NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Semua masakan sudah dihidangkan di meja. Begitu juga dengan puding dan buah-buahan. Buah-buahan yang ditanam sama petani di kampung suka makmur di tata rapi di atas meja.

Para petani memberikan sedikit hasil panen mereka pada buk mandor. Mereka juga ingin menyambut kedatangan bos besar pemilik teh di desa suka makmur.

Sosok yang sangat berjasa bagi desa mereka. Bagaimana tidak, dulunya mereka tidak punya modal untuk menggarap sawah dan juga mengolah kebun menjadi lahan yang produktif. Berkat bantuan modal dari pak Kusuma, semua petani bisa mengolah kebun yang mereka punya. Bahkan dia juga memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi para petani.

Pak Kusuma memberi tau buah apa saja yang banyak diminati di pasar. Dia juga memberikan pupuk gratis untuk para petani. Semenjak itu para petani tidak susah mencari pupuk untuk tanaman padi mereka.

Hasil panen seperti mangga, rambutan dan juga semangka. Tiga jenis buah ini yang paling banyak di tanam di desa suka makmur. Jadi kalau orang luar membeli tiga macam buah itu langsung ke kebun, pasti mendapatkan harga yang jauh lebih murah dari harga di pasar. Bahkan dapat bonus juga dari petani.

Hasil padi dari desa makmur juga sangat bagus. Jadi beras yang dihasilkan sudah pasti berkualitas tinggi. Tak salah kalau beras dari desa ini juga harganya mahal di pasar. Bahkan orang di kota-kota suka dengan beras dari desa suka makmur.

" Buk, kita pulang dulu ya"

" Iya Rum, cepat kembali ya. Kalian berdua nanti yang bertugas menyambut tamu"

Arumi dan Rani kaget mendengar ucapan buk mandor. Kedua gadis cantik itu tidak menyangka akan ditugaskan untuk menyambut tamu terhormat desa mereka.

" Kita berdua, Buk"

" Iya, jadi cepat mandi dan bersiap-siapnya"

" Baik Buk"

Arumi dan Rani tidak bisa protes. Rencananya mereka mau memakai baju yang mereka beli kemarin. Tapi mereka nggak bisa pakai, karena dapat tugas menyambut tamu. Jadi Arumi dan Rani tidak bisa memakai baju yang dibeli kemarin.

" Ternyata banyak juga warga yang ingin bertemu dengan pak Kusuma"

" Iya Ran, katanya sih beliau sudah banyak membantu para petani di kampung ini"

" Orang baik akan selalu ada di hati orang yang dibantunya"

" Bener sekali, makanya kamu juga harus sering bantu-bantu"

" Insyaallah kalau ada yang bisa aku bantu akan ku bantu. Oh iya Rum, nanti mbak kamu datang juga ya ke tempat acara "

" Mungkin Ran, kan dia sekretaris desa"

" Iya juga sih. Semoga aja kita nggak bertemu dengan mbak kamu "

" Semoga aja Ran"

Arumi juga tidak ingin bertemu dengan mbaknya. Karena kalau bertemu sudah pasti mbaknya akan menghinanya. Jadi ia berharap nanti jangan bertemu dengan mbaknya.

" Rum nanti pakai makeup ya"

" Aku nggak bisa makeup "

" Tenang, nanti minta tolong sama ibuk aku"

" Apa nggak merepotkan ibuk kamu "

" Ya nggak lha, pasti ibuk aku senang "

" Nanti selesai mandi aku ke rumah kamu "

" Ok, aku tunggu "

Arumi dan Rani berpisah setelah mereka sampai di depan rumah Arumi. Rani melanjutkan perjalanannya saat Arumi sudah masuk ke dalam rumahnya.

" Assalamualaikum "

" Wa'alaikumsalam, baru pulang kamu"

" Iya Buk"

" Lama banget masaknya "

" Namanya juga masak untuk orang banyak Buk, ya pasti lama"

" Ya sudah, jemur pakaian sana. Gara-gara kamu perginya lam, jadi ibuk yang nyuci"

" Baik Buk "

Arumi tidak ingin berdebat, ia segera mengambil pakaian yang sudah di cuci ibunya. Ia menjemur pakaian itu di belakang rumah.

Selesai menjemur pakaian, Arumi memutuskan untuk mandi. Karena ia nanti mau pakai makeup, jadi ia harus cepat mandi.

***

Rani sudah selesai memakai baju kebaya. Terakhir kali ia memakai kebaya waktu acara kelulusan sekolah. Sekarang ia akan di makeup sama ibunya.

Tok.

Tok.

Tok.

" Itu pasti Rumi, Buk. Aku bukain pintu dulu"

Rani segera membukakan pintu untuk sahabatnya.

" Assalamualaikum "

" Wa'alaikumsalam, ayo masuk Rum"

" Aku terlambat ya Ran"

" Nggak, aku baru mulai di makeup"

Arumi bersalaman dan mencium tangan ibu Rani.

" Duduk Rum"

" Makasih Tante"

Ibu Rani mulai merias wajah putrinya. Karena permintaan putrinya untuk pakai riasan yang tipis dan natural, jadi tidak akan memakan waktu lama untuk merias wajah putrinya.

" Jadi ingat waktu kelulusan ya Rum"

" Iya Ran"

Dulu juga ibunya Rani yang merias wajah Arumi karena Arumi tidak punya uang untuk bayar jasa MUA. Tapi hasil riasan ibunya Rani juga tidak kalah dari MUA.

" Selesai "

Rani melihat riasannya di kaca. Ia tersenyum melihat hasil riasan sang ibu. Riasannya tidak tebal dan terlihat natural.

" Cantik Ran"

" Makasih Rum, sekarang giliran kamu"

Arumi duduk di kursi yang ditempati Rani tadi. Ibu Rani pun mulai merias wajah Arumi. Tangan ibu Rani sudah seperti orang profesional. Begitu lincah dan juga rapi.

Sedikit demi sedikit sudah kelihatan hasil riasan wajah Arumi. Kulit wajah Arumi yang bersih dan juga mulus jadi mempermudah proses meriasnya.

" Masyaallah Rum cantik sekali"

" Makasih Ran. Kita berdua sama-sama cantik"

Rani kagum melihat kecantikan sahabatnya. Tanpa riasan sahabatnya sudah cantik, apalagi sudah pakai riasan, kecantikan jadi bertambah berkali-kali lipat.

" Sekarang kalian bisa menyambut kedatangan tamu dengan percaya diri"

" Makasih Tante"

" Sama-sama Rum. Siapa tau setelah acara ini ibuk dapat calon mantu"

" Kalau itu nggak mungkin Buk" kata Rani.

" Kenapa?, putri ibu kan cantik"

" Aku belum mau pacaran, apalagi menikah. Aku mau sukses dan membanggakan ibuk sama bapak dulu"

" Kamu sudah membanggakan ibuk sama bapak"

" Belum, Rani belum ngasih apa-apa untuknya ibuk sama bapak"

Rani tidak akan menikah sebelum ia bisa menjadi orang yang sukses. Ia ingin membelikan sesuatu untuk kedua orang tuanya. Jadi sekarang ia akan fokus kerja.

" Oh iya Rum, buku tabungan kamu udah jadi"

" Beneran Tante"

" Beneran, sebentar Tante ambilkan dulu"

Arumi senang mendengar ucapan ibunya Rani. Ia tidak menyangka kalau buku tabungannya akan cepat selesainya.

" Ini Rum buku tabungannya"

Arumi terharu saat melihat nama yang tertera di buku kecil itu. Ia tidak menyangka akan punya buku tabungan. Arumi bisa melihat jumlah uangnya yang ada di tabungannya.

" Makasih Tante "

" Sama-sama Rum, kamu simpan bukunya baik-baik"

" Tante aja deh yang simpan buku tabungannya. Kalau Rumi yang pegang nanti bisa ketahuan sama ibuk"

" Iya Buk, ibuk aja yang pegang buku tabungan Rumi. Ibuk kan tau bagaimana sifatnya ibu Rumi"

" Baiklah Tante akan simpan buku tabungannya "

" Makasih Tante "

Arumi tidak ingin orang tua dan mbaknya tau kalau ia punya tabungan. Ia ingin mengumpulkan uang untuk menyewa ruko untuk dijadikan tempat untuk menjahit.

Jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, Rani berpamitan dengan ibunya, begitu juga dengan Arumi. Mereka tidak boleh terlambat datang ke tempat acara. Karena mereka berdua bertugas untuk menyambut kedatangan tamu.

To be continued.

Jangan lupa support nya teman-teman, supaya Feby semangat nulisnya...

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!