Dark romance !!
Adegan kekerasan dan darah !!
Bocil harap minggir, karena banyak adegan spicy 🌶️ !!
Lepas dari lubang buaya, kini dia jatuh ke lubang singa.
Demi melindungi kedua anaknya yang masih bayi dari kejaran ayah kandungnya, Beverly terpaksa masuk ke sebuah kapal mewah dan bersembunyi dari kejaran ayah kandungnya yang hendak membunuh kedua anaknya.
Tanpa Beverly sadari, kapal besar itu milik seorang mafia kejam yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa, yaitu Giovanni.
Melihat ada wanita nakal masuk ke dalam kapal miliknya, membuat ide licik bagi Giovanni yang tertarik pada wajah cantik dan tubuh indah itu.
“Aku akan menjagamu dan melindungi anak-anakmu, dengan syarat puaskan aku di atas kasur~”
“Dasar gila !!!”
“Aku memang mantan pasien RSJ, sayang~”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. sisi berbeda Giovanni 2
“Ini benar-benar keajaiban, nona..”
“Eh ?? Ke.. Kenapa ??”
Pemijat perempuan itu tersenyum kecil, “Baru kali ini, saya melihat perempuan yang tidak mendapat kekerasan dari Tuan Giovanni.”
Perkataan itu sontak membuat Beverly terkejut bukan main. Sang pemijat mulai memberikan minyak di punggung Beverly, dan mulai memijat bagian punggungnya. Sementara Beverly berbaring dengan posisi telungkup dengan perempuan itu duduk di sebelahnya sambil memijatnya.
“A.. Apa dia sering melakukan kekerasan pada perempuan lain ??”
“Benar, Nona.. Beberapa perempuan malam terkadang sengaja dikirim pada Tuan Giovanni, dan mereka berakhir dengan luka cambukan di punggung dan sayatan di tubuh depannya.”
Beverly bergidik ngeri mendengarkan cerita dari wanita itu, dia tidak menyangka di balik sisi nakal dan mesum, rupanya Giovanni bisa bertingkah sangat kasar dan arogan. Padahal tadi pagi hingga siang, Giovanni justru membantunya mengurus dua putranya. Pagi tadi, membantu menjemur kedua bayinya di luar, juga siangnya membantu menidurkan dua bayinya dengan lembut dan menaruhnya di kasur bawah yang bisa di tarik keluar.
Beverly sengaja menidurkannya di kamar utama agar dia bisa mengamati dua bayinya jika mereka terbangun, pada saat dia sedang di pijat seperti saat ini.
“Itu.. Menyeramkan..”
“Tolong jangan beritahu Tuan Giovanni, nona.. Tapi, kami sempat berpikir jika Tuan Giovanni itu belok, karena dia selalu menolak perempuan yang sempat di jodohkan dengannya.” Ujar pemijat itu sembari tertawa kecil, menertawakan kebodohan pikirannya sendiri. Hanya karena Giovanni menolak perempuan, mereka berpikir jika atasan mereka itu adalah gay.
Beverly sedikit terhibur dengan cerita itu, dia bahkan tertawa kecil.
“Jangan khawatir, rahasia ini aman, hanya aku yang tahu.” Ujar Beverly.
“Anda sangat cantik, aku hampir tidak percaya saat mengetahui jika anda sudah memiliki dua anak.”
“Ah.. Bisa di katakan, aku memiliki anak di usia yang masih sangat muda.” Ujar Beverly dengan kikuk.
“Begitu ya ?? Tapi menurut saya, wajah anda terlihat awet muda.”
“Ah, terima kasih. Tidak perlu memujiku terlalu berlebihan.” Ujar Beverly dengan malu-malu, tapi dia merasa tidak nyaman untuk mengatakan usia yang sebenarnya. Apalagi di usia yang masih terlalu muda untuk memiliki anak.
...
“Kak Giovanni..”
“Hmmm ??”
“Aku sudah mendapatkan informasi, siapa saja yang bekerja sama dengan Deana untuk mempengaruhimu memakai Lithikum.”
“Siapa ??”
“Harper dan Julian. Ketiga orang itu bersekongkol dengan mempengaruhimu memakai obat kimia itu.”
Tangan Giovanni mengepal kuat, dia tahu siapa saja dua lelaki itu, dan dia tidak perlu menanyakan alasan di balik kerja sama ketiga orang itu.
“Hah.. Tiga orang tidak berguna itu..”
“Dan bodohnya kau mau saja dengan mereka, bahkan sempat menjalin hubungan dengan Deana.”
Suara adiknya mulai menyindir Giovanni, membuat lelaki itu berdehem sejenak.
“Gregor, kau benar-benar keturunan dari Dad. Kalian berdua suka sekali menyindirku.” Ujar Giovanni dengan nada ketus, membuat adiknya, Gregor tertawa kecil di seberang sana.
“Aku dengar dari Dad.. Jika kau sudah memiliki calon istri~ Seperti apa wanita itu ?? Bukan perempuan matre seperti Deana, kan ??”
“Tentu saja tidak !! Dia jauh berbeda dari wanita ular itu, dan yang pasti dia lebih cantik dan lembut.” Ujar Giovanni langsung memberikan penekanan pada setiap perkataannya, seakan dia tidak suka saat Gregor menyandingkan Beverly dengan Deana.
“Ya.. Ya.. Ya.. Aku hanya bercanda, sampai bertemu lagi, Kakak Giovanni yang galak, adikmu yang paling tampan merindukanmu.”
“Menjijikan !! Telepon aku tutup !!” Giovanni menutup teleponnya dengan kesal saat mendengarkan suara tawa Gregor yang menyebalkan, setelah mengucapkan kalimat yang terdengar menjijikan baginya.
Giovanni menaruh handphonenya, dan mulai menghela nafasnya berat. Dia mengingat peristiwa yang membuatnya terpaksa masuk ke RSJ, di saat dia mengonsumsi obat terlarang itu dengan dosis tinggi, lalu lepas kendali dan hampir memb*nuh orang di dalam kafe.
Lalu dia terpaksa di bawa oleh pihak kepolisian, dan akhirnya di rawat di RSJ untuk proses penyembuhan.
Giovanni ingat, dia terpaksa pergi jauh dari Amerika Serikat, hanya untuk refreshing hingga tanpa sadar, kapalnya sampai di pelabuhan Felixstowe, di Inggris, dan melihat wanita cantik beranak dua yang sengaja masuk dan bersembunyi di kapalnya.
Giovanni tiba-tiba tersenyum sendiri, mengingat peristiwa semalam, dimana dia bisa menyentuh tubuh indah dan seksi milik Beverly di atas kasurnya. Wajah memerah dan tatapan sayu dari sang wanita cantik itu, membuat Giovanni merasakan sensasi berbeda saat melakukan HS.
“Hmm~ Aku penasaran, apa yang sedang wanita cantik dan seksi itu lakukan sekarang ??” Ujar Giovanni bertanya pada dirinya sendiri, sambil tersenyum nakal.
“Lebih baik aku datangi saja, siapa tahu wanita cantik itu sedang mandi~” Ujar Giovanni yang mulai berasumsi dengan pikiran kotornya.
Segera lelaki itu meraih handphonenya dan kemudian berjalan keluar dari ruangan pribadinya, untuk menyusul Beverly di kamar tidur utama di kapal. Ya, Giovanni sengaja menaruh Beverly di kamar utama kapalnya, bukan kamar tamu.
Giovanni bersyukur di dalam kapalnya, terdapat kamar tidur bayi yang memang di sediakan oleh Arnold dulu, jika dia mengajak istri dan putranya yang masih kecil memakai kapal mewah ini.
Saat dia berada di depan pintu kamar, tangan Giovanni langsung membuka pintu itu dengan santai, dan kemudian melihat Beverly duduk di kursi sofa sambil meny*sui kedua bayinya. Beverly sempat menoleh ke arah pintu yang tiba-tiba saja terbuka dengan sendiri, lalu menjadi tenang saat Giovanni yang masuk ke dalam kamar.
“Aku pikir petugas kebersihan..” Ujar Beverly dengan lirih, Giovanni terkekeh pelan saat mendengarkan suara itu.
Giovanni kemudian menutup pintu kamar, dan mendekati Beverly, lalu duduk di sebelah wanita cantik itu, sambil menatap gemas ke arah dua bayi mungil yang terlihat sangat kelaparan, sehingga mereka asyik meminum s*su dari dua gunung besar itu.
“Mereka berdua sangat lucu, dan mengemaskan~” Ujar Giovanni membelai kepala salah satu bayi itu, sambil tersenyum gemas.
Beverly memandangi kedua wajah putranya, aneh. Kedua bayi mungil itu sama sekali tidak berteriak menangis atau ketakutan dengan kehadiran Giovanni, sebaliknya kedua bayi itu menatap ke arah Giovanni dengan tatapan penasaran.
“Mereka menuruni wajahmu, pantas mereka sangat lucu.” Ujar Giovanni.
“Tidak juga, ada sedikit keturunan wajah dari ayah mereka.”
“...”
Ekspresi Giovanni berubah saat Beverly mengatakan jawaban yang tidak sesuai dengan keinginannya.
“Jangan memuji lelaki lain.”
Beverly terkejut dengan nada suara Giovanni, dia segera menoleh dan melihat wajah lelaki itu sudah cemberut kesal, bahkan nada suaranya terdengar sangat manja dan merengek.
“H-ha ?? Aku tidak memuji lelaki lain.” Ujar Beverly dengan nada heran dan bingung.
“Aku memuji kedua bayi itu karena mereka menggemaskan dan imut seperti wajahmu, kenapa kau malah membawa lelaki lain ?!” Ujar Giovanni dengan nada kesal yang di buat-buat, Beverly ternganga sejenak, kemudian bibirnya menutup sambil menahan sesuatu dari dalam dirinya.
“Pfftt..” Beverly menahan tawanya, mendengarkan suara Giovanni yang cemburu justru terlihat seperti anak-anak yang ngambek.
“Iya.. Maaf ya..” Ujar Beverly menenangkan lelaki itu, tapi Giovanni tetap menampilkan ekspresi cemberutnya.
“Kamu lebih tampan kok dari Benny.”
“Siapa Benny ??”
“Ayah kandung mereka.”
“Namanya jelek, lebih bagus juga namaku.” Ujar Giovanni dengan nada tidak suka, Beverly lalu tertawa kecil mendengarkan perkataan cemburu dari lelaki itu.
Sementara Giovanni malah terkagum dengan ekspresi Beverly saat sedang tertawa, terlihat sangat cantik dan manis.
❤️💙❤️💙❤️💙❤️💙❤️
gio mirip ky mathias yg viral itu🤣🤣😄
gak sabar nunggu respon dad gio🤣