Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 9
Ghina menatap ke arah pintu yang terbuka dari luar, ia terkejut saat melihat pria tampan yang di tabrakan tadi di lantai satu.
Pria yang membuatnya secara tidak sengaja mengucapkan kata tampan dua kali berturut-turu
Pria itu kini berdiri tenang sambil berbicara dengan beberapa manajer senior.
" Pria tampan " gumamnya
Tatapan Ghina membeku.
dan mata Ghina membulat.
Sedangkan di pintu Bastian juga berdiri menatapnya.
" Bas, aku kebawa sebentar, investor itu sudah datang, aku akan menjemputnya " kata Gio setelah menutup ponselnya.
Bastian menoleh dan mengangguk.
Bastian melangkah masuk ke ruangan rapat.
Bu Ratna yang mengetahui ke datangan Bastian langsung berdiri dari kursinya.
" Minggir "
Bu Ratna mendorong pelan tubuh Ghina yang menghalangi langkahnya untuk menyambut Bastian.
" Pak Bastian, selamat datang, silahkan " kata Bu Ratna sambil mempersilakan Bastian untuk duduk di kursinya.
Ghina terus mengawasi gerakan Bastian.
Setelah Bastian duduk di tempatnya, kini Bu Ratna kembali ke kursinya.
" Duduklah " kata bu Ratna sambil m3narik tangan Ghina.
Ghina tersentak dan kemudian langsung duduk di kursi ya g berada di samping Bu Ratna.
Ghina mendekatkan wajahnya ke telinga Bu Ratna
" Dia siapa Bu, kenapa ia duduk di situ, bukankah itu tempat duduk utama"
Bu Ratna menoleh ke arah Ghina.
" Dia Pak Bastian, pemilik perusahaan ini "
" Founder " kata bu Ratna.
" Hah..."
mulut Ghina terbuka lebar.
Ghina langsung kembali menatap ke arah Bastian, dan saat itu Bastian juga sedang melihatnya.
mata keduanya bertemu.
Ghina langsung menunduk, entah kenapa jantungnya terus berdetak kencang.
" Ya Tuhan... kenapa matanya begitu menawan "
" Ahh...Kenapa dia harus Founder perusahaan ini, aduh ini mulut ternyata lancang sekali, bagaimana bisa aku memintanya menjadi pacarku tadi " kata Ghina dalam hatinya.
Ghina tersenyum tipis sambil menggigit bibirnya karena merasa malu dengan ulahnya tadi.
tanpa terasa tangan Ghina memukul kepalanya pelan.
" Malunya ...." ucap ghina dalam hati.
" Tapi dia benar-benar tampan sih, wajahnya tegas sekali " lanjut Ghina dalam hati.
" Siapa yang bisa menolak pesonanya "
Pria yang ia sebut tampan secara terang-terangan ternyata pemilik dari perusahaan.
Pria yang bahkan sempat ia masukkan ke daftar khayalan calon suami idealnya?
Kembali Ghina menggigit bibirnya.
Bastian yang melihat itu tersenyum tipis.
Salah satu manajer yang duduk di dekat Bastian langsung berdiri.
" Mohon maaf pak Bastian, apa rapat nya sudah bisa di mulai "
" tunggu sebentar lagi, Gio sedang menjemput calon investor baru kita "
" Bu Ratna, apa proposal nya sudah siap "
" Sudah pak, sesuai dengan perintah Pak Gio, kita akan menggunakan proposal dari Ghina yang kemarin sudah saya kirim ke bapak "
" Gadis yang duduk di sampingmu ?" tanya Bastian sambil menatap ke arah Ghina.
" Benar pak, namanya Ghina Aurelia, dia anak magang, tapi bapak tidak usah khawatir walaupun dia anak magang tapi ia berkompeten " kata Bu Ratna.
" Aku percaya dengan Bu Ratna " kata Bastian.
Mata Bastian tak lepas dari Wajah cantik Ghina.
" Ghina "
" Iya " sahut Ghina langsung.
" Proposalmu bagus, rencana yang kamu tulis bagus juga, sekarang apa kamu siap untuk mempresentasikan nya?" kata Bastian.
Ghina buru-buru menggeleng.
" Tidak! Maksud saya... iya siap " kata Ghina.
" Kalau kamu bisa, Kenapa kepalamu menggeleng " bisik Bu Ratna.
" Spontan bu " sahut Ghina.
" Ck...sebenarnya otakmu dan respons tubuhmu itu akur nggak sih, kenapa selalu berbeda, apa yang kamu pikir dan apa yang kamu lakukan selalu saja berbeda " gerutu Bu Ratna
Bastian hanya menggeleng geli.
Beberapa menit kemudian pintu ruang rapat kembali terbuka.
Semua orang langsung berdiri.
Ghina yang bingung ikut berdiri.
Kemudian masuklah dua pria yang sangat dikenalnya.
Dan wajah Ghina langsung terkejut dan takblama muka Ghina terlihat kesal.
" Daddy " ucap Ghina dalam hati.
" Kenapa mereka ada di sini?"
Pria paruh baya yang masuk pertama memiliki aura yang kuat dan berwibawa.
Di sampingnya berjalan seorang pria muda yang tak kalah tampan, dan seorang pria setengah baya juga mengikuti di belakang.
Mereka adalah Zayyandra Manggala dan putranya, Ghani dan juga unclenya Kemal.
Ghina berdecak kesal dan menatap ke arah mereka.
Sedangkan Zayn hanya mengangkat alis saat melihat wajah kesal putrinya.
" Selamat datang tuan Zayyandra, saya Bastian "
Bastian yang menyambut kedatangan Zayn, langsung mengulurkan tangannya.
" Apa ada pemilik dari perusahaan Bantara utama sejahtera "
" Iya tuan, terimakasih sudah datang ke perusahaan kami "
" Silahkan duduk "
Bastian mengarahkan Zayn pada kursi yang akan mereka duduki.
Ghina memasang wajah cemberut saat menatap saudara kembarnya Ghani.
" Dasar rombongan sirkus " gumam pelan Ghina sambil menatap Ghani.
" Ternyata Daddy adalah investor yang di maksud " ucap Ghina dalam hati.
Zayn duduk di kursi rapat sambil membuka berkas.
" Kami sudah siap untuk presentasi tuan " kata Gio.
" Baiklah, silahkan " kata Zayn.
" Ghina "
Panggil Gio pada Ghina.
Ghina langsung berdiri dari kursinya dan melangkah ke depan, dan langsung menyalakan proyektor dan menerangkan terobosan terbaru dan strategi penjualan untuk produk baru maupun produk lama.
Ghina nampak terlihat luwes saat menyampaikan proposalnya.
Kemal yang duduk di samping Zayn tersenyum lebar, ia merasa bangga dengan Ghina.
" Putrimu banyak sekali perubahannya Zayn, lihatlah....ia pintar sekali "
" Berubah apanya, ia masih selalu membuatku sakit kepala "
Setelah beberapa saat akhirnya Ghina selesai mempresentasikan proposalnya.
semua yang ada di situ nampak terlihat puas, dengan presentasi Ghina.
Kini giliran Bastian yang berdiri ke depan dan melanjutkan presentasi Ghina.
Ghina terus melihat ke arah Bastian, rasa kagumnya terlihat jelas di matanya.
Pria itu terlihat sangat berbeda dibanding saat mereka bertemu di lantai bawah tadi.
Kini auranya jauh lebih serius.
Tenang.
Tegas.
Dan sangat karismatik.
Saat menjelaskan strategi bisnis, semua orang mendengarkan dengan penuh perhatian.
Tanpa sadar Ghina tersenyum sendiri, dengan mata yang tak lepas dari Wajah Bastian.
Selama presentasi berlangsung, semua orang fokus pada layar.
Kecuali satu orang.
Ghina.
Rapat akhirnya dimulai.
Bastian duduk di kursi utama.
Sementara Zayn dan Kemal berada di sisi berlawanan sebagai calon investor utama untuk proyek ekspansi perusahaan.
Di seberang meja.
Zayn melihat semuanya.
Kemal juga begitu juga Ghani.
Kedua pria itu saling bertukar pandangan.
Kemal menahan tawa.
" Sepertinya putri nakalmu itu menyukai pemilik perusahaan ini "
" Lihatlah tatapannya, matanya berbinar sekali "
Zayn menghela napas panjang.
Kemal menunduk pura-pura membaca dokumen dan bergumam.
" Aku tak pernah melihat Ghina menatap pria seperti itu Zayn, sepertinya Putrimu sedang jatuh cinta "
Zayn menghela napas berat, tapi matanya masih mengarah ke arah putrinya.
Di sisi lain meja, Ghina masih sibuk memperhatikan Bastian.
Sesekali tersenyum sendiri.
Sesekali mengangguk meski tidak tahu bagian mana yang sedang dibahas.
Kemal sampai menggeleng dan tersenyum lebar.
Ghani yang melihat kakaknya itu hanya menghela nafas panjang.
" Kalau dia terus menatap Bastian seperti itu, seluruh ruangan bakal sadar kalau dia menyukai bosnya" kata Kemal.
Zayn melirik putrinya yang sedang salah tingkah sendiri.
Kemudian kembali menatap Bastian yang tengah mempresentasikan rencana ekspansi perusahaan dengan percaya diri.
Lantas Zayn melihat ke arah Bastian.
Untuk pertama kalinya, Zayn terlihat berpikir.
Pria itu mengakui satu hal.
Bastian memang berbeda dari kebanyakan pengusaha muda yang pernah ditemuinya.
Dan entah kenapa...
Melihat putrinya yang biasanya cuek dan sulit tertarik pada siapa pun kini memandang seseorang dengan mata berbinar, membuat Zayn semakin penasaran terhadap sosok Bastian.
Sementara Ghina sama sekali tidak menyadari bahwa ayah, uncle dan adiknya sudah menangkap semua ekspresi wajahnya sejak lima belas menit yang lalu.
" Selidiki pria itu Mal "
######
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘