NovelToon NovelToon
Sistem Lempar Dadu Monopoly

Sistem Lempar Dadu Monopoly

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.

Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.

Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Malam semakin larut namun Budi masih belum beranjak dari posisi duduknya di atas kasur.

Di depannya layar hologram dari zona bonus rahasia perlahan meredup dan mengembalikannya ke tampilan papan Monopoli biasa.

Avatar chibi Budi kembali berdiri di atas papan dengan senyum lebar setelah mendapatkan Tiket Evolusi Properti.

Namun petualangannya malam ini belum benar benar berakhir.

Sebuah kotak dialog baru muncul mengingatkan Budi pada hadiah dari lemparan dadu kembarnya tadi.

Pengguna masih memiliki satu kali kesempatan lemparan dadu ekstra.

Silakan kocok dadu virtual untuk melanjutkan perjalanan.

Dua buah dadu putih kembali muncul melayang di udara.

Budi menarik napas panjang untuk menenangkan jantungnya yang masih berdebar kencang.

Dia menyentuh kedua dadu itu dan mengguncangnya dengan lebih santai kali ini.

Klak klak klak.

Dadu itu dilemparkan ke atas papan dan memantul pelan.

Angka yang muncul adalah tiga dan dua.

"Lima langkah, lumayan untuk penutup malam ini."

Avatar Budi melompat maju sebanyak lima kali dan mendarat di sebuah petak hijau muda.

Petak itu bergambar tumpukan koin emas yang bersinar.

Pengguna mendarat di petak Saldo Dadakan.

Sistem memberikan tambahan saldo sebesar lima ratus ribu rupiah secara langsung.

Uang ini akan dimasukkan ke dalam Saldo Sistem untuk keperluan darurat pengguna.

Ting.

Suara notifikasi kecil berbunyi dan angka di pojok kanan atas layar Budi langsung berubah.

Saldo Sistemnya kini melonjak menjadi enam ratus dua puluh lima ribu rupiah.

"Luar biasa, sistem ini benar benar memanjakanku malam ini."

Budi tersenyum puas dan menatap tiket merah berlapis emas yang masih ada di tangannya.

Itu adalah Tiket Evolusi Properti Bisnis yang sangat berharga.

Budi tidak mau menunda nunda lagi untuk menggunakan benda ajaib ini.

'Aku harus meningkatkan warung Pak Mamat sekarang juga supaya keuntunganku besok berlipat ganda.'

Budi menggenggam tiket itu erat erat dan menatap layar sistem.

"Sistem, aku ingin menggunakan tiket ini untuk Warung Nasi Goreng Pak Mamat."

Ting.

Sistem menerima perintah pengguna.

Tiket Evolusi Properti Bisnis sedang diaktifkan.

Mohon tunggu sementara sistem merangkai ulang probabilitas realitas di dunia nyata.

Tiket merah di tangan Budi seketika hancur menjadi serpihan cahaya merah yang terbang masuk ke dalam layar.

Papan Monopoli itu bergetar hebat selama beberapa detik sebelum akhirnya kembali tenang.

Sebuah jendela video virtual muncul di tengah layar menampilkan kondisi warung Pak Mamat secara langsung.

Di video itu terlihat gerobak Pak Mamat sedang didatangi oleh seorang pemuda yang memegang kamera kecil.

Pemuda itu ternyata adalah seorang vloger kuliner terkenal yang sedang mampir tanpa sengaja.

Budi menonton dengan takjub saat pemuda itu mencicipi nasi goreng dan langsung memberikan pujian selangit di depan kameranya.

Proses manipulasi realitas tahap pertama selesai.

Video ulasan tersebut akan viral di media sosial dalam hitungan menit.

Manipulasi tahap kedua sedang berjalan di mana seorang pemilik ruko kosong di seberang jalan akan menawarkan sewa murah esok pagi.

Evolusi properti akan selesai sepenuhnya dalam waktu dua puluh empat jam.

Persentase kepemilikan saham pengguna tetap berada di angka lima persen.

Budi menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya karena tidak percaya melihat cara kerja sistem ini.

"Pak Mamat pasti akan sangat kaget besok pagi saat rezekinya meledak."

Budi menutup layar hologram itu dengan perasaan yang sangat riang gembira.

Malam ini dia tidur jauh lebih nyenyak dari biasanya tanpa sedikit pun beban pikiran.

Keesokan paginya Budi terbangun oleh suara getaran dari ponsel bututnya.

Trut trut trut.

Ada sebuah pesan singkat masuk yang membuat mata Budi langsung terbuka lebar.

Itu adalah notifikasi transfer dari bank tempatnya bekerja.

Gaji bulanannya sebesar lima juta rupiah akhirnya masuk dengan selamat ke rekening.

Budi langsung melompat dari kasur dan mengepalkan tangannya ke udara.

"Akhirnya gajian juga."

Namun sedetik kemudian senyum Budi sedikit memudar saat teringat satu kenyataan pahit.

Hari gajian berarti adalah hari di mana Bang Jali sang rentenir akan datang mencarinya.

'Tidak apa apa Budi, kali ini mental dan tabunganmu sudah lebih siap.'

'Bang Jali tidak akan bisa menginjak injak harga dirimu lagi seperti bulan lalu.'

Budi segera mandi dan berpakaian sangat rapi hari ini.

Dia berangkat menuju kantor dengan langkah yang jauh lebih tegap dari biasanya.

Sesampainya di ruang divisi administrasi suasana terasa sangat riuh rendah.

Reno yang baru saja datang langsung menepuk pundak Budi dengan sangat keras.

"Gajian Bud, gajian."

"Akhirnya kita bisa makan siang enak hari ini, jangan minum es teh terus kau."

Budi tertawa melihat kelakuan sahabatnya yang kelewat antusias itu.

"Tenang saja Ren, siang ini kita makan daging ayam sepuasnya di kantin."

"Biar aku yang traktir kau hari ini sebagai tanda terima kasih."

"Wah serius kau Bud, tumben sekali dompetmu jadi tebal."

"Serius dong, ada sedikit rezeki tambahan kemarin jadi tidak ada salahnya berbagi."

Mereka berdua berjalan menuju meja kerja masing masing sambil terus tertawa.

Siska yang baru masuk ruangan langsung melirik sinis ke arah mereka berdua.

"Senang sekali kalian berdua pagi pagi begini."

"Mentang mentang baru gajian langsung mau foya foya, ingat utang Budi."

Siska melontarkan kata kata tajam yang langsung menusuk telinga Budi.

"Utangku akan lunas pada waktunya Siska, tidak perlu repot repot mengingatkan."

Budi membalas dengan nada dingin yang membuat Siska langsung terdiam.

Budi tidak mau menghabiskan energinya untuk berdebat dengan perempuan itu.

Fokus utamanya hari ini adalah bekerja dengan tenang dan bersiap menghadapi Bang Jali nanti malam.

Dari dalam ruangan kacanya Pak Anton terlihat sibuk menelepon seseorang dengan wajah tegang.

Budi tahu bosnya itu sedang merencanakan sesuatu yang berhubungan dengan dana divisi bulan depan.

'Teruslah menggali kuburanmu sendiri Pak Anton, aku sudah punya sekop untuk menguburmu.'

Waktu berjalan terasa sangat cepat hari ini dan jam pulang kantor akhirnya tiba.

Budi merapikan barang barangnya dan berpamitan pada Reno.

"Aku duluan ya Ren, ada urusan penting yang harus kuselesaikan malam ini."

"Hati hati di jalan Bud, kalau penagih utang itu macam macam langsung telepon aku saja."

"Beres Ren, kau sahabat terbaikku memang."

Budi melangkah keluar dari gedung kantor dan langsung menuju halte bus.

Kali ini dia sengaja turun di halte pertigaan jalan utama tempat warung Pak Mamat berada.

Dia sangat penasaran ingin melihat secara langsung hasil kerja Tiket Evolusi Properti dari sistem.

Jantung Budi berdegup kencang saat dia berjalan mendekati tikungan jalan raya tersebut.

Namun langkah Budi tiba tiba terhenti saat melihat area trotoar tempat Pak Mamat biasa berjualan.

Tenda terpal biru dan gerobak kayu tua itu sudah tidak ada di sana.

Tempat itu kosong melompong hanya menyisakan bekas noda minyak di atas semen.

"Loh, ke mana perginya warung Pak Mamat."

Budi bergumam panik sambil melihat ke sekeliling jalan raya yang mulai ramai.

Tiba tiba mata Budi tertuju pada sebuah bangunan ruko yang berada tepat di seberang jalan.

Ruko yang sebelumnya kosong dan berdebu itu kini terlihat terang benderang.

Pintu kacanya terbuka lebar dan banyak sepeda motor terparkir rapi di depannya.

1
Rickielessta
baguss...lanjutkan...semangat yaaa thoorr
Just Nokk
semangat 💪
irena
lanjut thor
Gege
baru juga 100jt kurang sebulan bud... masih belom milyarder namanya...🤣🤭 buka saja usaha sesuai kemampuan. misal bikin aplikasi kasir menengan kebawah tidak mahal tapi lengkap dan mudah via bahasa Excel. target 1 juta UMKM yang pakai beli..omset prediksi milyaran sebulannya...contoh lho bud...Yen cocok.
Ahmadi 241215: itu orang kantoran apa supir kantor murah apa gajihnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
hidupnya berputar disitu saja ,kerja, supermarket,nasi goreng,kost ,main sistem🤭.GK ada suasana yang lain kah
Just Nokk
mangat Thor
Yui: makasih kak😊
total 1 replies
Gege
disini kesalahan othor. jelas jelas semalam dapat pengetahuannya, Eeh mengklaim nya kemarin siang...🤭🤣
Yui: terimakasih atas koreksinya/Applaud/
total 1 replies
adib
dua vote meluncur efek hari ni update banyak
Yui: Terimakasih kak🤭
total 1 replies
Gege
kita....othor aja kalee😄🤣🤭
Yui: Kita/Smile/
total 1 replies
Gege
kereen Thor.. dibawa ringan santai ceritanya... Yoo mas Budi lemparan dadu kedua dapat semilyar..🤣🤣
Gege
asik ringan ngalir ceritanya
Gege
gass lagi thorrr 10k kata
Gege
laah sisa 200k + 500k dibelanjakan 40k.. sisanya yaa 660k doong bud... sekolah engga ini..😄🤭
True Human: waduh
total 2 replies
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!