NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malaikat Penolong

Mama Zoya hanya mengangguk kecil. Ashela mulai memijat pergelangan kaki Mama Zoya dengan teknik sederhana yang diajarkan Mak Esih di kampung. Jari-jari Ashela yang lincah menekan titik-titik saraf tertentu dengan penuh perasaan.

Kelembutan Ashela membuat Mama Zoya merasa sedikit lebih tenang.

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota yang egois, di mana orang-orang hanya lewat dan menonton, wanita muda berpakaian sederhana ini justru berhenti dan memberikan perhatian yang begitu tulus.

"Nama kamu siapa, nak?" tanya Mama Zoya pelan, mulai bisa mengatur napasnya.

Ashela tersenyum di balik maskernya, meski tak terlihat. "Nama saya Asha, Bu. Ibu tinggal di mana? Apakah ada keluarga yang bisa saya hubungi?" ucap Ashela.

"Mobil saya... ada di seberang sana." jawab Mama Zoya sambil menunjuk lemah ke arah sedan hitam yang kini mulai mendekat karena sopirnya baru menyadari apa yang terjadi.

"Nyonya! Nyonya Zoya!" teriak sang sopir yang panik, berlari menghampiri mereka.

Mendengar nama Zoya, jantung Ashela sempat berdesir aneh. Nama itu terasa familier, namun ia segera menepis pikiran buruknya. Banyak orang bernama Zoya di kota ini, pikirnya. Ia tetap fokus membantu Mama Zoya berdiri saat sang sopir tiba.

"Hati-hati, Pak. Pegang bahu Ibu ini pelan-pelan," instruksi Ashela.

Dengan bantuan Ashela dan sang sopir, Mama Zoya berhasil berdiri meski harus bertumpu berat pada Ashela.

Bau parfum mahal Mama Zoya menusuk hidung Ashela, sangat kontras dengan bau matahari yang melekat di pakaian Ashela. Namun, dalam momen itu, perbedaan kasta mereka seolah luntur oleh rasa kemanusiaan.

"Asha... kamu mau ikut ke rumah sakit? Biar saya obati kamu juga sebagai rasa terima kasih," tawar Mama Zoya saat ia sudah duduk di dalam mobilnya yang sejuk oleh AC.

Ashela menggelengkan kepala dengan sopan, memberikan senyum tulus melalui matanya.

"Tidak perlu, Bu. Saya senang bisa membantu. Saya masih harus mencari pekerjaan. Ibu segera ke dokter ya, kakinya butuh dikompres air hangat nanti di rumah." tolak Ashela dengan sopan dan lembut.

Mama Zoya menatap Ashela dengan pandangan yang dalam. Ada sesuatu pada wanita ini yaitu ketulusannya, nada suaranya yang lembut, dan caranya merawat yang mengingatkannya pada sesuatu yang sangat jauh namun hangat. Ia merasa berhutang budi pada orang asing ini.

"Ambil ini," Mama Zoya mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan dari tasnya dan menyodorkannya pada Ashela.

Ashela tertegun, lalu dengan halus mendorong tangan Mama Zoya kembali. "Maaf, Bu. Saya menolong bukan untuk ini. Simpan saja uangnya untuk biaya pengobatan Ibu nanti. Saya pamit ya, Bu. Semoga Ibu cepat sembuh." tolak Ashela.

Tanpa menunggu balasan lagi, Ashela sedikit membungkuk hormat lalu berbalik, berjalan menjauh menuju kerumunan orang di trotoar. Ia harus segera melanjutkan pencariannya karena waktu hampir sore dan ia belum mendapatkan pekerjaan apa pun.

Mama Zoya terpaku di dalam mobilnya, menatap punggung Ashela yang semakin mengecil di kejauhan.

"Pak, apa kamu lihat wajahnya tadi?" tanya Mama Zoya.

"Iya, Nyonya. Mbaknya cantik dan kelihatannya orang baik." jawab sopir itu sambil mulai menjalankan mobil.

"Sama Vano kayaknya cocok ya pak, udah cantik baik lagi." seru Mama Zoya berandai-andai.

Mama Zoya menyandarkan kepalanya ke jok kulit yang empuk. Tangannya mengusap siku yang sudah dibersihkan oleh Ashela. Masih ada rasa hangat dari sentuhan tangan wanita muda tadi di kulitnya.

"Asha..." gumam Mama Zoya. Nama itu terasa manis di lidahnya.

Ia tidak tahu bahwa Asha adalah wanita yang sama yang ia curigai sebagai ibu dari bocah yang ia anggap cucunya. Ia tidak tahu bahwa tangan yang baru saja memijat kakinya dengan lembut adalah tangan yang selama ini ia maki-maki dalam hati karena dianggap telah menjebak putranya di masa lalu.

Sore itu, Ashela kembali ke kontrakan dengan tangan hampa soal pekerjaan, namun hatinya terasa sedikit lebih ringan karena telah menolong seseorang. Ia tidak tahu bahwa pertemuannya dengan Mama Zoya akan menjadi awal dari benang merah yang akan menariknya semakin dalam ke dalam pusaran keluarga Narendra.

Saat ia memasuki kontrakan, ia melihat Leo sudah bangun dan sedang duduk sambil menggambar dengan krayon tumpulnya.

"Mama! Kok lama?" seru Leo riang.

Ashela langsung memeluk Leo, menghirup aroma rambut anaknya yang selalu menjadi obat lelahnya.

"Tadi Mama bantu nenek-nenek di jalan, sayang. Leo sudah makan sore?" sahut Ashela.

"Sudah sama Nek Sumi. Ma, Leo kangen lari-lari..." lirih bocah kecil itu.

Ashela terdiam, menatap bekas luka operasi di dada Leo yang masih tertutup perban.

"Sabar ya, Jagoan. Sebentar lagi kita pulang ke kampung. Mama harus cari uang sebentar lagi di sini, ya?" ucap Ashela lembut.

Ashela duduk di lantai semen yang dingin, menatap langit ibu kota yang mulai berubah menjadi jingga keunguan melalui celah pintu. Ia tidak tahu bahwa di sebuah rumah mewah, Mama Zoya sedang menceritakan tentang malaikat penolong bernama Asha kepada suaminya, tanpa menyadari bahwa malaikat itu adalah orang yang paling ia cari sekaligus paling ia hindari.

Rahasia itu masih tersimpan rapat, namun takdir telah mengatur pertemuan demi pertemuan, perlahan-lahan merobek tirai yang menutupi kebenaran.

Dan di dalam kesunyian kontrakan petak itu, Ashela hanya bisa berharap bahwa esok hari akan membawakannya pekerjaan, tanpa menyadari bahwa esok hari mungkin akan membawanya kembali berhadapan dengan masa lalu yang ia takuti.

...****************...

Pagi itu, Narendra Hospital tampak lebih sibuk dari biasanya. Aroma disinfektan yang tajam bercampur dengan aroma kopi dari kafetaria lobi menciptakan suasana yang kaku. Ashela melangkah masuk dengan perasaan was-was.

Hari ini adalah jadwal kontrol pertama Leo pasca-operasi besar satu bulan lalu. Meskipun kondisi fisik Leo tampak membaik, Ashela tidak ingin lengah sedikit pun.

"Leo, duduk di sini dulu ya, sayang? Jangan lari-lari. Mama harus ambil nomor antrean di loket sana," ucap Ashela sambil menunjuk sebuah kursi panjang di dekat poli jantung anak.

"Iya, Mama. Leo diam di sini," jawab Leo patuh. Ia duduk dengan kaki berayun-ayun, memeluk boneka beruangnya yang kini menjadi teman setianya.

Ashela bergegas menuju mesin antrean yang jaraknya sekitar sepuluh meter. Namun, ia tidak menyadari bahwa rasa penasaran anak kecil terkadang lebih kuat daripada kepatuhannya.

Leo melihat seekor kupu-kupu yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam gedung dan hinggap di sebuah pot bunga besar di dekat lorong rawat inap.

Dengan langkah kecil yang masih agak kaku, Leo turun dari kursinya, berusaha mengejar warna sayap kupu-kupu itu.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Ada yang penasaran sama kelanjutannya???

1
RaDja
terima kasih
NN
lanjuttt
erviana erastus
akhirnya rahasia besar terungkap 😭
Wardi's
ternyata ini cara ka author menguak tabir surya ashela..,, gk nyangka saya., emang best ka author..,
Lala_Syalala: semoga suka ya kak dan selalu menantikan cerita author hehe🙏🙏😊😊🤗🤗🤗
total 1 replies
Wardi's
omegat akhirnya dinding ashela runtuh... betapa terkejutnya elvano dengar kata2 papah..
elief
lanjut thor, makin seru.. semangat selalu thor
Lala_Syalala: Terima kasih Kak sudah suka sama cerita author, selalu pantengin yaaa ceritanya🙏🙏😊😊🤗🤗🤗🤗😍😍😍
total 1 replies
Fatmawati Qomaria
asya jujur saja klau elvano adalah ayah kandungnya
Fatmawati Qomaria
di doule up kk
Sari Supriyanti
ngupi dulu thooor biar makin semangat up nyaaaa....lope lope bgt ma ceritanya thooor...😍😍💪💪💪💪
Lala_Syalala: wahhh semangat banget nih kalau dikasih kopi, jangan lupa like dan vote nya juga ya kak🙏🙏😊😊🤗🤗🤗🤭🤭
total 1 replies
Asni Kenedy
nahhhh penasaran bab selanjutnya
sunaryati jarum
Darahnya sama dengan darahmu dokter Vano
erviana erastus
egoisx seorang ibu kalo sdh gini menangis bombay kau asha .... jujur aza napa wong sang dokter baik kok
Ari Atik
ikut tegang...
😭😭
Bu Dewi
up lagi kak😍😍😍😍
Ari Atik
😭😭😭
dari sekian banyak orang kenapa gk ada yg segera bertindak....?😡
Fatmawati Qomaria
disini asya blm berani jujur kepada elvano tentang leo, apakah mboh asih yg menemani asya wkt datang ke desa itu akan datang kejakarta dan mengatakan klau asya datang kesana dalam keadaan hamil muda
🇧🇬
ehe 😭 kaka.. ini kah karma yang harus dibayar oleh keegoisan 2 orang tua?
R I R I F A
nanti RS kehabisan stok darah buat leo.. dan elvano yg donorin...
Agunk Setyawan
yang cewek bloon sok kuat dan yang cowok lemot
Wardi's
nyesek bgt vano..., jujurlah asha., klo vano ayahnya leo., biar semuanya baik2 saja., leo bisa bahagia bersama papa dan mama nya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!