NovelToon NovelToon
Suamiku Selingkuh

Suamiku Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Atul Maronge

Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Meminta Bantuan Mama

Keesokan harinya Raditya benar-benar datang ke perusahaan tempatnya bekerja dulu, dia sebenarnya malas sekali menginjakkan kembali kakinya disini tapi kalau bukan masalah yang urgent ini dia tak akan datang.

"Selamat pagi pak Raditya, maaf mau bertemu dengan siapa?" Tanya receptionis.

"Bu Rosa sama pak Ronald, apa beliau sudah datang?"

"Sudah pak, langsung saja keruangan bapak dulu" Ucapnya.

Raditya langsung melangkahkan kakinya menuju lift khusus petinggi di perusahaan tersebut, tapi belum sempat dia masuk sudah di hadang oleh security yang melihatnya.

"Maaf pak, silahkan memakai lift untuk umum" Ucapnya dan menunjuk lima sebelahnya.

"Biasanya kan saya lewat lift ini, udah minggir saya mau ketemu sama bu Rosa ini" Ucap Raditya.

"Iya pak saya faham, tapi memang bapak harus menggunakan lift sebelah"

Karena malas berdebat akhirnya Raditya mengalah dan bergeser ke lift umum, berbaur dengan karyawan lain dan juga OB.

Ting...!

Lift yang dinaiki Raditya sudah berada dilantai ruangan CEO, dengan langkah percaya diri dia berjalan menuju ruangannya dulu.

Ruangan yang sering di gunakan olehnya untuk memadu kasih dengan Ratih.

"Permisi saya mau bertemu dengan bu Rosa dan pak Ronald" Ucap Raditya pada Rusdi yang duduk dikursi milik Ratih dulu.

"Hmm sebentar" Jawabnya

Rusdi langsung menghubungi bosnya apakah Raditya langsung bisa diperbolehkan masuk.

"Silahkan masuk pak Raditya, bos menunggu anda" Ucap Rusdi tanpa membukakan pintu untuk tamunya.

Raditya segera membuka pintu ruangan tersebut dan masuk, ternyata didalamnya bukan hanya ada Rosa dan Ronald.

Tapi ada pengacara dan juga Renata sedang menunggu dirinya.

"Silahkan duduk pak Raditya" ucap Rosa mempersilahkan tamunya.

Setelah diberi instruksi, Raditya segera mendaratkan bokongnya disana.

"Bapak tahu kenapa dipanggil lagi kesini?" Tanya Rosa dengan tatapan mengintimidasi.

"Mengenai e-mail pengunduran diri saya bu" jawab Raditya dengan yakin.

Seketika Renata dan Ronald tertawa mendengarnya.

"Bagaimana mungkin anda seyakin itu? Bahkan kemarin anda sudah dipecat dari perusahaan ini secara tidak hormat pak Raditya...! Atau anda meninggalkan ruang rapat sebelum rapat selesai?" Tanya Rosa.

"I-iya bu, setelah pak Ronald mengatakan bahwa Renata menggantikan saya. Saya langsung keluar dari ruangan rapat" jawab Raditya.

"Panggil dia dengan sebutan bu...! Sebenarnya bukan masalah itu saya memanggil anda untuk datang kesini"

"Lalu untuk apa bu?" Tanya Raditya pura-pura bodoh, karena sebenarnya dia juga yakin kalau ini mengenai sisa uang yang dia korupsi.

"Tentu saja kembalikan uang perusahaan yang masih ada sama kamu...! Bukankah Ratih sudah mengembalikan? Harusnya kamu juga tahu dong?"

"Bukankah uang perusahaan sudah diambil sama bu Renata?" Kini Raditya menoleh ke arah Renata yang ada disofa.

"Memang benar, tapi yang diambil olehnya hanya 20 milyar. Sedangkan dana yang kamu ambil sebesar 24 milyar, silahkan kembalikan sisa dana tersebut atau anda kami polisikan...!" Ucap Rosa dengan tegas.

"Empat miliar itu setara dengan pesangon dan kerja keras saya selama ini bu, ibu lupa sudah berapa lama saya bekerja disini?" Kini Raditya tak mahu kalah.

"Ya saya tahu..! Pesangon kamu selama bekerja disini sebesar 1 milyar itu termasuk tunjangan selama menjabat sebagai CEO disini" Ucap Rosa.

"Saya kerja disini hampir sepuluh tahun bu...! Kenapa hanya segitu pesangon yang saya terima?"

"Silahkan anda baca baik-baik kontrak kerja saat menjadi manager dan juga CEO" ucap Renata dan memberikan salinan kontrak kerja milik Raditya.

Dengan seksama Raditya membaca, ternyata memang pesangon untuknya sekitar 1 milyar saja.

Itupun yang lima ratus juta tunjangan dan pesangon saat dia menjabat sebagai CEO disini.

"Sudah pak?"

"Hmm iya bu" jawab Raditya

"Lalu kapan anda mau melunasi sisanya? Dana yang masih anda bawa sejumlah empat milyar, lalu pesangon anda satu milyar. Jadi silahkan melunasi kekurangan sejumlah 3 milyar saya kasih waktu satu minggu..!" Ucap Rosa

"T-tapi bu, tolonglah kasih waktu lebih lama lagi. Apalagi saya sudah tidak bekerja lagi disini, mau cari uang dimana bu?" Tanya Raditya

"Itu urusan kamu...!! Silahkan kamu pergi dari sini, dan segera lunasi hutang kamu pada perusahaan" Jelas Rosa dan mengibaskan tangannya seolah mengusir Raditya.

Dengan tatapan nyalang seolah diremehkan, akhirnya Raditya pergi meninggalkan ruangan Rosa.

Sebenarnya bisa saja Raditya melunasi semua hutangnya saat ini, tapi dia tak mau uang yang selama ini dia kumpulkan sia-sia begitu saja.

"Harusnya aku menjual mobil lamaku buat melunasi hutangku, tapi gara-gara Renata brengs*k yang membalikkan nama tanpa sepengetahuanku aku jadi gak bisa menjualnya huhh" Gerutu Raditya.

Memang mobil lamanya dia tinggal dirumahnya, karena sudah bukan miliknya lagi.

Saat ini dia memakai mobil milik Ratih, keluarga Raditya belum tahu kalau semua harta dikuasai oleh Renata dan dia dipecat perusahaan.

Mereka hanya tahu kalau Renata dan Raditya sudah berpisah dan Raditya menikah dengan Ratih sekretarisnya.

"Mending aku kerumah ibu aja, nenangin diri sebentar" gumam Raditya dan mulai melajukan mobil yang dikendarainya ke kediaman orang tuanya.

Tak butuh waktu lama saat ini Raditya sudah sampai dirumahnya.

Dia langsung saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, disana ternyata sang ibu tengah membaca majalah dengan beberapa cemilan tidak sehat didepannya.

"Ibuuuu ngemil terus, kesehatannya diperhatikan" Ucap Raditya dengan sedikit berteriak dan berjalan kearah sang ibu.

"Duuh kamu ini ngagetin aja sih Raditya..! Ibu cuma makan sedikit saja itu punya adik kamu. Kamu gak kerja jam segini udah ngelayap kesini" Ucap sang ibu dengan menaruh majalah diatas meja.

"Aku dipecat bu" jawab Raditya singkat.

"Haa??? Kok bisa, kamu kan cuma berpisah dengan Renata kenapa pakai dipecat segala? Ini gak adil namanya..! Harusnya urusan pribadi gak ada sangkut pautnya dengan kerjaan Raditya.

"Ada masalah juga dikantor bu, aku menggelapkan dana perusahaan mangkanya dipecat. Raditya bingung bu, mau bayar hutang ke perusahaan sudah tak ada tabungan" Ucap Raditya dengan nada sedih berharap sang ibu mau membantunya.

Karena selama ini Raditya selalu menjatah ibunya sebanyak sepuluh juta setiap bulan, belum lagi buat kuliah adiknya dan juga kebutuhan arisan ibunya yang selalu meminta.

Kalau di total selama satu bulan Raditya memberikan hampir tiga puluh juta untuk keluarganya.

"Gak ada tabungan bagaimana sih? Emangnya hutang kamu berapa?" Tanya sang ibu.

"Hutang Raditya masih ada tiga milyar bu. Tolonglah ibu bantu sedikit untuk melunasi hutang Raditya"

"Ibu dapat uang dari mana buat bantuin kamu...! Kamu ini aneh-aneh aja"

"Ibu kan selama ini dapat jatah bulanan dari aku, belum dapat dapat dari ayah dan juga dari mas Reno. Harusnya ada dong perhiasan atau uang hasil arisan ibu yang selalu meminta padaku" Jelas Raditya dengan panjang lebar.

"Jadi kamu ungkit-ungkit uang yang udah diberikan pada ibu?"

"Bukan seperti itu bu, bantulah Raditya sedikit. Raditya janji akan menggantinya dengan berkali-kali lipat" Ucap Raditya.

"Mengganti dengan cara apa? Kamu aja dipecat" Sindir sang ibu.

"Ibu jangan remehkan Raditya..! Suatu saat Raditya akan sukses dengan usaha sendiri, buruan ibu bantuin Raditya"

"Jual aja mobil kamu"

"Mobil itu diambil sama Renata, harta gono gini buat Rindiani" jawab Raditya.

"Hah?? Kok bisa, kamu harusnya jangan mau dibodoh-bodohi kayak gitu..! Mereka udah kaya ngapain masih minta harta gono gini?"

"Ya mau gimana lagi bu, mereka pakai pengacara dan hakim jalur dalam" Ucap Raditya ngawur.

"Hah sudahlah susah ngomong sama kamu..! Nanti ibu pinjamkan perhiasan tapi janji kembalikan" Ucap sang ibu dan berjalan ke kamarnya.

"Yess...!!!" Ucap Raditya dengan pelan.

Dia tak menyangka dengan sedikit akting sang ibu mau memberikan perhiasannya padanya, dia memang sengaja melakukan hal itu karena uang tabungan yang dia miliki akan digunakan untuk membuka usaha.

Tak butuh waktu lama kini sang ibu sudah keluar dengan membawa satu kotak perhiasan, sebenarnya sang ibu masih punya banyak lagi perhiasan yang lain dikamarnya.

Tapi dia hanya memberikan beberapa saja pada Raditya karena dia gak mau sampai perhiasan miliknya habis.

"Ini ambillah" Ucap sang ibu dan memberikan pada Raditya.

Raditya segera mengambil kotak tersebut dan membukanya, didalamnya ada sepasang anting dengan berat tiga gram, kalung emas tiga buah dengan berat masing-masing dua puluh gram, cincin empat beratnya masing-masing dua gram dan juga gelang sebanyak tujuh buah dengan berat masing-masing sepuluh gram.

"Berapa ini kalau diuangkan bu?" Tanya Raditya.

"Sekitar seratus lima puluh juta, itu disitu ada suratnya kamu baca saja sendiri" Ucap sang ibu dan menunjukkan beberapa surat didalam kotak.

"Masih kurang banyak ini bu" Ucap Raditya.

"Ya kamu mau apa enggak? Kalau gak mau sini kembalikan" Ucap sang ibu dan menarik kotak perhiasan miliknya.

"Eeh jangan bu, gak apa Raditya pakai saja. Lumayan buat bantu-bantu" Ucap Raditya dan mengambil kembali kotak tersebut.

"Kamu makanlah dulu, tadi ibu masak cumi tinta hitam dan juga ayam goreng kalasan" Jelas sang ibu.

"Iya bu, tahu saja kalau aku belum makan" Ucap Raditya dan berjalan kearah meja makan.

Sang ibu mengikutinya dari belakang dan menyiapkan jus kesukaan Raditya, meskipun Raditya sedang ada masalah dan kemungkinan tidak bisa menjatah uang seperti dulu lagi, dia masih tetap memperhatikan anaknya.

1
Lee Mba Young
karma raditya otewe, semoga resto bankrut Dan ratih selingkuh.
Lee Mba Young
resto ne gk laku biar tau rasa tu laki tukang selengki
Ma Em
Wah Ratih bakal recokin lagi hubungan Renata dgn David karena Ratih sdh menyukai David , bakal ada persaingan lagi nih antara Renata dgn Ratih .
Lee Mba Young
masih enak saja hidup radtya blm dpt karma ya..
Ma Em
Renata hrs cepat cari gantinya Raditya dong jgn lama lama nanti dikira si Ratih msh mengharapkan Raditya lagi , semoga Renata dapat penggantinya Raditya lelaki yg lbh baik yg mapan juga ganteng .
Ma Em
Ratih ketakutan Raditya direbut orang soalnya Ratih juga dapat Raditya hasil merebut dari Renata jadi sekarang Ratih sdh ketakutan saja .
Ma Em
Raditya setelah berpisah baru perhatian sama anak .
Atul Maronge: baru dia menyesal setelah terlambat
total 1 replies
Lee Mbaa Young
Raditya blm mnerima karma. masih enak hidup nya. tukang selingkuh korupsi.
Suhadi
langsung talak 3 ya thor..?
Atul Maronge: biar gak bisa rujuk lagi,
total 1 replies
Ma Em
Semoga Renata segera dapat pengganti Raditya .
Atul Maronge: orang baik pasti dapat yang baik juga
total 1 replies
Ma Em
Dasar ibunya Raditya tdk tau malu masa minta uang sama mantan menantu dan tdk dikasih malah ngomel2 , semoga Renata semakin sukses dgn perusahaan yg Renata pimpin dan Raditya dgn Ratih tdk akan bisa dapat kerjaan lagi dan untuk buka restoran nya gagal biarkan Raditya dan Ratih merasakan pahitnya hdp jadi orang susah .
Lee Mbaa Young
Sombong banget mau bikin usaha baru, modal juga pas pas an. jual perhiasan gk Ada semilyar masih kurang banyak buat nutup utang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!