Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.
Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.
[Freedom The Continent]
[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.
Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.
Tapi cukup, abaikan tentang mereka.
Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!
Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!
Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.
Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.
Dan aku, adalah penjahat itu.
"... sial, ini mengerikan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 - Dungeon : Labirin
Ketika cahaya putih perlahan-lahan menghilang. Clae disambut udara dingin yang berhembus ke lehernya.
'Ugh...'
Clae bisa merasakan merinding naik di tubuhnya.
"ROAR!!! BODOH! DASAR MANUSIA BODOH!!"
Clae berkedip pelan. Dia perlahan menjadi tenang. Dia melirik pada tangannya yang dengan tenang mengendong kucing hitam. Kucing di pelukannya meronta sedetik, lesu sedetik kemudian
'Aneh sekali, apa kucing bisa mengaum?'
Clae memiringkan kepala bingung. Tidak yakin apakah mendengar dengan benar.
Sebenarnya kucing itu tidak sepenuhnya hitam. Ada garis perah di sekitar lehernya, mirip seperti kalung. Kucing itu mengangkat kepalanya, menatap Clae galak.
Namun telinga runcing, mata besar dan hidung kecil itu membuat Clae menahan nafasnya.
Lucu (≧▽≦)
'Tenang. Ini kucing Psycho. Jangan terpancing.'
Dia dengan sekuat tenaga menahan diri agar tidak mengusap kepala atau menyentuh bantalan merah muda yang tergantung itu!
"Manusia bodoh, bodoh... Kita akan mati!!"
"Hm? Apa?"
"Ini semua salahmu, SALAHMU!!"
Wajah Clae berubah. Ketertarikannya pada kucing ini perlahan menghilang.
"Jelaskan dulu."
"Meow! Gara-gara kamu mengganggu ku saat menggunakan sihir. Kita pergi ke dungeon asli."
"Hah?"
Clae tiba-tiba merasa menyesal telah bertanya. Namun kucing itu menjawabnya.
"Bagaimana, meow. Aku tidak bisa menggunakan sihir disini, meow. Bagaimana cara keluar, meow. Apa jalan ini dekat permukaan. Kuharap bukan lantai 10, meow."
Clae mengangkat alisnya. Kucing itu memberi informasi tanpa diminta yang membuat Clae terhibur..
'Aku akhirnya masuk dungeon. Magic tidak bisa digunakan. Dan.... lantai 10 pasti tempat yang berbahaya.'
Clae menelan ludah. Dia punya firasat buruk.
Kucing ini jelas pindah dengan tidak sengaja. Mereka tidak tau ada di mana.
Menurut kucing ini, dungeon ini terdiri dari banyak lantai. Memikirkan ini, semakin kebawah, dungeon memang lebih berbahaya. Bukan hanya tata letaknya, namun jebakan dan monster yang muncul.
Hanya saja... tempat yang membatasi penggunaan sihir. Bukannya menguntungkan Clae yang tidak bisa sihir, ini malah harus diwaspadai.
'Aku harap bisa keluar hidup-hidup.'
Clae memandang sekeliling. Ada firasat samar bahwa dia akan menemukan apa yang dia cari.
Tidak seperti tempat sebelumnya. Clae lebih yakin dia akan menemukannya disini.
Tempat ini lembab dan kotor. Penerangan minim dan penuh debu.
"Ini lebih seperti penjara bawah tanah daripada yang sebelumnya."
"Tentu saja, meow! Tempat sebelumnya adalah dunia kecil yang diciptakan. Bukan tempat yang sesungguhnya seperti di sini."
'Tentu saja, sungguh seekor kucing psikopat!'
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kucing ini sangat berguna.
Bisa menciptakan dunia kecil, seberapa hebat kucing ini.
Clae dengar hanya seorang penyihir tingkat 7 keatas yang bisa membuatnya. Mungkin penyihir itu dapat di hitung dengan jari. Dan mereka sudah tua.
Di dunia ini, para penyihir dan pengguna senjata memiliki 10 tingkat. Untuk penyihir dimulai dari:
1. Novice
2. Apprentice
3. Initiate
4. Disciple
5. Adept
6. Master : Magus, Master, Grandmaster
7. Expert : Legendary, Transcended
8. Profesional :Archmage, Promethean
9. New world : Exalted, Prodigious, Champion
10. Enlightment : Visionary, Paragon
Setiap penyihir memiliki level 1 sampai 7 sebelum menuju ke tingkat selanjutnya.
Hanya saja Clae ingat, selama 1.000 tahun terakhir, tidak ada penyihir Master yang muncul. Apalagi penyihir Expert.
Jika kucing ini tidak berbohong. Ada seorang penyihir Expert atau lebih tinggi di sini. Dalam Dungeon ini.
'Mungkinkah kucing ini....'
Clae memejamkan mata, lalu menghela nafas berat.
Meski Clae memikirkan banyak skenario di kepalanya, hanya beberapa detik berlalu.
"Eeehhh.... Meow! Manusia, kamu sangat aneh."
"Hm?"
"Mengapa kamu memiliki resonansi dengan tempat ini, meow?"
Baibai memiringkan kepalanya.
Pupil matanya bundar menyempit, seperti reptil. Dia lihat Clae tidak rasakan tekanan dungeon sama sekali
Tidak, bukan tidak merasakan.
"Kamu tidak memiliki mana, Meow!"
Ketika kamu tidak memiliki mana atau aura, tidak ada kekuatan yang harus ditekan.
Bagaimana Clae bisa setengah jalan sampai di tengah hutan tidak masuk akal bagi Baibai. Namun Baibai memiliki harapan cerah pada Clae.
Jika dia benar-benar tidak memiliki sihir dan kekuatan lain bisa sampai setengah hutan. Keluar dari Dungeon ini pasti bukan masalah.
Mereka akan keluar dari sini. Baibai pasti bisa pergi dari tempat ini.
Deg Deg Deg
Clae merasa jantungnya berdetak dengan cepat. Dia tidak tau apa yang terjadi, namun dia merasa sesuatu ingin meledak keluar setelah ucapan Baibai. Tepatnya sesaat sebelum Baibai mengatakan dia tidak memiliki mana.
Resonansi.
Clae melihat pada lorong gelap didepannya.
"Hei, meow. Tenanglah."
Clae tidak merasakan jantungnya menjadi tenang.
Saat itu, Clae merasa sesuatu membimbingnya. Dia berjalan lurus sesuai kata hatinya. Dia tidak melihat Baibai memandangnya dengan aneh.
Clae berusaha menahan dirinya. Tapi gagal.
Kunci Galvala
Clae mengerutkan kening.
'Apakah kunci itu sial? Atau nasibnya yang buruk?'
Karena tidak bisa berhenti, Clae hanya bisa mengikuti kata hatinya.
Jantung Clae mulai tenang saat dia berada didepan sebuah pintu masuk.
Pilar hitam menyerupai pintu masuk di kanan dan kiri yang megah menakjubkan. Bangunan arsitektur ini dipahat langsung pada bebatuannya.
Di bagian luar pintu masuk, berjajar sepuluh pilar yang diukir indah. Lima di kiri dan lima di kanan dengan bentuk berbeda.
Singa dengan ekor ular, Berang-berang dengan ekor bulu merak, Ular dengan empat kaki, Beruang dengan sayap, Trenggiling dengan tempurung kura-kura, Hiu dengan delapan kaki gurita, Kuda dengan dua tanduk kambing, Primata yang sangat besar, Rubah dengan senyum, dan terakhir Rusa bertanduk tumbuhan.
"Lantai 10! Kita di lantai 10! Sebuah Labirin, meow."
Clae segera mengabaikan pilar ketika mendengarnya.
Di hadapannya, sebuah tangga dua meter disusun ke bawah.
Dia tersentak. Matanya bergetar. Dia melihat dinding dua meter di susun berkelok-kelok dan penuh teka-teki di ujung tangga itu.
Clae berbalik. Ada harapan di matanya. Tapi...
'...Aku tidak bisa kembali.'
Tidak ada jalan keluar terlihat disana.
Jadi dia hanya bisa melihat lorong yang penuh dengan jalan, sangat rumit dan berbelit-belit.
Clae bahkan tidak bisa menghitung beberapa jalan buntu di sana.
[Selamat datang dalam permainan]
Sebuah petasan muncul di atas labirin. Menghadap kepadanya. Wajahnya yang panik perlahan menjadi tenang.
“Sungguh, mengapa kalian suka sekali permainan.”