NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : The Problems

Saat Youngha melihat Younghee yang pelipisnya ada darah, dia langsung panik mengangkat dan mencolek darah itu. Dia mengecek tidak ada luka di wajah Younghee, dia mengelap dengan tisu basah. Menaruh Younghee kembali di ranjang bayi, dia menyodorkan tisu basah itu kepada Hain. Setelah selesai, suasana sedikit panas, Hain melihat darah yang ada di tisu basah. Dia bertanya kepada Youngha,

“Ini darah siapa?” tanya Hain,

“Ada di pelipis Younghee tadi” jawab Youngha lalu minum air putih yang duduk di kursi meja makan itu,

“Kok bisa?” tanya Hain bingung,

“Itu dari pipi Haebin lho... Kelihatannya dia terluka tadi” jawab Youngha,

“Tidak mungkin” gumam Hain,

“Mungkin, kamu hanya tidak tahu luka itu tertutup rambutnya yang panjang” ujar Youngha,

Dia terdiam lalu mengingat kejadian di balkon tadi, dia semakin mengepalkan tangan. Akhirnya Hain berpamitan pulang yang aslinya melihat keadaan Haebin, tapi Jieun tetap mencegah, Hain yang sudah marah itu tetap pergi. Tak lama, Dohee melihat Hain yang keluar dari rumah utama dengan sedikit berjalan cepat. Dohee mengajak Dain dan Yuna dengan cepat kembali ke rumah utama, mereka masuk dan mencari keberadaan Haebin yang ternyata sudah pulang. Youngha sempat bertanya apakah Haebin sudah bertemu dengannya, ternyata masih belum.

Dohee yang tak enak itu langsung menghubungi Haebin, Haebin bergegas untuk pergi menemui Dohee. Tak lupa, Haebin memberikan satu set bedak juga,

“Hah Dohee, untung saja masih buka tadi pemesanan kilat dari toko” ujar Haebin,

“Kenapa Bin? Ada apa?” tanya Dohee,

“Younghee tadi aku lihat ada ruam nya di daerah leher, coba pakai ini ya... Biasanya kebanyakan aku lihat ibu-ibu yang punya bayi beli satu box bedak ini, oles tipis-tipis saja dan jauhi baju renda” jawab Haebin,

“Astaga, Bin... Terima kasih, aku selalu merepotkan mu... Lahiran si kembar juga, duhh” ujar Dohee sungkan,

“Hey, tak usah sungkan... Kamu itu sudah aku anggap saudara sendiri” jawab Haebin sambil memegang pundak Dohee,

“Eh tapi, pipimu ini kenapa?” tanya Dohee sambil mencoba memegang plaster di pipinya yang agak panjang itu,

“Oh tadi, ini aku garuk ternyata aku terlalu kasar dan robek sedikit” jawab Haebin menutupinya.

Dohee yang tau dengan ini dia langsung menarik Haebin masuk kembali ke rumah, saat masuk Dohee memberikan satu set box itu kepada Youngha yang duduk di sofa dengan badan tegap berbincang dengan Hain yang bingung. Hain dan Haebin sempat saling bertatapan, dia melebarkan kedua matanya lalu berdiri dari duduknya. Youngha menarik tangan Hain untuk duduk kembali, Dohee dengan segera mendudukkan Haebin di kursi meja makan. Dohee mengambil perlengkapan obat-obatannya, dia duduk di depan Haebin dan membuka plaster yang darahnya sudah menyerap banyak memenuhi plasternya. Dohee membersihkan dengan alkohol sedikit demi sedikit,

“Bin, katakan yang sebenarnya kepadaku” ujar Dohee tegas,

“Dohee, aku tidak tahu harus menceritakan mu atau tidak” jawab Haebin,

“Ceritakan” suruh Dohee,

“Tadi, Jieun menegurku dengan sedikit menampar ku... Kemudian Younghee menangis, jadinya aku tidak tahu kalau terluka” jawab Haebin sedikit takut bercerita.

Dohee berhenti dan menatap kedua mata Haebin yang sayu itu, Dohee menghela nafas. Dia langsung menaruh cotton bud kemudian memeluk Haebin erat sambil menangis, “Haebin” sambil mengelus punggungnya, Haebin bingung. Akhirnya dia mengelus punggung Dohee juga, setelah itu Dohee melepaskan pelukannya lalu Haebin mengusap air mata Dohee. Dia meneruskan untuk menutup luka Haebin yang panjang, saat itu juga Haebin langsung duduk di sebelah Hain dengan sopan. Tapi, Hain memeluknya dari samping kiri dengan erat,

“Kak, bagaimana dengan pestanya?” tanya Raon,

“Usai menikah, besok Senin segera urus ya data-data ke kota... Hari Selasa kalian berempat harus mengambil cuti untuk menikah” jawab Dohee,

“Baik kak” jawab mereka serempak,

“Biasanya, pihak kota mempercepat prosesnya kalau bayar penuh...” celetuk Haebin lembut,

“Benarkah? Apa aturannya sudah ganti?” tanya Youngha,

“Aku dengar dari Kak Garim” jawab Haebin,

“Kak Garim? Maksudnya?” tanya Hain bingung,

“Ahh... Maaf, aku belum mengenalkan diriku ya” jawab Haebin,

“Iya, ada apa dengan Garim apa hubungannya?” tanya Youngha sedikit protes,

“Jadi, Aku adalah keponakan Shin Han Gu... Kemudian Shin Garim adalah kakak sepupuku, Ayahnya adalah kakak dari ibuku” jawab Haebin,

“Wow~” ucap mereka semua dengan mata membelalak,

“Jadi, Paman Shin Han Gu tadi juga mengirimku kartu ini untuk mempercepat pernikahan di kota ” ujar Dain sambil menyodorkan kartu black card VVIP itu di meja,

“Lalu bagaimana mengembalikan uang itu? Bin?” tanya Dohee,

“Tidak ada, uang semua ini khusus dibuat mempercepat” ujar Haebin,

“Apa? Gimana? Kok bisa begitu?” tanya Dain dan Yuna bersamaan,

“Iya, karena ini titipan dari Paman Shin... Acara pernikahan Raon-Dain, Sion-Yuna juga sudah siap... Besok kalau ke kota tinggal melihat bagaimana konsepnya” ujar Haebin,

“Sendiri-sendiri?” tanya Sion,

“Yap, betul... Masing-masing satu ruangan” jawab Haebin,

Semuanya terharu melihat Haebin yang sudah menyiapkan sejauh ini, Dain dan Yuna menangis lalu memeluknya erat. Haebin mengelus lembut punggung mereka, Hain yang tidak bisa berkata-kata itu akhirnya sadar dengan sifat baru Haebin yang menurutnya selalu membuatnya terkejut. Hain hanya menatap Haebin yang memberikan perhatian kepada Dain, Yuna. Kemudian Youngha yang berdehem itu membuat Hain menatap ke arahnya, lalu dia mengacungkan kedua jempolnya untuk menyetujui Haebin sebagai istrinya. Youngha membentuk kata-kata di mulutnya tanpa suara, “Dia seorang malaikat” Hain tersenyum saat Youngha membentuk kata-kata itu.

Sisa malam yang panjang itu membuat Dohee dan Haebin mengajari mereka tentang keluarga, tempatnya ada di teras yang besar rumah itu. Mereka berbincang-bincang, Dohee menyuruh mereka berdua membeli rumah di perumahan yang dekat dengan Dohee. Saat Yuna bilang ingin menyicil rumah itu, Haebin memberikan kartu berlapis emas, alasannya adalah hadiah pernikahan mereka. Dohee yang tak habis pikir itu kadang memarahinya karna sungkan, tapi Haebin menghiraukan. Akhirnya, Dohee semakin berhutang dengannya.

Setelah itu, mereka masuk kembali ke dalam. Ternyata Youngha dan Hain lagi di sofa tertidur sambil menggendong si kembar, Dohee langsung mengambil Dongha yang ada di gendongan Hain. Dohee menyuruh mereka pergi tidur agar besok tidak terlambat, Haebin membangunkan Hain yang susah itu, akhirnya mau tidak mau Haebin menampung Hain untuk tidur di kamarnya bersama. Dohee berjalan ke belakang sofa, dia mengecup bibir Youngha yang sedang tidur dengan mulut terbuka sambil menaruh kepala dalam keadaan mengangkat keatas di sandaran sofa, Youngha langsung membuka kedua mata.

Youngha bangun dari sofa, Dohee yang masih menggendong Dongha yang duduk di samping Youngha. Dia langsung menatap wajah Dohee, dengan kedua matanya yang merah. Youngha melihat Younghee yang masih ada di pangkuannya, dia langsung menggendong dan mengajak pergi ke kamar. Setelah tidur semua, Dohee menyandarkan badan ke ranjang sambil memasang kedua pompa untuk ASI-nya. Youngha menaruh kepala di dada Dohee sambil memejamkan mata, tangan kanannya juga menumpang di atas perut Dohee,

“Sayang, besok saja ya mainnya... Aku lelah” ujar Youngha sedikit melantur,

“Iya sayang, istirahat dulu ya” jawab Dohee sambil melingkarkan tangannya di kepala Youngha mengelus di keningnya,

“Aku masih kuat tidak ya kira-kira? Apa kita buat anak kembar lagi?” tanya Youngha dengan suara parau,

“Satu lagi saja ya sayang” jawab Dohee berbisik sambil mengecup kepala Youngha,

“Tidak mau, aku mau 5 anak dari Jang Dohee” ujar Youngha,

“Jangan kembar lagi ya sayang” jawab Dohee.

Youngha dengan cepat sudah tidak merespon Dohee, tandanya dia sudah tidur. Dohee mengelus kepala Youngha, menyisir rambut Youngha dengan jari jemarinya yang kecil itu. Lalu menepuk pelan lengan Youngha dengan tangan kirinya, Dohee tidur di atas kepala Youngha sambil menunggu pompa ASI. Nyatanya, Youngha terbangun di tengah malam, dia menyangga dagu Dohee dengan tangannya. Lalu, dia memindahkan Dohee dan menaruh kepala Dohee di bantal.

Youngha mengambil kedua pompa ASI pelan-pelan, lalu menyelimuti Dohee, dengan rambut yang acak-acakan seperti singa itu Youngha langsung pergi ke dapur untuk menghangatkan susu ASI Dohee. Kemudian dia naik lagi ke atas kamar, saat dia menaiki anak tangga. Youngha tak sengaja melihat Raon yang sedang duduk di teras sambil merokok, dia berhenti sejenak lalu pergi ke kamar untuk memberi makan si kembar. Setelah selesai memberi makan si kembar, Youngha menidurkan kembali. Youngha melihat Dohee yang sedikit bergerak itu, akhirnya Youngha naik ke ranjang lagi menepuk lengan tangan Dohee pelan sambil mengelus kepalanya, setelah itu Youngha mencium bibir Dohee yang berwarna merah muda segar itu sambil memegang dagunya.

Youngha memakan bibir Dohee yang kecil, bibir bawahnya masuk ke mulut Dohee. Setelah itu, Youngha melepaskan ciumannya dengan lembut lalu mengecup kening, leher dan kedua matanya. Setelah itu dia turun menemui Raon di teras, Youngha duduk di sebelah Raon. Dia mengambil sebatang rokok lalu menaruhnya di mulut dan membakar ujung rokoknya, dia meniup asap rokok yang dihisap. Dia melihat Raon yang sudah habis lima batang rokok itu,

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Youngha dengan suara rendah,

Suasana menghening sejenak,

“Hmm... Ternyata, aku menikah dengan adikmu sendiri ya Kak” jawab Raon lalu menundukkan kepala,

“Raon, ini pesan Kakak mu... Sebelum ibu dan ayah meninggal atau salah satu dari mereka yang tersisa masih hidup, mereka harus melihat mu menikah” ujar Youngha,

“Kenapa Kakak sudah begitu yakin aku orang baik dan bisa menjaga Dain?” tanya Raon penasaran,

“Karena saat aku melihat mu, kau itu gambaran di masa mudaku... Kau pernah merasakan apa yang aku rasakan, jadi aku yakin jiwamu mirip denganku.. jika kau bertemu dengan seseorang wanita yang sifatnya sama seperti Dohee, kau akan merasakan apa itu cinta dan keluarga yang sesungguhnya” jawab Youngha, “Kim Raon, anggap saja aku adalah gambaranmu saat berusia 32 tahun... Percayalah, semuanya pasti akan berubah dengan baik.. Dohee adalah gambaran Dain” lanjut Youngha,

“Kak Youngha, kau selalu berhasil membuatku percaya diri dan memilih ke jalan yang benar” jawab Raon,

Raon mematikan rokoknya, lalu berdiri dari duduknya. Youngha juga mematikan rokoknya dan memeluk Raon yang dari samping berdiri melihat bunga-bunga di halamannya itu, Dohee yang ternyata bangun melihat dari dalam jendela. Dohee tersenyum lalu menutup tirai, mereka berdua masuk ke dalam. Tak lupa mereka menyemprot anti bau rokok dan berkumur, Raon berpamitan kembali ke kamar untuk istirahat. Youngha kembali ke kamar tidurnya, dia melihat Dohee yang bersandar lagi di ranjang.

Youngha naik ke ranjang, dia juga bersandar ke tempat tidur itu. Dohee tersenyum sedikit saat merasakan Youngha naik ke ranjang,

“Bagaimana? Dia sudah tenang?” tanya Dohee yang masih memejamkan kedua matanya,

“Iya sayang, dia sudah agak mendingan” jawab Youngha terkejut menatapnya,

“Hah, aku merindukan masa-masa kita masih muda” ujar Dohee sambil melingkarkan tangannya di pundak Youngha,

“Sayang, kamu masih ingat tidak waktu kamu mabuk? Aku bawa kamu ke kam—” ucap Youngha terputus,

“Sst... Aku malu” putus Dohee sambil menutup mulut Youngha dengan cepat.

Youngha mengecup telapak tangan Dohee, lalu Dohee membuka bungkaman tangannya dan wajah mereka saling bertemu. Setelah itu, Youngha memegang perut Dohee dan mencium bibirnya lembut. Saat tangan Youngha meraba dan ingin pergi ke leher, Dohee mencegahnya “Jangan di pencet ya”. Lalu Youngha menidurkan Dohee di bantal dan dia membuka kaos nya, dia membuat kecupan di leher Dohee, membuat kecupan kecil merah di daerah dada. Youngha menggenggam tangan kanan Dohee dari atas, Dohee meraba dadanya yang bidang dan keras itu. Dohee langsung menutup mulutnya sambil mengangkat kepalanya, kali ini tempat tidur bergerak dengan pelan.

Youngha memeluk Dohee, lalu Dohee diatas pangkuan Youngha. Youngha menyangga badannya dengan kedua tangan, sambil mencium bibir Dohee. Saat main, Youngha tak sengaja memencet daerah dada Dohee. Bajunya langsung basah, saat itu Youngha membuka baju Dohee dan langsung ke daerah dada nya “Ternyata begini ya rasanya, pantas saja si kembar lapar terus”. Dohee melingkarkan tangannya di leher Youngha, lalu Youngha mencium bibir Dohee, dengan ranjangnya bergerak cepat.

Setelah bermain, Youngha dan Dohee tidur dengan tenang. Youngha yang tidak memakai baju itu menyangga kepala Dohee dengan lengan atas tangannya untuk tidur. Dia menggenggam tangan Youngha sangat erat, lalu Youngha melingkarkan tangannya di pinggang Dohee erat. Mereka tidur saling memeluk, tak lupa Youngha mengecup kepala Dohee.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!