Lucas, pembunuh bayaran paling mematikan dari Akademi Bayangan Utara, adalah master pisau dengan elemen air yang tak tertandingi. Obsesinya untuk menjadi yang terbaik dan persaingannya dengan Diana, senior ahli pedang es, membentuk dirinya. Namun, kedamaian hancur saat akademi diserang. Master Loe dan Niama gugur, memicu amarah Lucas yang melepaskan kekuatan airnya menjadi badai penghancur. Di tengah reruntuhan, Lucas bersumpah membalas dendam atas kematian mereka. Dengan sebuah lambang spiral gelap sebagai petunjuk satu-satunya, ia memulai misi pencarian dalang di balik kehancuran ini. Akankah balas dendam mengubahnya atau ia menemukan kebenaran yang lebih dalam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMATIAN LUCAS
Master Brian menyeringai, "Sungguh menyentuh, dua murid terbaikku mencoba menantangku. Tapi kalian naif, Kristal Harmoni tidak akan menyelamatkan kalian dari takdir!" Ia mengangkat tangannya, dan pusaran Petir Gelap terbentuk di atasnya, memancarkan energi menakutkan yang membuat udara bergetar.
"Kami tidak naif, Master Brian," balas Lucas, suaranya tenang meskipun ancaman itu nyata, "Kami hanya tidak akan membiarkan kejahatanmu berkuasa. Kristal ini akan menyeimbangkan segalanya." Ia melangkah maju sedikit, elemen airnya bergolak di sekelilingnya, siap menghadapi serangan apa pun.
Diana berteriak, amarahnya meluap, "Kau akan membayar atas apa yang kau lakukan pada Ellyza!" Ia melesat lebih dulu, pedang kembarnya bersinar biru es, menusuk ke arah Master Brian dengan kecepatan luar biasa. Master Brian hanya tertawa, menepis serangan Diana dengan satu sentakan Petir Gelap, membuat gadis itu terpental.
"Diana!" seru Lucas, ia segera menciptakan klon air yang kuat, melindunginya dari dampak serangan. "Jangan biarkan emosimu menguasai! Kita harus fokus!" Lucas tahu Master Brian sengaja memprovokasi Diana agar gadis itu kehilangan kendali.
Raven ikut bergerak, cakar bayangannya melesat ke arah Lucas, mencoba menghentikan perhatiannya. "Kau tidak akan bisa melarikan diri kali ini, Lucas! Master Brian akan menang!"
"Aku tidak akan lari!" Lucas membalas, perisai airnya menahan cakar bayangan Raven, menciptakan percikan energi. "Kau hanyalah pion, Raven! Sadarlah!" Ia menciptakan klon air lain yang menyerang Raven dari samping, mencoba membagi perhatiannya.
Master Brian kembali menyerang, kali ini menargetkan Kristal Harmoni. "Kristal itu adalah milikku! Aku akan mengambilnya dari tangan kalian yang tidak tahu apa-apa!" Kilatan Petir Gelap melesat, membelah udara menuju altar.
Lucas dengan sigap melompat, perisai airnya membesar, menahan serangan Petir Gelap itu. "Kau tidak akan mendapatkannya!" teriak Lucas, menahan tekanan yang luar biasa, otot-ototnya menegang.
"Lucas!" Diana yang sudah bangkit, menyerang Master Brian dari belakang, mencoba memanfaatkan celah itu. Pedang esnya menargetkan titik vital, namun Master Brian secepat kilat berbalik dan menangkis serangan Diana dengan mudah.
Master Brian menyeringai, "Serangan bodoh! Kau tidak akan bisa menyentuhku!" Ia melancarkan tendangan Petir Gelap yang kuat, membuat Diana terlempar jauh, menabrak pohon hingga roboh.
"Diana!" Lucas berteriak, amarahnya mulai memuncak, melihat Diana terluka. Namun ia tahu ia tidak boleh kehilangan fokus. "Kau akan membayarnya, Master Brian!"
"Oh, benarkah?" Master Brian mencemooh. "Aku sudah menunggu saat ini, Lucas! Saat kau melihat orang-orang yang kau sayangi hancur di hadapanku!" Ia mengalirkan lebih banyak Petir Gelap, membuat pusarannya membesar dan mengancam.
"Kita tidak akan kalah!" Diana berteriak, ia bangkit berdiri, meskipun tubuhnya sakit. Elemen esnya kini lebih bergolak, bercampur dengan kemarahan dan tekad yang kuat. Ia tahu Ellyza tidak akan menyukai jika ia menyerah begitu saja.
Lucas melihat tekad Diana dan mengangguk. "Itu semangatnya, Diana! Kita akan bertarung sampai akhir!" Ia mengumpulkan lebih banyak elemen air, memperkuat perisainya, dan mempersiapkan serangan balasan.
Raven menatap mereka dengan tatapan dingin, "Percuma saja. Kekuatan Master Brian tak tertandingi." Ia menyerang klon air Lucas, melenyapkannya dalam sekejap dengan cakar bayangannya yang tajam.
"Kalian tidak akan bertahan lama," kata Master Brian, suaranya dipenuhi kepercayaan diri yang mutlak. "Dan Kristal Harmoni akan menjadi milikku, membawa era baru kekuasaan kegelapan!" Ia bersiap melancarkan serangan terakhir, Petir Gelapnya bergemuruh, siap menghancurkan segalanya.
"Tidak akan pernah!" Lucas dan Diana berteriak bersamaan, bersiap menghadapi badai yang akan datang, menyatukan kekuatan mereka untuk pertarungan hidup atau mati.
Master Brian menyalurkan seluruh kekuatannya ke dalam satu serangan pamungkas. Petir Gelap yang mengerikan menyambar, membentuk naga listrik raksasa yang melesat ke arah mereka, cahayanya membelah kegelapan malam dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga.
"Lucas, ini terlalu kuat!" Diana berteriak, perisai esnya mulai retak karena tekanan yang tak tertahankan. Ia merasakan hawa panas membakar kulitnya, meskipun ia dikelilingi elemen es.
Lucas tahu ini adalah akhirnya. Ia melihat Kristal Harmoni di belakangnya, dan ia melihat Diana di sampingnya. Hanya ada satu cara untuk melindungi keduanya. "Diana, mundur!" perintah Lucas, suaranya dipenuhi urgensi yang mencekam.
Dengan kekuatan terakhirnya, Lucas mendorong Diana menjauh dari jalur serangan, lalu ia melompat ke depan Kristal Harmoni. Ia menyalurkan semua elemen airnya, menciptakan perisai air terbesar dan terkuat yang pernah ia buat, berharap bisa menahan serangan naga Petir Gelap itu.
"Bodoh!" Master Brian mencemooh. "Pengorbananmu sia-sia!" Naga Petir Gelap itu menghantam perisai air Lucas dengan kekuatan dahsyat. Ledakan energi yang sangat besar mengguncang danau dan hutan, cahaya ungu kehitaman membutakan segalanya.
Perisai air Lucas hancur berkeping-keping, tidak mampu menahan kekuatan Master Brian. Lucas merasakan sengatan listrik yang membakar di seluruh tubuhnya, merobek setiap sel. Rasa sakit yang luar biasa melandanya, tetapi ia tetap berdiri di depan Kristal Harmoni, melindungi artefak itu sampai akhir.
"Lucas!" Diana berteriak, air matanya mengalir deras, melihat Lucas menerima serangan itu secara langsung. Tubuhnya terhempas ke belakang oleh gelombang kejut, ia tidak bisa berbuat apa-apa selain melihat sahabatnya tumbang.
Saat cahaya ledakan mereda, Lucas terlihat berlutut di depan Kristal Harmoni. Tubuhnya berasap, hangus, dan elemen airnya menguap. Matanya masih terbuka, menatap Diana dengan senyum tipis, sebelum pandangannya meredup dan ia terjatuh, tak bernyawa.
"Tidak! LUCAS!" Diana meraung, suaranya pecah, dipenuhi kesedihan dan kemarahan yang tak terbatas. Ia berlari ke arah Lucas, berlutut di samping tubuhnya yang tak bergerak, memeluknya erat-erat, tidak peduli dengan rasa sakit di tubuhnya sendiri.
"Ini tidak mungkin," bisik Diana, air matanya membasahi wajah Lucas. "Kau tidak boleh meninggalkanku, Lucas! Aku tidak bisa tanpamu!" Ia mengguncang tubuh Lucas, berharap pemuda itu akan membuka matanya lagi.
Master Brian dan Raven mendekat, seringai kemenangan terpancar di wajah Master Brian. "Sudah kubilang, pengorbanan sia-sia," kata Master Brian dingin, "Kristal Harmoni sekarang milikku, dan kau, Diana, akan mengikutiku."
Diana mendongak, matanya yang memerah menatap Master Brian dengan kebencian yang mendalam. "Kau monster!" teriak Diana. "Aku akan membunuhmu! Aku bersumpah!" Elemen esnya bergolak liar, membentuk aura dingin di sekelilingnya.
"Menarik," Master Brian tertawa sinis, "Kebencianmu akan menjadi kekuatan yang berguna bagiku. Raven, bawa dia."
Raven melangkah maju, cakar bayangannya menangkap Diana. Gadis itu meronta, menyerang Raven dengan pedang esnya, tetapi ia terlalu lemah dan dikuasai kesedihan. Raven dengan mudah melumpuhkannya, mengikat tangannya dengan rantai bayangan.
"Lepaskan aku! Bajingan!" Diana berteriak, masih mencoba melawan, tetapi tubuhnya sudah tidak berdaya. Ia hanya bisa menatap tubuh Lucas yang tergeletak, hatinya hancur berkeping-keping.
Master Brian mengambil Kristal Harmoni dari altar, dan cahaya murni kristal itu meredup di tangannya. "Kegelapan telah menang," katanya, suaranya menggema di seluruh danau. "Dan sekarang, era baruku akan dimulai."
Diana dibawa pergi oleh Raven, tubuhnya diseret, matanya tak lepas dari Lucas. "Aku akan kembali, Lucas," bisiknya pelan, berjanji pada dirinya sendiri. "Aku akan membalaskan dendammu, aku bersumpah." Mereka menghilang dalam kegelapan, meninggalkan jasad Lucas dan danau yang kini sunyi.