NovelToon NovelToon
Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Raja Cahaya Yang Mencintai Ratu Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis
Popularitas:761
Nilai: 5
Nama Author: leona athena

menceritakan seorang raja kehidupan yang tertarik dengan sang ratu kematian yang dia baca di sebuah buku legenda sang ratu kematian yang sangat cantik dan dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leona athena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17 : pilihan yang tak terusan dan janji cinta abadi

Seluruh ruangan hening sepenuhnya. Semua makhluk yang ada di sana—mulai dari para perajurit bayangan yang diam, Gargoyle yang tetap berjaga, hingga Elara sendiri—semua menatap Xavier, menanti keputusan yang akan ia ucapkan.

Di hadapannya, Elara terlihat tenang, namun matanya menyembunyikan kegelisahan yang mendalam. Ia sudah menyiapkan diri untuk segala kemungkinan. Jika pria ini memilih pergi, ia akan kembali menjalani hidupnya seperti sedia kala—sendirian, namun aman dari rasa sakit. Namun jika ia memilih untuk tinggal... ia tidak tahu apa yang akan terjadi, hanya saja hatinya berdebar kencang dengan harapan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Xavier menarik napas panjang, lalu menatap lurus ke mata Elara dengan pandangan yang teguh, tulus, dan tidak ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Senyum lembutnya masih tergambar jelas di wajahnya, senyum yang selalu menenangkan hati sang Ratu.

Tanpa ragu sedikit pun, ia membuka mulutnya dan berbicara dengan suara yang lantang namun tetap lembut, terdengar jelas di seluruh penjuru ruangan.

"Aku menolak pilihan pertamamu, Yang Mulia."

Seketika itu juga, Elara tertegun. Hatinya bergetar hebat, namun ia tetap berusaha mempertahankan sikap tenangnya.

"Kau yakin?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. "Kau tahu risikonya. Jangan menyesal di kemudian hari."

"Aku tidak akan pernah menyesal," jawab Xavier tegas. "Sejak aku melihatmu, sejak aku mengetahui siapa dirimu, dan sejak aku merasakan ikatan yang terjalin di antara kita... aku sudah mengambil keputusan ini. Aku memilih pilihan kedua. Aku bersedia berusaha, aku bersedia menunggu, dan aku bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan hatimu, sekeras apa pun dan sedingin apa pun hatimu itu."

Elara terdiam. Ia tidak menyangka bahwa orang ini akan memilih jalan yang sulit itu dengan begitu mudahnya, dengan begitu teguhnya. Selama ini, semua orang akan memilih jalan yang aman, yang tidak membawa risiko apa pun. Tapi tidak dengan orang ini.

"Baiklah..." ucap Elara perlahan. "Kalau itu pilihanmu, maka terimalah konsekuensinya. Aku tidak akan membuatnya mudah bagimu."

Namun, sebelum ia bisa melanjutkan kata-katanya, Xavier mengangkat tangan sedikit sebagai tanda ia ingin berbicara.

"Aku menerima semuanya, Yang Mulia," katanya. "Tapi sebelum aku memulai perjalananku untuk mendapatkan hatimu, aku ingin membuat perjanjian denganmu. Sebuah perjanjian yang terikat oleh kata-kata kita, dan oleh ikatan takdir yang telah menyatukan kita."

Elara menatapnya dengan bingung. "Perjanjian apa?"

Xavier melangkah maju selangkah, namun berhenti kembali, tetap menjaga jarak yang telah ditentukan, menghormati batasan yang ia minta. Tatapannya makin dalam dan penuh dengan perasaan yang begitu besar.

"Perjanjian ini sederhana saja," ucapnya dengan suara yang lembut namun tegas. "Jika aku berhasil, jika aku benar-benar bisa mengetuk hatimu, jika aku bisa membuatmu percaya padaku dan membuka hatimu sepenuhnya untukku... maka aku ingin kau menjadi milikku. Aku ingin kau menjadi pasangan hidupku, seseorang yang akan selalu ada di sisiku selamanya."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang makin lembut dan penuh harapan.

"Aku ingin menikahimu, Elara. Aku ingin kau menjadi Ratu di kerajaanku, mendampingiku memerintah dan memelihara kehidupan. Aku ingin membawamu ke sana, menunjukkan padamu segala hal yang ada di sana, berjalan beriringan di taman-taman yang penuh bunga, melihat matahari terbit dan terbenam, merasakan hal-hal yang mungkin belum pernah kau rasakan sebelumnya. Aku ingin berbagi segala hal yang aku miliki denganmu—baik kebahagiaan maupun kesusahan, baik keindahan maupun kekurangan. Semuanya."

Kata-kata itu terucap begitu tulus, begitu jujur, dan begitu dalam hingga membuat napas Elara tercekat. Ia tidak pernah menyangka akan mendengar hal seperti ini. Selama ini, orang-orang hanya menginginkan apa yang ada padanya, kekuasaannya, atau sesuatu yang bisa mereka dapatkan darinya. Tapi orang ini... ia ingin memberikan segalanya, ia ingin menjadikannya bagian dari hidupnya, ia ingin memberikan tempat yang terhormat dan penuh kasih sayang.

Xavier menatapnya dalam-dalam, dan suaranya menjadi lebih lembut, penuh dengan rasa cinta yang begitu besar.

"Aku sudah terlanjur mencintaimu, Elara. Cinta yang tumbuh bukan dalam waktu singkat, tapi cinta yang sudah ada jauh sebelum kita bertemu, cinta yang tumbuh seiring dengan waktu, cinta yang tidak akan pernah hilang, tidak akan pernah berubah, dan tidak akan pernah tergantikan oleh apa pun atau siapa pun. Aku mencintaimu dengan seluruh jiwa dan ragaku, dengan seluruh kekuatan yang aku miliki. Aku mencintaimu sampai ke titik di mana hidupku tidak akan ada artinya lagi tanpamu."

Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang tegas dan pasti.

"Itulah perjanjianku. Jika aku berhasil mendapatkan hatimu, maka jadilah milikku, dan biarkan aku menjadi milikmu selamanya. Apakah kau bersedia menerima perjanjian ini?"

Elara diam. Seluruh kata-kata yang didengarnya membuat hatinya yang telah membeku itu terasa semakin meleleh. Ia merasa sesuatu yang hangat mengalir di dalam dirinya, sesuatu yang ia tidak pernah rasakan sebelumnya. Rasa haru, rasa bahagia, rasa takut, dan rasa cinta semuanya bercampur menjadi satu.

Selama ribuan tahun, tidak ada seorang pun yang pernah menginginkannya seperti ini. Tidak ada yang pernah mau memberikannya tempat di dalam hidupnya, tidak ada yang mau menjadikannya bagian dari kehidupannya. Semua orang hanya ingin mengambil darinya, tidak ada yang ingin memberi. Tapi orang ini... ia ingin memberi segalanya, ia ingin menjadikannya ratu, ia ingin membagikan hidupnya dengannya.

Air mata kristal kembali mengalir di pipinya, namun kali ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata haru dan kebahagiaan yang baru saja ia rasakan.

Ia menatap Xavier lama, dan akhirnya ia mengangguk perlahan, suaranya terdengar lembut namun jelas.

"Aku menerima perjanjian itu..." ucapnya. "Jika kau benar-benar bisa membuktikan kata-katamu, jika kau benar-benar bisa mendapatkan hatiku yang sulit ini... maka aku akan memenuhi janjiku. Aku akan menjadi milikmu, dan aku akan pergi bersamamu ke tempat yang kau sebutkan itu."

Elara berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang tegas, meski masih ada keraguan yang tersisa.

"Tapi ingatlah, perjalanan ini tidak akan mudah. Aku akan membuatnya sulit bagimu. Aku akan tetap bersikap dingin, aku akan tetap mencurigaimu, dan aku akan terus menguji kesungguhanmu. Jangan berharap aku akan berubah dalam waktu singkat. Butuh waktu yang lama untuk membangun apa yang telah hancur dan terkubur selama ribuan tahun."

"Aku tahu, dan aku siap untuk itu," jawab Xavier dengan senyum yang makin lebar dan bahagia. "Aku akan menunggu selama apa pun yang diperlukan. Aku akan melakukan apa saja yang diperlukan. Karena bagiku, mendapatkan hatimu adalah hal terindah yang bisa aku capai dalam hidup ini."

Di atas pangkuan Elara, Gargoyle yang selama ini diam dan waspada, perlahan menggerakkan kepalanya. Ia menatap Xavier dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya—tidak lagi penuh kewaspadaan dan kebencian, melainkan ada rasa hormat dan penerimaan di dalamnya. Bahkan ia mengeluarkan suara dengungan lembut, seolah ia pun menyetujui apa yang baru saja terjadi.

Di luar ruangan, Sentinel yang masih menjaga dari kejauhan pun merasakan perubahan yang terjadi. Aura yang tadinya dingin dan tegang kini berubah menjadi lebih hangat dan damai. Ia tahu, sesuatu yang baru telah dimulai.

Elara menatap Xavier sekali lagi, dan untuk pertama kalinya, ada sedikit cahaya di dalam matanya yang tadinya gelap dan kosong. Cahaya itu kecil, samar, namun cukup terlihat.

"Maka mulailah..." ucapnya pelan. "Mulailah usahamu. Aku akan menunggu, dan aku akan melihat seberapa jauh kesungguhanmu itu akan bertahan."

Xavier membungkukkan badannya dengan hormat yang dalam, dan senyumnya terlihat makin cerah.

"Aku tidak akan mengecewakanmu, Elara. Aku berjanji."

Perjanjian itu telah terjalin. Perjalanan panjang dan sulit pun baru saja dimulai. Tapi bagi Xavier, itu bukan beban, melainkan kebahagiaan yang ia tunggu-tunggu. Karena ia tahu, di ujung perjalanan ini, ada orang yang paling ia cintai yang sedang menunggunya.

Dan bagi Elara, meski ia masih penuh keraguan dan rasa takut, ia merasakan sesuatu yang baru tumbuh di dalam hatinya—sesuatu yang memberi harapan bahwa mungkin saja, akhirnya ia tidak akan lagi hidup sendirian.

 

Bersambung...

1
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya diterima juga😊
𝐀⃝🥀Weny
pembukaan ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran😊
leona: hihihihi/Hey/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!