NovelToon NovelToon
Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Mantan Suami Mengganggu Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Naik Kelas / Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Dikala aku sudah memulai hidup baruku tanpamu, kenapa kau kembali lagi. Beredar terus di sekitar, membuatku kesal.

Pergilah kau, pergi dari hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

"Kau yakin?" tanya Arya

Luna mengusap kasar air mata di pipinya dan menatap pria yang dia cintai selama kurang lebih lima tahun itu.

"Iya. Aku yakin" jawabnya tanpa keraguan sedikitpun. Lalu berjalan ke arah kamar dan mulai mengemas semua bajunya ke dalam koper.

"Apa yang kau lakukan?"

"Aku mau pulang ke rumah orang tuaku. Ini rumah yang kau beli sebelum menikah, aku tidak memiliki hak untuk tinggal disini. Untuk barang-barang lainnya, kau kirimkan saja ke rumah orang tuaku"

Arya hanya diam di depan pintu. Tidak bicara dan melarang sama sekali. Pasti karena Arya memang menunggu saat ini tiba. Setelah selesai mengemas semua baju, Luna menurunkan koper ke lantai. Tanpa diminta, Arya mengambil alih koper itu dari tangannya.

"Aku akan mengantarmu pulang"

"Tidak perlu"

"Jangan membantah, ini hampir tengah malam. Tidak akan ada taksi yang akan datang ke daerah ini untuk mengantarmu"

Ingin rasanya Luna mengamuk lagi. Tapi dia sudah kehabisan energi. Yang bisa dia lakukan hanya menurut.

1 jam kemudian

"Luna!! Kenapa kamu ... ?" tanya Susi, ibu Luna yang membuka pintu rumah. Terlalu terkejut karena ditelepon malam-malam untuk membuka pintu.

"Aku dan Arya akan bercerai"

"Apa? Tapi ... "

Melihat air mata yang masih membekas di pipi Luna, Susi tak jadi bicara dan bertanya banyak. Hanya bisa mengambil koper putrinya masuk ke dalam rumah. Membawakan air putih untuk Luna lalu kembali ke arah pintu.

Dia melihat menantunya menunggu disana.

"Ibu, maaf mengganggu" sapa Arya dengan sopan.

"Ibu tidak mau mencampuri urusan kalian. Tapi setelah mendengar kau berselingkuh, ibu sudah menduga ini terjadi"

"Ibu maaf ... Saya ... "

"Tidak perlu membuat alasan lagi. Urus saja perceraian kalian dan berpisah baik-baik. Tidak perlu bertikai lebih lanjut dan membuat satu sama lain lelah. Dan cepat pergi dari sini sebelum ayah Luna keluar untuk membunuhmu!" ucap Susi lalu menutup pintu. Tidak memberi kesempatan menantunya bicara lagi.

Susi berjalan ke arah kamar putrinya dan mendengar Isak tangis. Dia hanya diam di depan pintu sampai suaminya ikut turun.

"Biarkan dia menangis!" kata suami Susi yang sedari tadi menahan diri untuk tidak ikut keluar menghadapi menantu mereka.

"Luna!! Masih ada sup ayam di dapur sisa makan malam tadi. Jangan tidur dengan perut lapar. Ibu tidur dulu!" kata Susi. Walau tidak mendapat tanggapan dari Luna, dia kembali ke kamar bersama suaminya.

"Aku lihat anak tengik itu baru saja pergi!! Kurang ajar sekali anak itu. Bagaimana bisa memulangkan putri kita malam-malam begini!" komentar Ayah Luna dengan emosi.

"Sudah! Ini pilihan mereka. Aku juga tidak mau Luna bertahan dengan suami yang suka berselingkuh begitu"

"Besok masak yang banyak, jangan biarkan Luna kurang makanan!"

Susi tersenyum kecut mendengar permintaan suaminya lalu memutuskan untuk tidur.

Keesokan harinya, Susi benar-benar memasak banyak. Ayam goreng, sup daging, ikan panggang, tumis sayur dan kue telah tertata rapi di meja. Setelah beberapa lama menunggu, pintu kamar putrinya akhirnya terbuka.

Luna keluar dengan mata bengkak dan wajah sendu lalu diam menghadap makanan.

"Ayo makan, kamu pasti lapar" kata Susi yang memberi segelas air hangat untuk putrinya.

Luna hanya mengambil air, meminumnya habis lalu berjalan kembali ke kamar. Dia tidak memiliki selera makan sama sekali. Yang ingin dia lakukan hanya berbaring di atas kasur saja.

Beberapa hari kemudian, keadaan tubuhnya memburuk. Tidak mau merepotkan orang tuanya yang bekerja, dia berangkat sendiri ke rumah sakit.

"Anda kekurangan cairan dan nutrisi, setelah menghabiskan cairan infus baru boleh pulang" kata dokter yang menangani.

"Terima kasih" jawab Luna lemah.

Baru saja terlelap, Luna mendengar suara yang sangat dia kenal.

"Bagaimana bisa kau terkilir saat olahraga?"

"Aku hanya ingin menunjukkan gerakan baru, tidak menyangka kalau lapangannya licin. Kak Arya jangan marah ya"

"Aku tidak marah, aku hanya khawatir luka di kakimu serius"

"Kak Arya memang yang terbaik. Terima kasih sudah menggendongku sampai rumah sakit"

Dari sela kelambu rumah sakit, Luna bisa melihat dua sosok yang sangat dikenalnya. Itu Arya dan Marina. Bagaimana bisa mereka ada di rumah sakit yang sama dengannya? Sungguh sial sekali, pikirnya.

Padahal dia sakit tapi Arya sama sekali tidak peduli padanya. Bahkan sejak dia meninggalkan rumah, suaminya itu tak pernah menghubungi. Seakan Arya tak sabar lagi untuk memulai hubungan baru dengan Marina.

Karena pengaruh obat, perlahan Luna tertidur. Dalam tidurnya, dia serasa kembali ke masa pacaran dengan Arya. Saat itu mereka adalah pasangan yang serasi. Arya merupakan mahasiswa paling tampan, tinggi dan pintar di Fakultas Ekonomi. Sedangkan Luna calon perawat yang cantik dan menarik.

Keduanya resmi menjadi pasangan setelah mengikuti program kerja nyata di luar kota. Sampai lulus dan bekerja, mereka masih sanggup mempertahankan cinta sampai menikah. Sayang sekali pernikahan yang Luna pikir akan bertahan selamanya kandas hanya karena tubuhnya berubah. Semua orang memang tidak bisa memprediksi apa yang terjadi dalam hidup.

Tidak tahu berapa lama kemudian, perlahan Luna membuka mata. Dia menggerakkan tubuh dan mulai bangun. Terkejut ketika ada seseorang yang duduk tepat di sebelah ranjangnya.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya pada Arya.

"Dehidrasi dan malnutrisi sampai demam. Apa yang terjadi padamu?"

"Cih, seolah kau peduli" jawab Luna lalu melihat tempat cairan infus yang sudah kosong. Dia menekan tombol perawat dan menunggu.

"Kita belum bercerai, kau bisa meminta tolong padaku ketika sakit"

"Pergilah! Aku tidak mau melihatmu!"

"Luna!!"

"Jangan berteriak padaku!!"

Bertemu lagi setelah beberapa hari dan mereka kembali bertengkar. Tak lama seorang perawat datang untuk memeriksa.

"Infusnya sudah habis, Anda boleh langsung pulang"

Mendengar itu, Luna bergegas untuk turun. Tak menyangka tubuhnya masih terasa lemah, sehingga dia hampir jatuh. Untung saja ada yang menangkapnya. Tapi begitu menyadari Arya yang menangkap tubuhnya, Luna segera mengenyahkan tangan itu. Dia tak mau disentuh pria yang sudah tak menjadi miliknya lagi.

"Aku akan mengantarmu!" kata Arya tak digubrisnya. Luna terus saja berjalan pelan keluar dari rumah sakit. Tak menduga akan melihat Marina disana.

"Luna!"

Malas sekali rasanya melihat orang yang menyebut dirinya sahabat tapi ternyata ular bermuka dua. Ingin sekali Luna segera pergi tapi belum menemukan taksi lewat.

"Marina! Kenapa kau belum pulang? Aku akan mengantar Luna pulang dulu"

"Kak Arya, sulit sekali mencari taksi dengan kaki sakit. Tidak bisakah kak Arya mengantarku? Kakiku masih sakit sekali"

"Kau ikut kami saja. Setelah Luna, aku akan mengantarmu pulang"

"Baiklah, tapi ... bisakah kita mampir untuk membeli kue kesukaanku nanti sebelum pulang? Aku ingin sekali makan kue itu"

"Baiklah. Kau tunggu dulu disini bersama Luna sementara aku mengambil mobil"

"Baik Kak Arya, aku akan menunggu disini"

Luna tidak mempedulikan pasangan menjijikkan yang berdiskusi di belakangnya. Dia tetap mengulurkan tangan pada taksi yang lewat. Dan akhirnya taksi itu berhenti untuknya. Segera saja dia naik taksi dan meninggalkan Arya dan Marina yang sibuk memamerkan perhatian dan kasih sayang mereka.

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
heran aku dengan arya...thor jangan bagi mereka berbaik kembali... dia dah celup orang lain tu...
tahi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!