Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Hamil
Sesuai rencana Bella, pagi ini sekitar pukul 10 pagi ia sudah mengendarai mobilnya seorang diri menuju rumah sakit.
tidak sampai 30 menit, mobil sport milik wanita itu telah terparkir di area rumah sakit.
Tap....tap....tap.....
Bella terlihat berjalan ke arah pendaftaran umum, untung saja ia mendapatkan urutan nomer antrian tidak terlalu jauh. wanita itu bisa saja menyebut nama keluarga Permana agar dirinya tidak perlu mengantri karena rumah sakit ini sebagian besar sahamnya milik kakek Adam.
namun ia tidak mau semena-mena dengan menyebut nama keluarga Permana agar ia di segani dan tidak perlu mengantri seperti yang lainnya. Bella masih sangat tahu diri jika ia hanya anak yang di adopsi di keluarga Permana.
"Tolong tunggu dan jangan kemana-mana ya Bu, karena nomer antrian anda tidak terlalu jauh." Ucap petugas rumah sakit.
"Baiklah saya mengerti." Jawab Bella tersenyum tipis.
Kini Bella mulai berjalan dan duduk di kursi tunggu. tidak lama kemudian namanya di panggil oleh seorang suster untuk segera masuki ruangan dokter.
"Pasien atas nama Bu Bella, silahkan masuk ke dalam." Panggil seorang suster.
Bella terlihat langsung melambaikan sebelah tangannya ke atas untuk memberitahu suster itu jika ia pasien atas nama Bella.
Kini ia mulai berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam ruangan dokter, tanpa di sadari oleh wanita itu Andrew ternyata baru saja memasuki area rumah sakit dan pria itu sempat melihat keberadaan Bella yang tengah berjalan memasuki ruangan dokter umum.
"Bukankah itu Bella?, jadi semalam ia benar-benar sakit dan saat ini sedang berobat." Batin Andrew menatap kepergian Bella yang telah memasuki ruangan dokter.
"Ruangan pak Candra ada di kamar VVIP 101." Beritahu Fatir yang berada samping Andrew sambil membawa parsel buah di tangannya. namun pria itu menatap heran ke arah Andrew karena terus menatap ke arah ruangan dokter umum.
"Lo kenapa bro lihatin ke arah sana terus?" Tanya Fatir penasaran.
Seakan sadar dengan suara Fatir, Andrew langsung menoleh sekilas ke arah pria tersebut.
"Tadi gua sempet ngelihat Bella masuk ke ruangan dokter umum, sepertinya akhir-akhir ini kondisi kesehatannya sedang menurun. nanti suruh salah satu bawahan Bella untuk membantu pekerjaanya agar tidak terlalu menumpuk. Gua khawatir sama kesehatannya akhir-akhir ini." Pinta Andrew, setelahnya pria itu langsung berjalan kembali mendahului Fatir.
******
Sementara di dalam ruangan dokter umum, Bella baru saja di periksa dan saat ini mulai turun dari ranjang pasien. perlahan wanita itu mulai berjalan dan duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan sang dokter.
"Sejak kapan anda mulai mengalami rasa mual dan muntah-muntah,?" Tanya dokter.
"Kalo mual sih sekitar 2 mingguan, jika mual di sertai muntah-muntah parah baru beberapa hari ini." Jawab Bella.
"Kapan terakhir kali anda datang bulan?" Tanya sang dokter lagi.
"Sekitar tanggal 10 bulan kemarin." Jawab Bella.
"Lalu bulan ini apakah anda sudah mendapatkan jadwal datang bulan anda?" Tanya sang dokter memastikan.
"Belum dok." Jawab Bella.
Bella langsung terdiam, ia seperti baru menyadari sesuatu. dengan cepat wanita itu mengambil ponsel di dalam tasnya dan menatap layar ponsel miliknya dengan serius. Ia baru menyadari jika hari ini sudah menunjukan tanggal 30. artinya ia telah telat datang bulan hampir 3 Minggu lamanya.
"Tidak....tidak mungkin aku hamil." Batin Bella dengan tangan bergetar memegang ponselnya.
"Sepertinya anda telah telat datang bulan sekitar 3 Minggu, di lihat dari gejala yang anda rasakan saya sangat yakin sekali jika anda sedang hamil saat ini. untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dan akurat saya akan langsung merujuk anda ke dokter spesialis kandungan saat ini juga. Jadi setelah ini anda bisa langsung ke sana." Ucap sang dokter memberikan penjelasan.
Bella terlihat diam dan tidak menyimak sama sekali penjelasan sang dokter, kini ia terlihat termenung dan masih belum percaya jika saat ini ia sedang hamil anak paman Andrew.
"Bu Bella apakah anda mendengar penjelasan saja?" Tegur sang dokter memegang tangan Bella pelan.
Bella langsung tersadar dari lamunannya setelah tangan nya di pegang oleh sang dokter, kini ia langsung menatap ke arah sang dokter wanita itu dengan tatapan mata seperti orang linglung.
"Maaf dok saya agak melamun tadi."
"Silahkan saat ini anda segera bawa surat rujukan ini ke dokter spesialis kandungan." Ucap sang dokter menyerahkan selembar kertas di hadapan Bella.
Tanpa berbicara sepatah kata pun Bella langsung mengambil kertas tersebut dan segera berjalan keluar dari ruangan dokter dengan langkah kaki terlihat begitu lemas.
Sang dokter terlihat heran melihat sikap pasiennya itu, dokter itu menyimpulkan jika wanita yang baru saja ia periksa ternyata masih lajang dan hamil di luar nikah. karena terlihat dari ekspresi wajahnya yang terlihat sangat shock dan tidak bahagia saat dirinya di nyatakan hamil.
"Dasar anak muda zaman sekarang pas bikinnya semangat, pas kebobolan langsung lesu!" Ucap sang dokter menyindir.
Sesuai intruksi dokter pertama tadi, kini Bella mulai memasuki ruangan dokter spesialis kandungan. dengan langkah lesu ia memasuki ruangan dokter dan langsung menyerahkan kertas yang ia bawa, setelah itu ia duduk di hadapan sang dokter.
Dokter itu langsung mengambil kertas yang di berikan oleh Bella dan mulai membacanya secara seksama.
"Dapat rujukan dari dokter umum ya?, selamat ya Bu anda sudah dapat di pastikan saat ini sedang hamil. Untuk mengetahui usia kehamilan dan kondisi kandungan anda ayo segera ikuti saya, saya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada anda." Ucap sang dokter turut bahagia atas kehamilan pasien nya itu.
Bella terlihat menundukan kepalanya pelan mencoba menahan air matanya agak tidak terjatuh dan menangis saat ini juga. Perlahan Bella mulai menghela nafasnya pelan, setelah itu ia mulai berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah ranjang pasien untuk melakukan usg.
"Usia kandungan ibu baru di perkirakan susah memasuki usia sekitar 4 mingguan, masih sangat kecil sekali. di sarankan ibu jangan terlalu setres dan menjaga pola makan mulai saat ini." Ucap sang dokter.
Diam, sedari tadi Bella hanya terdiam saat sang dokter terus menjelaskan kondisi kandunganya. kni tatapan mata wanita itu terus fokus menatap ke layar monitor besar yang berada di hadapanya. Yang saat ini sedang menampilkan kondisi janin miliknya yang masih sangat kecil.
Kini perasaan Bella campur aduk antara sedih, kecewa, marah bercampur menjadi satu. namun di lubuk hatinya paling dalam setelah melihat janin miliknya ada rasa hangat yang sudah sangat lama tidak ia rasakan. rasanya ia tidak tega untuk membenci dan menyalahkan janin yang masih berbentuk gumpalan darah itu di dalam rahimnya, semua ini terjadi karena kebodohannya sendiri.
Setelah menjalani beberapa pemeriksan Bella segera keluar dari ruangan dokter kandungan. setelah itu ia langsung menebus resep obat miliknya dan segera keluar dari rumah sakit.
*****
Saat ini Bella tengah berada di dalam mobil miliknya, ia masih berada di area parkiran rumah sakit.
"Hiks...hiks.... hiks... apa yang harus aku lakukan tuhan?, apakah aku harus menggugurkan janin yang ada di rahim ku saat ini." Ucap Bella begitu frustasi.
Kini sebelah tangan wanita itu sedang memegang selembar foto hasil USG yang telah di print. Bella terlihat menatap sedih ke arah foto usg yang sedang ia pegang saat ini.
"Aku mohon apapun keputusan ku nanti, aku harap kamu menerimanya dan tidak membenci ku?" Ucap Bella berbicara kepada janin nya sendiri sembari mengelus pelan perut ratanya.
Saat ini Bella belum bisa memutuskan apapun, wanita itu terlihat masih bimbang untuk mengambil keputusan. karena apapun keputusan yang akan ia ambil nantinya, pasti akan berdampak besar terhadap kehidupannya di masa yang akan datang.
Ia tidak mau gegabah mengambil keputusan saat ini, karena kondisinya masih sangat shock dan belum stabil.
*****