NovelToon NovelToon
YOUR STEPMOTHER

YOUR STEPMOTHER

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Ibu Tiri
Popularitas:58.9k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Anita tak pernah menyangka bahwa dia akan hidup abadi akibat kutukan dari keluarganya yang tewas karena ulahnya.

Seluruh keluarga Anita tewas oleh pengkhianatan sahabat karibnya bernama Samantha yang menjebak Anita berbuat jahat mengikuti kemauannya.

Selama dua ratus tahun, Anita hidup dalam ketidakpastian yang menyakitkan hatinya, dia kesepian, sendirian, tak punya keluarga lagi namun dia abadi.

Anita bertekad akan mengubah hidupnya menjadi lebih baik jika seandainya Tuhan Yang Maha Esa memberinya sebuah kesempatan baru untuk memulai hidupnya jika dia berkeluarga lagi. Dan Anita berharap Tuhan mempertemukan dia dengan keluarganya di kehidupan baru nantinya.

Mampukah Anita berubah dan menjadi ibu tiri yang baik hati ?

Mari kita ikuti serialnya, ya, pemirsa dan terima kasih telah membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 GEDUNG LAMA MILIK ANITA TUMBLER

Gedung Tua di tengah kota...

Anita Tumbler mengajak Adrian Wilson mampir di kediamannya sebelum mereka berangkat ke Kota New York.

Terlihat Anita Tumbler berjalan memasuki area ruang yang sepi.

"BLAM... !"

Anita Tumbler bersama Adrian Wilson melangkah pelan.

"Ternyata kau tinggal di gedung ini, besar juga tempat tinggalmu..."

"Ya, aku sudah lama tinggal disini seorang diri."

Anita Tumbler menjawab seraya memutar arah langkah kakinya menghadap ke meja besar antik di sudut ruangan.

"Apa gedung ini punyamu, hampir mirip bangunan perkantoran daripada rumah tinggal."

"Ya, begitulah, tapi aku senang tinggal disini karena tempat ini sudah lama aku tinggali bahkan merupakan tempat aku berlindung dari panas terik Matahari."

"Tidak takut sendirian disini ?"

"Sama sekali tidak takut, untuk apa takut, pernah seseorang berkata padaku bahwa di dunia ini tidak ada yang perlu kita takuti selain hidup abadi..."

Kening Adrian Wilson mengerut halus seraya menatap lurus ke arah Anita Tumbler.

"Adakah yang bisa seabadi itu selain makhluk astral..."

"Mungkin..."

Anita Tumbler tersenyum ringan seraya menuangkan sebotol minuman anggur merah berumur seratus tahun ke dalam gelas panjang.

"Silahkan !"

Anita Tumbler menyodorkan segelas anggur merah kepada Adrian Wilson.

"Terima kasih..."

Adrian Wilson menjawab seraya mengangkat gelas berisi minuman anggur merah di tangannya.

"Sama-sama..."

Anita Tumbler mengangguk halus sambil tersenyum lembut.

"Kenapa kau ingin mampir ke rumahmu ini, adakah sesuatu yang perlu kau ambil dari sini , Anita ?"

"Ya, aku hendak mengambil sesuatu dari rumah ini sebelum aku pergi lama."

"Baiklah, aku akan menunggu mu selesai sambil duduk di sofa merah yang ada di sana."

Adrian Wilson berjalan pelan sembari membawa gelas berisi anggur merah lalu duduk di sofa merah bergaya art deco.

Senyum manis terlihat di sudut bibir Adrian Wilson yang membayang halus, dia meminum segelas anggur merah berusia seratus tahun pemberian Anita Tumbler.

"Baiklah, aku akan pergi ke kamarku, tunggulah disini sampai aku kembali !"

Anita Tumbler melanjutkan langkah kakinya mendekati tangga menuju lantai atas rumahnya yang bertingkat lalu terdengar gema suara dari arah tangga ketika Anita Tumbler berjalan naik.

Adrian Wilson duduk dengan wajah datarnya, melirik sekilas ke arah tangga yang melingkar naik.

Tidak ada ucapan darinya ketika melihat Anita Tumbler pergi.

Adrian Wilson mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan rumah tinggal Anita Tumbler.

Terasa sunyi di sekeliling ruangan ini, hanya ada Adrian Wilson duduk sendirian di atas sofa sembari memegangi gelas kosong di tangannya.

"Dia benar-benar sendirian..."

Terdengar suara Adrian Wilson bergumam pelan saat dia memperhatikan ruangan di sekitarnya.

"Tuk... !"

Adrian Wilson meletakkan gelas kosong di sisi sofa merah lalu menatap ke depan.

Hening, suasana di sekeliling ruangan dimana Adrian Wilson duduk terasa sangatlah hening bahkan sunyi sekali.

"Apa yang dilakukannya di atas sana ?"

Adrian Wilson mulai memikirkan Anita Tumbler yang dirasakannya cukup lama di lantai atas.

Pandangan Adrian Wilson teralihkan ke arah tangga naik, memang lantai atas tidak dapat terlihat mudah dari lantai bawah hanya ada tangga yang terhubung sebagai tandanya jika ada lantai atas di gedung megah ini.

Adrian Wilson beringsut turun dari atas sofa merah seraya berjalan ringan.

"Tap... ! Tap... ! Tap... !"

Diam-diam rasa penasaran menghinggapi hati Adrian Wilson.

"Bangunan ini bergaya art deco dan sepertinya bangunan lama, hampir tidak ada sentuhan renovasi dan masih asli..."

Adrian Wilson mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, dia tiba tepat di dekat tangga naik ke lantai atas.

"Ternyata tangga naik di rumah ini sangat tinggi...."

Adrian Wilson melangkahkan satu langkah kakinya naik ke anak tangga lalu berderap pelan melewati anak-anak tangga.

"Anita..."

Panggilnya seraya mendongak, tampak ruangan atas sangat tinggi sekali.

"Wow, tak menyangka lantai atas tinggi sekali..."

Adrian Wilson menapaki satu demi satu tangga menuju lantai atas.

Rupanya tangga ke lantai atas sangat tinggi, untuk mencapainya butuh waktu lama bahkan Adrian Wilson tidak bisa melihat ujung tangga naik.

"Butuh perjuangan mencapai ke lantai atas, bagaimana Anita bisa melewatinya, ini tinggi sekali..."

Adrian Wilson cukup kelelahan, dia tak menyangka jika mencapai lantai kedua di rumah ini membutuhkan tenaga tidak sedikit.

"Lumayan tinggi juga, aku hampir kehabisan tenaga..."

Adrian Wilson mendongak, menatap ke arah depan yang sepi, sepertinya hanya dia seorang yang ada di tangga naik ini.

"Hosh... ! Hosh... ! Hosh... !"

Terdengar nafas Adrian Wilson terengah-engah ketika dia berusaha mencapai lantai atas di rumah ini.

Bangunan megah disini hampir mirip seperti kastil tua yang memiliki ruangan atas yang terhubung oleh tangga melingkar.

"Memangnya tidak ada jalan lainnya mencapai lantai di atas sana, biasanya ada pintu rahasia jika ingin naik ke atas."

Adrian Wilson berhenti sejenak, dia berdiri di samping tangga naik sembari berpegangan tangan.

"Gila, tinggi sekali tangga di rumah ini, kenapa Anita tidak membangun Lift seperti di hotel miliknya."

Adrian Wilson melanjutkan langkah kakinya kembali, dan tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di lantai atas gedung megah kuno ini.

"Tap... !"

Satu langkah kaki mencapai lantai atas, Adrian Wilson berhasil naik ke lantai kedua di rumah ini.

Sekali lagi dia menoleh ke tangga yang melingkar bagaikan ular, cukup tinggi dan membuat pandangan Adrian Wilson berkunang-kunang karenanya.

"Fuih, sampai juga..."

Adrian Wilson melanjutkan langkah kakinya seraya melewati area ruangan di lantai atas ini, dia berjalan sambil memanggil Anita Tumbler.

"Anita..."

Adrian Wilson mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan atas ini namun dia tidak melihat siapa-siapa di lantai atas ini.

"Anita..."

Sekali lagi Adrian Wilson memanggil nama Anita Tumbler sembari berjalan pelan.

"Dimana dia sekarang ?"

Adrian Wilson mengamati area sekelilingnya lalu menatap ke samping kiri dan kanan di lantai atas ini.

Tidak ada ruangan atau kamar-kamar yang tersedia di sisi ruang di lantai atas ini, hanya ada dinding panjang dengan hiasan lukisan kuno.

"Mana kamar Anita, aku tidak melihat ada kamar disini ?"

Adrian Wilson mulai letih dan kesal, perjuangannya mencapai lantai atas sepertinya tidak menghasilkan apa-apa karena dia hanya mendapati ruangan panjang yang kosong.

"Apa yang terjadi di sini, aku benar-benar tidak mengerti sama sekali ???"

Adrian Wilson menepuk pelan keningnya yang pening sembari mendesah kesal dengan kepala mendongak ke atas.

"Adrian..."

Tiba-tiba suara Anita Tumbler membuyarkan pikiran Adrian Wilson.

"Apa yang kau lakukan disini, Adrian ?"

Sesaat suasana di sekitar Adrian Wilson mendadak hening, dia terdiam sejenak lalu mengalihkan pandangannya ke depan.

Tampak Anita Tumbler telah berdiri tepat di hadapannya sembari menatapnya serius.

"Anita..."

"Ya, Adrian..."

"Ba-bagaimana kau bisa tiba-tiba di depanku, kulihat tidak ada kamar ataupun ruangan lainnya disini ???"

"Aku dari arah sana !"

Sahut Anita Tumbler sambil mengarahkan jari telunjuknya ke samping kanan, dengan tatapan tajam.

Adrian Wilson segera mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Anita Tumbler.

Ada sebuah lorong panjang yang gelap di sebelah sana, namun anehnya Adrian Wilson tidak memperhatikannya tadi.

"Bagaimana ada lorong disana, sedangkan aku tidak melihatnya sedari tadi atau penglihatanku yang mulai bermasalah ?"

Adrian Wilson berkata dalam hatinya seraya berpikir serius, dengan pandangan tertuju pada lorong panjang di samping kanannya.

Satu hal yang belum diketahui oleh Adrian Wilson tentang rumah tua yang ditinggali oleh Anita Tumbler saat ini, bahwa rumah ini mempunyai keunikan tersendiri yang sama anehnya dengan penghuninya yaitu Anita Tumbler.

1
Patricia Vernanda
kakek nih jeli juga ya ternyata 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya
Patricia Vernanda
srem juga tinggal di kota mati
Patricia Vernanda
saya sih penasaran dengan hewannya darimana dia muncul
Patricia Vernanda
ternyata anita tuh tajir juga ya 🤭
Patricia Vernanda
serem juga tinggal di gedung tua yak
Patricia Vernanda
monyet bukn nih primata
Patricia Vernanda
jadi teringat apa ya
Patricia Vernanda
🤭
Patricia Vernanda
nyaris sja mrreka nih 🤭
Patricia Vernanda
akhirnya Anita bisa bersama mereka lagi meski beda situasi tapi setidaknya Anita dapat bertemu orang2 yang mirip dengan mendiang keluarganya
Patricia Vernanda
up thor 💪
sky 15
gak deh untuk kesekian kalinya
sky 15
Yailah, dah dikutuk ngapai nolong orang yang ngutuk kamu Anita...
sky 15
biar aja gak usah kembali dah daripada hidup terkutuk terus terusan
sky 15
Cinta yang membusuk
sky 15
hidup di kota mati yang gak ada apa-apanya seperti hidup di perantauan yang gak kenal siapa-siapa
sky 15
Dia benar-benar frustasi
sky 15
Bagaikan hidup tak mau mati pun segan bagi Anita Tumbler
sky 15
Gak bisa bayangkan bagaimana jadi Anita Tumbler...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!