karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....
Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Malam itu, hujan turun seolah langit ikut menangis di atas RS Medika. Di lantai VIP, Doni berdiri dengan tubuh gemetar di depan ruang ICU. Pria yang kini menjadi pemimpin tunggal imperium bisnis mendiang mertuanya itu kehilangan seluruh kekuatannya. Ia baru saja mendapatkan kabar bahwa Ambar, istri yang sangat dicintainya, mengalami pendarahan hebat setelah melahirkan putri pertama mereka.
"Maafkan kami, Pak Doni. Nyawa Ibu Ambar tidak tertolong," ucap dokter dengan suara rendah.
Doni ambruk. Di saat ia berada di puncak kesuksesan, ia justru kehilangan napas hidupnya. Ia bahkan belum sanggup melihat bayi perempuannya yang masih berada di ruang inkubator. Baginya, dunia mendadak gelap gulita.
Di bangsal kelas tiga rumah sakit yang sama, Seina meringis kesakitan seorang diri. Tidak ada karpet merah, tidak ada dokter spesialis. Hanya ada kegetiran.
Baru dua tahun yang lalu ia merasa menjadi wanita paling beruntung karena meninggalkan Doni yang miskin demi Brama. Namun, takdir bercanda padanya. Brama meninggal dalam kecelakaan tragis saat Seina tengah hamil besar, meninggalkan hutang yang menumpuk. Perusahaan besar tempat Brama bekerja dulu, yang ternyata adalah milik Doni, bahkan tidak memberikan pesangon besar karena posisi Brama yang bermasalah sebelum meninggal.
Seina melahirkan seorang bayi perempuan di malam yang sama dengan wafatnya Ambar. Saat ia menggendong bayinya, ia melihat berita di televisi rumah sakit: “Kabar Duka, Istri CEO Muda Doni Daneswara Meninggal Dunia Usai Melahirkan Putri Pewaris Tunggal.”
Lantai VIP rumah sakit itu terasa mencekam. Doni hanya terduduk diam di pojok ruangan, menatap kosong ke arah jendela. Pikirannya hancur. Istrinya, Ambar, telah pergi selamanya. Di dalam boks bayi mewah, seorang bayi perempuan yang baru lahir menggeliat. Di pergelangan tangannya melingkar gelang identitas bertuliskan, Eliza Daneswara.
"Maafkan Papa, Eliza... Papa belum sanggup melihatmu," bisik Doni pelan, suaranya serak karena tangis yang sudah mengering.
___
Dendam dan rasa iri membakar hati Seina. Ia menatap putranya yang masih kecil, Saka, dan bayi perempuannya yang baru lahir. Ia membayangkan hidupnya yang akan hancur dalam kemiskinan, sementara anak Doni akan hidup bergelimang harta di atas penderitaannya.
Didalam hatinya terbesit ide licik yang akan merubah hidup putrinya agar tidak merasakan kesusahan seperti dirinya saat ini, dan perlahan,ia akan masuk lagi di kehidupan Doni yang sekarang menjadi seorang duda tajir.
Saat perawat sedang sibuk karena keadaan darurat di ruang ICU, Seina yang masih lemah memaksakan diri berjalan menuju ruang bayi. Ia melihat bayi perempuan Doni yang diberi gelang nama "Putri Ambar Doni yang bernama Eliza Daneswara".
"Dulu aku meninggalkanmu karena kamu miskin, Doni. Sekarang, aku tidak akan membiarkan anakku hidup melarat sepertiku," bisik Seina tajam.
Saat perawat sedang lengah karena pergantian shift malam, Seina menyelinap. Dengan jantung berdegup kencang, ia menukar bayi di pelukannya dengan bayi yang ada di boks bertuliskan nama Eliza ia melepaskan gelang nama di tangan mungil Eliza asli ,dan memakaikan nya pad putri mungilnya, serta aksesoris lain yang membuat curiga.
"Mulai sekarang, kau adalah putriku, Maudi," bisik Seina pada bayi asli Doni yang kini ada di pelukannya. "Dan anakku... kau akan hidup seperti ratu di sana."
Seina berjalan pergi,menemui putranya yang ia letakkan di samping toilet rumah sakit yang tidak jauh dari ruangan inkubator.
" Ayo Saka ,kita pulang " ajak seina lembut, meski sekarang ia tidak memiliki apa-apa, namun seina sangat menyayangi anak-anaknya,
Saka hanya mengangguk, usia Saka baru satu tahun setengah, jadi ia belum mengerti apa-apa.
Setelah melakukan administrasi, seina berjalan dengan tertatih keluar dari rumah sakit dengan membawa bayi Ambar, yang ia beri nama Maudi. Rasa nyeri di bagian bawah masih terasa,namun ia memaksakan diri untuk pulang ke kontrakannya, karena rumah dan semua aset yang ia miliki sudah di sita oleh Bank, jadi ia tidak bisa berlama-lama tinggal di rumah sakit.
"ma....lapal" ucap Saka dengan mulut cadelnya...
"iya sayang, sebentar lagi kita sampai" sahut Seina mengelus rambut putranya yang terlihat kurus...
Melahirkan anak kedua tanpa di temani siapapun membuat dirinya semakin kuat.
" sabar sayang, mama pastikan, kalian akan hidup dengan bergelimang harta" gumam Seina dalam hati.
Sedangkan, bayi Ambar yang kini bernama Maudi hanya bisa tertidur... seperti tidak ada rasa lapar sedikitpun,dan itu membuat Seina merasa cukup tenang, setidaknya bayi Doni tidak merepotkan.
___
Keesokan harinya, setelah pemakaman Ambar, barulah Doni menemui putrinya yang di bawa oleh perawat ke rumahnya, di ruangan yang besar dan ber cat pink itu suasananya begitu kacau... Eliza yang dari semalam tidak mau diam karena menangis ini membuat Doni ingin menggendongnya...
Dengan tangan bergetar, Doni mengambil Eliza dari tangan perawat nya...
oek....oek....oek....
"maafkan papa nak, dari kemarin papa mengabaikanmu, apa masih sakit karena mamamu meninggalkan papa..., mamamu tidak menepati janjinya, padahal mamamu sudah berjanji akan menemani papa sampai papa tua nanti" ucap Doni dengan terisak.
namun Eliza tetap saja menangis bahkan semakin kencang , seolah ia tahu, kalau yang menggendong itu bukan ayahnya...., sang perawat mencoba memberikan susu formula, namun Bayi itu menolak , bahkan perawat sudah mencobanya semua jenis susu formula, bahkan yang paling mahal sekalipun. Tubuhnya mulai melemah karena tidak mau menyusu.
"dari kemarin nona Eliza tidak mau minum susu formula Tuan, mungkin ia menginginkan ASI ibunya" ucap sang perawat dengan takut.
Doni panik. Ia tidak ingin kehilangan satu-satunya peninggalan Ambar. "Cari ibu susu! Cari siapa saja yang bisa memberikan ASI. Saya akan bayar berapa pun!" perintah Doni kepada asistennya dengan nada putus asa.
Para perawat yang masih berjaga di sudut kamar Eliza terkejut sekaligus takut melihat wajah gelap tuannya.
Kabar itu sampai ke telinga Seina yang saat itu sedang menyusui Maudi bayi asli Doni di kontrakan sempitnya. Sebuah ide gila muncul di kepalanya. Ini adalah kesempatan emas untuk masuk ke kehidupan Doni dan tetap bisa mengawasi putri kandungnya sendiri yang kini menjadi Eliza.
"Saka...., mama berjanji, ini untuk terakhir kalinya kita tinggal di sini, mama akan berusaha agar Saka hidup enak" ucap Seina dengan wajah sumringah...
"benalkah mama?" sahut Saka dengan senang.
Setelah Maudi tidur, Seina menyuapi Saka dengan bubur instan yang baru ia beli di warung...
"ma....tenapa papa Ndak pulang-pulang?" tanya saja yang membuat Seina tersentak, walaupun ia tidak begitu mencintai Brama namun Saka tetaplah putra Brama.
" Saka ingin Papa yang punya rumah besar lagi?" tanya Seina tersenyum licik.
Saka yang polos mengangguk " iya Mama, Saka mau" jawab Saka dengan girang.
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.