Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kenyataan pahit
" Ada apa sayang. siapa yang membuat mu seperti ini katakan pada mommy " ucap Mrs Mira yang sebenarnya sudah tau permasalahan Arga dengan Hana dan juga arka.
" Hana masih berhubungan dengan kekasih nya mommy aku tidak terima dan aku ingin Hana menjadi milikku seutuh nya mommy hiks hiks" ucap Arga dengan tangisan yang kian menjadi
" Apa maksudmu Arga ! Kau sedang tidak bercanda kan! Kalian akan menikah mana mungkin Hana memiliki hubungan dengan pria lain " ucap Mrs Mira berpura-pura terkejut mendengar ucapan Arga.
" Aku tidak berbohong mommy,aku sendiri yang mengantar kan mereka berkencan dan Hana sendiri yang mengatakan dia bingung dan masih mencintai kekasih nya. Aku harus bagaimana aku harus menyerah kah? " Ucap Arga dengan tangisan nya.
Mrs. Mira tersentak karna baru mengetahui bahwa Arga sendiri yang mengantarkan Hana untuk berkencan dengan selingkuhan nya karna yang dia lihat hanya Hana dan seorang pria yang bernama arka yang mirip dengan anak pertamanya. Ia langsung menatap anaknya dengan tegas. Tatapan nya seakan tidak terima.
" Kenapa kamu tidak berkata pada mommy Arga.... You are my daughter... Mommy tidak suka melihat mu menangis mommy bisa menghancurkan siapapun yang membuat mu menangis....Jangan membuat mommy terlihat buruk menjadi orang tua untuk mu..." Ucap Mrs. Mira melirihkan ucapan nya di akhir.
Arga menggeleng pelan, tertawa lirih masih dengan sedikit isakan. Ia menatap sendu mommy nya.
" Bagi ku kau adalah orang tua yang hebat... Kau bukanlah orang tua yang buruk untukku..." Ucap Arga memejamkan mata nya sejenak.
" Tapi keputusan kalian lah yang membuat ku terlihat buruk...!" Ucap Arga sembari berteriak, ia terisak pelan sambil mencengkram erat sprei. Mrs. Mira tertegun. Hati nya terasa di sayat melihat anak nya seperti ini. Sekarang ia tau apa penyebab arga menjadi anak yang mungkin bisa terbilang mengesalkan. Sekarang ia tau bahwa itu hanya sebuah topeng. Arga selalu menutupi kesedihannya, rasa kesepian nya dengan cara bersikap seenaknya. Kini ia sadar bahwa keputusan yang ia buat bersama mantan suami nya justru hanya membuat luka hebat pada sang anak.
Tak tahan lagi. Mrs Mira segera mendekap sang anak dengan erat. Ia menangis menyesali perbuatannya.
" I'm sorry... Mommy is really sorry..." Ucap Mrs Mira Membbuat Arga membalas pelukan mommy nya. Ia terisak pelan di dada sang mommy. Mendengar kata maaf, arga segera menggelengkan kepala nya.
" No... Ini bukan kesalahan mu mommy... " Ucap Arga masih terus terisak. Arga juga mengerti bagaimana situasi nya. Jika sebuah hubungan tidak ada yang bisa di pertahankan, maka lebih baik berpisah bukan. Keputusan mommy nya mungkin benar, namun itu menorehkan luka hebat untuk nya sebagai anak. Orang-orang mungkin berkata buruk tentang kepribadian arga. Tapi tetap saja,itu hanyalah sebuah topeng untuk menutupi kesedihannya. Semakin kesini Arga semakin terluka dengan keputusan perpisahan itu. Orang tua nya berpisah ketika ia masih kecil dan membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Jika semua hubungan tidak ada yang bisa di pertahankan, maka lebih baik berpisah bukan. Keputusan mommy nya mungkin benar, namun itu menorehkan luka hebat untuk nya sebagai anak. Orang-orang mungkin berkata buruk tentang kepribadian arga. Tapi tetap saja, itu hanyalah sebuah topeng untuk menutupi kesedihannya. Semakin kesini arga semakin terluka dengan keputusan perpisahan itu. Orang tua nya berpisah ketika ia masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang kedua nya. 'Aku merindukan mereka... Tapi aku juga membenci mereka...' gumam Arga dalam hati nya.
Arga mendongakkan kepalanya ke arah Mrs Mira.
" Mommy aku ingin membatalkan pernikahan ku dengan Hana... Aku rasa aku tidak ditakdirkan dengan nya. Aku akan kembali ke LA atau Indonesia saja. Tapi sepertinya aku ingin ke LA dan tinggal di sana saja. Tolong antar aku ke mansion Hana untuk membatalkan pernikahan ku dengan Hana" ucap Arga sembari menangis sejadi jadinya dan merasa hatinya begitu perih saat mengatakan hal itu.
Mrs Mira terkejut mendengar ucapan sang putra karna dia tau bagaimana keras kepala nya Arga jika ingin sesuatu Arga harus mendapatkan nya bagaimana pun caranya bahkan tidak jarang dia Menggunakan kekuasaan nya.
" Apa kau yakin arga.mommy tidak suka melihat mu menyerah seperti ini... Kau bukan Arga yang mommy kenal. Arga yang mommy kenal selalu ambisius dan tidak pernah mau menyerah begitu saja bahkan biasanya kamu menggunakan kekuasaan mommy untuk mendapatkan apa yang kau mau bukan" ucap Mrs Mira sembari mengelus rambut Arga yang manangis tersedu sedu membuat hati Mrs Mira marah besar pada Hana dan arka khususnya tuan Juna.
" Ini berbeda mommy aku tidak bisa hidup dengan seseorang yang tidak bisa memilih antara aku dan kekasih nya hiks hiks... Aku tidak sanggup mommy aku akan pergi ke LA saja mommy hiks hiks...antar aku sore ini ke mansion nya Hana untuk membatalkan pernikahan ini" ucap Arga dengan air nata yang semakin menjadi.
" Baiklah kalau itu kemauan mu sayang. Tapi jika hatimu masih ragu mommy tidak akan melarang jika kamu ingin kembali menikah dengan Hana " ucap mrs Mira sembari memeluk erat Arga.
#
Sore hari Mansion Mr Juna dan Mrs ayu kedatangan Mrs Mira dan arga.mereka mengajak ke ruang keluarga dan entah kenapa Mrs Mira terlihat begitu marah.
" Ah tumben Mrs Mira tidak mengabari saya jika akan ke mansion. Apakah calon menantu ku ini sudah merindukan calon istri nya. Kebetulan Hana ada di atas sebentar lagi mungkin dia akan turun ke bawah " ucap Mr Juna menutupi kegugupan nya.
" Aku datang kesini untuk mengantar putra ku" ucap Mrs Mira dengan wajah datar dan dingin sembari menggenggam tangan Arga.
" Ada apa Arga? kenapa mata mu sembab seperti itu siapa yang membuat mu menangis? Apa kau baik baik saja " tanya Mrs ayu kepada Arga yang membuat Arga memberikan senyuman manis.
" Emm tuan Juna nyonya ayu,aku ingin membatalkan pernikahan ku dengan Hana. Aku rasa aku tidak bisa bersama dengan seseorang yang masih tidak bisa melepaskan kekasih nya. Aku ingin memiliki seseorang itu seutuhnya dan mungkin Hana bukan jodohku dan aku meskipun dengan berat hati aku ingin membatalkan pernikahan ku dengan Hana. Aku berharap aku bisa mendapatkan pengganti Hana dan Hana bisa bahagia dengan pilihan nya " ucap arga dengan Air mata yang masih ada.sebelum benar' benar mencerna ucapan Arga dan membalas nya tiba tiba suara teriakan dari tangga menggema di seluruh mansion itu.
" Tidakkkkkkk!!! Aku tidak mau pernikahan ini batal!! Sayang aku mohon beri aku waktu untuk mengakhiri nya aku mohon sayang hiks hiks aku tidak rela kamu menikah dengan wanita lain !! Hanya aku yang akan menjadi istri mu Arga!! " Teriak Hana sembari berdiri di tangga