NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Ruang Rahasia Milik Nona Su Ying

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Iblis / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DewaC1nta

Di selamatkan oleh iblis saat nyaris di lecehkan oleh para bandit, seorang gadis kini harus menghadapi kenyataan kelam. ia bebas dari ancaman manusia, namun kini takdirnya terikat pada penghuni neraka. kontrak telah di tandatangani, dan meski iblis itu menjadi pelindungnya, harga yang harus di bayar jauh lebih besar dari sekedar nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewaC1nta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Lembah Seribu Bunga (bagian keempat)

 Guan Xian mengangkat perlahan kepalanya. kali ini wajahnya tidak lagi memancarkan amarah yang membara atau nafsu bertarung yang meluap-luap. Sebaliknya, tergambar sebuah pengharapan yang sangat besar di matanya. Sebuah kerinduan yang begitu dalam hingga mampu melumpuhkan logikanya.

 "Jika benar kau adalah iblis yang bisa membuatku bertemu dengannya lagi...maka apapun yang kau inginkan pasti akan kupatuhi," ucap Guan Xian dengan nada datar namun penuh keyakinan.

 Zhao Yun tertawa geli mendengar permintaan itu. Ia menatap Guan Xian dengan pandangan penuh minat, seolah baru saja menemukan mangsa baru yang sangat berharga.

 "Jadi...apakah kau benar-benar ingin mengikat kontrak dengan seorang iblis?" tanya Zhao Yun dengan nada yang manis namun beracun.

 Zhao mengibaskan jubah hitamnya. Seketika, di tangannya muncul sebuah gulungan kertas kuno.

 "Kau hanya perlu menandatanganinya dengan darahmu. Dan tiga bulan kemudian, aku akan kembali menagih hutangmu," kata Zhao Yun dengan suara yang rendah dan menggoda, sambil menyodorkan gulungan itu ke hadapan Guan Xian.

 Perlahan, seolah-olah di tarik oleh kekuatan yang tak terlihat, Guan Xian mengulurkan tangannya untuk mengambil gulungan itu. Matanya masih tampak kosong, hanya ada gurat keputusasaan yang dalam di sana. "Baiklah," jawab Guan Xian lirih, nyaris seperti bisikan angin.

 Tepat sebelum ujung jari Guan Xian menyentuh kertas terkutuk itu, tangannya terhenti secara mendadak. Su Ying telah bergerak lebih cepat mencengkram lengan Guan Xian dengan kekuatan yang muncul dari rasa takut yang luar biasa.

 "Tunggu!" ucap Su Ying dengan nada mendesak. "Jangan kau mencoba mengikat kontrak dengannya. Kau belum tahu apa yang akan terjadi denganmu nanti."

 Di dalam harapan besar yang tadinya membutakan Guan Xian, sebagian logikanya mulai kembali. Kata-kata Su Ying bertindak seperti air dingin yang menyiram api khayalannya. Ia pun menatap Zhao Yun dengan tatapan menyelidik, seolah ingin menembus topeng ketampanan sang iblis.

 "Benar...iblis licik," ucap Guan Xian, suaranya kini kembali tajam. "Apa yang akan kau ambil dariku jika aku mengikat kontrak ini denganmu? Tidak mungkin iblis sepertimu memberikan semua itu tanpa meminta bayaran yang setimpal."

 Zhao Yun tertawa menggelegar melihat keraguan yang terpancar dari raut wajah Guan Xian. Suara tawanya memantul di antara pohon persik, terdengar sangat meremehkan sekaligus licik.

 "Kau cukup cerdas untuk ukuran manusia yang sedang patah hati," ucap Zhao Yun setelah tawanya mereda. Ia memutar-mutar gulungan kertas itu mengelilingi pergelangan tangannya yang pucat.

 "Bayarannya? Sangat kecil, nona Guan. Aku akan memberikan pertemuan dengan ibumu, tapi sebagai gantinya, aku akan mengambil nyawamu sebagai persembahan di neraka."

 Guan Xian tertegun. Ia menatap gulungan kertas itu dengan pandangan yang kosong sekaligus getir. "Maksudmu... harga yang harus kubayar hanya untuk melihat ibuku adalah dengan menukarkan kebahagiaan sementara itu dengan nyawaku?"

 "Benar. Cukup, adil bukan?" sahut Zhao Yun dengan seringai yang menyembunyikan kekejaman di balik wajah tampannya. "Nyawa manusia itu singkat dan seringkali tidak berarti. Mengapa tidak kau tukarkan saja sisa umurmu yang penuh penderitaan ini dengan satu momen kebahagiaan yang paling kau dambakan?"

 Guan Xian terdiam, tubuhnya gemetar, bukan karena takut, tapi karena perkataan Zhao Yun yang di anggapnya sebagai sebuah penghinaan.

 "Kau menganggap nyawa itu kecil artinya?" kata Guan Xian pelan namun penuh tekanan. Suaranya tidak lagi terdengar gentar, melainkan getir oleh tawa ironis yang tertahan di tenggorokan. "Kau pikir nyawa manusia itu tidak ada artinya dan hanya seperti barang murah yang bisa di perdagangkan?"

 Zhao Yun tidak langsung menjawab. ia hanya tersenyum kecil menatap Guan Xian. Sebuah senyum yang lebih dingin dari pada salju di puncak gunung Kunlun.

 "Baiklah. jika kau tidak menginginkan tawaranku ini, aku tidak akan menawarkannya kedua kali"

 Zhao Yun berbalik. Ia menghampiri Su Ying dengan langkah yang tak bersuara.

 "Jadi, apa yang kau rencanakan, nona Su Ying? Kau tidak berencana untuk melarikan diri dariku, bukan?"

 Su Ying tersentak. Tubuhnya kaku sejenak, seperti seekor kelinci yang tertangkap tatapan mata seekor serigala.

 "A-aku mana mungkin melakukan itu," ucapnya lirih. Suaranya halus, nyaris tenggelam dalam desau angin lembah. "walaupun kau adalah iblis, kontrak yang kubuat denganmu...pasti akan kupenuhi."

...****************...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!