NovelToon NovelToon
Sistem Harem Ku Aktiv

Sistem Harem Ku Aktiv

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Bad Boy
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Karensi

Ketika banyak wanita yang membuangku sistem Harem ku aktiv dan siap untuk membuat mereka yang membuangku menyesal.. !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karensi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

​Setelah menikmati sarapan nasi goreng buatan Bella yang lebat dengan rasa kasih sayang, gue pamit keluar sebentar sekitar jam dua siang. Tujuan gue kali ini adalah pergi ke kantor cabang bank swasta terbesar di pusat kota untuk mengecek sisa saldo uang tunai ratusan juta yang baru saja dicairkan oleh sistem kemarin malam. Gue sengaja berjalan kaki santai menikmati udara sore yang agak cerah menggunakan kaos polo hitam ketat yang mencetak jelas lekuk otot dada bidang gue yang proporsional berkat efek Fisik Level Dua.

​Langkah kaki gue sampai di depan gedung bank yang tampak sangat megah dengan arsitektur kaca modern. Begitu gue melangkah masuk melewati pintu detektor logam, suasana di dalam lobi bank terasa cukup ramai oleh nasabah yang sedang mengantre di meja teller maupun customer service. Pendingin ruangan yang sejuk langsung menyambut tubuh gue dengan sangat nyaman.

​Gue berjalan menuju mesin anjungan tunai mandiri yang berada di pojok kanan lobi untuk mencetak buku tabungan. Namun, baru saja gue memasukkan kartu ATM ke dalam mesin, suasana tenang di dalam bank tersebut mendadak berubah menjadi neraka jahanam dalam sekejap mata.

​Dorrr Dorrr

​Dua suara tembakan senjata api yang sangat nyaring terdengar menggema keras memecah keheningan lobi bank, menghancurkan lampu kristal besar di langit langit hingga serpihan kacanya berserakan di atas lantai marmer.

​"Jangan ada yang bergerak. Semua tiarap ke lantai sekarang juga kalau kalian masih sayang dengan nyawa kalian," teriak sebuah suara bariton yang sangat kasar dan menggelegar dari arah pintu masuk utama.

​Empat orang pria bertubuh kekar dengan wajah tertutup topeng kain hitam merangsek masuk ke dalam lobi sambil mengacungkan senapan laras pendek ke udara. Mereka adalah komplotan perampok bank profesional bersenjata api yang sangat nekat melakukan aksi di siang bolong seperti ini.

​Seluruh nasabah dan staf bank langsung menjerit histeris ketakutan parah. Suasana menjadi sangat kacau balau sebelum akhirnya mereka semua terpaksa tiarap menempelkan wajah mereka ke atas lantai semen sambil menangis gemetar ketakutan, termasuk satpam bank yang sudah dilucuti senjatanya terlebih dahulu.

​Gue secara refleks langsung ikut merunduk di balik sekat pembatas mesin ATM untuk mengamati pergerakan mereka menggunakan insting Fisik Level Dua gue yang sudah berada dalam mode siaga tempur penuh. Mata gue bergerak tajam memetakan posisi keempat perampok tersebut. Dua orang menjaga pintu masuk utama, satu orang menodongkan senjata ke arah meja teller, dan satu orang lagi yang tampaknya adalah pemimpin komplotan sedang berjalan kasar menuju ruangan kaca bertuliskan Kepala Cabang Utama.

​Pintu ruangan kaca itu ditendang kasar hingga terbuka lebar. Pemimpin perampok itu menarik paksa sesosok wanita cantik dari dalam ruangan tersebut untuk keluar ke lobi utama. Wanita itu adalah Amanda, sang manajer bank utama yang penampilannya sore ini beneran terlihat sangat anggun, matang, dan memancarkan kharisma wanita karir kelas atas yang luar biasa memikat mata pria sejati.

​Amanda memakai setelan blazer formal warna hitam dipadu rok pendek span yang memperlihatkan kaki mulusnya. Meskipun rambut sanggul indahnya agak sedikit berantakan karena ditarik paksa dan wajah cantiknya tampak memucat menahan rasa takut, Amanda tetap berusaha bersikap seprofesional mungkin di depan moncong senjata api penjahat tersebut.

​"Buka brankas utama sekarang juga cewek manis, atau gua bakal bolongin kepala lu yang cantik ini di depan semua nasabah lu," ancam pemimpin perampok itu sambil menempelkan ujung laras pistolnya yang dingin tepat di pelipis kanan Amanda.

​"Ba baik, tolong jangan sakiti siapa pun di sini. Saya akan buka brankasnya sekarang, tolong turunkan senjata Anda," jawab Amanda dengan getaran suara yang berusaha dia tahan sekuat tenaga agar tidak terdengar lemah, sepasang mata indahnya menatap nanar penuh kepasrahan ke arah lantai lobi.

​Tiba tiba, layar hologram biru milik sistem mendadak muncul terang benderang tepat di depan pandangan mata gue dengan suara bunyi notifikasi yang sangat khas menggema di dalam kepala gue.

​"Misi Utama Penyelamatan Bank Diaktifkan. Selamatkan target harem baru Amanda dari aksi perampokan bersenjata. Lumpuhkan keempat perampok tersebut dalam waktu kurang dari lima menit menggunakan Keahlian Bertarung Jarak Dekat Level Dua yang baru Tuan Rumah miliki. Hadiah Penyelesaian Keahlian Deteksi Kebohongan Level Dua, Pembukaan Target Harem Amanda dengan Poin Kasih Sayang Awal Lima Puluh Persen, dan Tambahan Poin Sistem Dua Ratus Poin. Hukuman Jika Gagal Target Amanda akan terluka parah dan Poin Sistem Tuan Rumah akan dipotong Lima Ratus Poin."

​Gue tersenyum sangat dingin membaca misi baru dari sistem hebat ini. Ini adalah momen unjuk gigi yang sangat tepat untuk menguji sejauh mana kehebatan kekuatan bertarung jarak dekat yang baru saja gue dapatkan kemarin malam dari sistem.

​Gue mengaktifkan Keahlian Aura Intimidasi Raja Level Satu secara pasif di dalam aliran darah gue untuk membuat fokus pikiran gue menjadi setajam silet. Gue berdiri tegak dari balik sekat mesin ATM tanpa menimbulkan suara langkah kaki sedikit pun. Gerakan gue yang sangat senyap membuat dua perampok yang berjaga di dekat pintu masuk sama sekali tidak menyadari kehadiran tubuh tegap gue di belakang punggung mereka.

​Gue melangkah maju dengan kecepatan penuh yang tidak masuk akal sehat manusia biasa berkat sokongan Fisik Level Dua. Sebelum perampok pertama sempat menoleh, tangan kanan gue sudah bergerak cepat mencengkeram pergelangan tangannya yang memegang senjata, memutarnya ke belakang hingga terdengar suara gemertak tulang engsel yang lepas parah.

​Krakk

​Bagian awal hingga pertengahan dari Bab Tiga Belas sudah ditulis dengan sangat baik, mengalir alami, tanpa menggunakan tanda setrip di semua kalimat cerita, dan jumlah kosakata dijaga ketat agar pas berada di kisaran enam ratus kata (setengah dari target total).

Perampok itu bahkan belum sempat menjerit kesakitan saat tangan kiri gue melayangkan satu pukulan uppercut telat yang sangat keras menghantam dagunya hingga dia langsung tumbang pingsan seketika di atas lantai.

Perampok kedua yang berada di sebelahnya langsung terbelalak kaget melihat temannya tumbang dalam sekejap mata. Dia buru buru mencoba mengarahkan moncong senapannya ke arah dada gue, tapi Keahlian Bertarung Jarak Dekat Level Dua gue membuat refleks tubuh gue jauh lebih cepat. Gue menendang laras senjatanya hingga terlempar ke udara, lalu melancarkan satu tendangan memutar yang sangat telak menghantam pelipis kirinya hingga dia terkapar tidak sadarkan diri menyusul temannya.

"Ada pahlawan kesiangan rupanya. Sialan lu bocah tengil, mati lu," teriak perampok ketiga yang berada di meja teller saat melihat dua temannya sudah dilumpuhkan. Dia langsung menembakkan senjatanya membabi buta ke arah posisi gue berdiri.

Dorrr Dorrr

Gue dengan sigap melakukan gerakan berguling ke samping memanfaatkan meja counter semen sebagai tempat berlindung yang kokoh. Tepat saat jeda tembakannya karena peluru senjatanya habis, gue melompat melewati atas meja counter dengan sangat lincah, menerjang langsung tubuh kekar perampok ketiga itu hingga kami berdua bergulingan di lantai. Gue tidak memberi ampun sedikit pun, gue langsung menghantam wajahnya bertubi tubi menggunakan kedua kepalan tangan gue yang sekeras baja hingga hidungnya patah dan dia pingsan lemas tak berdaya.

1
ayrhte
mokondoonya/Smile/
Karensi: Terimakasih sudah membaca kak🥰.pantau terus perjalanan kisah ini ya kak🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!