NovelToon NovelToon
KEMBALI NYA SANG DEWA

KEMBALI NYA SANG DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Action / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Sinopsis: Kembalinya Sang Dewa (Zeus Is Back)
Tiga tahun lalu, dunia siber internasional diguncang oleh kematian mendadak "Zeus", sang Raja Hacker legendaris yang mampu membobol sistem keamanan Pentagon dan bank dunia dalam hitungan detik. Tak ada yang tahu bahwa Zeus dikhianati oleh rekannya sendiri demi uang dan kekuasaan.
Demi bertahan hidup, Zeus memalsukan kematiannya dan menyamar sebagai Kenji, seorang pemuda biasa yang bekerja di toko servis komputer kecil yang kumuh. Dia hidup miskin, dihina oleh tetangga, dan diremehkan oleh semua orang. Kenji rela mengubur masa lalu kelamnya demi kehidupan yang tenang bersama adik perempuan satu-satunya, Hana.
Namun, ketenangan itu hancur saat Hana dijebak oleh Megacorp—korporasi raksasa yang korup—atas tuduhan pencurian data rahasia. Hana diancam hukuman seumur hidup dan denda miliaran rupiah yang tak masuk akal hingga membuatnya jatuh koma karena tekanan mental. Saat hukum bisa dibeli dengan uang dan kekuasaan, Kenji sadar bahwa dunia tidak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gempa Siber dan Si Bos yang Kena Mental

Matahari pagi baru saja mengintip di sela-sela atap seng yang bocor, tapi suasana di dalam pasar loak elektronik sudah super berisik. Bukan karena suara mesin bor atau bisingnya knalpot motor, melainkan karena suara obrolan heboh dari para pedagang. Hampir di setiap lapak, mata orang-orang tertuju pada layar televisi tabung atau ponsel mereka masing-masing.

"Gila, bener-bener gila! Ini mah bukan hoaks lagi, livenya ada di mana-mana!"

"Gedung segede gitu bisa mati total semalam? Rekening perusahaannya dikuras habis sampai nol rupiah? Ini yang mretelin sistemnya pasti bukan manusia!"

Di sudut pasar yang paling kumuh, di depan ruko bertuliskan 'Darwin Komputer', Koh Darwin sedang duduk di kursi plastiknya sambil memegang segelas kopi hitam. Tangannya gemetar hebat sampai cairan kopi itu berkali-kali tumpah membasahi celana pendeknya. Matanya melotot, hampir copot menatap layar televisi 14 inci yang tergantung di tembok ruko.

Di layar kaca, seorang reporter wanita dengan wajah tegang sedang berdiri di depan gedung Megacorp yang sudah diberi garis polisi.

"...Melaporkan langsung dari lokasi. Sejak pukul dua belas malam tadi, Megacorp resmi dinyatakan pailit alias bangkrut total. Seluruh aset digital perusahaan lenyap tanpa bekas dalam waktu kurang dari lima belas menit. Tidak hanya itu, Manajer Keamanan Siber mereka, Adrian, subuh tadi resmi digelandang ke polda setelah seluruh bukti korupsi dan skandal penjebakan karyawan siber bocor ke publik melalui akun anonim bernama Zeus..."

Brak!

Gelas kopi di tangan Koh Darwin jatuh dan pecah berkeping-keping di lantai toko. Mukanya yang semula kemerahan karena hobi marah-marah, mendadak berubah pucat seputih kertas saring.

"Z-Zeus...?" gumam Koh Darwin dengan bibir bergetar. Dia langsung teringat kejadian kemarin sore. Kemarin dia baru saja memaki-maki Kenji, memotong gajinya, bahkan mengutuk pemuda itu sebagai anak yatim piatu pembawa sial.

Tepat pada saat kepalanya sedang berputar memikirkan nasib sialnya, sebuah bayangan langkah kaki pelan terdengar dari arah gang pasar.

Koh Darwin reflek mendongak. Jantungnya serasa mau copot dari dada.

Dari balik tikungan gang, muncul seorang pemuda dengan kaos oblong abu-abu yang sudah agak pudar warnanya, dipadukan dengan celana pendek santai dan sandal jepit tipis yang bunyinya pletok-pletok menyentuh lantai semen basah. Di tangan kanannya, dia memegang sebuah kantong plastik hitam berisi beberapa bungkus mi instan dan telur ayam.

Pemuda itu adalah Kenji. Wajahnya kelihatan ngantuk banget, sama sekali tidak mencerminkan sosok yang baru saja memicu gempa siber skala nasional semalam.

"Pagi, Koh," sapa Kenji dengan nada santai, super datar, seolah-olah tidak terjadi apa-apa di dunia ini. Dia berjalan melewati Koh Darwin begitu saja, lalu duduk di bangku kayu kecilnya yang reyot, bersiap mengambil solder untuk melanjutkan kerjaan kemarin.

Melihat Kenji yang bersikap kelewat santai, bulu kuduk Koh Darwin langsung berdiri tegak. Dia buru-buru bangkit dari kursi plastiknya, melangkah mendekati meja kerja Kenji dengan kaki yang lemas seperti jeli.

"K-Kenji... lu... lu semalem ke mana?" tanya Koh Darwin dengan volume suara yang turun drastis, tidak ada lagi nada bentakan sekencang toa masjid seperti biasanya.

Kenji melirik sekilas tanpa menghentikan jemarinya yang mulai membersihkan ujung timah solder. "Jemput adik saya, Koh. Kan kemarin saya udah izin pulang duluan."

"Adik lu... yang kerja di Megacorp itu?" Suara Koh Darwin makin mencicit, keringat dingin mulai membasahi dahi dan tengkuknya.

"Iya," jawab Kenji singkat, padat, dan jelas.

Glek.

Koh Darwin menelan ludah dengan susah payah. Pikirannya langsung mencocokkan garis waktu: Kenji pulang dengan muka marah, satu jam kemudian gedung Megacorp diserang monster siber bernama Zeus, lalu manajer yang menjebak adik Kenji langsung masuk bui, dan perusahaan itu hancur berantakan dalam semalam. Kalau ini cuma kebetulan, maka kebetulan ini terlalu mengerikan untuk ukuran otak Koh Darwin yang pas-pasan.

"Kenji... itu... soal laptop anak pejabat kemarin yang mati total..." Koh Darwin tergagap, tangannya gemetaran di depan dada. "G-gua udah cek lagi semalem. Ternyata bener kata lu, itu emang kemasukan air kencing kucing anaknya! Lu bener, Nji! Lu jenius! Jadi... soal potong gaji kemarin... itu gua cuma bercanda, Nji! Beneran, gua cuma bercanda!"

Kenji menghentikan gerakan soldernya. Dia menatap lurus ke arah Koh Darwin. Tatapan mata Kenji yang hitam pekat itu tidak menunjukkan kemarahan, tapi justru ketenangan misterius yang sanggup membuat Koh Darwin merasa seperti sedang diadili di depan malaikat maut.

"Oh, bercanda ya, Koh? Kirain beneran," kata Kenji sambil tersenyum tipis, sangat tipis hingga hampir tidak kelihatan.

"Bercanda, Nji! Sumpah demi apa pun gua cuma bercanda!" Koh Darwin panik setengah mati. Dia langsung merobek dompet kulitnya yang tebal, mengambil seonggok uang pecahan seratus ribu rupiah yang nilainya hampir tiga juta, lalu meletakkannya di atas meja Kenji dengan posisi menyembah. "Ini! Ini gaji lu bulan ini, plus bonus karena lu rajin banget! Ambil, Nji! Kalau kurang, lu bilang aja, jangan sungkan-sungkan!"

Kenji melihat tumpukan uang itu, lalu menggelengkan kepalanya pelan. Dia mengambil uang itu, memisahkannya, lalu hanya mengambil tiga lembar seratus ribuan. Sisa uangnya dia dorong balik ke arah Koh Darwin.

"Saya cuma ambil hak saya aja, Koh. Tiga ratus ribu buat minggu ini. Sisanya bawa balik aja," ucap Kenji tenang. Dia memasukkan uang itu ke saku celananya.

"Tapi, Nji..."

"Saya masih mau numpang kerja di sini buat beberapa hari ke depan, Koh. Boleh, kan? Saya malas cari tempat servis lain, udah mager," potong Kenji dengan nada santai yang sama sekali tidak bisa dibantah.

"B-boleh! Boleh banget, Nji! Lu mau tidur di ruko ini juga gak apa-apa! Lu mau anggap ruko ini punya lu sendiri juga silakan!" Koh Darwin mengangguk-angguk cepat seperti burung pelatuk, merasa sangat bersyukur karena ruko kecilnya tidak diledakkan secara digital oleh pemuda di depannya ini.

Tepat saat Koh Darwin mau kembali ke kursinya dengan perasaan lega, tiba-tiba dari arah depan pasar loak, muncul tiga orang pria berbadan tegap yang memakai setelan jas hitam rapi dan kacamata hitam. Penampilan mereka kontras banget sama lingkungan pasar loak yang becek dan kotor.

Ketiga orang itu berjalan dengan langkah tegap, mengabaikan tatapan heran para pedagang lain, dan langkah mereka berhenti tepat di depan ruko milik Koh Darwin.

Pria yang berdiri di paling depan membuka kacamata hitamnya, menampilkan wajah tegas dengan bekas luka kecil di pelipisnya. Matanya menyapu seisi ruko, hingga akhirnya pandangannya terkunci rapat pada susunan punggung Kenji yang sedang membelakangi mereka.

Pria berjas itu melangkah maju, lalu membungkukkan badannya sedalam sembilan puluh derajat di depan meja kerja Kenji yang penuh debu sisa solder.

"Tuan Besar Zeus... Akhirnya kami berhasil menemukan Anda," ucap pria berjas itu dengan suara lantang yang bergetar penuh rasa hormat.

Koh Darwin yang baru saja mau duduk langsung jantungan lagi, sampai-sampai dia jatuh terjungkal dari kursinya dan mendarat dengan pantatnya di lantai yang kotor.

Sementara itu, Kenji hanya menghela napas panjang tanpa berbalik. Dia meletakkan kembali alat soldernya ke meja, lalu bergumam pelan pada dirinya sendiri, "Baru juga tenang satu malam, lalat-lalat ini udah mencium baunya aja..."

1
Nikolaus Bahang
gak jelas ceritanya anjing...awal Pluto sudah kena tangkap skrg ada lagi pluto
Nikolaus Bahang: 🤣🤣🤣🤣 lihat ulang la Thor apa yg di tulis
total 2 replies
SANG
Enak tenang 👍💪Bunga untukmu bro/CoolGuy//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG
Meloho👍💪
SANG
Menakjubkan💪👍
SANG
Luar biasa bro💪👍
SANG
Mantap bro
SANG
Keren bro💪👍
Manusia Ikan 🫪
:v
Manusia Ikan 🫪
aku sih curiganya Kenji ini admin Zeus yang itu🤫
the misterius author 🐐: hust jangan kasih tau orang bg 🤣
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
kwoakwoa kena iklan judol/Facepalm/
the misterius author 🐐: parah 🤣
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
heleh :v
Manusia Ikan 🫪
mending pindah kerja🐥
the misterius author 🐐
sayang kalau gak baca guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!