NovelToon NovelToon
Bos Hyper Itu Mantanku

Bos Hyper Itu Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Kehidupan di Kantor / CEO / Romantis / Mantan
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kinamira

"Jika Bos mengajak kamu berhubungan apa kamu bersedia?" "Berhubungan?""Berhubungan intim. Itu adalah salah satu syarat diterima kerja di sini.""Hah?" Lily Gabriella tak pernah menyangka tempat ia melamar pekerjaan karyawan kecil dan bergaji besar tak ada bedanya dengan orang-orang yang dibayar menyenangkan pelanggannya.
Meski tau persyaratan itu, mau tak mau ia harus menerima demi biaya pengobatan ibunya. Namun dalam sekejap ia langsung menyesal saat tau mantan kekasihnya Axton Fernando adalah bos Hyper itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kinamira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Lepas Axton," sahut Lily berusaha menarik tangannya dari genggaman Axton, terlebih orang-orang melihat ke arah mereka.

Axton tidak menggubris. Terus menarik, hingga mereka sampai di depan pintu utama.

Langkah keduanya memelan saat melihat Leon yang sedang dihadang oleh satpam di depan mereka.

"Lily," panggil Leon melambaikan tangan saat menyadari kedatangan Lily.

Lily terdiam beberapa saat, menoleh menatap Axton yang juga meliriknya tajam.

"Oke mungkin perlu bermain lagi. Sekali lagi, bukan memberi harapan pada Leon, tapi demi Axton melepaskanku," batin Lily menghela nafas panjang kembali mengumpulkan rasa keberanian meski hatinya tak nyaman.

"Ayah Luna datang, sebentar ya," ucap Lily menarik tangannya, tanpa ada perlawanan lagi dari Axton.

Lily mengusap lengannya sesaat sembari melirik Axton, sebelum ia melangkah ke arah Leon.

"Oke Lily, kamu benar, hubungan kita sudah berakhir," batin Axton memperhatikan Lily dan Leon yang mengobrol ringan.

Leon terlihat memberikan sebuah kantung berisi makanan dari restoran terkenal. Selama beberapa detik memperhatikan, ia lalu berbalik dan pergi dari sana.

Lily yang menyadari itu dengan lirikan sekilas. Ia lalu menatap Leon, menyodorkan kembali bungkus makanan itu.

"Aku bisa beli sendiri. Tidak perlu memperhatikanku, kita tidak punya hubungan apapun, dan tidak akan pernah ada!" sahut Lily dengan tegas.

Leon diam beberapa saat menatap uluran kantong itu kembali. Lalu menatap Lily kembali, "Tidak bisa kamu memberiku kesempatan."

"Konyol jika aku memberimu kesempatan," jawab Lily cepat.

"Demi Luna."

"Luna baik-baik saja tanpa ada dirimu. Dia memang perlu diperhatikan, tapi aku juga perlu diperhatikan. Akutidak sebaik itu, yang mau mengorbankan diri, demi kebahagiaannya," ucap Lily menarik tangan Leon, lalu menyerahkan kembali makanan itu.

Leon menahan tangan Lily. "Setidaknya terima ini Ly, kamu harus sarapan."

"Aku akan beli nanti!" sahut Lily menarik tangannya hingga lepas dari genggaman Leon.

Ia lalu berjalan melewatinya, siap keluar mencari makanan, agar Leon berhenti mengusik.

"Menghadapi mereka berdua, benar-benar harus memiliki kesabaran ekstra," gumamnya.

**

Meski hari semakin terang. Semua pekerja perusahaan sudah hadir dan melakukan pekerjaan masing-masing.

Lily sebagai cleaning service, sampai saat ini masih harus melakukan pekerjaannya juga. Permintaan membuang sampah yang tiada henti dan membersihkan apapun.

Saat ia sibuk ke sana kemari, suara besar diantara ke heningan orang-orang bekerja itu mengalihkan perhatian semuanya.

"Perhatian semuanya!"

Semua orang menoleh, dan langsung berdiri melihat siapa yang datang.

Axton yang berdiri tegak di tengah-tengah barisan pekerja bersama seorang wanita yang menggandeng mesra di sebelahnya.

"Aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting," sahut Axton membuat semuanya semakin memperhatikan, begitu pula dengan Lily.

"Hm, sepertinya aku tau," batin Lily mengingat obrolan tadi pagi.

Lily mengusap hidungnya yang tak gatal. "Tapi kalau dia, aku rasa ini permainan. Tapi, semoga saja tidak. Aku benar-benar berharap tidak ada lagi kamu dan aku dalam satu ikatan," batinnya siap mendengarkan.

"Mulai sekarang Maria adalah kekasihku. Apa yang dia ucapkan, harus kalian patuhi!" sahut Axton dengan tegas dengan pandangan mengeliling sekitar namun ia tak terlalu peduli ekspresi mereka, dan pandangannya berhenti sesaat saat menatap Lily.

"Tanpa terkecuali!" lanjut Axton.

Maria tersenyum malu, semakin memeluk lengan Axton dengan bahagianya.

Sementara bisikan dari rasa terkejut semakin menjadi di beberapa karyawan yang jauh dari jangkauan Axton. Sementara yang berada dekat tak berani bicara apapun.

"Oh wow. Kekasih? Maria? Orang searogan itu. Huh, kita pasti akan ditindas."

"Ya itu jelas. Andai di sana Ciara, kita pasti aman, dan mereka lebih cocok."

"Astaga, aku mau pingsan dengar kabar konyol ini."

"Ini serius? Bukan mimpi kan?"

Bisikan yang penuh ketidaksetujuan, namun tak ada yang berani mengungkapkan.

Axton yang melihat Lily yang tetap santai memperhatikan, membuatnya sedikit kesal. Ia lalu melihat arah lain.

"Kenapa kalian semua diam. Tidak ada yang mau memberi selamat huh!" sentaknya.

"Ah, selamat pak Axton dan Maria, semoga bahagia, dan langgeng hingga ke hubungan lebih serius," seru semua orang memberikan selamat, termaksud Lily.

Axton mendengkus pelan. "Awas saja kamu Lily. Kamu pasti akan memohon padaku nanti!" batinnya.

Axton lalu merangkul pinggang Maria lebih dekat ke arahnya, membuat Maria semakin senang hingga wajahnya memerah.

"Tidak ada yang boleh menindas pacarku. Atau dia akan berhadapan denganku!" sahutnya tegas.

"Baik Pak," jawab mereka.

Maria tersenyum angkuh, seolah memamerkan posisinya, menatap semua orang dengan rendah.

"Pak Axton," panggil Ciara sembari mengangkat tangan.

"Ya Ciara," jawab Axton.

"Maaf, Pak. Saya hanya bertanya. Apa mulai sekarang, saya dan wanita lainnya tidak perlu melayani bapak lagi?" tanya Ciara dengan lembut dan tenang, namun membuat Maria menatapnya sinis.

Axton terdiam beberapa saat, mencoba berpikir tentang jawaban yang harus ia jawab.

"Jika aku menjawab masih harus, Lily jelas akan meragukan ku," batinnya.

Axton kemudian menjawab. "Tidak perlu lagi," ucapnya sembari melirik ke arah Lily.

Namun, ekspektasinya terlalu jauh. Lily tidak sedih, justru senyum lebar, tampak di wajahnya, membuat Axton semakin kesal.

Pria yang kesabarannya tipis itu. Melangkah pergi dari sana tanpa mengatakan apapun, membuat Maria tersentak, dan tetap mengikuti.

Dalam benaknya Axton menggerutu kesal. "Sial, kenapa aku masih saja kalah dengan perasaanku!"

Lily memperhatikan dengan senyum lebar, dalam benaknya bergumam. "Berarti aku akan bebas, dan bekerja dengan tenang. Akhirnya!" batinnya berkerut senang.

Vina datang menghampiri. "Lily mulai sekarang harus hati-hati. Maria orangnya kasar dan dia punya dendam padamu."

Lily menatapnya dengan senyum santai, lalu mengangguk. "Aku tau, tenang saja."

"Lebih baik aku kesulitan menghadapi Maria. Daripada berhadapan dengan Axton," batinnya.

Ciara ikut menghampiri dan menyapa. "Hai Ly."

Lily menoleh dengan kening berkerut. "Iya Bu."

"Kamu baik-baik saja?"

"Sangat baik," jawab Lily cepat.

Ciara tersenyum manis. "Bagaimana menurutmu Pak Axton dan Maria?"

"Sangat cocok," jawab Lily lagi.

"Eh, menurutku lebih cocok sama Bu Ciara sih," celetuk Vina menimpali.

"Ey, jangan begitulah," sahut Ciara menggelengkan kepala tak setuju.

"Em, memang itu benar. Sama Bu Ciara lebih cocok," timpal Lily menaikkan alisnya dengan senyum santai.

"Ey ...." Ciara menggelengkan kepala. Niatnya ingin mengetahui kondisi Lily dengan jawaban yang sedih, namun jawaban Lily justru menegaskan perasaannya yang sudah hilang.

"Sepertinya Pak Axton benar-benar tidak punya kesempatan lagi," batin Ciara.

"Tapi ..., aku penasaran. Sepertinya cinta mereka sangat manis," batin Ciara mengulum senyum, membayangkan bagaimana mereka bersama.

1
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki nya masih terbungkus rapat, kek nasi uduk karet dua🤣🤣🤣🤣
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
gemeesshh sama lily, ga mau jujurrrr
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
see maria.. masih yakin kah kamu yg ada di hati axton😒🤭
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
yg ada lily tambah jijik ax liat kamu sama ciwik2 murahan itu😒
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
rencana mu salah ax.. pertama2 tuh cari tau ada apa dgn lily di masa lalu, kedua singkirkan manusia yg kt nya ayah mu itu, karena dy biang korek eehh kerok nya😒 baru kamu kejar lagi cinta lily, bukan kamu yg memaksa lily utk tunduk sama kamu 😤😤😤
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
teka teki baru😓
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
iisshhh lanjut ga thooorr 😒🔨🔨🔨🔨
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
ada apa dgn klrga axton n masa lalu axton lily ya🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
wkwkkk.. poor chloe.. senjata makan tuan
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
masih bertanya-tanya, siapa leon🤔
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
apa ini ya, kok ambigu🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!