NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Saudara dari Timur dan Utusan Padang Pasir

​25 Oktober 700 Masehi — Gerbang Agung Luoyang, Dinasti Zhou

​Kemegahan Luoyang, ibu kota timur yang menjadi jantung kedaulatan Zhou, hari ini tampak lebih sibuk dari biasanya. Genderang penyambutan bertalu-talu di atas tembok kota yang tinggi. Di jalanan utama, rakyat berkerumun dengan wajah penuh tanya. Mereka telah mendengar desas-desus tentang kembalinya Kaisar Wanita Wu Lin dari perjalanan jauh ke Barat. Namun, yang membuat mereka tercengang adalah benda-benda aneh yang ikut serta dalam iring-iringan tersebut.

​Di barisan depan, Maharani Wu Lin duduk di atas kereta kencana. Matanya terus melirik ke arah belakang—ke arah tiga monster baja raksasa (Tank MBT) yang ditarik oleh platform pengangkut berat. Di langit, suara raungan mesin jet dari helikopter yang diberikan Yudi memecah awan, membuat rakyat Luoyang bersujud karena mengira naga langit telah turun memihak kedaulatan Wu Lin.

​Di gerbang istana, suami kedua Wu Lin berdiri menunggu dengan wajah tegang. Pria ini adalah bangsawan yang dinikahi Wu Lin setelah suami pertamanya (ayah kandung Zhou Long) meninggal dunia. Ia menyadari posisinya yang rapuh; ia bukan ayah kandung dari pangeran mana pun yang memiliki kekuatan nyata, dan kini ia harus menyambut kepulangan istrinya yang membawa senjata dewa hasil pemberian anak dari pernikahan pertamanya.

​"Istriku, Sang Maharani!" seru sang suami saat Wu Lin turun.

​Wu Lin hanya mengangguk formal, tatapannya dingin. "Kita telah menemukan Yudi. Tapi dia bukan lagi anak yang bisa kau bayangkan. Dia adalah penguasa badai dari Barat."

​Cerita dari Atap Dunia

​Malam itu, di dalam aula pribadi istana yang tertutup rapat, suasana menjadi sangat tegang. Dua putra bungsu Wu Lin, Zhou Cheng (13 tahun) dan Zhou Jian (12 tahun)—yang merupakan anak dari suami kedua—tidak bisa menahan diri lagi. Mereka sangat mengagumi sosok Yudi. Mereka mulai menceritakan semua keajaiban di Lhasa kepada ayah mereka.

​"Ayah! Kau tidak akan percaya!" seru Zhou Jian dengan mata berbinar. "Kakak Yudi punya tabung raksasa yang bisa memanggil petir! Tembok Lhasa yang sangat tebal itu hancur hanya dalam sekejap!"

​Zhou Cheng menimpali dengan wajah serius, "Kakak Yudi memiliki kereta tanpa kuda yang terbuat dari besi murni. Pelurunya keluar secepat kilat! Dia bahkan memberi Ibu senapan-senapan hebat dan jutaan butir peluru untuk menghancurkan musuh kita!"

​Sang suami kedua mendengarkan dengan wajah pucat. Ia menyadari bahwa kewibawaan Yudi akan mengaburkan posisi anak-anaknya sendiri di masa depan. Wu Lin hanya menatap diam, membiarkan cerita-cerita itu menegaskan kekuatan barunya.

​Obsesi Yue Qing dan Laporan Strategis

​Di kediaman Menteri Besar, Yue Qing masuk dengan aura yang berbeda. Ayahnya, menteri yang paling setia kepada Wu Lin, sedang duduk di ruang kerjanya saat putrinya masuk. Yue Qing tidak lagi tampak seperti gadis bangsawan biasa. Matanya yang merah delima berkilat dengan intensitas yang mengerikan, dan lekuk tubuhnya yang dewasa (G-cup) tertutup jubah sutra merah yang elegan.

​"Ayah, Yudi bukan hanya seorang prajurit. Dia adalah masa depan," ucap Yue Qing tanpa basa-basi. "Dia memiliki senjata bernama 'Rudal' yang bisa terbang melintasi gunung. Dia memimpin ribuan orang bersenjata api yang bisa membantai kavaleri kita dalam hitungan detik."

​Sang Menteri terdiam. "Dan kau... tetap ingin menjadi istrinya?"

​Yue Qing tersenyum penuh obsesi. "Aku akan menjadi permaisurinya. Hanya aku yang pantas mendampingi pria yang bisa memanggil api dari langit. Dia telah berjanji akan datang melamarku di sini, di Luoyang. Siapkan penyambutan teragung, karena suamiku adalah Kaisar Baja."

​Diplomasi Padang Pasir: Utusan ke Abbasiyah

​Sementara itu di Lhasa, Yudi Rahmad tidak sedang bersantai. Di ruang komando modernnya, ia menatap peta besar Asia Tengah. Ia menyadari posisinya sangat strategis sebagai gerbang Jalur Sutra yang baru.

​"Galuh," panggil Yudi. "Siapkan rombongan utusan terbaik. Kita akan mengirim mereka ke Barat, menuju Bagdad, pusat Kekhalifahan Abbasiyah."

​Yudi menuliskan surat dengan stempel resmi Dinasti Rahmad. Ia menawarkan Aliansi Dagang dan Militer. Mengingat Yudi mulai menyebarkan Islam di Tibet, aliansi ini adalah langkah spiritual sekaligus taktis.

​"Katakan pada Khalifah," ucap Yudi kepada utusannya. "Bahwa di Timur telah berdiri kekaisaran yang bersujud kepada Allah yang sama. Kami memegang kunci jalur perdagangan dunia. Jika mereka bersedia beraliansi, jalur dari Persia hingga Tiongkok akan seaman berada di dalam masjid."

​Utusan itu berangkat dengan pengawalan kavaleri bermotor untuk menunjukkan kelas teknologi mereka. Yudi tahu, aliansi ini akan menjadi penyeimbang jika hubungan dengan India Buddha atau faksi internal Zhou memanas.

​STATISTIK & HUBUNGAN KARAKTER

​Yudi (17 Tahun): Fokus pada diplomasi dengan Abbasiyah dan persiapan lamaran ke Luoyang. Perasaannya pada Yue Qing makin dalam setelah pertemuan terakhir.

​Maharani Wu Lin (36 Tahun): Penguasa tunggal Zhou yang kini memegang kendali teknologi militer (Tank & Helikopter Jet).

​Yue Qing (16 Tahun): Obsesi tingkat tinggi. Menggunakan pengaruh ayahnya untuk memastikan posisi permaisuri adalah miliknya.

​Zhou Long (15 Tahun): Putra dari suami pertama Wu Lin (telah meninggal). Merasa terancam karena status "putra sulung" istana miliknya kalah telak oleh Yudi.

​Suami Kedua Wu Lin: Merasa terasing dan khawatir akan hilangnya pengaruh politiknya.

​Zhou Cheng (13) & Zhou Jian (12): Menganggap Yudi sebagai idola dan pahlawan sejati.

​STATISTIK DINASTI RAHMAD

​Status Diplomatik: Aliansi Bulan-matahari (Zhou), Inisiasi Diplomasi (Abbasiyah).

​Militer Strategis: Menyiagakan Radar Aegis di perbatasan India (Kerajaan Pala).

​Religi: Penyebaran Islam berlangsung damai di Lhasa; Masjid mulai menjadi pusat komunitas.

​Logistik: Pemetaan jalur kereta api pertama di Tibet dimulai.

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!