BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
"Ca!!" teriak Varsya, tapi Almira langsung
mendekap mulutnya, mencegahnya untuk berbicara.
"Siapa itu, ngapain sama Edgar?" tanya Bianca, saat melihat seseorang gadis yang dibonceng Edgar.
Bianca memperhatikan gadis itu dengan seksama, mencoba mengenali siapa gadis itu dan apa hubungan gadis itu dengan Edgar.
"Kayaknya itu Wilona deh, tapi kok bisa dibonceng Edgar?" ujar Victoria, juga memperhatikan gadis itu dengan bingung.
Almira masih mendekap mulut Varsya, mencegahnya untuk berbicara lebih lanjut.
"Ssst, jangan bicara," bisik Almira, membuat Varsya diam. Mereka semua memperhatikan Edgar gadis yang terlihat seperti Wilona.
"ngapain Lo dekap mulut gua sih?"tanya varsya kesal
"suara Lo, cempreng nanti kita ketahuan "ujar ujar Almira
"gimana ketahuan coba orang mereka di sana kita di sini ,jauh banget sana sana jauh"ujar Varsya
"gak bisa tinggal diam ini, lihat aja Lo Wilona cewek jadi jadian, cewek Kudis bau amis!!"geram Bianca menghentakkan kakinya kesel
...----------------...
Sementara itu, Edgar sudah sampai di perumahan yang tidak terlalu besar. Wilona turun dari motor Edgar dengan senyum manis di wajahnya.
"Makasih yah, uda mau anterin aku," ujar Wilona, dengan nada lembut.
"Hmm, masuk, awas masuk angin. Kalo gitu, gue pamit," ujar Edgar, tidak ingin berlama-lama. Wilona memandang Edgar dengan mata yang sedikit sedih.
"Ed, kamu gak mau nemuin mama sama papa dulu?" tanya Wilona, berharap Edgar bisa menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Gak, gue titip salam aja," ujar Edgar, dengan nada yang singkat. Wilona tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya, tapi dia tidak ingin memaksa Edgar.
"Tapi, besok mau nggak nemani aku ke makam kak Ailiy?" tanya Wilona, berharap Edgar bisa menemaninya.
"Besok gue ada urusan, lo aja ajak Samudra aja," ujar Edgar, dengan nada yang tidak bisa ditawar. Wilona mengangguk, tidak ingin memaksa Edgar lagi.
"Oke, makasih yah," ujar Wilona, sebelum berbalik dan masuk ke rumahnya. Edgar memandang Wilona sejenak, sebelum berbalik dan meninggalkan perumahan itu.
...----------------...
Jam 5:56
Bianca masih terbalut dengan selimut Hello Kitty-nya, gadis itu memeluk boneka Teddy bear yang seukuran dengan tubuh mungilnya.
"Sayang, bangun yuk, kamu nggak sekolah hari ini, adekmu sudah nungguin," ujar Becca, mencoba membangunkan Bianca.
"Hmmm, keluar dari kamar saya dan suruh anak itu berangkat sendiri, mobilku tak mau menerima benda kotor seperti dia," ketus Bianca, berbalik membelakangi Becca.
"Sayang...," Becca mencoba berbicara lagi, tapi Bianca langsung memotongnya.
"Kau berisik sekali, jangan buat aku makin kurang ajar yah!!" ujar Bianca, bangun dari tidurnya dan menatap wajah Becca dengan tidak suka.
"Baik, mami, keluar," ujar Becca Tersenyum lembut, melap air matanya.
Bianca gadis itu sebenarnya tidak tega melihat Becca menangis, ingin ia memeluk ibunya, tetapi rasa bencinya sudah menguasai dirinya.
"Keluar," ulang Bianca, dengan nada yang tegas.
Becca mengangguk, tidak ingin putrinya tambah marah, Becca menatap wajah Bianca sekali dan keluar dari kamar Bianca dengan hati yang berat. Bianca memeluk boneka Teddy bear-nya erat, merasa kesepian dan kesal dengan keadaan sekitarnya.
Akhirnya Bianca memutuskan untuk mandi dan bersiap untuk ke sekolah. Gadis itu mengoleskan sunscreen ke wajahnya, kemudian mengoleskan lip balm ke bibir tipisnya, dan memakai maskara supaya bulu matanya tambah lentik.
Setelah selesai, Bianca memandang wajahnya di cermin dengan puas. "Ayang Edgar, Bianca yang cantik jelita ini datang," ujar Bianca, dengan senyum manis di wajahnya. Dia memandang dirinya dengan bangga, merasa bahwa dia sudah terlihat cantik.
Bianca lalu mengambil tas sekolahnya dan berjalan keluar dari kamar, melangkah dengan percaya diri bahwa dia akan membuat Edgar terkesan hari ini. Dengan langkah gembira Bianca menuju ke ruang Ruang makan.
"kakak, kemari lah makan bersama kami"ujar Ambar
"CK,tak Sudi aku byeee "ujar Bianca melambaikan tangannya, padahal gadis itu ingin sarapan pagi tetapi mod makan Nya hancur kalah melihat mami nya lagi dan lagi menyuapi Ambar