pasti bisa
Tri Hastuti
semoga berhasil ya rash
diah nursanti
aku yakin pasti bisa arash,,,bismillah lolos ujian
diah nursanti
semoga lolos ya arash,,,kalo aku udah mending bobok dirumah aja efek penakut 😅
🍎billaacha90🍎
banyak godaan yang menghantuinya, semoga Arash bisa lulus menghadapi ujian ini😁😁🤭
🍎billaacha90🍎
kamu harus bertahan Arash kamu pasti bisa. buktikan kepada orang tua mu kamu mampu
🍎billaacha90🍎
iyaaaaaa, jadi kamu harus berani dan kuat menjalaninya Arash😁😁🤭
Rosy
gemblengannya di mulai besok saja kyai.. sekarang Arash lagi di tungguin sama hantu cegil yg lagi mau curhat 🤭🤭
Rosy
kenapa pake di perjelas segala sih mom...ngeri banget bayanginnya 😭😭😭😭
Rosy
astaghfirullah ternyata Lala lagi ngobrol sama pocong 😭😭🤣🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
yah Arash mau belajar lagi, Lala pasti merasa dibohongi 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
eh pocongnya kenapa gak bisa bebas ya 🤔
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Wah Lala nangkring sama mas pocong 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
La diajak jadian tuh 🤣
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kau sedang cemburu kah La 🤔🤣
Halimah
Siapa lg nih pocong...Kyk y perlu disekametin jg.
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
walaupun sama² hantu,,,
si Cegil ini ternyata pilih² pasangan ya,,
😅😅
Vike Kusumaningrum 💜
Siap² Rash, Lala ngambek nanti. pasti katanya kamu menghindar dan ingkar janji 🤭
Vike Kusumaningrum 💜
🤣🤣🤣 siapa nih dulunya 🤣🤔🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!