NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Harus Sekolah

Saat ini Nan Wei sudah barada atas gerobak sapi, setelah beli kain di toko milik Tuan Bai dia langsung pergi mencari perabotan rumah yang harus diganti seperti alat makan.

Sebenarnya dia bisa saja beli di toko sistem, tapi Nan Wei hanya membeli yang paling dia butuhkan saja.

"Kalian ada bisnis di kota ya?" tanya Paman Tao dengan raut penasaran melihat mereka belanja begitu banyak.

Bagaimana dia tidak penasaran, mereka bertetangga dan dia sangat tau kehidupan keluarga Xia yang tidak jauh beda dengan dirinya.

Tapi dia sedikit beruntung karena memiliki seekor sapi, jadi tidak terlalu lelah untuk bekerja diladang.

"Paman. Kami memang sedang menjalankan bisnis. Kalau Paman mau ikut, silahkan datang ke rumah Ayahku nanti malam!" ucap Nan Wei.

"Oh benarkah? Terima kasih, Paman pasti datang!" Paman Tao begitu semangat. Bagaimana mungkin dia menolak, dia sudah melihat sendiri hasilnya, mereka sudah bisa menikmati hidup sedikit enak hanya dalam waktu dua hari saja.

***

Tiba di rumah tepat sebelum waktu makan siang, mengetahui Nan Wei membeli perabotan rumah, Ibu Xia segera meminta Xia Dalang untuk langsung mengantar ke rumahnya.

"Kenapa beli sebanyak ini?" tanya Ibu Xia dengan mata terbelalak melihat banyak kain yang turun dari gerobak.

"Ibu. Aku ingin anak-anak sekolah. Dan mereka harus menggunakan pakaian bagus dan rapih,!" jelas Nan Wei.

Mendengar kata sekolah, semua orang langsung tertegun. Mereka menatap Nan Wei agar dia mengulangi kembali yang dia ucapkan.

Di keluarga mereka, belum pernah ada yang mendaftar sekolah. Mereka hanya bisa menghitung dan menulis nama saja karena beberapa tahun yang lalu, ada seseorang Cendikiawan yang tinggal di Desa, dan membuka kelas gratis bagi mereka yang mau.

"Aku ingin mereka semua sekolah! Xia YunHao, meski sudah terlambat, tidak ada salahnya bersekolah untuk mengetahui banyak ilmu!"

Xia YunHao adalah cucu laki-laki pertama, anak dari Xia Dalang. Dia lebih mudah beberapa bulan dari Xia Lingzi, karena Kakak ipar pertama harus menunggu beberapa tahun untuk kehamilan Pertamanya..

"Bibi aku tidak pantas!" ucapnya dengan sendu. Orang yang seumuran dengannya sudah menikah dan punya anak. Dia benar-benar senasib dengan Xia Lingzi.

"Apanya yang tidak pantas?" tanya Nan Wei dengan serius. "Atau jangan-jangan kamu sudah ingin menikah?"

YunHao terdiam, itu membuktikan jika tebakan Nan Wei tidak salah. Dia tidak pernah terpikir untuk bersekolah, dia hanya ingin bekerja cari uang, lalu menikah.

"Oh baiklah jika kamu ingin menikah, kamu tidak perlu sekolah! Tapi katakan, setelah menikah, kamu ingin tinggal di mana? Apa kamu ingin tidur bertiga dengan Xia Bao?"

YunHao langsung menunduk, dia tidak tahu harus jawab apa. Tapi benar juga, dimana istrinya akan tidur setelah masuk menikah?

Melihatnya terdiam Nan Wei berkata. "Kamu ingin menikah, karena melihat teman yang seumuran denganmu sudah menikah kan? Tapi apa kamu tidak lihat? Hidup mereka susah,! Kalau kau bersekolah lalu cari kerja di kota bukankah kamu bisa menghidupi istrimu?"

Semua mengangguk setuju, tapi mereka tidak bisa lupa dengan budaya yang sudah ada sajak turun temurun, yang mengharuskan mereka menikah setelah umur 15 tahun ke atas.

"Benarkah bisa kerja di kota?" tanya YunHao dengan ragu.

"Kenapa tidak! Asal kamu bisa baca dan menulis, pasti ada pekerjaan untukmu!" ucap Nan Wei dengan tegas.

"Nak dengarkan kata Bibimu!" kata Wu DuSi pada anaknya.

"Tapi Buu,, sekolah kita harus punya banyak uang, mending uangnya digunakan untuk makan!" balas YunHao.

"Asal kamu mau sekolah dengan serius, Bibi yang akan membiayai semuanya!" sela Nan Wei.

"Bibi aku mau...!" seru YunHao dengan cepat. Dia tidak menolak, karena dia dan Xia Lingzi belum menikah juga karena Nan Wei yang menghabiskan tabungan keluarga.

"Bagus! Kalian berempat persiapkan diri, karena besok aku akan mencari sekolah yang masih menerima murid!"

"Baik Bibi.!"

"Baik Buu..!"

Semua begitu bahagia karena anggota keluarga mereka akhirnya bisa sekolah. Dan kebahagiaan mereka berlipat ganda saat Nan Wei mengeluarkan banyak baju dan juga sepatu.

Nan Wei membelikan mereka semua masing-masing dua setel baju. Tentu yang memilih ukuran adalah Xia Lingzi, karena dia sudah mengetahui ukuran baju mereka.

Sekali lagi mereka mengucapkan terima kasih dengan tulus. Ibu Xia Bahkan mengeluarkan air mata saking terharunya.

Setelah mencoba baju baru, mereka akhirnya makan siang bersama. Dan Nan Wei kembali membeli makanan saat masih di pasar.

***

Setelah makan siang, mereka semua beristirahat. Dan itu membuat Nan Wei sedikit heran, karena orang tuanya pasti langsung menuju Ladang jika sudah lima menit berlalu.

Tapi dia tidak bertanya, itu lebih bagus jika orang tuanya di rumah saja. Dia sungguh tidak tega melihat tubuhnya yang ringkih masih begitu kerja keras.

"Adik semuanya sudah selesai panen! Nanti Kakakmu yang akan ke ladang pergi mengangkutnya!" ucap Kakak ipar pertma.

Nan Wei mengangguk mengerti, "Oh syukurlah! Ayah dan Ibu bisa istirahat sekarang!"

"Ya. Kamu benar! Adik, kain yang kamu beli bagusnya dijahit oleh Menantu kepala Desa, dia sangat pandai menjahit!" jelas Kakak ipar pertama.

"Hmm,, bukannya kakak ipar juga pandai?" tanya Nan Wei dengan bingung, karena selama ini kakak iparnya lah yang menjahit baju untuk mereka semua.

Kakak ipar tersenyum malu, dia kemudian berkata. "Aduh kamu ini, kalau untuk baju sehari-hari aku yang akan menjahitnya. Tapi yang ini akan dipakai anak-anak untuk sekolah!"

Nan Wei langsung setuju, dalan urusan sekolah dia tidak akan membiarkan mereka dipermalukan.

"Kakak ipar, kamu yang urus! Aku terserah, yang penting hasilnya memuaskan!" kata Nan Wei sambil mengeluarkan uang sebanyak 5 tael.

"Adik ini untuk apa?" tanya kakak ipar pertama dengan tubuh gemetar melihat batangan perak di tangannya.

"Ini untuk bayar yang jahit baju!"

"Astaga kamu ini.. Jahit baju tidak semahal ini!" ucapnya sambil meletakkan uang itu kembali ke tangan Nan Wei.

"Oh aku tidak tahu, jadi Kakak ipar pegang saja!" pinta Nan Wei.

Kakak ipar pertama akhirnya hanya mengambil 1 tael perak saja. Karena baju yang ingin dibuat 3 setel setiap orang, jadi totalnya ada 12 baju.

Nan Wei sengaja membuat beberapa saja, karena yang dia takutkan, sekolah yang dia daftarkan memiliki baju seragam.

Dan itu jauh lebih baik, karena anak-anak tidak perlu bingung harus menggunakan pakaian apa lagi. Tidak perlu menahan malu karena bajunya dicuci kering pakai.

Nan Wei juga akan mencarikan guru untuk para gadis setelah bisnisnya berjalan dengan baik. Tapi itu bukan berarti anak perempuan tidak diperbolehkan sekolah.

Namun bagi orang Desa, anak perempuan yang bersekolah hanya buang-buang uang, karena setelah dewasa dan menikah, mereka hanya akan mengurus rumah dan anak.

Tidak seperti dengan anak laki-laki, harus mencari pekerjaan diluar yang membutuhkan kecerdasan.

.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!