NovelToon NovelToon
Pemberontak Para Dewa Season 2

Pemberontak Para Dewa Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Keluarga / Action / Persahabatan / Mengubah sejarah / Mengubah Takdir
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menyelamatkan Alam Dewa dan mencapai ranah Dewa Sejati, Shi Hao terpaksa meninggalkan rumah dan orang-orang yang dicintainya demi mencegah kehancuran dimensi akibat kekuatannya yang terlalu besar.

Namun, saat melangkah keluar ke Alam Semesta Luar, Shi Hao menyadari kenyataan yang kejam. Di lautan bintang yang tak bertepi ini, Ranah "Dewa" hanyalah titik awal, dan planet tempat tinggalnya hanyalah butiran debu. Tanpa sekte pelindung, tanpa kekayaan, dan diburu oleh Hukum Langit yang menganggap keberadaannya sebagai "Ancaman", Shi Hao harus bertahan hidup sebagai seorang pengembara tak bernama.

Menggunakan identitas baru sebagai "Feng", Shi Hao memulai perjalanan dari planet sampah. Bersama Nana gadis budak Ras Kucing yang menyimpan rahasia navigasi kuno ia mengikat kontrak dengan Nyonya Zhu, Ratu Dunia Bawah Tanah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 218

Reruntuhan Paviliun Bulan Tersembunyi.

Dua Jenderal Cakar Emas yang tersisa Jenderal Angin dan Jenderal Lei (Petir) mundur selangkah demi selangkah. Kaki mereka gemetar bukan karena mereka ingin mundur, tapi karena Tekanan Roh yang dipancarkan Shi Hao memaksa lutut mereka beradu.

Shi Hao tidak langsung menyerang.

Dia berjalan pelan menghampiri Wuming yang sekarat. Dia menghitung setiap luka di tubuh orang tua itu dengan mata dinginnya.

"Lengan kanan hancur total..." gumam Shi Hao.

"Kaki kiri patah di dua tempat..."

"Tiga lubang tusukan di bahu..."

"Dan satu tapak kaki kotor di dadanya."

Shi Hao menegakkan tubuh. Dia menatap kedua Jenderal itu. Tatapannya kosong, seperti menatap orang yang sudah mati.

"Perhitungan nya sederhana," kata Shi Hao. "Apa yang kalian ambil, harus kalian kembalikan. Ditambah bunga."

Jenderal Angin, yang memiliki kecepatan tertinggi, tidak tahan dengan tekanan mental ini.

"LARI! LAPORKAN KE PANGERAN!" teriaknya.

Tubuh Jenderal Angin berubah menjadi hembusan angin hijau, melesat ke langit dengan kecepatan suara.

Shi Hao hanya mengangkat tangan kirinya. Dia mencengkeram udara kosong.

"Hukum Kehampaan: Sangkar Ruang."

GRAB.

Di udara, angin hijau itu tiba-tiba memadat. Jenderal Angin terhenti seolah menabrak dinding tak terlihat. Tubuh aslinya terpaksa muncul kembali, lehernya dicengkeram oleh tangan Qi raksasa yang transparan.

Shi Hao menarik tangannya ke bawah.

BLAM!

Tubuh Jenderal Angin ditarik jatuh dari langit dan dihempaskan ke tanah tepat di depan kaki Shi Hao. Lantai batu retak, tulang punggung Jenderal Angin berbunyi krak.

"Ugh..." Jenderal Angin mencoba bangkit.

KRAK!

Shi Hao menginjak lengan kanan Jenderal Angin. Bukan menginjak biasa, tapi menginjak perlahan hingga tulang lengan itu hancur menjadi bubuk, sama persis dengan kondisi lengan Wuming.

"AAAAARGHHH!" Jeritan Jenderal Angin membelah malam.

"Itu untuk lengan Senior Wuming," kata Shi Hao datar.

Kemudian, Shi Hao menendang lutut kiri Jenderal Angin.

KREK.

Kaki itu patah terlipat ke arah yang salah.

"Itu untuk kakinya."

Jenderal Lei (Petir) melihat rekannya disiksa. Rasa takut berubah menjadi keputusasaan gila.

"IBLIS! MATI KAU!"

Jenderal Lei memanggil tombak petir raksasa dan menerjang Shi Hao dari samping.

Shi Hao tidak menoleh. Dia menangkap ujung tombak petir itu dengan tangan kosong. Qi Nirwana-nya memadamkan petir itu seketika.

Shi Hao mematahkan tombak itu, lalu menusukkan patahan tombaknya ke bahu Jenderal Lei.

JLEB!

"Satu," hitung Shi Hao.

Dia mencabutnya dan menusukkannya lagi.

JLEB!

"Dua."

JLEB!

"Tiga."

Tiga lubang di bahu, persis seperti luka Wuming. Jenderal Lei jatuh berlutut, mulutnya memuntahkan darah, matanya melotot menahan sakit yang tak tertahankan.

Shi Hao berdiri di antara dua Jenderal yang kini menggeliat seperti cacing tanah di lumpur. Tulang mereka hancur, meridian mereka putus, tapi mereka belum mati. Shi Hao sengaja menghindari titik vital mereka.

Shi Hao berbalik, mengambil kain bersih untuk menyeka tangannya yang terkena darah kotor mereka.

Dia menatap Tie Shan dan Shu Ling yang berdiri di belakang dengan mata membara penuh amarah.

"Tie Shan," panggil Shi Hao.

"Ya, Tuan!" Tie Shan maju, langkah kakinya berat.

"Orang yang berbaju petir ini... dia yang menginjak dada Wuming tadi, kan?"

Tie Shan mengangguk. "Benar, Tuan."

"Kalau begitu, injak balik. Sampai rata dengan tanah."

Wajah batu Tie Shan menjadi keras. Dia berjalan menuju Jenderal Lei yang sedang merangkak memohon ampun.

"J-Jangan... Aku Jenderal Kekaisaran..."

"Kekaisaranmu tidak ada di sini," geram Tie Shan.

Tie Shan mengangkat kaki batunya yang seberat gunung.

"Hukuman Gunung!"

SPLAT!

Tie Shan menginjak dada Jenderal Lei. Tidak ada ampun. Tulang rusuk, organ dalam, dan tulang belakang hancur seketika menjadi pasta daging.

Sementara itu, Shi Hao menoleh ke Shu Ling.

"Tikus."

"Siap, Bos!" Shu Ling sudah memegang dua belati beracun yang baru diasahnya.

"Yang berbaju angin itu... dia yang menampar Nana."

Mata Shu Ling berkilat sadis. Dia paling sayang pada Nana karena Nana sering memberinya makanan enak. Melihat pipi Nana yang bengkak tadi membuat darah tikusnya mendidih.

Shu Ling melompat ke dada Jenderal yang sudah lumpuh total.

"Kau menamparnya dengan tangan ini?" desis Shu Ling.

SRET. SRET.

Shu Ling memotong kedua tangan Jenderal Feng dengan gerakan cepat.

"Dan kau membuatnya menangis..."

Shu Ling meletakkan belatinya di leher Jenderal.

"Tidur yang nyenyak, Burung Jelek."

ZING.

Tenggorokan Jenderal Angin digorok. Racun pelumpuh saraf langsung bekerja, membuat kematiannya terasa seribu kali lebih menyakitkan di detik-detik terakhir.

Hening.

Dua Jenderal hebat, orang kepercayaan Pangeran Jin, kini hanyalah gundukan daging tak berbentuk di halaman paviliun.

Shi Hao tidak melihat mayat mereka. Dia berjongkok di samping Wuming. Dia mengeluarkan Pil Darah Naga (yang dia buat dari esensi Xing Tian) dan memasukkannya ke mulut Wuming.

"Bertahanlah, Senior," bisik Shi Hao. "Hutang sudah lunas. Sekarang saatnya kau sembuh."

Cahaya merah menyelimuti tubuh Wuming. Luka-lukanya mulai menutup dengan kecepatan yang terlihat mata telanjang. Napasnya menjadi stabil.

Shi Hao menggendong Nana yang masih pingsan, lalu menatap ke arah Istana Langit di mana Pangeran Jin berada.

Shi Hao mengangkat pedang Leviathan Asura-nya tinggi-tinggi ke langit, lalu menyalurkan suaranya ke seluruh kota arena.

"PANGERAN JIN!"

Suara Shi Hao menggema seperti guntur, membangunkan jutaan orang di planet itu.

"JEMPUT SAMPAH-SAMPAHMU INI!"

"DAN SIAPKAN LEHERMU. DI FINAL NANTI... AKU AKAN DATANG UNTUK MENGAMBILNYA!"

Di Istana Awan Emas, Pangeran Jin yang sedang duduk di singgasananya mendengar tantangan itu. Dia melihat tiga Tablet Jiwa milik jenderalnya pecah bersamaan di mejanya.

Wajah tampan Jin berubah menjadi topeng iblis. Gelas anggur di tangannya menguap menjadi gas.

"Baik..." bisik Jin, matanya menyala dengan api matahari yang sesungguhnya.

"Kau ingin perang, Shi Hao? Aku akan memberimu kehancuran."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Seru
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yeaaah 🐉⚔️🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Semangat juang ⚔️🌟
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Muantebz 🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz ⚔️🌟🐉🔥
Eka suci
kalau SDH punya tempat sendiri saat keluarga mu dari alam bawah naik punya tempat shi kamu punya beberapa kehidupan dan beberapa keluarga di setiap reinkarnasi mu
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Selamat anda mendapat julukan " Silver Fans ".
Sang_Imajinasi: 😍😍😍 🙏🙏
total 1 replies
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Meluncur 2 gift ☕ dan 2 gift 🌹 lanjut Up Thor
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Eka suci
lanjuuut
Eko Lana
hahahaha...mulai melanjutkan petualangan baru mantap👍
Eka suci
asender dari bumi langsung ke dunia langit
Rhaka Kelana
cerita bagus, bahasa yang lugas...seru, tegang...romansa dalam bahasa yang halus , lanjutkan karya mu thor .....👍👍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hajar semua iblis🌟🐉🔥🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Kepruk jadikan bothok🔝🌟🐉🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Tak ada wkt tnp pertarungan..
Muantebz 🔝🐉🔥🌟🔛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Sarapan 🔝🐉🔥🌟
Harman Loke
bunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanyaaaaa jangan beri ampun bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii
Harman Loke
bantaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiii rataaaaaaaaaaaaakaaaann dengaaaaaaaaaaaaaaannn tanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
🔝🔛 🔝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!