NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan muda di atas pasir

Ravion tidak bergerak seinci pun. Meskipun Elric menatapnya dengan kebencian yang murni dan Elfesya sudah berulang kali memintanya pergi, pria itu justru melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh siapa pun di sana.

Ia melepas jas mahalnya, melipatnya dengan asal, dan melemparnya ke atas tumpukan jaring nelayan yang kotor. Ia kemudian menggulung lengan kemeja putihnya yang seharga belasan juta rupiah itu hingga ke siku, lalu membuka jam tangan mewahnya dan memasukkannya ke saku celana.

"Apa yang Bapak lakukan?" tanya Elfesya, matanya menyipit penuh kecurigaan.

"Membantumu," jawab Ravion singkat. Tanpa menunggu persetujuan, ia membungkuk dan mengangkat dua keranjang ikan asin sekaligus.

Otot lengannya yang selama ini hanya digunakan untuk menekan pulpen atau bersedekap di ruang rapat, kini menegang hebat menahan beban berat. Wajahnya langsung memerah, dan keringat mulai membasahi dahi serta lehernya dalam hitungan detik. Udara pesisir yang lembap dan menyengat mulai membakar kulitnya yang biasanya selalu berada di ruangan ber-AC.

"Jangan gila, Ravion! Letakkan itu!" seru Elfesya. "Anda tidak tahu cara melakukannya. Anda hanya akan merusak jemuran ini!"

"Kalau begitu ajari aku," balas Ravion sambil terengah. Ia meletakkan keranjang itu di atas rak bambu dengan posisi yang sedikit miring, hampir membuat ikan-ikan itu tumpah.

Warga desa dan buruh pengolahan ikan lainnya mulai berhenti bekerja. Mereka menonton dengan mulut menganga melihat seorang pria yang tampak seperti model majalah bisnis kini sibuk bergulat dengan ikan-ikan amis di bawah terik matahari.

Elfesya mencoba merebut keranjang itu, namun Ravion menghindar. "Aku tidak akan pergi sampai tugasmu hari ini selesai, Elfesya. Jika kamu terus menolak, kita hanya akan membuang waktu dan kamu akan pulang lebih lambat."

Elfesya menggeram frustrasi. Ia menatap adiknya, Elric, yang masih memegang kayu dengan bingung. Akhirnya, karena tidak punya pilihan dan ingin segera menyelesaikan pekerjaan agar adiknya bisa beristirahat, Elfesya menyerah.

"Susun dengan rapi. Jangan tumpang tindih, nanti tidak kering merata," ucap Elfesya ketus sambil menunjuk rak bambu.

Selama tiga jam berikutnya, Ravion benar-benar bekerja. Ia tidak mengeluh saat cairan garam dari ikan mulai membuat kulitnya perih. Ia tidak protes saat bau amis meresap ke dalam kemeja mahalnya hingga warnanya berubah menjadi kuning kecokelatan karena debu dan keringat. Ia bahkan tidak peduli saat kakinya yang mengenakan sepatu kulit menginjak lumpur sisa cucian ikan.

Setiap kali ia merasa ingin menyerah, ia melirik ke arah Elfesya. Ia melihat betapa kecilnya tangan istrinya itu, namun betapa kuatnya ia mengangkut beban hidup selama ini. Rasa sakit di punggung Ravion tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit di hatinya saat menyadari bahwa ia pernah menghina kerja keras ini sebagai sesuatu yang "murahan".

"Minum," suara dingin Elfesya memecah konsentrasi Ravion.

Gadis itu menyodorkan segelas air putih dalam gelas plastik kusam. Ravion menerimanya dengan tangan yang gemetar karena lelah. Ia meminumnya hingga tandas, seolah air itu adalah cairan paling berharga yang pernah ia rasakan.

"Puas?" tanya Elfesya, menatap penampilan Ravion yang kini sangat berantakan. Rambutnya yang klimis sudah jatuh menutupi dahi, wajahnya penuh keringat, dan kemejanya sudah hancur total. "Sudah cukup main-mainnya? Sekarang pergilah ke hotel atau ke mana pun asal bukan di sini."

"Aku sudah menyewa rumah di ujung jalan itu," sahut Ravion tenang, meski napasnya masih berat. "Untuk sebulan ke depan. Aku tidak akan ke hotel."

"Apa?!" Elfesya terbelalak.

"Aku akan tinggal di sini. Selama kamu di sini, aku juga di sini," tegas Ravion. "Aku akan membuktikan bahwa aku bukan sekadar 'pajangan' dari Arshaka Group. Aku suamimu, Elfesya. Dan aku akan menebus setiap keringat yang jatuh dari tubuhmu karena kesalahanku."

Ravion berbalik dan berjalan menuju tumpukan jaring untuk mengambil jasnya, meninggalkan Elfesya yang terpaku diam. Untuk pertama kalinya, Elfesya melihat Ravion bukan sebagai monster yang sombong, melainkan sebagai pria yang sedang berusaha mati-matian untuk meruntuhkan dinding keangkuhannya sendiri demi sebuah kata maaf.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!