Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Bunyi ponsel milik Nadila memaksa Nadila untuk terbangun, namun saat Nadila hendak menggerakkan badannya ia merasa jika ada seseorang yang tengah memeluknya.
Saat Nadila menoleh, ia melihat Fabian yang tengah memeluk dirinya.
Nadila mencoba mengingat ingat apa yang terjadi, ia melihat pakaian yang berserakan dilantai dan kini ia dan Fabian tidak menggunakan apapun.
" Bian..Bian bangun Bian "
" Hmm "
" Bian bangun cepetan "
" Apasih Dil, masih ngantuk "
" Kita.. Kita semalam ngapain Bian ? "
" Lo masih nanya Dil ? setelah lo maksa gue, sekarang lo nanya semalem kita abis ngapain ? "
" Harusnya gue yang nanya sama lo Nadila, lo kenapa ? "
Nadila terdiam, ia mencoba mengingat ingat kejadian sebelumnya.
" Gue..gue cuma inget kalau gue habis makan sama minum yang mamah kasih, setelah itu gue ngerasa badan gue aneh gue juga ga fokus apapun. Panas banget badan gue Bian "
" Terus lo tau soal Ernest Dateng ? "
" Tau, makanya gue coba telpon lo tapi lo ga angkat Bian "
" Apa mungkin nyokap lo yang bikin ini semua Dil ? "
" Sejahat itu nyokap gue ke gue Bian ? "
Fabian sendiri tak tau harus seperti apa sekarang.
" Lo mau kemana ? " tanya Fabian melihat Nadila yang turun dari ranjang dan memakai handuknya
" Mandi, mau ke kampus "
" Gue anterin ya "
" Engga usah, gue bisa sendiri Bian "
Fabian tau jika Nadila mungkin butuh waktu sendiri, ia pun memakai kembali pakaiannya dan segera pergi dari tempat Nadila.
.....
Nia merasa ada yang aneh dari Nadila sahabat nya itu, sejak tadi Nadila hanya diam dan melamun.
Bahkan makanan yang sudah ia pesanpun belum Nadila sentuh, Nia merasa ada yang di sembunyikan dari sahabatnya itu.
" Lo kenapa sih Nad ? Cerita kalau ada masalah ke gue "
" Menurut lo Ni, ada ga sih orangtua yang tega ngebiarin anak perempuannya ditidurin sama cowok lain ? "
" Ya ga ada lah, kenapa emang ? "
" Ada Nia ada, mamah gue. Dia jahat banget, masa iya dia biarin gue buat di tidurin sama Ernest "
" Nad ? Lo serius ? "
" Hmm " Nadila mengangguk
" Yaampun Nad, sumpah lo harus aduin ke bokap lo sih Nad "
" Kayaknya gue emang harus ketemu sama bokap, nanti deh gue cari waktu yang pas "
" Kalau ada apa apa lo cerita sama gue Nad "
" Iya Nia, makasih ya "
" Nad, sorry banget kayaknya gue harus pulang duluan deh "
" Iya ga apa apa, gue juga bentar lagi pulang ko "
" Lo hati-hati ya Nad, kalau ada apa apa cerita sama gue "
" Iyah iya "
Nia pun segera pergi meninggalkan Nadila sendiri, karena masih merasa sedih atas kejadian semalam Nadila berencana untuk menemui Fabian mengajak pergi sebentar.
Nadila pergi ketempat biasa Fabian berada, dan benar saja disana ia melihat beberapa teman Fabian yang biasa bersama dengan Fabian.
Saat Nadila hendak mendekat, samar-samar Nadila mendengar percakapan dari para teman-teman Fabian.
" Si Bian gila emang, baru kemarin kan dia tidur sama cewek yang di club' semalem dia udah tidur beda cewek lagi bro "
" Yah lo kayak ga hapal aja, dari luar aja kalem padahal dalemnya mah sangar coy "
" Ya emang ga usah diraguin lagi brengseknya apalagi kalau udah dapet yang dia mau, udah deh kelar "
Nadila berjalan mundur perlahan, ia tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" Sorry " ucap Nadila saat merasa menabrak seseorang
" Nadila, lo ngapain disini ? "
" Bi..bian engga cuma lewat aja "
" Lo mau pulang? mau bareng sama gue ? "
" Ehh engga engga usah, gue pulang sama temen gue aja. Gue duluan ya "
Nadila langsung pergi begitu saja, Nadila masih mencoba menerka apakah bian yang dimaksud adalah Fabian ?
Mengingat semalam ia dan Fabian bisa ditebak jika memang itu adalah Fabian yang memang Nadila kenal.
" Nad, mau pulang ? " tanya Niko yang berpapasan dengan dirinya
" Boleh Nik, gue bareng ya "
" Boleh, ayo naik "
Segera Nadila pun naik keatas motor Niko, ia pun segera mengantar Nadila pulang.
" Niko.. "
" Ya, kenapa Nad ? "
" Lo mau mampir dulu ga ? Gue mau minta tolong sama lo "
" Boleh Nad, gue juga mau ngomong sesuatu sama lo "
" Oke "
..
Sesampainya di apartemen Nadila, Niko pun duduk di sofa sambil menunggu Nadila yang berada di dapur.
Tak lama Nadila keluar sambil membawa segelas air untuk Niko.
" Lo mau minta tolong apa Nad ke gue ? "
" Lo dulu deh Nik, lo mau ngomong apa ke gue ? "
" Hmm, gue mau ngomong kalau gue suka sama lo Nad. Lo mau ga jadi pacar gue ? "
...
Fabian pulang dengan membawa makanan kesukaan Nadila, saat ia memasukan pin pintu milik Nadila pin itu salah.
Fabian pun mengetuk pintu beberapa kali, hingga akhirnya pintu itu terbuka.
" Ka Fabian "
" Ngapain lo disini ? Nadila mana ? "
" Nadila lagi istirahat kak "
" Nadila baik baik aja kan ? "
" Baik aja cuma emang dia ga mau diganggu, dan kalau bisa lo jangan ganggu dia ya kak "
" Kenapa ? Masalahnya apa sama lo ? "
" Soalnya Nadila sekarang pacar gue kak, gue harap lo ngerti "
" Ohh oke "
Fabian pun akhirnya memilih masuk kedalam unit miliknya, sedangkan Niko ia pun pergi meninggalkan apartemen Nadila.
..
Nadila yang merasa lapar pun akhirnya keluar dari kamar untuk pergi mencari makan, saat itu ia berpapasan dengan Fabian yang juga baru saja keluar.
Namun Fabian mengabaikan Nadila begitu saja, akhirnya Nadila pun kembali masuk kedalam unitnya.
Fabian menunggu cukup lama di depan lift, ia berharap jika ia akan bertemu atau satu lift dengan Nadila.
Namun cukup lama Fabian menunggu, Nadila tak juga kunjung datang.
Mungkin memang benar Nadila ingin menjaga jarak dengan Fabian, dan mungkin memang sudah seharusnya ia menjaga jarak dengan Nadila.
lanjut ya thor👍😄